Claim Missing Document
Check
Articles

Meninjau Ulang Konsep Agama dan Islam Umam, Khaerul
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 02 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i02.43302

Abstract

Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius dengan enam agama resmi: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk Islam. Keberagaman agama dipandang sebagai takdir ilahi yang harus diterima. Namun, pemahaman esensial tentang agama, khususnya Islam, sering kali kurang dipahami secara mendalam, baik oleh pemeluknya sendiri maupun masyarakat umum. Kesalahpahaman ini sering dianggap sebagai wujud ajaran Islam, meski bertentangan dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Oleh karena itu, diperlukan upaya mendalam untuk memahami kembali makna Islam secara menyeluruh. Tulisan ini bertujuan untuk mengajak umat Islam di Indonesia memahami agama Islam secara komprehensif berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan pendekatan ini, diharapkan umat Islam dapat mencerminkan nilai-nilai universal seperti toleransi, kasih sayang, dan kedamaian sesuai ajaran Islam yang sesungguhnya.
Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada UMKM Tempe Ibu Mariani di Kekalik Grisak Wardiningsih, Reny; Umam, Khaerul; Dewi, Resty Yusnirmala; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3352

Abstract

Produksi Tempe merupakah salah satu jenis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memainkan peranan penting terhadap ekonomi Indonesia. Tempe sebuah produk makanan tradisional yang diminati oleh masyarakat lokal maupun luar daerah. Di Kekalik Grisak, terdapat UMKM Tempe Ibu Mariani yang telah berkontribusi dalam memproduksi tempe sekitar 16 tahun, menghadapi tantangan dalam manajemen keuangan termasuk penyusunan laporan harga pokok produksi. Tujuan Pelaksanaan kegiatan Pendampingan adalah Pelaku UMKM Tempe mampu memahami dan menyadari pentingnya penyusunan laporan harga pokok produksi serta mampu menghitung harga pokok produksi atas usaha yang dijalankan. Metode pelaksanaan pendampingan UMKM Tempe Ibu Mariani di Lingkungan Kekalik Grisak ini terbagi menjadi 3 (tiga) tahapan: 1) observasi; 2) pelaksanaan; dan 3) evaluasi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah Pelaku UMKM Tempe Ibu Mariani dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam perhitungan dan penyusunan laporan harga pokok produksi serta pelaku UMKM berkomitmen untuk menjalankan usahanya sesuai dengan konsep yang telah diajarkan guna meningkatkan penjualan serta mengoptimalkan laba.
Inovasi Kemasan Produk Estetis dan Fungsional sebagai Upaya Branding untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa Sukadana Kecamatan Pujut Lombok Tengah: Innovation of Aesthetic and Functional Product Packaging as a Branding Strategy to Increase the Market Value of MSME Products in Sukadana Village Pujut District Central Lombok Noviawan, Lalu Andika; Rispawati, Dewi; Umam, Khaerul; Sukma, Paradisa; Azhari, Muhamad
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8899

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di dusun Belar, desa Sukadana, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah melalui inovasi kemasan yang lebih estetis dan fungsional. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM Bale Olahan Kuker Patcu yang memproduksi aneka kue kering seperti kue bawang, keciput, kaliadem, kacang telur, kuping gajah, pita, pusut, dan lidah kucing. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah adanya sisa minyak pada produk yang menurunkan kualitas kemasan dan minat beli konsumen, penggunaan kemasan sederhana berbahan plastik biasa tanpa label, serta masih menggunakan stapler untuk menutup plastik kemasan. Metode pelaksanaan program meliputi lima tahapan, yaitu, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Inovasi teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan mesin peniris minyak untuk mengurangi sisa minyak pada kue kering, pemilihan bahan kemasan yang cocok untuk kue kering seperti plastik PP atau HDPE dengan model polos atau zipper stand pouch, penerapan mesin vacuum sealer untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk, serta pemberian desain label yang informatif dan profesional. Hasil kegiatan menunjukkan sisa minyak pada kue kering berkurang, kemasan yang digunakan lebih sesuai untuk kue kering, kemasan plastik tertutup lebih kuat dan rapi, serta label pada kemasan produk memberikan informasi penting bagi konsumen dan sebagai media promosi. Hasil kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kualitas produk agar penjualan meningkat dan dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan-perempuan anggota Bale Olahan Kuker Patcu.
Apakah Whoosh Merupakan Aset Publik? Literatur Review Pencatatan, Pengakuan, dan Pelaporannya Umam, Khaerul; Lalu Andika Noviawan; Feryansyah
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v13i2.633

