Claim Missing Document
Check
Articles

Peran perempuan pengupas bawang dalam mengatasi kemiskinan melalui upaya meningkatkan perekonomian keluarga Rozani, Devi; Bakhtiar, Yusnanik; Ananda, Azwar; Dewi, Susi Fitria
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 1 (2024): JECCO: Seventh Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i1.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi peran Perempuan pengupas bawang dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian keluarga. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena penelitian ini berfokus dan memperhatikan dengan seksama peran perempuan dengan intensif dan rinci, dengan penggalian informasi dan analisa secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran perempuan pengupas bawang dapat dibagi menjadi dua peran yaitu peran domestik dan peran publik. Perempuan dapat membagi waktu dalam menjalankan dua peran tersebut. Peran domestik dilakukan perempuan disela-sela waktunya bekerja. Selain itu, keikutsertaan perempuan yang sudah menikah di Nagari Surian dalam bekerja sebagai pengupas bawang telah berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian keluarganya.
Tradisi basilek baluluak bajarami di Nagari Kumango Tanah Datar Monda Resta, Nova; S, Nurman; Dewi, Susi Fitria; Bakhtiar, Yusnanik
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 1 (2024): JECCO: Seventh Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i1.401

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi basilek baluluak bajarami, untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tradisi basilek baluluak bajarami, dan untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan dalam mempertahankan tradisi basilek baluluak bajarami. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Peneliti melakukan wawancara dengan 6 informan melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data kualitatif menggunakan ketekunan pengamatan, member check, triangulasi sumber, triangulasi teknik. Peneliti menemukan pelaksanaan tradisi basilek baluluak bajarami terdiri dari 6 tahapan: pawai alegoris, mairiak padi, bajarami fashion, tari galuak, Silek Kumango, Silek Baluluak, Silek Bajarami dan makan bajamba diiringi tari piring. Faktor pendukung pelaksanaan tradisi basilek baluluak bajarami adalah sarana dan prasarana memadai, pelatih silek yang aktif untuk melatih, semangat generasi muda yang masih ingin menjaga tradisinya, jadwal latihan silek tidak menganggu kegiatan sekolah serta faktor penghambat faktor pendanaan, kurangnya kebersamaan masyarakat dalam bergotong-royong, faktor cuaca, dan faktor waktu. Upaya mempertahankan tradisi berasal dari generasi muda, masyarakat, pemerintah, dan guru silek.
Fenomena merokok di kalangan anak sekolah dasar ditinjau dari perspektif moralitas Hakimi, Rifdal; S, Nurman; Muchtar, Henni; Bakhtiar, Yusnanik
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 2 (2024): Eighth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i2.448

Abstract

Penelitian ini dilakukan di nagari Aua Kuniang Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode penelitian etnografi. Metode penelitian kualitatif bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan fenomena atau obyek penelitian melalui aktivitas sosial, sikap dan persepsi orang secara individu atau kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini meliputi member check, triangulasi meliputi triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab anak merokok yaitu akibat dari pengaruh teman, pengaruh dari meniru orang tua, keinginan untuk mencoba agar disebut sebagai orang gaul dan keren. Cabut, bolos sekolah, tawuran, mencuri, melawan kepada orang tua dan guru adalah dampak negatif dari perilaku anak merokok. Melakukan pemanggilan orang tua, dan pendekatan personal berupa nasehat dan arahan merupakan upaya sekolah untuk mengatasi anak yang merokok.
Degradasi budaya tolong menolong Pasingkopkon dalam acara Marolek Kampung Fadila, Nurul; Indrawadi, Junaidi; Bakhtiar, Yusnanik; Purnama, Tetti Eka
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 2 (2024): Eighth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i2.480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk degradasi budaya tolong menolong pasingkopkon di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman serta mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya degradasi budaya tolong menolong. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik dan alat pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui ketekunan pengamatan, member check, dan teknik triangulasi meliputi triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Selanjutnya analisis data dilakukan melalui redaksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa tolong menolong pasingkopkon dalam acara marolek kampung di Nagari Padang Mantinggi mengalami degradasi atau penurunan. Adapun bentuk-bentuk degradasi budaya tolong menolong pasingkopkon dalam acara marolek kampung secara umum dibagi menjadi dua yakni pertama tolong menolong pasingkopkon dalam acara marolek kampung bentuk materi meliputi tolongan beras atau kelappa dan STM Siriaon. Kedua tolong menolong pasingkopkon dalam acara marolek kampung bentuk non materi meliputi tolong menolong bantuan tenaga terbagi menjadi memasak gulai kaum bapak, memasak nasi, manyaok ombu-ombu, mencuci peralatan masak kaum ibu dan memarut kelapa atau mencari buah nangka oleh pemuda. Terjadinya degradasi budaya tolong menolong tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adanya sistem penunjukan kerja, ekonomi, modernisasi, dan karakter sosial.
Peran pemulung dalam menunjang pendidikan anak Elvira, Lara Engla; Muchtar, Henni; Isnarmi, Isnarmi; Bakhtiar, Yusnanik
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 2 (2024): Eighth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i2.494

