Claim Missing Document
Check
Articles

KASUS JARANG : MELANOMA MALIGNA DENGAN STRUKTUR MIRIP LIMFOMA PADA RECTUM Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Melanoma adalah tumor ganas berasal dari melanosit dan dapat menginvasi area disekitarnya. Asal tumor paling banyak dari kulit, diikuti oral, mukosa anogenital, esophagus, meningen dan mata. Exposure sinar matahari berperan dalam perkembangan malignansinya. Lokasi terbanyak pada laki-laki adalah tubuh atas bagian belakang. Tujuan: Melaporkan kasus yang sangat jarang tentang melanoma maligna dengan struktur mirip limfoma yang menyerang pada rektum. Metode : Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil:laki-laki, 58 tahun, mengeluh sakit disertai keluarnya darah saat buang air besar. Dokter bedah mencurigainya sebagai tumor ganas recti. Biopsi rectum menampakkan kelompok sel ganas membentuk struktur kelenjar sebanyak 50%. Sesudahnya dilakukan operasi pengambilan rectum dan KGB Parailiaca sinistra. Masa memperlihatkan gambaran kelompok sel dengan inti pleiomorfik, hiperkromatik, nukleoli prominen, mitosis abnormal ditemukan. Tampak reed Sternberg-like, dan popcorn-like cells. Gambaran ini mencurigakan sebagai Hodgkin Lymphoma. Pemeriksaan LCA dan CK20 ternyata negatif, sedangkan vimentin, S-100 dan pengecatan Fontana Masson hasil positif. Kasus ini disimpulkan sebagai Melanoma maligna Rectum. Ringkasan : Rectum, lokasi yang jarang untuk melanoma maligna. Pada kasus ini morfologi sel mirip dengan lymphoma maligna. Diperlukan pemeriksaan imunohistokimia pada kasus melanoma maligna di lokasi yang tidak biasa
EKSPLORASI SUMSUM TULANG PADA KASUS FEVER OF UNKNOWN ORIGIN (FUO) Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Demam yang tidak diketahui sebabnya atau dikenal dengan fever of unknown origin merupakan masalah menarik dalam kedokteran klinis, karena tidak ada rekomendasi standar dalam pendekatan diagnosisnya. Pemeriksaan sumsum tulang sendiri hanya dilakukan pada kasus keganasan hematologi dan kelainan granulomatous. Insidensi granuloma pada sumsum tulang sendiri sangatlah jarang, hanya sekitar 0,38-2,2%. Tujuan: Melaporkan kasus sulit tentang penegakan diagnosis demam yang tak jelas. Metode : Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil : laki-laki, 60 tahun dengan panas badan naik turun selama 2 bulan, disertai batuk, nyeri sendi lutut dan tulang belakang. Riwayat kontak penderita tuberkulosis negatif. Radiologi kesan kardiomegali. Laboratorium: anemia, leukopeni. Klinis mendiagnosis suspek multiple myeloma. Biopsi sumsum tulang : normoseluler, tuberkel, sel epitheloid histiosit dan datia langhans. Terdapat sel blast < 10%, dan megakariosit atypik serta positif pada pengecatan Ziehl-Nielsen. Kesimpulan histopatologi myelitis tuberculosis. Ulangan radiologi menemukan tuberkulosis milier. Ringkasan : Differential diagnosis tuberkulosis pulmonal atau extra pulmonal harus dipikirkan pada kasus demam tak jelas seperti ini. Biopsi memiliki nilai sensitif tinggi sebagai deteksi. Evaluasi klinis yang baik ditambah pemeriksaan radiologis dan histopatologis dapat menegakkan diagnosis dengan tepat, sehingga terapi bisa dilakukan lebih dini.
Fenotipe Estrogen Reseptor Berdasarkan Usia dan Pekerjaan Pada Kanker Payudara Invasif Kurniati, Yuni Prastyo; Nafiah, Ilmin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara Invasif tipe NST merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Faktor pekerjaan dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara, diantaranya adalah buruh dan,petani. Immunohistokimia adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan klasifikasi molekuler kanker payudara. Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan pekerjaan dengan fenotipe ER pada pasien kanker payudara invasif. Metode: penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel dari semua rekam medis pasien kanker payudara tipe NST dengan hasil imunohistokimia ER. Tehnik Purposive Sampling mendapatkan 61 sampel dengan menggunakan analisis data Chi-Square. Hasil: IHC ER terbanyak negatif, sebanyak 54,1%. Usia responden terbanyak berada pada level Post-menopouse (69,0%). Distribusi pekerjaan terbanyak adalah jenis pekerjaan mungkin berisiko (65,7%). Terdapat hubungan antara usia dengan status IHC ER dan terdapat hubungan pekerjaan dengan satus IHC ER, masing-masing dengan nilai p sama yakni 0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan pekerjaan dengan fenotipe molekuler ER pada kanker payudara invasif tipe NST.
