Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Manajemen Risiko K3 pada Proyek Pembangunan BTS Robert Panjaitan, Juliantri; Hasibuan, Bernard; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61444

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the effectiveness of Occupational Safety and Health (OSH) risk management in Base Transceiver Station (BTS) construction projects at PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical. The research is motivated by the high incidence of workplace accidents in the telecommunications construction sector, particularly due to falls from height. A quantitative approach was employed using survey methods with questionnaires distributed to 169 respondents from the Telco Solution Services Division. Eight independent variables were tested: management commitment, training, safety culture, communication, supervision, regulatory compliance, work environment, and technology adoption. The effectiveness of OSH risk management was assessed as the dependent variable, based on the implementation of the HIRADC method aligned with ISO 45001:2018 and Government Regulation No. 50 of 2012. Multiple linear regression analysis revealed that management commitment, training, supervision, and regulatory compliance significantly influence OSH risk management effectiveness. The coefficient of determination (R²) of 0.513 indicates that these four variables account for 51.3% of the variance in risk management effectiveness. This study concludes that the success of OSH risk management is influenced not only by formal policies but also by active managerial involvement and regulatory adherence. The findings provide practical insights for the industry in developing data-driven and preventive OSH strategies.
Analisa Penerapan Key Performance Indicator Untuk Peningkatan Kualitas Performa dan Budaya HSSE Pada Sektor Industri Hulu Minyak Dan Gas (Studi Kasus: Fungsi Hsse Pt. Xyz) Palayukan, Arthur Gamara; Hasibuan, Bernard; Ramli, Soehatman; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.62109

Abstract

Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) are fundamental aspects in the high-risk upstream oil and gas industry. This study aims to develop Key Performance Indicators (KPIs) that effectively represent the quality of HSSE management system implementation while also strengthening HSSE culture within organizations. Utilizing a quantitative approach through questionnaire distribution to workers in the oil and gas sector, this research analyzes the influence of various variables such as leadership, reporting systems, training, employee engagement, as well as indicator characteristics like collegial and initiative-based indicators on the effectiveness of HSSE KPIs. A conceptual model was developed and tested using descriptive and quantitative analysis. The findings reveal that management system of performance, HSSE management system and budget management does have a significant impact on the successful implementation of HSSE KPIs, which directly contributes to the strengthening of workplace HSSE culture. The study also proposes a tiered performance measurement framework that is more adaptive in supporting data-driven decision-making in HSSE risk management. The outcomes of this study are expected to provide practical contributions in developing KPIs that are not only quantitative but also reflective of safety culture values. Furthermore, it serves as a reference for designing more holistic and sustainable HSSE policies.
Analisis Manpower Planning Berbasis Sustainable Construction dan Budaya Organisasi Terhadap Perilaku Kesehatan Keselamatan Kerja Pada Karyawan I Kurniawan, Andrik Abadi; Hasibuan, Bernard; Ramli, Soehatman; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manpower planning berbasis sustainable dan budaya organisasi terhadap perilaku kesehatan keselamatan kerja pada karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk menguji hipotesis penelitian yang diaplikasikan pada PT Brantas Abipraya. Penelitian mengambil karyawan perusahaan sebagai sampel penelitian dengan teknik simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan analisis data melalui regresi linear berganda.
Analisis Kelelahan Kerja dan Pengetahuan Pada Welder Terhadap Produktivitas Kerja dan Kinerja Karyawan di PT IHI Power Service Indonesia Damayanti, Ditha; Hasibuan, Bernard; Ramli, Soehatman; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15876

Abstract

Welder merupakan salah satu pekerja yang mempunyai risiko kelelahan paling tinggi karena harus bekerja pada area kerja yang panas, postur tubuh yang janggal, radiasi, kontak langsung dengan material yang mengandung bahan kimia berbahaya dan disertai dengan tekanan yang cukup besar untuk mencapai target. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan dan pengetahuan welder terhadap produktivitas kerja dan kinerja karyawan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan studi cross sectional dengan menggunakan desain analisis Structural Equation Modeling (SEM). Besar sampel yang digunakan adalah 160 orang juru las di PT IHI Power Service Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan (p-value 0,965) dan produktivitas kerja (p-value 0,451) dan pengetahuan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan (p-value 0,030) dan produktivitas kerja (p-value 0,003). Manajemen dapat merancang program pelatihan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan teknis dan keterampilan yang relevan untuk meningkatkan kinerja mencakup pemahaman terkini tentang teknologi, prosedur kerja, dan inovasi dalam industri.
Analisis Penerapan Behavior Based Safety Tehadap Budaya Keselamatan Konstruksi Pekerjaan Pemancangan pada Proyek Pengamanan Pantai di Pesisisr Teluk Jakarta NCICD Rinaldo, Riza Trisno; Hasibuan, Bernard; Ramli, Soehatman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.16061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan behavior based safety tehadap budaya keselamatan konstruksi pekerjaan pemancangan pada proyek pengamanan pantai di pesisisr teluk jakarta NCICD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode DO IT bahvior based safety yang ditinjau dengan pengumpulan data dan penelitian ini bersifat observasional. Penelitian mengambil karyawan proyek NCID sebagai sampel penelitian dengan teknik simple random sampling. Data primer diperoleh melalui informan. Hasil penelitian tentang Analisa Penerapan Behavior Based Safety (BBS) terhadap Budaya Keselamatan Konstruksi pada pekerjaan pemancangan proyek pengamanan pantai di pesisir Teluk Jakarta (NCICD) menunjukkan bahwa program BBS secara keseluruhan telah diterapkan dengan baik, mencakup komitmen, prosedur dan peraturan, komunikasi, kompetensi, serta keterlibatan pekerja. Proyek ini telah menetapkan syarat khusus K3L dalam kontrak rekanan dan menganggarkan program K3L secara khusus. Pihak terkait telah dilibatkan dalam pembuatan dan peninjauan prosedur, serta komunikasi yang baik telah dilakukan kepada seluruh pekerja di area proyek. Namun, pemenuhan persyaratan kompetensi pada program BBS belum terpenuhi, terutama pada aspek kualifikasi petugas HSE, dan pekerja tidak dilibatkan dalam pembuatan program kerja K3L.