Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peraturan dan Program Membangun Ketahanan Keluarga:Kajian Sejarah Hukum Nasution, Khoiruddin; Nasution, Syamruddin
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 51 No 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v51i1.318

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tingkat ketercapaian peraturan dan program yang bertujuan membangun ketahanan keluarga Indonesia dengan kajian sejarah hukum. Adapun hasilnya dapat ditulis empat catatan sebagai kesimpulan. Pertama, peraturan dan program membangun ketahanan keluarga sejak kemerdekaan dapat dikelompokkan menjadi 4 gelombang, yakni tahun 1954 dengan lahirnya BP4, tahun 1974 dengan lahirnya UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, tahun 1999 dengan lahirnya Peraturan Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah, dan tahun 2009 serta tahun 2013 dengan lahirnya Peraturan Kursus Perkawinan. Kedua, kelahiran sejumlah peraturan dan program ini dilatari oleh fakta banyak terjadi perkawinan anak, perkawinan paksa, poligami semena-mena, talak semena-mena, dan kekerasan dalam rumah tangga. Ketiga, tujuan lahirnya sejumlah peraturan dan program ini adalah agar tidak terjadi lagi perkawinan anak, perkawinan paksa, poligami semena-mena, talak semena-mena, dan kekerasan dalam rumah tangga. Keempat, tingkat ketercapaian tujuan kelahiran peraturan dan program ini belum tercapai sepenuhnya, kecuali peraturan yang lahir di gelombang ke-2. Namun diyakini bahwa program BP4, Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah dan Kursus Perkawinan, sangat besar perannya dalam membangun ketahanan keluarga, sebab program ini memberikan pengetahuan dan skill bagi calon suami dan isteri tentang kehidupan rumah tangga dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan keluarga. Sebab terjadinya perkawinan anak, perkawinan paksa, poligami semena-menam, talak semena-mena, dan kekerasan dalam rumah tangga adalah akibat dari rendahnya pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan rumah tangga dan rendahnya skill untuk menyelesaikannya. Karena itu program ini perlu mendapat perhatian serius dari para pihak yang mempunyai kewenangan, agar program ini dapat berjalan, lebih khusus program kursus perkawinan.
Evaluasi Kelayakan Bisnis Steam Mobil “Top Clean” Tangerang Selatan Ditinjau Dari Aspek Operasional Syamruddin, Syamruddin
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v1i2.2019.182-195.2994

Abstract

Saat ini, di setiap sisi jalan sering kita jumpai layanan cuci mobil. Hal tersebut disebabkan karena bagi kebanyakan masyarakat kota, jasa cuci mobil merupakan suatu kebutuhan dan sarana untuk mencuci kendaraan mereka yang sangat praktis, di sela-sela kesibukan serta rutinitas keja sehari-hari. Jasa cuci mobil pun terus berkembang dan  menjadi suatu peluang bisnis yang cukup menjanjikan sehingga perlu dikelola secara profesional. Seiring dengan semakin berkembangnya bisnis jasa cuci mobil ini, maka sudah  sewajarnya pula dilakukan suatu evaluasi mengenai layak tidaknya bisnis tersebut. Pada umumnya Evaluasi Kelayakan Bisnis sudah banyak dikenal masyarakat. Terutama masyarakat yang bergerak dalam dunia bisnis. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang evaluasi dan gambaran kelayakan bisnis Steam Mobil “Top Clean” yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan dari aspek operasional. Adapun Evaluasi Kelayakan Bisnis diperlukan untuk melihat suatu gambaran mengenai layak tidak layaknya suatu bisnis yang akan dijalankan. Selanjutnya metode penelitian  yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi. Teknik sampel yang digunakan adalah nonprobability. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan Matriks SWOT dengan cara analisis matriks IE, IFAS, dan EFAS. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh gambaran bahwa kelayakan bisnis Steam Mobil “Top Clean” dinyatakan layak. Hasil dari dari faktor internal dan eksternal dalam operasional berada di tingkat yang tinggi. Aspek operasional ini memperoleh hitungan Bobot Matriks SWOT sebesar 3,27 untuk faktor internal dan 3,07 untuk faktor eksternal. Dengan demikian sesuai hasil tersebut berarti Steam Mobil “Top Clean” ini layak untuk terus dijalankan.Kata Kunci : Studi Kelayakan Bisnis; SWOT; Manajemen Strategi
Analisis Pengaruh Ekuitas Merek PT Pos Indonesia (Persero) KPC Jakarta Pusat Dalam Menarik Konsumen Syamruddin, Syamruddin
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 3 No 1 (2021): Junal Ilmiah Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v3i1.2021.97-103.9595

