Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Teknik Aqua Print Sebagai Bekal Keterampilan Seni Bagi Guru Kelas Di SDN Pao-Pao Kab Gowa Satriadi, Satriadi; Husain, Muh. Saleh; Irfan, Irfan
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak . Guru kelas di sekolah mitra mengalami beberapa hambatan dalam proses mengajar. Seperti yang kita ketahui, guru kelas memiliki tanggung jawab terhadap pembelajaran di tingkat dasar. Umumnya, mereka mengajarkan berbagai pengetahuan umum di kelas yang menjadi wilayah tanggung jawab mereka, kecuali untuk beberapa mata pelajaran khusus seperti olahraga, pendidikan agama, dan seni budaya. Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh guru kelas adalah ketika mereka harus mengambil alih kelas jika guru mata pelajaran tersebut tidak hadir. Contohnya, jika guru seni budaya tidak hadir, kelas guru diharuskan mengisi waktu tersebut dengan memberikan materi seni, meskipun tidak semua dari mereka memiliki keterampilan untuk mengajar seni. Hal ini sering mengakibatkan guru kelas memberikan tugas yang sederhana, seperti menyanyi atau menggambar, sebagai pengganti materi seni yang lebih mendalam. Tentu saja, tidak semua guru kelas memiliki keahlian atau kompetensi dalam mengajar seni di kelas, sehingga diperlukan kreativitas tambahan dari pihak guru. Dalam konteks ini, metode pelaksanaan kegiatan workshop meliputi beberapa langkah, yaitu pertama-tama, menyampaikan materi ceramah tentang batik Formika dengan teknik aqua print dan penjelasan tentang berbagai teknik pembuatan Aqua print. Selanjutnya, pembekuan atau praktek langsung pembuatan batik formika dilakukan di depan peserta workshop. Langkah ketiga melibatkan sesi diskusi dan tanya jawab untuk membahas hal-hal teknis terkait pembuatan batik formika. Dengan diadakannya workshop ini, diharapkan terjadi perkembangan pada mitra, yang melibatkan pelatihan kreativitas guru SD Negeri Pao-pao Kab. Gowa dalam membuat string masker hijab, menumbuhkan rasa percaya diri pada guru-guru tersebut, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka agar dapat menjadi guru produktif di lingkungan sekolah dasar. Fokusnya adalah mengembangkan kemampuan membuat batik formika dengan teknik Aqua Print. Kata kunci : Workshop, Keterampilan Seni; Cetak Aqua.
The Symbolic Meanings of Toraja Carving Motifs Sofyan Salam; Muh. Saleh Husain Husain; Tangsi Tangsi
PANGGUNG Vol 27 No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i3.280

