Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Siswa Madrasah Tsanawiyah dalam Memahami Sejarah dan Konsep Psikologi Perkembangan Serta Teori Perkembangan Anak-Anak Endah Tri Wisudaningsih; Abyadisyarovito Genggong A; Aditya Firmansyah
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember:Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v2i4.2734

Abstract

This Community Service Program aims to enhance the understanding of parents, Madrasah Tsanawiyah students, and the community of Karangbong Village regarding the history of developmental psychology and major child development theories. The program was initiated due to the community’s limited knowledge of developmental concepts, which affects the quality of parenting practices. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, educational sessions, and discussions, the program presented essential materials covering the history of developmental psychology, Piaget’s cognitive development theory, Erikson’s psychosocial stages, and Vygotsky’s sociocultural theory. The results indicate a significant improvement in participants’ comprehension of developmental stages and their ability to apply appropriate parenting strategies. The program also reinforced the awareness that child development is a responsibility and divine trust that must be nurtured optimally. Overall, this activity contributes to the development of informed, adaptive, and development-oriented parenting within the community.
TRADISI BAYAR LIUR DI KAMPUNG CISASAH CIJAKU KAB. LEBAK Burhanuddin; Muhamad Kosim; Aditya Firmansyah; Haidar Syadad; Muhamad Zainal Arifin; Yunan Fahri R; Aidil Fitra L; Raditya Pangestu; Maftuh Ajmain; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6649

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi Bayar Liur yang dipraktikkan oleh masyarakat di Desa Cisasah, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tradisi Bayar Liur merupakan bentuk kearifan lokal yang bermanifestasi sebagai ritual atau kompensasi simbolis terkait interaksi sosial, khususnya dalam konteks pemenuhan janji, penyembuhan penyakit psikologis atau fisik ringan yang diyakini akibat "kabuhulan" (gangguan yang disebabkan oleh kata-kata atau keinginan yang tidak terpenuhi), serta sebagai bentuk penebusan atas kegelisahan sosial dalam hubungan tetangga. ​Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan prosedur pelaksanaan tradisi Bayar Liur dan menganalisis makna simbolis serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya bagi keberlangsungan masyarakat agraris di Lebak. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh desa, dan praktisi tradisi, serta studi dokumentasi terkait sejarah lokal Cijaku. ​Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayar Liur bukan sekadar transaksi material, melainkan sebuah mekanisme untuk memulihkan keseimbangan sosial dan spiritual. Secara prosedural, tradisi ini melibatkan pemberian barang-barang tertentu atau sejumlah kecil uang sebagai simbol "pembersihan" atau pencucian dampak negatif dari ucapan yang tidak terpenuhi. Masyarakat Cisasah percaya bahwa kata-kata atau keinginan yang tertunda dapat mendatangkan kesialan jika tidak segera "dibayar" melalui ritual ini. ​Lebih lanjut, tradisi Bayar Liur berfungsi sebagai instrumen resolusi konflik tingkat rendah dan penguat ikatan komunal (solidaritas mekanik). Di tengah arus modernisasi dan pengaruh nilai-nilai eksternal, masyarakat Desa Cisasah tetap mempertahankan tradisi ini sebagai identitas budaya yang membedakan mereka dengan wilayah lain. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi Bayar Liur mengandung nilai pendidikan moral mengenai pentingnya integritas antara ucapan dan tindakan. Keberadaan tradisi ini membuktikan bahwa komunitas lokal memiliki mekanisme mandiri dalam menjaga harmoni psikis dan sosial tanpa selalu bergantung pada pendekatan medis formal maupun modern.  
Melek Zaman Bergerak Mapan: Perubahan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Kampung Adat Cirendeu dalam Proses Modernisasi M. Raihan Ardiansyah; Mochamad Arif Rahman; Rahmayanti Nur Malika; Bella Carolina Hutasoit; Guntur Bayu Julianto; Aditya Firmansyah; Nenden Siti Khodijah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 3 (2026): February: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/a0rg3f81

Abstract

This article examines the socio-economic transformation of the Cirendeu Indigenous Community as it navigates the pressures and opportunities of modernization. Using a descriptive qualitative approach supported by literature studies and secondary data, the research explores how Cirendeu maintains cultural identity while adapting to evolving economic demands. The study finds that the community has successfully diversified its economic activities, shifting from subsistence practices toward broader engagement in food production, local trade, and cultural tourism. Cassava-based products, historically central to Cirendeu’s food system, have developed into valuable economic commodities that strengthen food resilience and generate new income sources. In parallel, carefully managed tourism activities contribute to the local economy without disrupting customary values. Socially, the community continues to uphold traditional norms that regulate collective life, ensuring that modernization does not erode cultural cohesion. Overall, this study highlights Cirendeu’s ability to integrate local economic potential within a modern framework while sustaining autonomy, cultural continuity, and community well-being.