Kasus spesial : Osteosarcoma dengan Abses Multiple yang Mirip Tuberkulosis Ekstraparu Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Tuberkulosis tulang dan persendian (TB ekstrapulmonari) merupakan penyakit yang lama ada. Kejadiannya meningkat seiring dengan maraknya epidemi AIDS. Di Asia insidensinya berkisar 15-20%.. Kelainan ini harus dibedakan dengan tumor primer maupun metastasis. Osteosarcoma adalah tumor ganas yang berasal dari komponen mesenkimal, bersifat primer, merupakan keganasan intramedular high grade. Tujuan: Melaporkan kasus spesial tentang manajemen diagnosis pada massa tulang disertai abses yang sangat luas. Metode :Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil :Wanita, 36 tahun, mengeluh benjolan pada lutut kirinya yang membesar 4 bulan ini. Radiologi menemukan lesi litik, fraktur patologis distal femur dan dekstruksi luas disertai abses yang luas pula. Hal ini dikonfirmasi sebagai infeksi kronik mencurigakan TB. Klinisi masih mencurigainya sebagai keganasan. Perbedaan yang mendasar, bagaimana penanganan dan prognosis dua kelainan ini menjadi dasar diagnosa definitif harus dipastikan lewat hasil Patologi anatomi. Mikroskopis memperlihatkan kelompok sel malignant tersusun padat dengan inti sel pleomorfik, hiperkromatik, berkromatin kasar dan matriks osteoid dapat ditemukan. Kesimpulan: Sesuai dengan Osteosarcoma. Kepentingan kasus ini dilaporkan adalah perlu perhatian khusus terhadap kelainan dengan abses yang sangat luas. Difffrensial diagnosa adanya keganasan tetap perlu dikaji lebih mendalam mengunakan pemeriksaan Histopatologi.
Tumor Payudara yang langka; ‘Hemangioma Cavernosum’ Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Peringkat kanker di Indonesia menempati urutan ke-delapan di Asia Tenggara. Tahun 2018, Riskesdas menunjukkan temuan adanya peningkatan menjadi 1,79 per 1000 penduduk. Tumorpayudara dapat berasal dari stroma interlobular dan intralobular.Stroma interlobular terdiri atas jaringan pengikat dan jaringan lemak.Tumor yang berasal dari kedua jaringan tersebut dimasukkan sebagaitumor mesenkim. Kebanyakan tumor payudara berasal dari jaringanepitel (intralobular) seperti Fibroadenoma Mamae. Tumor mesenkimsangat jarang ditemukan.. Hemangioma sendiri merupakan tumor jinak yang berasal dari vascular dan sering mengenai bayi serta anak-anak. Regio yang sering terkena adalah tulang belakang, daerah craniofacial dan tulang panjang. Pada banyak kasus, kelainan ini takteraba dan ditemukan saat pemeriksaan mammografi. Studi mengenaiHemangioma mammae ini masih sangat jarang, sehingga sedikitsekali informasi tentangnya. Tujuan: Melaporkan kasus langkatentang tumor jinak payudara jenis vascular. Metode :Pelaporankasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidangPatologi Anatomi. Hasil :Wanita, 32 tahun, mengeluh benjolan padapayudara kanan, tumbuh cepat hingga sebesar bola sepak, terfiksir,dengan konsistensi kenyal padat. Dokter bedah mencurigainyasebagai Tumor phyllodes. Pemeriksaan mikroskopis payudara kanandidapatkan massa tumor terdiri atas proliferasi vascular, besar –kecil,sebagian besar lumen berdilatasi dengan dinding masih berlapiskansel endotel selapis. Kesimpulan: Tumor payudara jinak jenisHemangioma Cavernosum. Kasus ini memperbanyak pengetahuantentang Tumor mesenkim payudara jenis vascular yang langka.
Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Kejadian Ruptur Perineum: Sebuah Systematic Review Annisa, Valda Yulia; Kurniati, Yuni Prastyo; Pramuningtyas, Ratih; Raharja, Supanji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum merupakan robekan pada perineum yang dapat terjadi secara spontan ataupun terencana dengan alat disebut tindakan episiotomi. Ruptur perineum lebih sering terjadi pada wanita primipara karena perineum yang masih utuh, belum pernah dilewati oleh kepala bayi ataupun perineum kaku. Kejadian ruptur perineum dapat dicegah dengan melakukan pijat perineum yang bermanfaat untuk melancarkan aliran darah dan menjaga elastisitas otot perineum sehingga persalinan menjadi lebih mudah. Untuk mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap kejadian ruptur perineum. Penelitian ini menggunakan systematic review mengambil sumber dari database online yakni PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, dan Research Gate menggunakan kata kunci (“perineal massage”) AND (“rupture perineum” OR “trauma perineum” OR “perineal tears” OR “laceration perineum”). Data dalam penelitian dianalisis secara naratif dengan ekstraksi data yang memuat: nama penulis, tahun, judul, desain penelitian, sampel, dan hasil dengan limitasi waktu pencarian 2015-2020. Screening artikel menggunakan metode PRISMA, dari 609 artikel didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria restriksi. Penelitian melibatkan nulipara, primipara, dan multipara, rata-rata usia ibu 20-35 tahun, serta usia kehamilan trimester ketiga. Ruptur perineum dapat dipengaruhi oleh paritas dan usia ibu. Terjadinya ruptur perineum pada nulipara dan primipara akan lebih tinggi dibandingkan multipara disebabkan karena perineum yang belum meregang. Usia 20 - 35 tahun merupakan usia yang optimal dan disarankan bagi ibu untuk melahirkan. Pada usia tersebut organ reproduksi ibu sudah matang, emosi ibu stabil, ibu kooperatif, dan siap untuk persalinan. Pijat perineum yang dilakukan pada nulipara, primipara, dan multipara usia 20-35 tahun diminggu-minggu terakhir kehamilan dapat menurunkan kejadian ruptur perineum dan episiotomi saat persalinan.
Analisis Faktor Risiko Fenotipe Molekuler ER, PR dan HER2 pada Kanker Payudara di Surakarta Kurniati, Yuni Prastyo; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 18 juta penduduk dunia mengidap kanker di tahun 2018. Kanker payudara adalah kanker ganas penyebab utama kematian pada wanita. Fenotipe molekuler kanker ini merupakan pengkategorian berdasarkan ekspresi reseptor hormonal dan human epidermal growth factor receptor 2 .Di seluruh dunia, masih minim penelitian yang menguji faktor risiko dari 3 fenotipe molekuler tersebut. Pemahaman yang baik mengenai faktor risiko dapat membantu pengendalian penyakit secara lebih efektif. Menganalisis faktor risiko dari aspek biologis dan pekerjaan terhadap terjadinya tipe fenotipe molekuler ER,PR dan HER2 kanker payudara Invasif jenis No Special Type . Penelitian ini berdesain potong lintang, melibatkan 128 responden. Responden adalah penderita kanker payudara yang telah dianalisis fenotipe molekulernya dengan pemeriksaan imuno-histopatologi. Faktor-faktor risiko yang dianalisis meliputi: indeks masa tubuh, status klimakterium, lama pendidikan formal, pekerjaan dan status pernikahan. Analisis risiko dihitung dengan menggunakan penghitungan odd ratio. Pekerjaan non ibu rumah tangga berisiko untuk menderita kanker payudara berfenotipe molekuler HER2 positif (OR=2.417; 95%CI=1.173 – 4.981; p=0.017), pekerjaan non rumah tangga protektif untuk menderita kanker payudara berfenotipe triple negative (OR=0.077; 95%CI=0.010 – 0.602;p=0.015). Pekerjaan non ibu rumah tangga merupakan faktor risiko kanker payudara bertipe molekuler HER2+, dan faktor protektif untuk tipe triple negatif.
