Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Resolutions of Conflicts among Radical Beliefs through the Wisdom of Cultural Values Umam, Khaerul
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v6i3.21439

Abstract

This study seeks to identify a form of cultural reconciliation applied by the community to the radical belief clash between Dayak Indramayu mysticism and the Muslim community in Indramayu Regency, West Java, Indonesia. This study employed a strategy for resolving cultural conflicts by collecting data via observation and in-depth interviews with both parties. This investigation yielded multiple findings. First, the fight between Dayak Indramayu and Muslims in the Indramayu Regency is a religious dispute. The crisis began when the Indonesian Ulema Council (MUI) labelled Dayak Indramayu group as heretical. Following the labelling, Dayak Indramayu responded by criticizing Islamic religious leaders who engage in numerous unethical behaviours. Second, although this dispute affected religious leaders on both sides, it had no effect on the religious followers at the grassroots level. Thirdly, religious conflicts involving religious leaders and beliefs can naturally lessen due to the community-owned and religious leader-guided cultural framework. The author identifies this as a cultural resolution to religious problems. This study contributes to two aspects. First, as a model for resolving interfaith problems that can be replicated abroad through the application of cultural values' wisdom. Second, this idea of resolution contributes to the corpus of religious studies on the management of religious conflicts founded in radical views.
Pendampingan Penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Berbasis SIPD RI pada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Feryansyah, Feryansyah; Sayuti, Alfian; Khotmi, Herawati; Putri, Dina Amalya; Wardiningsih, Reny; Umam, Khaerul; Dewi, Resty Yusnirmala
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1651

Abstract

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang memberikan penjelasan secara detail dan menambah informasi atas laporan keuangan utama. Catatan atas Laporan Keuangan yang tersusun dengan baik dan penuh kehati-hatian agar sesuai dengan prinsip-prinsip pada Standar Akuntansi Pemerintah dan Basis SIPD RI menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah dapat dipertanggungjawabkan. Aparatur pada Sub Bagian Keuangan dan Aset Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai penyusun laporan keuangan mengalami kendala dalam penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan. Hal ini disebabkan karena adanya pergantian aparatur tanpa menggenerasikan ilmu yang dimiliki dan kurangnya pengalaman serta latar pendidikan yang tidak mendukung sehingga pemahaman terhadap penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan tidak memadai. Dalam mengatasi masalah tersebut, metode yang digunakan terdiri dari tahap persiapan yaitu mengidentifikasi SIPD RI pada Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta mengidentifikasi penguasaan dokumen pendukung penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan. Dan tahap pelaksanaan yaitu menyusun Catatan atas Laporan Keuangan Basis SIPD RI dengan data-data yang valid. Tujuan pemberian pelatihan secara aplikatif dan pendampingan secara langsung adalah untuk memberikan pengetahuan terhadap aparatur tersebut cara menyusun Catatan atas Laporan Keuangan yang baik dan benar, sehingga aparatur tersebut berhasil berdasarkan pemahaman, keterampilan, dan kemandiriannya dalam menyelesaikan penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan yang tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan.
KONSEP RUJUK NIKAH DALAM PERPEKTIF MADZHAB SYAFI’I DAN MADZHAB HANAFI Umam, Khaerul
Al-Inṣāf Vol 2 No 1 (2022): Al-Insaf - Jurnal Ahwal Al Syakhshiyyah
Publisher : Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Imam Syafi'i Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61610/ash.v2i1.23

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka yaitu menelusuri dan menelaah sumber-sumber data yang berasal dari perpustakaan yang berhubungan dengan rujuk nikah. Tipe penelitian yang dilakukan penulis adalah deskriptif analisis dan komparatif dengan menganalisa dari sumber-sumber data, dan menerangkannya kepada pembaca tentang definisi, syarat dan rukun rujuk nikah menurut Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanafi, kemudian membandingkan perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rujuk nikah menurut Madzhab Syafi’i ialah kembali pada suatu ikatan pernikahan. Sedangkan menurut Madzhab Hanafi ialah berlangsungnya suatu hak milik. Madzhab Syafi’i mengharuskan adanya Sighât. Sedangkan Madzhab Hanafi yang tidak mengharuskannya karena boleh juga rujuk nikah dengan fi’l. Perbedaan kedua madzhab dijumpai ketika rujuk nikah dilangsungkan dengan dukhûl. Madzhab Hanafi membolehkannya. Sedangkan Madzhab Syafi’i tidak membolehkannya. Apabila terjadi dukhûl maka ada konsekuensi tersendiri, seperti: mahar mitsli, idah dukhûl, dan hukuman ta’zîr. Kata kunci: rujuk nikah, sighât, dukhûl, madzhab syafi’i, madzhab hanafi
Konsep Pendidikan Islam Berbasis Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Gen-Z: Telaah Atas Kitab Tarbiyah fi Zaman al-Fitan Umam, Khaerul; Santosa, Sandi; Zakiar, Zakiar
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 01 (2025): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/rzxdd030

