Claim Missing Document
Check
Articles

Giant Cell Tumor Of Small Bone: Kasus Tumor Tangan yang langka Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Tumor Sel Raksasa atau sering disebut Giant Cell tumor (GCT) adalah tumor jinak dengan potensi perilaku yang agresif dan memiliki kemampuan bermetastasis. Angka kejadian kelainan ini sekitar 4-5 % dari semua tumor primer tulang. Sembilan puluh persen GCT berlokasi daerah epifiseal. Lokasi yang paling umum adalah tulang paha distal, tibia proksimal, radius distal, dan sacrum. Lima puluh persen muncul di sekitar lutut. Lesi kelainan kasus ini pada tulang kecil tangan dan kaki adalah tumor yang sangat langka. Sehingga kasus ini memperbanyak informasi tentangnya. Tujuan: Melaporkan kasus langka tentang Giant cell tumor of Small bone.Metode :Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil :Wanita,60 tahun, mengeluh 6 bulan ini pergelangan tangan kanannya membengkak, tumbuh hingga sebesar bola tenis. Benjolan tersebut terasa nyeri. Pemeriksaan radiologi memperlihatkan lesi tersebut lebih ke arah proses infeksi kronis. Ahli Orthopedi mencurigainya sebagai tumor. Pemeriksaan mikroskopis didapatkan kelompok sel sel tumor yang tersusun padat, diantara keping matriks tulang yang terpecah-pecah dan banyak ditemukan mutinukleated giant cell. Tak ditemukan sel-sel ganas pada sediaan ini. Hal ini sesuai dengan Giant Cell tumor of Small Bone.Rangkuman: Kasus ini memperbanyak pengetahuan kasus langka tumor pada tangan yaitu Giant cell tumor Of small Bone.
Study of Education Level as Determinant of Knowledge and Attitude Mother about 'SADARI' as Early Detection Efforts of Breast Cancer Kurniati, Yuni Prastyo; Annisa, Celina Rizki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah kanker paling umum dan menjadi salah satu penyebab kematian pada wanita. Indonesia sebagai negara ASEAN memiliki angka kematian akibat kanker payudara tertinggi sekitar 36,2 / 100.000 penduduk pertahun. Faktor penyebab kanker payudara adalah karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya dari kanker payudara. SADARI merupakan salah satu metode skrining kanker payudara yang dapat dilakukan sendiri dan tidak memerlukan biaya. Tujuan: Menganalisis pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Metode: Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 124 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: sebagian besar ibu memiliki tingkat Pendidikan yang baik (75%). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang deteksi dini kanker payudara sebanyak 81,55%, sedangkan yang bersikap positif untuk melakukan kegiatan deteksi dini sebanyak 82,5%. Analisis uji regresi logistik pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan didapatkan nilai OR sebesar 0.363 dengan nilai p-value sebesar 0.000. Sementara, analisis bivariat tentang pengaruh tingkat pendidikan terhadap sikap ibu tentang SADARI, didapatkan nilai Odds Ratio sebesar 3.214 dengan p; 0.018. Hasil multivariat dengan p-value sebesar 0.000 pada variabel pendidikan, maka variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Kesimpulan: Terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang SADARI sebagai upaya dini deteksi kanker payudara.
