Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Kemasan Produk Estetis dan Fungsional sebagai Upaya Branding untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa Sukadana Kecamatan Pujut Lombok Tengah: Innovation of Aesthetic and Functional Product Packaging as a Branding Strategy to Increase the Market Value of MSME Products in Sukadana Village Pujut District Central Lombok Noviawan, Lalu Andika; Rispawati, Dewi; Umam, Khaerul; Sukma, Paradisa; Azhari, Muhamad
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8899

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di dusun Belar, desa Sukadana, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah melalui inovasi kemasan yang lebih estetis dan fungsional. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM Bale Olahan Kuker Patcu yang memproduksi aneka kue kering seperti kue bawang, keciput, kaliadem, kacang telur, kuping gajah, pita, pusut, dan lidah kucing. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah adanya sisa minyak pada produk yang menurunkan kualitas kemasan dan minat beli konsumen, penggunaan kemasan sederhana berbahan plastik biasa tanpa label, serta masih menggunakan stapler untuk menutup plastik kemasan. Metode pelaksanaan program meliputi lima tahapan, yaitu, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Inovasi teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan mesin peniris minyak untuk mengurangi sisa minyak pada kue kering, pemilihan bahan kemasan yang cocok untuk kue kering seperti plastik PP atau HDPE dengan model polos atau zipper stand pouch, penerapan mesin vacuum sealer untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk, serta pemberian desain label yang informatif dan profesional. Hasil kegiatan menunjukkan sisa minyak pada kue kering berkurang, kemasan yang digunakan lebih sesuai untuk kue kering, kemasan plastik tertutup lebih kuat dan rapi, serta label pada kemasan produk memberikan informasi penting bagi konsumen dan sebagai media promosi. Hasil kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kualitas produk agar penjualan meningkat dan dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan-perempuan anggota Bale Olahan Kuker Patcu.
Apakah Whoosh Merupakan Aset Publik? Literatur Review Pencatatan, Pengakuan, dan Pelaporannya Umam, Khaerul; Lalu Andika Noviawan; Feryansyah
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v13i2.633

Abstract

Proyek Kereta Cepat Whoosh merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional dengan struktur pembiayaan kompleks yang melibatkan BUMN, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan pinjaman luar negeri. Kompleksitas ini memunculkan perdebatan mengenai statusnya sebagai aset publik dalam perspektif akuntansi sektor publik. Penelitian ini bertujuan menelaah apakah Whoosh dapat dikategorikan sebagai aset publik dengan menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap regulasi akuntansi pemerintahan, standar pelaporan BUMN, teori publicness (Bozeman), serta literatur mengenai hybrid public assets. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Whoosh menjalankan fungsi pelayanan publik dan berada dalam pengawasan regulatif pemerintah, proyek ini tidak memenuhi kriteria aset publik menurut Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) karena tidak dibiayai langsung oleh APBN, tidak tercatat sebagai BMN, dan dikelola oleh korporasi (PT KCIC) yang menerapkan PSAK. Selain itu, keterbatasan akses publik akibat struktur tarif dan ketiadaan skema Public Service Obligation (PSO) menunjukkan bahwa fungsi publiknya belum bersifat universal. Dengan demikian, posisi Whoosh lebih tepat diklasifikasikan sebagai quasi-public asset atau public-oriented commercial asset, yaitu aset komersial yang mengandung elemen layanan publik namun tidak memenuhi karakteristik aset publik tradisional. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan kebijakan pelaporan aset hibrida dan perumusan kerangka tarif yang lebih inklusif untuk memperkuat akuntabilitas fiskal dan fungsi publik proyek sejenis di Indonesia.
KURIKULUM BAHASA ARAB MADRASAH IBTIDAIYAH 2019: INTEGRASI NILAI ISLAM DAN PENGUATAN KOMPETENSI 4C Jayadi, M. Irwan; Umam, Khaerul; Ridlo, Ubaid; Maswani, Maswani
Jurnal Al-Hibru Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Hibru: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/hbr.v3i1.571

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic values and the enhancement of 21st-century competencies (4C: critical thinking, creativity, communication, collaboration) within the 2019 Madrasah Ibtidaiyah Arabic Language Curriculum. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, this study examines official Ministry of Religious Affairs documents, Islamic educational theories, and relevant studies on Arabic pedagogy. The findings reveal that the 2019 curriculum embodies an integrative and transformative Islamic education paradigm, where Arabic learning focuses not only on linguistic proficiency but also on Islamic character formation and critical, collaborative thinking. The Communicative Language Teaching (CLT) approach and the use of digital technology strengthen communicative and creative dimensions in Arabic learning. However, challenges persist regarding teacher competence and limited contextual teaching materials. Therefore, strengthening teachers’ pedagogical capacity and developing Islamic value-based learning innovations are essential to achieve Arabic language education aligned with digital era demands and Islamic educational objectives.
The Relevance of Thematic Hadith Studies on Al-Rahbāniyyah to The Contemporary Issue of Singlehood Umam, Khaerul; Fudhaili, Ahmad
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 5 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.54737

