Uang saku merupakan salah satu sumber keuangan pertama yang dikelola secara langsung oleh siswa sekolah dasar, tetapi penggunaannya sering lebih dipengaruhi oleh keinginan sesaat daripada perencanaan sederhana. Artikel pengabdian ini mendeskripsikan kegiatan edukasi menabung sejak dini yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, kebiasaan menyisihkan uang sebelum dibelanjakan, serta penetapan tujuan tabungan yang realistis. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Juni 2026 di SDN 24 IV Koto Aur Malintang dengan melibatkan 40 orang yang terdiri atas siswa dan siswi kelas I sampai kelas V. Metode yang digunakan berupa sosialisasi edukatif dan pembelajaran partisipatif melalui koordinasi awal, penyampaian materi kontekstual tentang uang saku, tanya jawab interaktif, latihan pembagian uang sederhana, dan refleksi lisan pada akhir kegiatan. Data diperoleh dari observasi kelas, respons lisan siswa, catatan lapangan, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Respons awal menunjukkan bahwa sebagian siswa memahami menabung sebagai kegiatan menyimpan uang yang tersisa setelah dibelanjakan. Setelah mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih terarah dengan mampu mengidentifikasi kebutuhan prioritas, menjelaskan pentingnya menyisihkan uang terlebih dahulu, serta menyebutkan tujuan tabungan secara spesifik. Penggunaan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan media visual turut mendukung perhatian dan partisipasi siswa. Kegiatan ini menghasilkan model edukasi keuangan kontekstual yang menghubungkan pengelolaan uang saku dengan tanggung jawab, kesederhanaan, dan penghindaran perilaku boros. Karena pelaksanaan hanya berlangsung dalam satu pertemuan, pendampingan lanjutan oleh guru dan orang tua diperlukan untuk membentuk konsistensi kebiasaan menabung siswa.