Giant Cell Tumor Of Small Bone: Kasus Tumor Tangan yang langka Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Tumor Sel Raksasa atau sering disebut Giant Cell tumor (GCT) adalah tumor jinak dengan potensi perilaku yang agresif dan memiliki kemampuan bermetastasis. Angka kejadian kelainan ini sekitar 4-5 % dari semua tumor primer tulang. Sembilan puluh persen GCT berlokasi daerah epifiseal. Lokasi yang paling umum adalah tulang paha distal, tibia proksimal, radius distal, dan sacrum. Lima puluh persen muncul di sekitar lutut. Lesi kelainan kasus ini pada tulang kecil tangan dan kaki adalah tumor yang sangat langka. Sehingga kasus ini memperbanyak informasi tentangnya. Tujuan: Melaporkan kasus langka tentang Giant cell tumor of Small bone.Metode :Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil :Wanita,60 tahun, mengeluh 6 bulan ini pergelangan tangan kanannya membengkak, tumbuh hingga sebesar bola tenis. Benjolan tersebut terasa nyeri. Pemeriksaan radiologi memperlihatkan lesi tersebut lebih ke arah proses infeksi kronis. Ahli Orthopedi mencurigainya sebagai tumor. Pemeriksaan mikroskopis didapatkan kelompok sel sel tumor yang tersusun padat, diantara keping matriks tulang yang terpecah-pecah dan banyak ditemukan mutinukleated giant cell. Tak ditemukan sel-sel ganas pada sediaan ini. Hal ini sesuai dengan Giant Cell tumor of Small Bone.Rangkuman: Kasus ini memperbanyak pengetahuan kasus langka tumor pada tangan yaitu Giant cell tumor Of small Bone.
Study of Education Level as Determinant of Knowledge and Attitude Mother about 'SADARI' as Early Detection Efforts of Breast Cancer Kurniati, Yuni Prastyo; Annisa, Celina Rizki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah kanker paling umum dan menjadi salah satu penyebab kematian pada wanita. Indonesia sebagai negara ASEAN memiliki angka kematian akibat kanker payudara tertinggi sekitar 36,2 / 100.000 penduduk pertahun. Faktor penyebab kanker payudara adalah karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya dari kanker payudara. SADARI merupakan salah satu metode skrining kanker payudara yang dapat dilakukan sendiri dan tidak memerlukan biaya. Tujuan: Menganalisis pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Metode: Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 124 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: sebagian besar ibu memiliki tingkat Pendidikan yang baik (75%). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang deteksi dini kanker payudara sebanyak 81,55%, sedangkan yang bersikap positif untuk melakukan kegiatan deteksi dini sebanyak 82,5%. Analisis uji regresi logistik pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan didapatkan nilai OR sebesar 0.363 dengan nilai p-value sebesar 0.000. Sementara, analisis bivariat tentang pengaruh tingkat pendidikan terhadap sikap ibu tentang SADARI, didapatkan nilai Odds Ratio sebesar 3.214 dengan p; 0.018. Hasil multivariat dengan p-value sebesar 0.000 pada variabel pendidikan, maka variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Kesimpulan: Terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang SADARI sebagai upaya dini deteksi kanker payudara.
The Influence of Family Income Level to Mother's Knowledge and Attitude About Papsmear as Early Detection of Cervical Cancer Kurniati, Yuni Prastyo; Meliani, Reza Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kanker servik merupakan penyebab kematian utama kanker wanita di dunia. Penyakit ini menempati urutan ke-10 dunia dengan 569.847 orang penderita dan angka rata-rata kematian sebesar 3,3%, sehingga termasuk kelompok penyakit yang mematikan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker ini karena para ibu sering enggan memeriksakan diri, disebabkan masih rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta ketiadaan biaya. Pap smear dapat mendeteksi kanker serviks dengan hasil yang akurat mencapai 90% dan spesifitas 90%-95%. Namun, cakupan deteksi dini kanker ini di Indonesia, masih sangat rendah yaitu sekitar 5%. Tujuan : menganalisis pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang papsmear sebagai deteksi dini kanker servik. Metode : Desain penelitian cross sectional, dengan tehnik purposive sampling memperoleh sebanyak 148 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 66,2% keluarga responden berpendapatan tinggi. Uji Chi-square mendapatkan nilai Odds Ratio sebesar 2.130 dengan nilai p-value 0.044. Hasil analisis bivariat tentang pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap sikap tentang pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks, didapatkan nilai Chi-square hitung Odds Ratio (OR) sebesar 0.359 dengan nilai p-value 0.023. Uji regresi logistik pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap pengetahuan didapatkan OR sebesar 0.526 dengan nilai p-value sebesar 0.033. Nilai OR pendapatan keluarga 2.068, maka apabila pendapatan keluarga meningkat, maka sikap responden tentang pap smear akan meningkat 2.068 kali lipat dibandingkan tingkat pendapatan rendah yang secara statistik signifikan (p-value 0.000). Kesimpulan: Terdapat pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pap smear.