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek PT Pos Indonesia (Persero) KPC Jakarta Pusat dalam menarik konsumen melalui keputusan pembelian. Penelitian menggunakan metode deskriptif  kuantitaif. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linier Sederhana, Analisis Koefisien Korelasi, Analisis Koefisien Determinasi, dan Pengujian Hipotesis (Uji t). Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya faktor yang kuat pada ekuitas merek dalam menarik konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal itu ditunjukkan pada hasil pengujian di mana Ekuitas Merek berpengaruh sebesar 59,8% terhadap Keputusan Pembelian. Sisanya sebesar 40,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Sedangkan dalam uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (12,004 > 1.985), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.  Kata Kunci : Ekuitas Merek, Keputusan Pembelian, Konsumen
Pengaruh Komunikasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Development Bank of Singapore Indonesia Tower II Rialmi, Zackharia; Fajrin, Lia Audina; Syamruddin, Syamruddin
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 3 No 2 (2021): Junal Ilmiah Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v3i2.2021.170-183.12811

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Komunikasi dan Motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Development Bank of Singapore Indonesia Tower II. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan asosiatif. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling menggunakan metode teknik sampling jenuh dengan sampel sebanyak 50 responden.  Analisis data menggunakan analisis regresi, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 44,5%. Uji hipotesis secara parsial  diperoleh t hitung > t tabel atau (6,206 > 2,011), artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kounikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Bank DBS Indonesia Tower II. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 46,8%. Uji hipotesis secara parsial diperoleh t hitung > t tabel atau (6,503 > 2,011 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank DBS Indonesia Tower II. Uji simultan komunikasi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien determinasi sebesar 57,2%, sedangkan sisanya sebesar 42,8% dipengaruhi faktor lain dengan nilai F hitung > F tabel atau (31,778 > 1,678). Kata Kunci : Komunikasi; Motivasi; Kinerja Karyawan
Reframing Nusyuz in Islamic Family Law: A Maqasid-Based Reading of Ibn Asyur on Quran 4:34 and 4:128 Arni, Jani; Nasution, Syamruddin; Ma’ali, Dasman Yahya; Jamaluddin, Jamaluddin; Chandra, Agus Firdaus
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v22i2.30527

Abstract

This article examines the Quranic concept of nusyuz through Ibn Asyur’s al Tahrir wa al Tanwir and develops a maqasid oriented account for addressing marital conflict in contemporary Muslim families. The study adopts a qualitative library based method that closely reads Q 4.34 and Q 4.128 and triangulates classical fiqh writings thematic exegesis and recent scholarship on family law. The analysis shows that nusyuz is a relational breach that may be committed by either spouse and that Ibn Asyur proposes a gradual and ethically constrained sequence that begins with counsel then proceeds to separation of beds and only allows corrective action that must remain symbolic and non violent while prioritizing mediation whenever harm is likely. Reading the two verses together yields a symmetrical framework that protects dignity prevents harm and restores rights by aligning procedural steps with the objectives of justice compassion and public welfare. The article concludes that this maqasid based synthesis offers a text faithful and context sensitive basis for counseling adjudication and policy in Islamic family law and it recommends empirical evaluation in courts counseling services and community mediation to assess feasibility safeguards and effectiveness.
Sebuah English: English Chandra, Agus Firdaus; Nasution, Syamruddin; Adynata; Raba'in, Jamaluddin; Arni, Jani
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v9i2.13894

Abstract

This article analyzes munākahāt hadiths in Fath al-Mun’im by Mūsā Shāhīn Lāshīn and his contribution to the reform of Islamic family law. While these hadiths are central in shaping legal thought, the interpretation has often remained literalist, producing a gap between normative texts and present socio-legal realities such as child marriage, women’s consent, and dowry inflation. Addressing this gap is crucial for developing a hadith-based framework that is responsive to contemporary challenges in Muslim family life. The study aims to examine how Lāshīn constructs legal reasoning on munākahāt and to evaluate the implications of his method for family law reform. Using a qualitative, library-based approach, it applies content analysis to the ten-volume Fath al-Mun’im, supported by classical fiqh and modern scholarship. Analytical lenses include maqasid al-shari’ah and the sociology of knowledge. The findings show that Lāshīn develops an integrative framework that harmonizes hadith authority with ethical priorities and social realities. He affirms women’s agency, critiques burdensome dowries, and classifies marriage rulings according to context. His approach, rooted in fiqh al-awlawiyyāt and comparative madhhab analysis, offers not only a moderate and contextual model of hadith-based ijtihād but also practical guidance for policymakers in shaping equitable and sustainable Islamic family law.
Meningkatkan Pembelajaran Inovatif Usia Sejak Dini pada Bimbapedia Meruyung Depok Kamsidik, Kamsidik; Syamruddin, Syamruddin; Maulana, Johan Maulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi (JimawAbdi)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jmab.v5i1.49807