Abstract

The phenomenon of singlehood has sparked debate among Muslims regarding its compatibility with religious teachings. This study uses a descriptive qualitative method by exploring thematic hadith studies based on the term al-rahbāniyyah (singlehood). Meanwhile, the approach used in this study is a theological approach (maqashid al-sunnah) elaborated with a sociological approach. The results show that even though al-rahbāniyyah is historically associated with monastic practices that are criticized in the Qur’an (57:27), thematic hadith studies offer more nuanced insights into balancing spiritual devotion and social responsibility. By analyzing hadith thematically through the keyword al-rahbāniyyah, this study successfully demonstrates how Islamic tradition navigates individual autonomy, marital obligations, and communal ethics, while also providing a critical lens for addressing the issue of celibacy in the modern era. The results of this study conclude that the thematic insights of al-rahbāniyyah encourage inclusive dialogue about celibacy, promoting flexibility in Islamic law while maintaining core ethical principles.
National Cyber Defense: Analysis of Incident Severity Factors Using a Decision Tree Fakhreja, Reyhan; Umam, Khaerul; Zahra, Kamila; Nurjiah, Imat Siti
Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v11i1.19798

Abstract

Cybersecurity became Indonesia’s national defense priority after the April 2024 ransomware attack on critical infrastructure exposed systemic vulnerabilities. Despite BSSN’s establishment, inter-agency coordination remains fragmented, and response delays persist. This study aims to identify the key determinants of cyber-incident severity and propose data-driven policy recommendations. A descriptive quantitative approach was applied to all 77 incidents recorded by BSSN from January to September 2024 a period chosen because it follows new regulatory measures introduced at the start of 2024 and includes multiple high-profile events. BSSN data were cross-referenced with Kominfo and Id-SIRTII logs (revealing an 8 percent discrepancy) to enhance validity. Preprocessing involved removing non-contributory fields, grouping by attack type, sector, and severity, converting categorical variables (Incident Type, Sector, Origin, Mitigation Measures, Response Time, Status) into factors, and stratified splitting into 80 percent training and 20 percent testing subsets. A decision tree model in RStudio (pruned with cp = 0.05) yielded 93.75 percent accuracy, validated by 10-fold cross-validation (mean accuracy 92.5 percent, SD 2.1 percent). Results show Incident Type as the strongest predictor of severity, followed by Mitigation Measures and Response Time. Attacks responded to within 24 hours seldom exceed medium severity, whereas delays over 48 hours, especially for exploits, Trojans, and malware, almost always result in critical outcomes. Additionally, incidents from the United States and Singapore disproportionately target underdeveloped infrastructure and governance sectors, increasing severity. To bolster Indonesia’s cybersecurity resilience, recommendations include: expanding secure, evenly distributed digital infrastructure; establishing and reinforcing provincial CSIRTs; enforcing uniform audit and certification standards; and integrating digital literacy into education. Ultimately, deepening ASEAN CERT integration through synchronized incident classification and real-time threat attribution will bridge national and regional defense gaps, thereby enhancing cross-border response capabilities
Penguatan Literasi Keuangan UMKM melalui Pelatihan Pembukuan Berbasis Digital pada Mitra BAZNAZ Microfinance Desa (BMD) di Desa Kediri: Strengthening MSME Financial Literacy through Digital-Based Bookkeeping Training for the Partners of BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Empowerment Program in Kediri Village Wardiningsih, Reny; Khotmi, Herawati; Umam, Khaerul; Feryansyah, Feryansyah; Dewi, Resty Yusnirmala; Putri, Dina Amalya; Solina, Eva; Ferdaus, Nadia Nuril
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10093

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan belum optimalnya penerapan pembukuan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di desa Kediri, kabupaten Lombok Barat, yang berdampak pada terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara sistematis. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam menyusun pembukuan sederhana berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui observasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, praktik, pendampingan, serta evaluasi dengan pendekatan partisipatif berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep literasi keuangan, kemampuan dalam mencatat transaksi secara lebih terstruktur, serta mulai diterapkannya pembukuan sederhana dalam kegiatan usaha. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan keuangan memberikan kemudahan dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi informasi keuangan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam penggunaan teknologi pada sebagian peserta, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan konsistensi penerapan pembukuan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pelaku usaha serta mendukung penguatan daya saing usaha secara berkelanjutan.
ASIMILASI PERUBAHAN BUNYI NASAL DAN NON-NASAL PADA BAHASA ARAB Lathifatussa’diyyah, Siti; Umam, Khaerul
Translation and Linguistics (Transling) Vol 2, No 01 (2022): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v2i01.52634

Abstract

This study describes the assimilation of nasal and nonnasal sound changes in Arabic. The sound change is the process of changing the sound caused by the presence of other sounds that are close to each other. This study aims to find phonological pattern phenomena that occur in Arabic, based on distinctive features studies. This research is a qualitative descriptive study. While the data collection method in this study is the observation method and uses note-taking techniques. The research data source is in the form of Arabic data which is contained in the Holy Qur'an. Assimilation in nasal and nonasal sounds in Arabic is known as idgham. The results showed that there are two types of assimilation of nasal sounds in Arabic, namely partial assimilation (idgham bigunnah) and complete assimilation (idgham bilagunnah). Meanwhile, the assimilation of nonnasal sounds in Arabic occurs in the reading of idgham mutaqaribain and idgham mutajanisain