Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisa Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Proses Pembuatan Map Kancing Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Santoso, Rachmad
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.799

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang dihadapi oleh berbagai industri di seluruh dunia. Meskipun terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan kerja, insiden kecelakaan kerja masih sering terjadi dan menimbulkan kerugian baik bagi pekerja maupun perusahaan. Dari beberapa penelitian para ahli memberikan indikasi bahwa suatu kecelakaan kerja tidak dapat terjadi dengan sendirinya, akan tetapi terjadi oleh satu atau beberapa faktor penyebab kecelakaan sekaligus dalam suatu kejadian. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan kerja dan mencari solusi agar tidak ada lagi kecelakaan kerja serta untuk melakukan pencegahan kecelakaan kerja di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada proses pemasangan kancing dan memberikan solusi sebagai upaya tindakan preventif agar tidak ada lagi kecelakaan kerja di masa mendatang. Analisa keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP adalah metode pengambilan keputusan yang banyak digunakan di berbagai bidang, dan memungkinkan dilakukannya penilaian sistematis dan kuantitatif terhadap berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja. Dari analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode AHP, diperoleh nilai Eigen Value dari kelima faktor penyebab kecelakaan kerja adalah sebagai berikut: Man (1,111), Material (0,931), Machine (1,145), Methods (1,099), dan Environment (1.082). Dari nilai Eigen Value tersebut faktor mesin dan manusia merupakan dua faktor utama terjadinya kecelakaan kerja.
Penerapan Mesin Pencuci Telur Untuk Meningkatkan Produktivitas Pengusaha Telur Asin Nevita, Ary Permatadeny; Santoso, Rachmad; Munawi, Hisbulloh Ahlis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 4 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v4i1.23937

Abstract

Mitra dalam PkM ini adalah pengusaha telur asin di Desa Sonoageng, Prambon, Nganjuk. Proses pencucian telur asin pada mitra saat ini masih dilakukan secara manual. Tahap pencucian telur sangat penting karena akan menentukan kualitas telur, dimana proses pencucian telur asin dilakukan dua kali proses yaitu sebelum diasinkan dan setelah diasinkan dengan cara menggosok satu persatu menggunakan kasa kasar. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra saat ini adalah proses pencucian telur asin yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu proses yang cukup lama dan membutuhkan banyak tenaga. Metode pengabdian yang kami lakukan dengan memberikan edukasi pada mitra dengan memberikan sosialisasi tentang telur asin, penggunaan alat pencuci telur, pendampingan dan evaluasi kegiatan selama pengabdian. Mesin pencuci telur dengan tenaga motor listrik ini telah dikembangkan dengan kapasitas 5 telur sekali proses pencucian sehingga dengan adanya alat ini akan memberikan kemudahan pada mitra dalam proses pencucian telur menjadi lebih efisien dan produktif dari segi waktu dan tenaga yang digunakan dan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat dengan permintaan yang terus bertambah. Hasil ketercapaian edukasi bisa dilihat dari tingkat ketercapaian sasaran atau program yang diberikan kepada mitra melalui kuesioner sebelum dan sesudah sosialisasi yang menunjukkan peningkatan dari sebelum mendapatkan sosialisasi.
Inovasi Mesin Pemipil Jagung Dengan Menggunakan Dinamo Listrik sebagai Sumber Energi Penggerak Nevita, Ary Permatadeni; Mubarok, Rizqi; Munawi, Hisbulloh Ahlis; Santoso, Rachmad
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 - 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v7i2.23856

