Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Geotadulako

IMPLIKASI TRANSFORMASI WILAYAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Saputra, Iwan Alim
Geotadulako Vol 3, No 5 (2015): Januari-Juni
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten yang bertujuan untuk mengkaji dampak transformasi wilayah terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengambilan sampel 130 KK secara acak di 13 desa yang mewakili tingkat kekotaan dan derajat aksessibilitas yang berbeda. Pendekataan keruangan digunakan dalam penelitian ini dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ketahanan pangan rumah tangga berbanding terbalik dengan intensitas transformasi wilayah di Kabupaten Klaten. Semakin tinggi intensitas transformasi suatu desa maka semakin lemah pula tingkat ketahanan pangannya. Tingkat ketahanan pangan yang ideal terdapat di desa-desa yang berada di wilayah pinggiran kota. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah Kabupaten Klaten rentan terhadap transformasi wilayah, terutama transformasi fisik yang berhubungan dengan penyusutan luas lahan pertanian
KEBUTUHAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Saputra, Iwan Alim
Geotadulako Vol 2, No 4 (2014): Juli-Desember
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini disusun dengan mengambil lokasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana wilayah tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi akibat dari urbanisasi. Tingginya animo masyarakat untuk berinteraksi dan bahkan bertempat tinggal di DIY menimbulkan permasalahan yang kompleks, salah satunya adalah penyediaan ruang dan peningkatan kebutuhan pangan. Tujuan utama dari makalah ini adalah memproyeksikan kebutuhan luas lahan pertanian berkelanjutan, serta keterkaitannya dengan kebijakan pemerintah daerah setempat. Metode yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data sekunder yang berasal dari studi instansional lembaga terkait. Hasilnya adalah bahwa secara umum wilayah Provinsi DIY masih mencukupi dalam penyediaan lahan pertanian khususnya sawah. Namun, pertambahan penduduk terutama akibat dari urbanisasi menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal ini terkait dengan ancaman alih fungsi lahan produktif (pertanian) menjadi lahan non pertanian (permukiman, perdagangan, dan industri). Kekhawastiran tersebut telah muncul dan digambarkan pada salah satu wilayah di Provinsi DIY yaitu Kota Yogyakarta yang dari tahun awal proyeksi (2012) sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya sendiri dan hanya mengandalkan pasokan luar daerah. Beberapa masukan dalam mencegah masalah ini adalah (1) kontrol yang ketat terhadap perubahan pemanfaatan lahan melalui berbagai kebijakan dan regulasi, (2) pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pertanian, dan (3) pemerintah kabupaten perlu mengambil inisiatif untuk mempersiapkan sektor lain diluar pertanian sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan daerah (seperti di Kota Yogyakarta) sehingga antisipasi kebutuhan pangan penduduknya akan dapat dilakukan dengan baik walaupun harus membeli dari wilayah lain
INTENSITAS TRANSFORMASI WILAYAH DI KABUPATEN KLATEN Saputra, Iwan Alim
Geotadulako Vol 2, No 3 (2014): Januari-Juli
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten dengan membaginya menjadi tiga wilayah pengamatan, yaitu wilayah perkotaan, wilayah pinggiran, dan wilayah perdesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji intensitas transformasi wilayah terutama dalam pola distribusinya. Pendekataan keruangan digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pola distribusi intensitas transformasi wilayah di Kabupaten Klaten dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan akses (jalan utama). Semakin jauh wilayahnya dengan jalan utama maka intensitas transformasi akan semakin berkurang. Variasi perbedaan intensitas transformasi yang terjadi dapat dicirikan oleh kepadatan penduduk dan luas lahan non pertanian. Hasil ini sesuai dengan prinsip distance decay yang mengungkapkan bahwa akses merupakan pengaruh determinan dari perkembangan suatu wilayah
Pengaruh Aktivitas Penduduk Terhadap Kerusakan Hutan Mangrove di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Iwan Alim Saputra, Ishak &
Geotadulako Vol 3, No 6 (2015): Juli-Desember
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi luas hutan mangrove di Desa Lalombi mengalami penurunan yang disebabkan oleh aktivitas penduduk seperti konversi untuk pemukiman, perikanan, pertanian dan penebangan hutan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh aktivitas penduduk terhadap kerusakan hutan mangrove. Pengumpulan data menggunakan metode survei, dengan menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan teknik analisis inferensial (korelasi pearson product moment). Besarnya sampel penelitian ini 44 KK yang ditentukan dengan teknik sampling acak sederhana (simple ramdom sampling) yang dihitung dengan formulasi Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara aktivitas penduduk terhadap kerusakan hutan mangrove di Desa Lalombi, dengan hasil dimana rhitung (0,969)> rtabel (0,297), kemudian kontribusi pengaruh aktivitas penduduk terhadap kerusakan hutan mangrove di Desa Lalombi dengan nilai 94% dan sisanya sebesar 6% menunjukkan bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi kerusakan hutan mangrove seperti faktor alam, pencemaran perairan, dan rendahnya daya tumbuh serta gangguan ternak.