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membekali guru di Bimbapedia dengan keterampilan penting dalam membangun kolaborasi tim yang kuat dan profesionalisme pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan daring selama lima hari berturut-turut. Metode kegiatan dimulai dengan studi awal untuk memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam menjalankan tugasnya. Studi ini dilanjutkan dengan survei preferensi untuk mengidentifikasi kebutuhan utama guru dalam hal peningkatan kapasitas, seperti komunikasi efektif, kepemimpinan, serta manajemen kelas. Pelatihan dibagi menjadi beberapa sesi, meliputi materi tentang membangun tim yang solid, kepemimpinan yang efektif, hingga strategi komunikasi antar-guru. Setiap sesi pelatihan dirancang agar interaktif, dimana peserta dapat berbagi pengalaman dan menerapkan simulasi situasi nyata di sekolah. Pelatihan ini menggunakan metode partisipatif seperti diskusi kelompok dan studi kasus, untuk memastikan bahwa peserta mampu menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dalam konteks nyata. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui sesi tanya jawab, feedback dari peserta, serta penilaian melalui tugas-tugas yang diberikan selama pelatihan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan PKM ini adalah terbentuknya tim pengajar yang lebih solid dan profesional, peningkatan keterampilan komunikasi dan kolaborasi di antara guru, serta terciptanya lingkungan belajar yang lebih optimal bagi siswa. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bimbapedia.
Marriage Preparation Courses in Indonesia: Comparative Study of Muslims and Christians Batubara, Samin; Nasution, Khoiruddin; Nelli, Jumni; Nasution, Syamruddin; Sobhan , Sobhan; Kholidah, Kholidah
Al-Risalah Vol 22 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/alrisalah.v22i1.1231

Abstract

This paper aims to prove that after attending the Marriage Preparation Course, the prospective wives and husbands of the course participants feel the extraordinary benefits of attending the Marriage Preparation Course. Because the material presented is very relevant and vital as a provision in living household life. This paper reports the research results on implementing Marriage Preparation Courses among Muslims in Pekanbaru, Riau and Christians in Yogyakarta. These two objects result from selecting the best performance in carrying out the Marriage Preparation Course. This research includes qualitative research with a juridical approach and uses the theory of the legal system. The result of the study is that the implementation of a good Marriage Preparation Course can give a positive impression and knowledge to the course participants. The participants stated the importance of prospective wives and husbands taking Marriage Preparation Courses. This course assists candidates in dealing with the romance of domestic life in the future, especially if the material also provides testimonials of the couples. One problem to solve by working couples is not being able to get permission from the workplace to take courses. Hopefully, there will be a policy from the government that requires workplaces to permit workers to take courses in the future.
MENIMBANG AKAL DALAM FALSAFAH HIDUP BUYA HAMKA Kasmuri, Kasmuri; Candra, Riki; Ghofur, Abdul; Nasution, Syamruddin
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v19i2.28371

Abstract

Banyak para tokoh Muslim terdahulu menyiapkan waktu dalam lembaran karyanya membahas tentang kedudukan akal pada diri manusia. Justru akallah yang membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya, dengan akal ini pula, sebagai salah satu sebab Allah mengamanahkan manusia sebagai khalifah dipermukaan bumi. Dari sekian banyak tokoh yang berbicara masalah akal, termasuk Buya Hamka di dalam bukunya Falsafah Hidup. Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk mengetahui kedudukan akal menurut Buya Hamka dalam Falsafah Hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian ini menjelaskan, bahwa penggunaan akal dalam Islam menurut Buya Hamka harus mengikuti sebagaimana yang telah ditentukan oleh wahyu, di samping itu dia juga berpendapat bahwa antara akal dan agama saling membutuhkan, bahkan kesempurnaan kebahagian juga ditentukan oleh kesempurnaan akal.
Adab of Learning in Kitāb al-ʿIlm of Ṣaḥīḥ al-Bukhārī: A Ḥadīth-Based Conceptual Model for Islamic Education Silaturahim, Rahmat; Nasution, Syamruddin; Zarkasih
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 4 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i4.307

Abstract

This study aims to clarify the concept of adab in Islamic learning by developing a structured conceptual model grounded in Kitāb al-ʿIlm of Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. While existing scholarship has widely discussed adab within Islamic education, its components are often presented in a fragmented and normative manner, resulting in limited conceptual organisation for contemporary Islamic Education. Addressing this gap, the article conceptualises adab as an integrative moral–epistemic framework that connects classical Islamic sources with modern educational theory. Methodologically, the study employs a qualitative conceptual design using an integrative literature review combined with directed content analysis. The data consist of selected ḥadīth from Kitāb al-ʿIlm of Ṣaḥīḥ al-Bukhārī as the primary textual source, supplemented by authoritative classical commentaries. Data were collected through systematic identification and thematic extraction of adab-related materials and analysed by organising concepts into predefined analytical categories while allowing relevant themes to emerge. Analytical rigour was ensured through transparent source selection, consistent transliteration, and triangulation with classical interpretations. The analysis identifies three core dimensions of adab in learning: ethical relations between teachers and learners, the order and norms governing learning settings, and the ethics of inquiry, listening, referencing, and knowledge transmission. These dimensions operate alongside enabling conditions, namely intention, teacher exemplarity, and institutional culture, which together shape educational outcomes such as learner engagement, the quality of scholarly discourse, and the formation of a stable ethical disposition rooted in adab. The article further proposes four theory-driven propositions to guide future empirical research. As a text-based conceptual study, the model invites empirical testing across diverse educational contexts and contributes a transferable analytical framework for Islamic education research.