Abstract

Corn farmers need a corn sheller machine design with a better working principle and effectiveness than the previous machine. The innovation of the corn sheller machine using an electric dynamo as a source of driving energy is a fairly interesting solution to increase efficiency and accuracy in the corn shelling process. The innovation of this corn sheller tool uses the ex - post facto method because the data obtained by researchers is data from events that have already taken place. Researchers only need to develop existing tools and there needs to be development of tools and materials such as sieves, casings, hoppers, exhaust pipes, electric dynamos, exhaust pipes, frames, pulleys, and v-belts. The results and calculations of this tool are, the planned power is 0.186 kw, the planned moment is 64.70 kg/mm, the shear stress is 3.08 kg/mm2, the shaft diameter is 7 mm, the shear stress on the shaft is 0.0806 kg/mm, with an engine speed of 2800 rpm, after the innovation of the tool was tested 3 times, then the average time was 2.5 minutes, with an actual tool capacity of 43.2 kg/hour. Compared to the previous tool, it could only shell around 20 kg/hour. By using an electric dynamo, it is more environmentally friendly, because the sound is not noisy and the use of electricity is not that large, therefore the innovation of this corn sheller machine is very useful for farmers in Slawe Village.Keywords: Farmers, corn shellers, innovation, electric dynamo, shaft
Design of Automated Processing Equipment Shallots (PEBMO) To Improve Product Quality Shallots Indrawati, Elsanda Merita; Munawi, Hisbulloh Ahlis; Suwardono, Agus; Santoso, Rachmad
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 1 No. 8 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v1i8.1807

Abstract

For farmers onion, red onion quality is required to be maintained and prioritized, as the quality affect the selling price in the market. There are three types of quality of onion, which is of high quality red onion, red onion, medium quality and low quality onion. The third quality of onion was always found in every harvest, only a percentage of each crop are changing in every quality. Onion have lower quality will have a selling price is also very low, this has resulted in farmers losing money if yields lower quality onions have a high percentage. The best way to overcome the loss factor is to cultivate the red onion into a low-quality food products of high quality, so for that tool "PEBMO" is a solution to overcome the problems of onion farmers. Tools "PEBMO" designed to be able to make high quality products fried onions. This tool is designed to have 3 working system, ie peeler onion, red onion chopper, and oil drainer. With the tool "PEBMO" farmers can cultivate shallots low quality products easily and quickly, because farmers do not need to be difficult to peel and chop the onion using the manual method. In addition the tool is equipped with a tool that prevents the oil drainer fried onion products are completely free of oil and durable. Besides these tools also make fried onion products more hygienic and healthier because they have low levels of oil content. So with the "PEBMO" can improve the quality of low red onion into food products with high quality and price.
RANCANG BANGUN ALAT PENGHALUS ARANG BRIKET DARI SAMPAH ORGANIK Setiawan, Dedi; Munawi, Hisbulloh Ahlis; Santoso, Rachmad; Sari, Kartika Rahayu Tri Prasetyo
Jurnal Inkofar Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i1.450

Abstract

Peningkatan volume sampah organik di Jawa Timur menimbulkan kebutuhan mendesak akan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Salah satu pemanfaatan potensial adalah mengolah limbah organik menjadi briket arang sebagai bahan bakar alternatif. Namun, proses penghalusan bahan arang secara manual masih menjadi kendala karena tidak efisien dan hasilnya tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan mesin penghalus arang briket berbasis sampah organik yang efisien, ekonomis, dan mudah dioperasikan, terutama untuk skala rumah tangga dan industri kecil. Mesin ini menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama dan sistem diskmill dengan ayakan 60 mesh untuk menghasilkan arang halus berkualitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu menghaluskan 500 gram bahan (sekam padi dan bonggol jagung) dalam waktu 2,5 menit dengan tingkat kehalusan mencapai 60 mesh. Produktivitas mesin tercatat sebesar 90%, sedangkan tingkat homogenitas serbuk arang mencapai 96%. Dengan demikian, mesin ini efektif meningkatkan efisiensi produksi briket arang dan berpotensi mendukung pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan melalui teknologi tepat guna.Kata Kunci : briket arang, diskmill, energi alternatif, mesin penghalus, sampah organik
Pelatihan Pengolahan Bawang Merah dengan Alat Pebmo Pada Kelompok Petani Bawang Merah Di Desa Sekoto Kabupaten Kediri Indrawati, Elsanda Merita; Munawi, Hisbullah Ahlis; Suwardono, Agus; Santoso, Rachmad; Manikta, M. Dewi; Mahdiyah, Umi; Nadliroh, Kuni; Nevita, Ary Permatadeny
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13823