Abstract

Proyek Kereta Cepat Whoosh merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional dengan struktur pembiayaan kompleks yang melibatkan BUMN, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan pinjaman luar negeri. Kompleksitas ini memunculkan perdebatan mengenai statusnya sebagai aset publik dalam perspektif akuntansi sektor publik. Penelitian ini bertujuan menelaah apakah Whoosh dapat dikategorikan sebagai aset publik dengan menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap regulasi akuntansi pemerintahan, standar pelaporan BUMN, teori publicness (Bozeman), serta literatur mengenai hybrid public assets. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Whoosh menjalankan fungsi pelayanan publik dan berada dalam pengawasan regulatif pemerintah, proyek ini tidak memenuhi kriteria aset publik menurut Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) karena tidak dibiayai langsung oleh APBN, tidak tercatat sebagai BMN, dan dikelola oleh korporasi (PT KCIC) yang menerapkan PSAK. Selain itu, keterbatasan akses publik akibat struktur tarif dan ketiadaan skema Public Service Obligation (PSO) menunjukkan bahwa fungsi publiknya belum bersifat universal. Dengan demikian, posisi Whoosh lebih tepat diklasifikasikan sebagai quasi-public asset atau public-oriented commercial asset, yaitu aset komersial yang mengandung elemen layanan publik namun tidak memenuhi karakteristik aset publik tradisional. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan kebijakan pelaporan aset hibrida dan perumusan kerangka tarif yang lebih inklusif untuk memperkuat akuntabilitas fiskal dan fungsi publik proyek sejenis di Indonesia.
KURIKULUM BAHASA ARAB MADRASAH IBTIDAIYAH 2019: INTEGRASI NILAI ISLAM DAN PENGUATAN KOMPETENSI 4C Jayadi, M. Irwan; Umam, Khaerul; Ridlo, Ubaid; Maswani, Maswani
Jurnal Al-Hibru Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Hibru: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/hbr.v3i1.571

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic values and the enhancement of 21st-century competencies (4C: critical thinking, creativity, communication, collaboration) within the 2019 Madrasah Ibtidaiyah Arabic Language Curriculum. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, this study examines official Ministry of Religious Affairs documents, Islamic educational theories, and relevant studies on Arabic pedagogy. The findings reveal that the 2019 curriculum embodies an integrative and transformative Islamic education paradigm, where Arabic learning focuses not only on linguistic proficiency but also on Islamic character formation and critical, collaborative thinking. The Communicative Language Teaching (CLT) approach and the use of digital technology strengthen communicative and creative dimensions in Arabic learning. However, challenges persist regarding teacher competence and limited contextual teaching materials. Therefore, strengthening teachers’ pedagogical capacity and developing Islamic value-based learning innovations are essential to achieve Arabic language education aligned with digital era demands and Islamic educational objectives.
The Relevance of Thematic Hadith Studies on Al-Rahbāniyyah to The Contemporary Issue of Singlehood Umam, Khaerul; Fudhaili, Ahmad
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 5 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.54737

Abstract

The phenomenon of singlehood has sparked debate among Muslims regarding its compatibility with religious teachings. This study uses a descriptive qualitative method by exploring thematic hadith studies based on the term al-rahbāniyyah (singlehood). Meanwhile, the approach used in this study is a theological approach (maqashid al-sunnah) elaborated with a sociological approach. The results show that even though al-rahbāniyyah is historically associated with monastic practices that are criticized in the Qur’an (57:27), thematic hadith studies offer more nuanced insights into balancing spiritual devotion and social responsibility. By analyzing hadith thematically through the keyword al-rahbāniyyah, this study successfully demonstrates how Islamic tradition navigates individual autonomy, marital obligations, and communal ethics, while also providing a critical lens for addressing the issue of celibacy in the modern era. The results of this study conclude that the thematic insights of al-rahbāniyyah encourage inclusive dialogue about celibacy, promoting flexibility in Islamic law while maintaining core ethical principles.