Abstract

ABSTRACTThe study on the symbolic meaning of the Toraja ornamental design was conducted in a traditional wood-carver community at Tonga, Kesu District of North-Toraja Regency. The study question was stimulated by the fact that, nowadays, there are no more wood-carver teachers with tomanarang status (expert in Toraja culture) at Tonga and surrounding areas as there were happened in the past. The method of this study was survey by using indept-interviews technique. The interview was conducted with the traditional wood-carvers at Tonga. The result of study explained that the traditional wood-carvers at Tonga have a meager understanding on the symbolic meaning of the Toraja ornamental-designs. This lack of understanding is caused by the traditional wood-carvers’ view that it is not neccessary to understand the symbolic meaning of the toraja ornamental designs. For them, technical skills in wood-carving are more important to be mastered. The results of the research indicate the occurence of value orientation changes of Toraja wood-carvers.Key words: Wood-carving, symbolic meanings, Toraja ornamental design.ABSTRAKPenelitian makna simbolik motif hias ukir Toraja ini dilaksanakan di sebuah komunitas pengukir-kayu tradisional di Tonga Kecamatan Kesu Kabupaten Toraja-Utara.Pertanyaan penelitian dipicu oleh kenyataan tidak adanya lagi pengukir-kayu yang berstatus tomanarang(ahli ukir dan sekaligus ahli budaya Toraja) di Tonga dan daerah sekitarnya yang berfungsi sebagai guru-ukir sebagaimana yang terjadi pada masa lalu. Metode penelitian ini adalah survey dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Wawancara dilakukan terhadap pengukir-kayu tradisional Toraja yang bermukim di Tonga. Hasil penelitian ini menjelaskan para pengukir-kayu tradisional di Tonga memiliki pemahaman yang amat kurang terhadap makna simbolik dari motif-hias ukir-kayu tradisional Toraja. Kurangnya pemahaman ini disebabkan oleh karena pengukir menganggap tidak perlu memahami makna simbolik tersebut. Bagi mereka, yang perlu dimiliki adalah kemampuan teknis dalam membuat ukiran-kayu. Temuan penelitian ini menunjukkan telah terjadinya perubahan orientasi nilai dari pengukir-kayu tradisional Toraja.Kata kunci: Seni ukir-kayu, makna simbolik, motif hias Toraja
Development of Local Culture - Based Arts Education: Study of Buton Woven Fabric Motifs Samparadja, Nurmala; Jayadi, Karta; Husain, Muh. Saleh
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 1 (2024): December
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i1.2733

Abstract

This study aims to document and analyze the form of woven fabric motifs produced in Sula'a Weaving Village, with the goal of contributing to the development of local culture-based art education. The study uses a qualitative descriptive approach with direct observation methods, in-depth interviews, and visual documentation. The analysis technique involves data reduction, data presentation in narrative and visualization forms, and drawing conclusions based on field findings. The study's findings show that geometric patterns and plant and animal patterns on woven fabrics have meanings that are related to tradition and social class. These meanings are aesthetic, educational, and symbolic. Motifs such as horizontal lines and checkered patterns reflect harmony, loyalty, responsibility, and relationships with nature. This research also found that traditional patterns have changed over time to use geometric ideas like shifting, mirroring, and rotation to make them look better without losing the original culture's features. It also suggests ways to bring back traditions by using these patterns in the creative and tourism industries. The study's findings show that woven fabrics should be kept as a cultural heritage and that people should value local cultural goods more, even as they become more modern. This can help with the growth of arts education that is based on local culture. In addition, the results of this study can be a medium for learning, local wisdom, and character building of students in schools.
Web-Based Learning Media Wordwall in Fine Arts Learning to Increase Student Learning Motivation Putri, Selviana Purnama; Irfan, Irfan; Husain, Muh. Saleh
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 2 (2025): March
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i2.3007

Abstract

This study aims to describe the application of web-based learning media, WordWall, to fine arts learning and to determine the extent to which the media can improve students' learning motivation. This study uses a survey method with a mixed-methods approach, namely a combination of qualitative and quantitative methods. The population and sample are 36 students of class XI B4 MAN 1 Bone. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and documentation. We carry out qualitative data analysis through reduction, presentation, and conclusion drawing, while we carry out quantitative data analysis through descriptive statistical calculations. The results of the study indicate that the application of WordWall through various interactive features has succeeded in creating a fun and interactive learning atmosphere. The results of the observation showed an increase in learning motivation from an average score of 3.7 to 4.8, while the results of the questionnaire showed an average score of 4.44, which is included in the "excellent" category. The four aspects in the ARCS model (attention, relevance, confidence, and satisfaction) have increased significantly. Therefore, WordWall has demonstrated its effectiveness in enhancing students' learning motivation in fine arts education.
EVALUASI BAHAN AJAR SENI RUPA DALAM BUKU SENI BUDAYA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Tangsi, Tangsi; Salam, Sofyan; Husain, Muh. Saleh
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v9i1.74316