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk peran pemulung dalam menunjang pendidikan anak dan faktor penghambat pemulung dalam menunjang pendidikan anaknya di TPAS Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling yang terdiri dari Lurah, RT, Pemulung, Anak Pemulung, dan Guru yang mengajar anak pemulung di sekolah. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga peran pemulung dalam menunjang pendidikan anaknya di TPAS Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang. Pertama, sebagai fasilitator, pemulung dalam menjalankan peran sebagai fasilitator memcoba untuk mengusahakan perannya, dengan mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan anak dalam pendidikannya. Kedua, sebagai motivator, pemulung dalam menjalankan peran sebagai motivator mencoba mengusahakannya, dilakukan dengan cara memberikan dukungan serta apresiasi kepada anak ketika berprestasi disekolah, walaupun dengan hanya memberikan pujian. Ketiga sebagai pengawas, pemulung dalam menunjang pendidikan anaknya sebagai pengawas mencoba mengusahakannya, pemulung masih menyempatkan diri untuk menanyakan aktivitas anak disekolah. Sedangkan faktor penghambat pemulung dalam menunjang pendidikan anak yaitu rendahnya pendidikan orang tua, psikologi keluarga, kemiskinan, dan lingkungan masyarakat.
Kontribusi pendidikan terhadap peningkatan kedudukan perempuan Batak Toba Pedesaan dalam keluarga dan masyarakat Yessica Pratama Naibaho; Bakhtiar, Yusnanik; Dewi, Susi Fitria; Zatalini, Rinia
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 2 (2024): Eighth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i2.507

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perubahan paradigma masyarakat Batak Toba tentang kontribusi pendidikan terhadap peningkatan kedudukan perempuan Batak Toba pedesaan dalam keluarga dan masyarakat di Desa Bukit Baru, mengidentifikasi faktor motivasi perempuan Batak Toba pedesaan melanjutkan pendidikan tinggi, dan menganalisis perubahan sikap dan perilaku dari para generasi anak perempuan yang sudah memperoleh pendidikan tinggi di Desa Bukit Baru. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, member check dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini berkaitan dengan perubahan paradigma masyarakat Batak toba tentang kontribusi pendidikan terhadap peningkatan kedudukan perempuan Batak Toba pedesaan dalam keluarga dan masyarakat di Desa Bukit Baru dilihat dari adanya peningkatan kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Faktor motivasi anak perempuan melanjutkan pendidikan tinggi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Perubahan perilaku dan sikap anak perempuan Batak Toba yang berpendidikan tinggi yaitu pandai bertutur, sopan santun, saling menghormati dan bijak mengambil keputusan.
Implementasi hak pendidikan bagi anak putus sekolah melalui program kesetaraan Muhammad Budiman, Ali; Bakhtiar, Yusnanik; Hasrul, Hasrul; Muchtar, Henni
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 4 No. 3 (2024): Ninth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v4i3.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hak pendidikan bagi anak putus sekolah, pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di PKBM Pelita Hati, dan faktor penghambat dalam menjalankan program pendidikan kesetaraan di Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan mengguakan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selain itu, Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini meliputi triangulasi sumber Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hak pendidikan bagi anak putus sekolah di Kecamatan Lembang Jaya telah berjalan dengan cukup baik melalui program pendidikan kesetaraan kejar paket A setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara SMA. Selain itu, PKBM Pelita Hati juga menyediakan program keterampilan seperti menjahit, komputer, dan make-up artis. Program-program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan setara. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan program ini, seperti keterbatasan fasilitas, kualitas pengajaran, dan motivasi belajar peserta didik.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PPKn Putra, Candri; Hasrul, Hasrul; Rafni, Al; Bakhtiar, Yusnanik
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 4 No 1 (2024): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v4i1.87