The Influence of Family Income Level to Mother's Knowledge and Attitude About Papsmear as Early Detection of Cervical Cancer Kurniati, Yuni Prastyo; Meliani, Reza Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kanker servik merupakan penyebab kematian utama kanker wanita di dunia. Penyakit ini menempati urutan ke-10 dunia dengan 569.847 orang penderita dan angka rata-rata kematian sebesar 3,3%, sehingga termasuk kelompok penyakit yang mematikan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker ini karena para ibu sering enggan memeriksakan diri, disebabkan masih rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta ketiadaan biaya. Pap smear dapat mendeteksi kanker serviks dengan hasil yang akurat mencapai 90% dan spesifitas 90%-95%. Namun, cakupan deteksi dini kanker ini di Indonesia, masih sangat rendah yaitu sekitar 5%. Tujuan : menganalisis pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang papsmear sebagai deteksi dini kanker servik. Metode : Desain penelitian cross sectional, dengan tehnik purposive sampling memperoleh sebanyak 148 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 66,2% keluarga responden berpendapatan tinggi. Uji Chi-square mendapatkan nilai Odds Ratio sebesar 2.130 dengan nilai p-value 0.044. Hasil analisis bivariat tentang pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap sikap tentang pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks, didapatkan nilai Chi-square hitung Odds Ratio (OR) sebesar 0.359 dengan nilai p-value 0.023. Uji regresi logistik pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap pengetahuan didapatkan OR sebesar 0.526 dengan nilai p-value sebesar 0.033. Nilai OR pendapatan keluarga 2.068, maka apabila pendapatan keluarga meningkat, maka sikap responden tentang pap smear akan meningkat 2.068 kali lipat dibandingkan tingkat pendapatan rendah yang secara statistik signifikan (p-value 0.000). Kesimpulan: Terdapat pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pap smear.
Distribusi Benign Soft Tissue Tumor berdasarkan Gender dan Usia Islamuddin, Tri Kurnia Ahmad; Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soft tissue tumor is a disorder that occurs in non-epithelial tissue including fatty tissue, fibrous tissue, neurovascular tissue and muscle tissue. This disease is more common in women than men. While the age that is often diagnosed with this lesion is found in the age range of 15-25 years and 35-54 years. This study aims to analyze whether there is an influence between gender and age with the distribution of benign soft tissue tumors. This study uses a cross sectional study with a retrospective approach. The research sample was histopathological preparations taken from 161 patients with medical record data according to the inclusion criteria. Sampling using purposive sampling technique. Data were analyzed using fisher test. Based on gender, the highest frequency of samples was female as much as 51.6%. Based on age, it was found more in the age range of 17-25 years. The results of the chi-square test of the effect of gender on the distribution of benign soft tissue tumors showed p 1.000, while the effect of age on the distribution of benign soft tissue tumors showed p 0.407. There is no significant effect between the distribution of benign soft tissue tumors on gender and age.
Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Papsmear sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks Kurniati, Yuni Prastyo; Meliani, Reza Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian utama kanker pada wanita di dunia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks yaitu para ibu sering enggan untuk memeriksakan diri, disebabkan masih rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta ketiadaan biaya. Pap smear dapat mendeteksi kanker serviks dengan hasil yang akurat mencapai 90% dan spesifitas 90%-95. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 148 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner melalui google form yang tautannya dibagikan melalui aplikasi WhatsApp. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil analisis uji regresi logistik pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan didapatkan nilai OR exp. B sebesar 0.441. Uji regresi logistik pengaruh tingkat pendidikan terhadap sikap didapatkan nilai OR exp. B sebesar 7.459. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pap smear
Pengaruh rokok pada tekanan darah, indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang / panggul (sebuah studi observasional di Indonesia) Romadhon, Yusuf Alam; Kurniati, Yuni Prastyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: penyakit kardiovaskuler telah menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dimana hipertensi dan obesitas menjadi factor contributor utama. Rokok di Indonesia masih menjadi lima besar komoditas belanja rumah tangga. Belum banyak digali bagaimana pengaruh rokok terhadap tekanan darah dan obesitas. Tujuan: mengevaluasi pengaruh rokok terhadap tekanan darah, indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang / panggul. Metode: studi potong lintang yang melibatkan anggota keluarga / tetangga dekat mahasiswa FKUMS dalam program Field Lab dengan tetap menegakkan protocol kesehatan di bulan November 2020. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi, antropometri dan tekanan darah. Hasil: sebanyak 435 responden secara sukarela mengikuti penelitian ini. Dari analisis bivariat didapatkan rerata [SD] tekanan darah sistolik, diastolic, indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang/panggul antara perokok vs non-perokok secara berurutan: 125.06[15.31] vs 118.92 [14.51] mmHg; p=0.000; 83.11[8.91]vs80.01[9.65] mmHg; p=0.010; 24.81[3.88] vs 23.95[4.16] kg/m2; p=0.106; 0.92[0.09] vs 0.89[0.08]; p=0.001. Simpulan: merokok berpengaruh dalam meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolic serta rasio lingkar pinggang/panggul, tetapi tidak dengan indeks masa tubuh.