Abstract

This study aims to determine: (1) the accuracy of the concept of art teaching materials in the Cultural Arts book for Junior High Schools, (2) the accuracy of the pictures to explain the concept of art teaching materials in the Cultural Arts book for Junior High Schools. The focus of the study is the accuracy of the concepts and the accuracy of the pictures of art teaching materials in the Cultural Arts book for Junior High Schools. The subject of the research was the Cultural Arts book for Junior High Schools, which was published by the Ministry of National Education, Revised Edition, 2017. Data collection techniques used were observation, FGD, and documentation. The data analysis technique used is an interactive analysis model. The results showed that there were some misconceptions in art teaching materials in the Cultural Arts Book for Junior High Schools, including ambiguous definitions, incomplete material and incompatible with fine arts theory, causing confusion for students. In addition, some of the images used to clarify the concept are incorrect, not even in accordance with the theme to be explained. As a result, the image does not function as an explanatory concept / material, but instead instead obscures the concept
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR APRESIASI SENI UKIR TRADISIONAL TORAJA BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH TINGKAT ATAS DI TORAJA UTARA (TAHAP PENGEMBANGAN/UJICOBA) Tangsi, Tangsi; Husain, Muhammad Saleh; Salam, Sofyan
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i2.68486

Abstract

This study focuses on developing teaching materials for appreciating traditional Toraja wood carving art for senior high school students in North Toraja Regency. The teaching material is presented in a booklet titled Getting to Know Toraja Wood Carving Art, aimed at testing its practicality and effectiveness. The subjects of this study were 20 senior high school students who agreed to participate in the trial use of the booklet. The participants consisted of 13 students from Senior High Schools (SMA) and 7 students from Vocational High Schools (SMK). The collected data were analyzed with the following results: (1) The Getting to Know Toraja Wood Carving Art booklet was effective in teaching Senior High School (SMA) students but not yet effective for Vocational High School (SMK) students; (2) The booklet was considered practical as a learning resource for both SMA and SMK students; (3) The booklet is deemed suitable for broader trials with SMA students. However, for SMK students, the booklet needs revision. It is recommended that relevant authorities facilitate follow-up actions related to the Getting to Know Toraja Wood Carving Art booklet.
Implementation of Guided Inquiry Learning Method in Creating Color Composition in Middle School Students Hasniah S; Sukarman, Sukarman; Husain, Muh. Saleh
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 4 (2025): September
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i4.3563

Abstract

The background of this research stems from the need for a more active and student-centered learning approach to increase engagement, creativity, and understanding of color concepts, especially primary, secondary, and tertiary colors. This study aims to evaluate the application of the guided inquiry learning method in creating color compositions in the Arts and Culture (Fine Arts) subject in junior high schools in Takalar Regency. The methodology used in this study is an evaluative method with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the study indicate that the application of the guided inquiry method significantly improves students' understanding of the concept of color and their ability to create color compositions independently and creatively. In addition, this method also encourages the students' active involvement, teamwork, and critical thinking skills. Although it requires more time and effective classroom management, this method has proven relevant and effective for application in fine arts learning at the junior high school level.
PELATIHAN AQUA PRINT SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KOMPETENSI SENI SISWA DI SMKN 3 GOWA Husain, Muh. Saleh; Arifin, Irfan; Mukadas, Andi Baetal; Satriadi, Satriadi; Rahma, Rahma
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.78964