Abstract

Penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah kewirausahaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa PPKn dan untuk Identifikasi faktor penghambat dan pendorong dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket/kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran mata kuliah kewirausahaan di Universitas Negeri Padang sudah baik pelaksanaanya, seperti strategi pembelajaran, media pembelajaran, model, pembelajaran dan juga kompetensi dosen yang sudah sangat baik, membuat proses perkuliahan membuat mahasiswa bersemangat. Hal ini terbukti bahwa 79,8% dari 84 mahasiswa termotivasi dalam hal membuka usaha. diantaranya yaitu membuka usaha kuliner, membuat produk minyak goreng kemasan. Adapun faktor penghambat minat usaha mahasiswa antara lain kurangnya praktek langsung, kurangnya modal usaha, kurangnya kapabilitas berwirausaha, dan sulitnya peralatan dan bahan baku untuk mengadakan usaha. Sementara faktor pendorong dari menumbuhkan jiwa kewirausahan terhadap mata kuliah kewirausahaan antara lain, yaitu, perasaan senang menjadi wirausaha, pendidikan kewirausahaan yang diterima sudah sangat baik, dan ingin membantu lingkungan sosial dengan membuka lapangan pekerjaan.
Tradisi Kematian Manyanda di Nagari Talang Kabupaten Solok dan Usaha Mempertahankannya Ramadhani, Riska Putri; Dewi, Susi Fitria; S, Nurman; Bakhtiar, Yusnanik
Journal of Civic Education Vol 7 No 2 (2024): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v7i2.1076

Abstract

Death rituals in Indonesian society vary among different tribes. This article aims to describe the manyanda tradition practiced by the Minangkabau community in Nagari Talang, Solok Regency. Although this tradition remains prevalent, there are concerns among community members that it may become extinct due to its lengthy processes and the financial burden it places on grieving families. Therefore, this article also explores the community's efforts to preserve the manyanda tradition. Employing a qualitative research methodology from an anthropological perspective, the researcher conducted interviews with fourteen informants and engaged in participatory observations over two weeks in Nagari Talang. Data were collected through interview transcripts, photographs, and relevant documents. The analysis involved identifying themes and patterns from the gathered information. The implementation of the manyanda tradition consists of six stages: preparation of household items, selection of participants, the second day of tahlil, recitation, counting the days, and providing clothing to the participants. To sustain the manyanda tradition, various stakeholders, including the Kerapatan Adat Nagari (KAN) and Bundo Kanduang, have established rules for the distribution of clothing. They also impose sanctions to kaum who do not participate in the tradition. Additionally, efforts are being made to educate the wider community about the manyanda tradition, and the local government is providing funding for traditional gatherings that focus on this ritual. Further research is needed to explore the aspects of sanctions and their impact on the implementation of this tradition.
PUDARNYA TRADISI BIMBANG ADAT DALAM UPACARA PERNIKAHAN Afiko, Dinang; Dewi, Susi Fitria; S, Nurman; Bakhtiar, Yusnanik
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 4 No 2 (2024): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v4i2.152

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, pertama untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan tradisi bimbang adat, mengidentifikasi faktor penyebab pudarnya tradisi bimbang adat, dan menganalisis bagaimana implikasi dari memudarnya tradisi bimbang adat terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Peneliti melakukan wawancara dengan informan yang dipilih melalui purposive sampling. Informan tersebut terdiri dari Kepala Desa, Ketua Adat, masyarakat yang melaksanakan, masyarakat yang tidak melaksanakan, dan generasi muda. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Uji keabsahan data kualitatif menggunakan metode triangulasi sumber, ketekunan pengamatan dan member check. Peneliti menemukan bahwa ada 3 tahapan dalam persiapan tradisi bimbang adat yaitu: musyawarah internal keluarga, musyawarah bersama masyarakat desa, dan musyawarah pembentukan panitia. Tradisi bimbang adat ini sudah jarang dilaksanakan oleh masyarakat karena ada beberapa faktor yaitu: a) berkurangnya sumber daya manusia yang kompeten untuk mewariskan pengetahuan yang berkaitan dengan tradisi, b) faktor ekonomi, c) Beralihnya seni hiburan masyarakat ke pertunjukan modern, d) Generasi muda enggan melestarikan tradisi bimbang adat. Pudarnya tradisi bimbang adat ini mengakibatakan: a) Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tradisi bimbang adat, b) Kurangnya minat generasi muda terhadap tradisi, dan c) Lunturnya nilai gotong royong dalam masyarakat.