STUDI KASUS LANGKA : BARRETS ESOFAGUS USIA MUDA Kurniati, Yuni Prastyo; Wibowo, Wahyu Aji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Barrett Esofagus dapat berkembang menjadi Adenokarsinoma Esofagus/EAC. Kanker dengan insiden yang meningkat cepat dan berlangsung buruk. Kanker ganas ini bertambah pesat di Amerika Serikat dan negara lain. Namun, sebagian besar kasus terdeteksi terlambat, dengan tingkat kematian 90%. Barrett Esofagus merupakan satu-satunya prekursor EAC. Transformasi bermula dari displasia tingkat rendah, ke tingkat tinggi kemudian berkembang sebagai EAC. Beberapa riset melaporkan perkembangan lesi ini menjadi kanker esofagus semakin meningkat di Asia seiring dengan meningkatnya prevalensi BE dan sebagian besar pada usia >70 tahun. Studi lesi ini masih sangat jarang dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sehingga kasus ini merupakan temuan unik, langka dan berharga. Tujuan: Melaporkan dua kasus langka tentang Barretts Esofagus pada usia muda. Metode: Studi kasus menggunakan pendekatan klinis dan tinjauan pustaka dari Ilmu Penyakit dalam dan Patologi Anatomi. Hasil : dua kasus berasal dari laki-laki, usia 26 tahun dan 33 tahun, dengan keluhan kolik abdomen dan ulu hati terasa panas, yang menjalar hingga ke atas sehingga leher seperti tercekik. Diagnosa klinis awal mengarah pada suspek cancer Gaster dan Tumor Gastro esofageal junction. Kemudian dilakukan pemeriksaan Endoskopi sebagai pendekatan diagnosis oleh ahli Penyakit Dalam. Endoskopi memperlihatkan Esofagus tampak hiperemis dengan break lebih dari 5 mm, terdapat massa yang berbenjol-benjol serta rapuh. Tonus Lower spinchter esofageal mulai menurun, namun tak terlihat varises. Hasil Endoskopi menyebutkan Esofagitis dengan tumor Gastro Esofageal Junction. Massa tersebut dilakukan biopsi dan dilanjutkan Pemeriksaan Patologi Anatomi. Gambaran Mikroskopis mendapatkan keping jaringan dengan mukosa berlapiskan epitel squamous kompleks, sebagian erosif. Diantaranya ditemukan area mukosa yang mengalami metaplasia intestinal. Daerah submucosa mengandung kelenjar berstruktur tubular hingga berkelok dengan dinding berlapiskan epitel kolumner bergoblet. Tak ditemukan sel ganas. Hasil ini sesuai dengan Barretts Esofagus. Kesimpulan : Kasus ini memperbanyak pengetahuan dan informasi kasus langka tentang barretts Esofagus pada Usia muda.
Penguatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Edukasi Gizi dan Penanganan Gerakan Tutup Mulut untuk Pencegahan Stunting di Desa Trangsan, Sukoharjo: Strengthening the Capacity of Posyandu Cadres through Nutrition Education and Food Refusal Management for Stunting Prevention in Trangsan Village, Sukoharjo Romadhon, Yusuf Alam; Candrasari, Anika; Fatmawati, Azizah; Kurniati, Yuni Prastyo; Adnan, Muhammad; Hilyati, Nor
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.868

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi tinggi pada anak balita dan penurunan yang relatif lambat. Faktor penyebab mencakup gizi buruk, infeksi berulang, rendahnya pendidikan, kondisi sosial ekonomi, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, masalah stunting juga dipengaruhi oleh perilaku makan anak, termasuk fenomena Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang berdampak pada status gizi dan tumbuh kembang balita. Kader posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pendampingan keluarga melalui edukasi serta konseling. Program pengabdian masyarakat di Desa Trangsan dilakukan dengan pelatihan pengukuran antropometri, edukasi status gizi, serta strategi penanganan GTM, diikuti oleh 31 kader posyandu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader: pada tema status gizi nilai rata-rata meningkat dari 80,00 menjadi 90,32 (p=0,007), dan pada tema GTM dari 60,00 menjadi 87,74 (p=0,000). Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan pencegahan stunting di masyarakat.
Analysis of Prostate Cancer Incidence Based on Body Mass Index and Blood Pressure Factors Berliana, Sabna Ayu Sagita; Kurniati, Yuni Prastyo
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i5.2724

Abstract

Prostate cancer is one of the most common cancers in men worldwide and ranks fourth according to GLOBOCAN 2022. Its incidence in Asia, including Indonesia, continues to increase each year. Prostate cancer risk factors include both modifiable variables like blood pressure and body mass index (BMI) and non-modifiable variables like age and family history. This study aimed to determine the association between BMI and blood pressure with the incidence of prostate cancer. This study employed an analytical observational design using a retrospective hospital-based case-control approach. A total of 68 samples were collected, comprising 22 patients with benign prostatic hyperplasia (BPH) as the control group and 46 patients with prostate cancer as the case group. BMI and blood pressure data were collected from medical records and categorized based on the classifications from the WHO and PERHI (2019). The chi-square test was employed for the bivariate analysis with a significance level of p < 0.05. There was no significant associationfound between blood pressure and the incidence of prostate cancer (p = 0.304), while there was a significant association between BMI and the risk of prostate cancer (p = 0.023). The OR value of 0.581 with a 95% CI (0.205–1.645) indicated that blood pressure was not a statistically significant factor. These findings imply that hormonal alterations, persistent inflammation, and elevated insulin-like growth factor 1 (IGF-1) activity may raise the risk of prostate cancer in overweight individuals. In conclusion, BMI shows a significant association with prostate cancer incidence, whereas blood pressure does not demonstrate a significant association.
Interaction Between Agricultural Environmental Exposure and Inflammatory Biomarkers in Breast Cancer Risk Abdussalam, Arrizqi Hafidh; Kurniati, Yuni Prastyo; Romadhon, Yusuf Alam; Permatasari, Happy Kurnia; Sutrisna, Em
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v11i2.675

Abstract

Breast cancer remains the most common malignancy among women worldwide, and environmental exposures may contribute to breast carcinogenesis through inflammatory pathways such as NLR, PLR, and interferon-γ. This study aimed to examine the association between agricultural environmental exposure, represented by rice field area, and inflammatory biomarkers including the Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio, Platelet-to-Lymphocyte Ratio, and Interferon-γ in breast cancer. A case–control method was applied to 128 histopathologically confirmed samples consisting of 100 malignant (Invasive Carcinoma NST) and 28 benign (Fibroadenoma Mammae) breast tumors; hematologic indices were derived from preoperative blood tests, IFN-γ expression was analyzed immunohistochemically, and rice field proportions near participants’ residences were obtained from national statistics, with data analyzed using Chi-square and multivariate logistic regression. The results showed that agricultural exposure (rice field ≥60%) was not significantly associated with breast cancer (p = 0.703), whereas elevated NLR (OR = 4.89, p = 0.014), PLR (OR = 12.13, p = 0.017), and IFN-γ expression ≥20% (aOR = 23.94, p = 0.049) were significantly associated with malignancy. In conclusion, although agricultural land area was not a direct risk factor, inflammatory and immune biomarkers—particularly IFN-γ—served as strong predictors of breast cancer, indicating their potential utility in risk stratification for agrarian populations.