Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis DC Losses pada PLTS 7 MWP Menggunakan Simulasi Software PVSYST Khusnul Mar'iyah; A. Sjamsjiar Rachman
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i6.8286

Abstract

Abstrak − Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sistem pembangkit listrik yang energinya bersumber dari radiasi matahari, melalui konversi sel  fotovoltaik. Terdapat rugi-rugi daya pada PLTS salah satunya adalah DC losses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerugian daya DC (DC Losses) pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dioperasikan oleh PT XYZ. Metode yang digunakan adalah simulasi dengan software PVSyst untuk mengidentifikasi berbagai jenis kerugian DC, seperti soiling loss, mismatch loss, temperature loss, dan degradation loss, serta membandingkan hasil simulasi dengan data aktual di lapangan. Penelitian ini dilakukan di PLTS PT XYZ, dengan data operasi dari Januari hingga Mei. Analisis menunjukkan bahwa temperature loss memberikan kontribusi terbesar terhadap total DC Losses, dengan rata-rata 9,1% hingga 10%, diikuti oleh soiling loss sebesar 3%. Nilai kerugian aktual array loss bervariasi dari 14,83% hingga 17,03%, sementara simulasi menunjukkan hasil yang lebih rendah, yaitu antara 14,4% hingga 15,6%. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai simulasi dan aktual, yang disebabkan oleh faktor lingkungan serta keterbatasan alat ukur di lapangan. Simulasi dan hasil aktual wiring loss juga menunjukkan perbedaan, di mana nilai aktual lebih tinggi (3,5% hingga 3,8%) dibandingkan hasil simulasi (3,1% hingga 3,4%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional PLTS dan meminimalkan kerugian DC.Kata Kunci: DC Losses, PLTS Selong, Software PVSyst, array loss, wiring loss. Abstract − Solar Power Plant (PLTS) is a power generation system whose energy is sourced from solar radiation, through the conversion of photovoltaic cells. There are power losses in solar PV, one of which is DC losses. This study aims to analyze DC power losses in Solar Power Plants (PLTS) operated by PT XYZ. The method used is simulation with PVSyst software to identify various types of DC losses, such as soiling loss, mismatch loss, temperature loss, and degradation loss, and compare the simulation results with actual data in the field. This research was conducted at PLTS PT XYZ, with operational data from January to May. The analysis shows that temperature loss contributes the most to total DC Losses, with an average of 9.1% to 10%, followed by soiling loss of 3%. The actual loss value of the array loss varied from 14.83% to 17.03%, while the simulation showed a lower yield, which was between 14.4% to 15.6%. These results show that there is a significant difference between the simulated and actual values, which is caused by environmental factors and the limitations of measuring instruments in the field. Simulations and actual wiring loss results also showed differences, where the actual values were higher (3.5% to 3.8%) than the simulation results (3.1% to 3.4%). The results of this research are expected to help improve the operational efficiency of solar PV and minimize DC losses.Keywords: DC Losses, PLTS Selong, Software PVSyst, array loss, wiring loss
MODELING HIDDEN NODES COLLISIONS IN WIRELESS SENSOR NETWORKS: ANALYSIS APPROACH A. Sjamsjiar Rachman; Wirawan Wirawan; Gamantyo Hendrantoro
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 8, No 1, Januari 2010
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.071 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v8i1.a69

Abstract

This paper studied both types of collisions. In this paper, we show that advocated solutions for coping with hidden node collisions are unsuitable for sensor networks. We model both types of collisions and derive closed-form formula giving the probability of hidden and visible node collisions. To reduce these collisions, we propose two solutions. The first one based on tuning the carrier sense threshold saves a substantial amount of collisions by reducing the number of hidden nodes. The second one based on adjusting the contention window size is complementary to the first one. It reduces the probability of overlapping transmissions, which reduces both collisions due to hidden and visible nodes. We validate and evaluate the performance of these solutions through simulations.
SOSIALISASI DAN PENGENALAN ROBOTIKA UNTUK PENGUATAN PEMBELAJARAN STEM DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF DI SMP-IT Giri Wahyu Wiriasto; Misbahuddin; Iqbal, Muhamad Syamsu; Rachman, A. Sjamsjiar; Irfan A, L Ahmad Syamsul; Budiman, Djul Fikry
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8869

Abstract

  Pemerintah mendorong penguatan pendidikan STEM sejak jenjang sekolah dasar untuk membekali siswa dengan literasi sains, teknologi, teknik, dan matematika. Namun, implementasi di sekolah masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sarana, minimnya kit robotika, serta kurangnya kesiapan guru dalam menerapkan inductive reasoning. Selain itu, waktu untuk pembelajaran berbasis proyek dan dukungan kurikulum juga masih terbatas. Kondisi ini mendorong perlunya inisiatif alternatif melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan robotika sebagai media pembelajaran STEM berbasis inductive reasoning serta mendukung sekolah dalam menyiapkan kurikulum ekstrakurikuler yang relevan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan workshop yang dipisahkan untuk siswa dan guru pendamping. Selain itu, disediakan kit robotika sederhana berbahan habis pakai dipadukan dengan perangkat elektronika, serta pendampingan dalam penyusunan kurikulum STEM berbasis inductive learning. Sosialisasi pengenalan robotika berhasil dilaksanakan di salah satu SMP-IT kota Mataram dan diikuti lebih dari 600 siswa kelas VII–IX. Sebanyak empat guru pendamping terlibat aktif dalam kegiatan. Kit mekanis-elektronis digunakan dalam workshop untuk menunjang praktik langsung siswa, sementara guru memperoleh wawasan baru terkait strategi pembelajaran induktif. Luaran lain berupa rancangan kurikulum STEM berbasis inductive learning yang dapat dijadikan acuan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Program ini memperlihatkan antusiasme tinggi dari siswa dan respon positif dari pihak sekolah. Kegiatan ini memperkuat literasi STEM berbasis robotika, menumbuhkan motivasi siswa, serta memberi kontribusi nyata bagi sekolah, siswa dan guru dalam mengembangkan pembelajaran induktif di sekolah.