Abstract

Guru kelas di sekolah mitra menghadapi beberapa kendala dalam proses mengajar. Sebagai pengajar di tingkat dasar, mereka bertanggung jawab atas berbagai mata pelajaran umum, kecuali beberapa mata pelajaran khusus seperti olahraga, pendidikan agama, dan seni budaya. Salah satu tantangan yang sering muncul adalah ketika guru mata pelajaran khusus berhalangan hadir, sehingga guru kelas harus menggantikan. Misalnya, jika guru seni budaya tidak hadir, guru kelas harus memberikan materi seni meskipun tidak semua guru memiliki keahlian di bidang tersebut. Akibatnya, mereka sering memberikan tugas sederhana, seperti menyanyi atau menggambar, alih-alih memberikan materi seni yang lebih mendalam. Tidak semua guru kelas memiliki kompetensi di bidang seni, sehingga dibutuhkan kreativitas tambahan. Dalam konteks ini, kegiatan workshop dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, penyampaian materi mengenai hiasan benda tiga dimensi menggunakan teknik aqua print serta penjelasan tentang berbagai teknik pembuatannya. Kedua, dilakukan demonstrasi atau praktek langsung di depan peserta workshop. Tahap terakhir adalah sesi diskusi dan tanya jawab terkait teknik pembuatan gerabah hias. Dengan diadakannya workshop ini, diharapkan terjadi peningkatan kompetensi di kalangan guru SDN Pao-pao, Kabupaten Gowa, khususnya dalam hal kreativitas menghias benda tiga dimensi. Workshop ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri guru, meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka, sehingga mereka dapat menjadi guru yang lebih produktif di lingkungan sekolah dasar, dengan fokus pada pengembangan kemampuan menghias gerabah dengan teknik Aqua Print.
MENDESAIN GAMIFIKASI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DENGAN BANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Satriadi, Satriadi; Fadhillah S, Nurul; Nurjayanti, Nurjayanti; Tangsi, Tangsi; Husain, Muh. Saleh
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.80986

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD Inpres 1 Sungguminasa dalam merancang dan mengimplementasikan gamifikasi sebagai strategi pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Analisis situasi menunjukkan bahwa guru telah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan tentang model pembelajaran inovatif, rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan, serta minimnya pendampingan teknis dalam merancang perangkat ajar berbasis gamifikasi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan kurang optimalnya penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan intensif mengenai konsep gamifikasi dan penerapannya dalam konteks sekolah dasar, workshop desain perangkat ajar berbasis proyek dan masalah (PBL/MBL), penerapan teknologi gamifikasi melalui platform digital, serta pendampingan berkelanjutan dalam implementasi di kelas. Program ini didesain untuk menghasilkan luaran berupa terbangunnya kompetensi guru pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran berbasis gamifikasi, tersusunnya perangkat ajar siap pakai, serta meningkatnya motivasi dan interaksi belajar siswa.Melalui pendekatan sistematis yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan IPTEKS, pendampingan, dan evaluasi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pedagogik guru dan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada penguatan keterampilan abad 21. Program ini juga menempatkan keberlanjutan sebagai fokus utama dengan membangun komunitas belajar guru di sekolah.
KARAKTERISTIK MOTIF ORNAMEN PADA ILUMINASI MANUSKRIP MAULID NABI DI ASTANA PANGERAN MANGKUBUMI KOTA WARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Husain, Muh. Saleh; B, Sukarman; Satriadi, Satriadi
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.81312

Abstract

Penelitian ini berjudul karakteristik motif ornamen pada iluminasi manuskrip Maulid Nabi di Astana Pangeran Mangkubumi Kota Waringin Barat Kalimantan Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik ornamen dalam manuskrip tersebut. Kajian terhadap karakteristik ornamen dalam manuskrip ini memiliki relevansi yang mendalam dalam upaya pelestarian budaya khususnya seni rupa dan budaya Islam Nusantara yang jarang dilakukan. Iluminasi manuskrip Maulid Nabi di Astana Pangeran Mangkubumi, Kotawaringin Barat, merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai artistik, historis, dan religius yang sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iluminasi pada manuskrip Maulid Nabi di Kalimantan Tengah memiliki karakteristik yang mencerminkan pengaruh tradisi lokal sebagaimana penggunaan warna-warna merah, kuning, hijua dan putih yang khas dengan budaya Kalimantan. Sekaligus nilai-nilai keislaman, sebagaimana terlihat pada komposisi ornamen dan penggunaan warna yang khas. Dengan hasil temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah seni Islam Nusantara.