Abstract

Sekoto Village is the largest onion producer center in Kediri Regency. The aim of this service activity is to provide training on processing low quality shallots into high quality fried onion products using an Automatic Shallot Processing Machine (PEBMO) that is practical, effective and efficient. The activity material provided was about the marketing of shallots and the processing of low quality shallots starting from stripping of shallots, chopping onions, and draining oil using an Automatic Shallot Processing Machine (PEBMO). Community service activities (PKM) which include (1) observation; (2) design and provision of tools (PEBMO) to shallot farmers; (3) socialization; (4) training and practice; (5) monitoring. This activity is useful to increase the income of shallot farmers, this is because low quality shallots are processed into high-quality fried onion products with a stable selling price, so that shallot farmers will not lose if the yields produced have low quality.
Pengembangan Usaha Mikro Telur Asin Aneka Rasa di Desa Sonoageng Kabupaten Nganjuk Ahlis Munawi, Hisbulloh; Permatadeny Nevita, Ary; Rachmad, Santoso; Ratnaning Hapsari, Kustriwi; Istiasih, Hermin; Ajeng Pangestu, Dinasti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3387

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi mitra yakni produksi dan penjualan telur asin yang cenderung stagnan dari waktu kewaktu. Upaya pemasaran melalui media social juga telah dilaksanakan, namun begitu peningkatan penjualan juga tidak signifikan. Hal ini bisa terjadi dimungkinkan terjadi kebosanan pada konsumen karena hanya ada satu rasa yakni rasa asin. Solusi yang ditawarkan dalam PkM ini berupa pelatihan peningkatan penjualan yakni dengan diversifikasi produk dan pelatihan pembuatan telur asin aneka rasa. Tujuan PkM ini yakni memberikan pelatihan yang aplikatif dan mudah bagi pengusaha mikro telur asin berupa pelatihan pembuatan telur asin aneka rasa dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode pelaksanaanya dengan pelatihan peningkatan penjualan melalui diversifikasi produk, pelatihan pembuatan telur asin aneka rasa dan pendampingan kepada mitra. Dalam pelatihan ini juga dilaksanakan pretest dan post tes sehingga didapatkan informasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam diversifikasi produk berupa telur asin aneka rasa dari yang semula hanya sekedar tahu saat ini menjadi bisa membuat telur asin aneka rasa. Pelatihan ini berupa membuat telur asin rasa bawang, rasa pedas gurih dan rasa rendang. PkM yang telah dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat yakni menambah pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait diversifikasi produk, peningkatan ketrampilan pembuatan telur asin aneka rasa. Kemampuan yang didapat ini nantinya dapat dikembangkan oleh masyarakat dengan dipasarkannya produk berupa telur asin aneka rasa yang diharapkan dapat mengatasi kebosanan konsumen, meningkatkan produksi dan penjualan, dan akhirnya akan dapat meningkatkan penghasilan bagi masyarakat.
Rancang Bangun Mesin Penyemprot Cat Dinding Menggunakan Dinamo DC Adisty Maulina Putri; Hermin Istiasih; Rachmad Santoso
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.989 KB) | DOI: 10.29407/noe.v4i1.15906

Abstract

Pada saat ini, mayoritas pekerja bangunan masih menggunakan kuas dalam melakukan proses pengecatan sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal dan memerlukan waktu yang relatif lama. Sehingga dibutuhkan alat yang dapat membantu para pekerja dalam melakukan proses pengecatan dengan pengoperasian dan perawatan yang mudah. Penelitian ini berisikan tentang perancangan alat dengan desain alat dan performa alat sebagai parameternya. Pada proses pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi dan kuisioner untuk mengetahui perbandingan alat dan tanggapan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendesain alat penyemprot cat dinding yang efektif dan efisien serta harga yang terjangkau. Berdasarkan hasil penelitian ini menghasilkan alat penyemprot cat dinding menggunakan dinamo dc yang disertai dengan beberapa fitur tambahan sehingga dapat mempermudah dalam proses pengecatan dan meminimalisir terjadinya gangguan tulang belakang. Secara umum, tanggapan pengguna dengan adanya alat penyemprot cat dinding menggunakan dinamo dc ini adalah positif. Akan tetapi juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai desain dan bahan untuk mendapatkan alat penyemprot yang lebih fleksibel
Desain Tugal Penanam Jagung Double Fungsi Sistem Pegas Untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Duwi Sukmawati; Hermin Istiasih; Rachmad Santoso
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.22 KB) | DOI: 10.29407/noe.v4i1.15912

Abstract

Pada saat menanam jagung dengan tugal sederhana, sering terjadi keluhan beban kerja terutama pada proses peletakan biji jagung yang dilakukan dengan cara membungkuk. Selain itu, pengoperasian tugal sederhana harus dilakukan oleh dua orang untuk membuat lubang dan meletakkan bijinya. Dari pengamatan tersebut, peneliti berusaha untuk membuat inovasi tugal yang memiliki fungsi ganda dan bisa dioperasikan oleh satu orang serta untuk mengurangi keluhan beban kerja sehingga produktivitas pertanian meningkat. Pengujian produktivitas dilakukan dengan cara membandingkan proses penanaman jagung menggunakan tugal sederhana dengan proses penanaman jagung menggunakan tugal double fungsi sistem pegas. Sedangkan untuk mengetahui kinerja alat apakah sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, metode yang digunakan adalah metode wawancara dan menggunakan kuisioner yaitu pembagian angket kepada 22 petani di RT 01 dan 02, RW 01 Ds. Jantok. Kec. Purwoasri, Kab.Kediri yang hasilnya cukup positif dan cukup baikuntuk proses menanam jagung dibandingkan dengan penggunaan tugal sederhana. Hasil kesimpulan berdasarkan perhitungan, terjadi penurunan waktu baku untuk penanaman per lubang sebesar 0,8 detik atau 23,26 %. Sedangkan untuk peningkatan jumlah lubang tanam, terjadi peningkatan sebesar 316 lubang atau 30,38 %. Hal ini menunjukkan bahwa tugal double fungsi dapat bekerja dengan baik dan dapat membantu untuk mengurangi beban kerja dan meningkatkan produktivitas.
RANCANG BANGUN ALAT PEMARUT KELAPA MENGGUNAKAN TENAGA LISTRIK Thasinwa, Iqbal; Istiasih, Hermin; Santoso, Rachmad
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1953.512 KB) | DOI: 10.29407/noe.v4i2.16760

Abstract

Di zaman era modern ini masih banyak ibu rumah tangga, masih menggunakan alat pemarut manual, yaitu dengan menggunakan alat parut yang terbuat dari pelat besi yang permukaannya mempunyai duri-duri kecil sebagai pemarutnya, cara pemarutan seperti ini sangat sederhana dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat pemarut kelapa yang dapat meningkatkan efisiensi kerja pada proses pemarutan, yaitu dengan merancang bangun suatu alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. (1) Bagaimana merancang dan membuat alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik ? (2)Bagaimana produktifitas alat pemarut kelapa dengan tenaga listrik dibandingkan dengan alat konvensional ? (3) Bagaimana respon masyarakat terhadap alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik ?. Tujuan yang hendak dicapai dalam rancang bangun alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik antara lain (1) Untuk menghasilkan rancangan alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. (2) untuk menghasilkan produktifitas pada alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. (3) Untuk mengetahui respon masyarakat terhadap alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik. Kesimpulan yang dihasilkan dalam rancang bangun alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik (1) Telah dihasilkan sebuah alat pemarut kelapa ibu rumah tangga yang menghasilkan waktu pemarutan lebih cepat dibandingkan dengan alat pemarut kelapa konvensional. Dari data hasil waktu pemarutan kelapa pada alat pemarut kelapa menggunakan tenaga listrik yang menghasilkan rata-rata waktu pemarutan 3 menit 58 detik, sedangkan menggunakan alat pemarut kelapa konvensional 19 menit 20 detik. (2) Dari hasil responden dengan cara kuisioner ibu rumah tangga yang dilakukan Di RT 008/RW 003 Dusun Talang Jring, Kelurahan Jatimulya II, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, sumatra selatan dengan nilai rata-rata sangat setuju 52%, setuju 42%, cukup setuju 6%. Dari hasil kuesioner menjelaskan bahwasannya mayoritas ibu rumah tangga sangat setuju dengan adanya alat pemart kelapa menggunakan tenaga listrik.