Abstract

The role of Islamic Religious Education is crucial in shaping the character and morality of Generation Z through the effective use of technology. Islamic Religious Education aims to develop students with strong faith (iman), piety (taqwa), and ethical behavior (akhlaq) in accordance with the teachings of the Qur'an and Hadith. This study employs a library research method, with its primary reference being Tarbiyah fi Zaman al-Fitan by Ali al-Hadadi. The book emphasizes, through various quotations, the importance of children as both a blessing and a trust, and includes a Hadith that states a righteous child is one of the deeds that continue to benefit a person after death. The study discusses the integration of various forms of technology in Islamic education, including visual, audio, audiovisual media, and the internet. The findings reveal that Tarbiyah fi Zaman al-Fitan advocates for the use of technology to make learning more engaging and efficient. Key aspects highlighted in relation to technology’s influence on Generation Z include contextual understanding, character education, inclusive approaches, digital moral education, the enhancement of soft skills, and the active involvement of parents and the wider community.
Kesetaraan Gender dalam Al-Qur'an dan Hadis: Meluruskan Pemahaman Nash Misoginis Umam, Khaerul; Bustomi, Muhammad Yazid; Maulana, Agung
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 01 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i01.41458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagimana problematika seputar bias gender yang kerap diduga terjadi akibat doktrinitasi dari Al-Qur’an atauupun Hadis. Dalam hal ini penijauan dilakukan melalui pemikiran Amina Wahid dalam bidang tafsir dan Fatima Mernissi dalam bidang Hadis. Di samping itu, sumber data yang dilampirkan pada tulisan ini berupa sumber primer yang didasarkan pada kitab hadis otoritatif dan tafsir klasik, serta didukung dengan data sekunder yang dihasilkan dari buku atau jurnal yang bersangkutan dengan melalui kajian kepustakaan. Metode penelitian pada tulisan ini menggunakan kualitatif yang berbentuk sebuah pernyataan. Kemudian, untuk menganalisis, penulis menggunakan analisis deskriptif dimana mengumpulkan data-data sesuai dengan yang sebenarnya, yang kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan inti pembahasan. Sehingga hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwaal-Qur’an maupun hadis tidak menunjukkan sikap maskulinitas atau mengagungkan satu pihak, namun Al-Qur’an dan Hadis justru ingin meninggikan derajat dan martabat perempuan. Dengan demikian nash al-Qur’an dan hadis dapat dijadikan solusi sebagai penyelesaian dalam kasus bias gender yang kerap terjadi di kalangan masyarakat.
Meninjau Ulang Konsep Agama dan Islam Umam, Khaerul
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 02 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i02.43302

Abstract

Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius dengan enam agama resmi: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk Islam. Keberagaman agama dipandang sebagai takdir ilahi yang harus diterima. Namun, pemahaman esensial tentang agama, khususnya Islam, sering kali kurang dipahami secara mendalam, baik oleh pemeluknya sendiri maupun masyarakat umum. Kesalahpahaman ini sering dianggap sebagai wujud ajaran Islam, meski bertentangan dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Oleh karena itu, diperlukan upaya mendalam untuk memahami kembali makna Islam secara menyeluruh. Tulisan ini bertujuan untuk mengajak umat Islam di Indonesia memahami agama Islam secara komprehensif berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan pendekatan ini, diharapkan umat Islam dapat mencerminkan nilai-nilai universal seperti toleransi, kasih sayang, dan kedamaian sesuai ajaran Islam yang sesungguhnya.
Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada UMKM Tempe Ibu Mariani di Kekalik Grisak Wardiningsih, Reny; Umam, Khaerul; Dewi, Resty Yusnirmala; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3352

Abstract

Produksi Tempe merupakah salah satu jenis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memainkan peranan penting terhadap ekonomi Indonesia. Tempe sebuah produk makanan tradisional yang diminati oleh masyarakat lokal maupun luar daerah. Di Kekalik Grisak, terdapat UMKM Tempe Ibu Mariani yang telah berkontribusi dalam memproduksi tempe sekitar 16 tahun, menghadapi tantangan dalam manajemen keuangan termasuk penyusunan laporan harga pokok produksi. Tujuan Pelaksanaan kegiatan Pendampingan adalah Pelaku UMKM Tempe mampu memahami dan menyadari pentingnya penyusunan laporan harga pokok produksi serta mampu menghitung harga pokok produksi atas usaha yang dijalankan. Metode pelaksanaan pendampingan UMKM Tempe Ibu Mariani di Lingkungan Kekalik Grisak ini terbagi menjadi 3 (tiga) tahapan: 1) observasi; 2) pelaksanaan; dan 3) evaluasi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah Pelaku UMKM Tempe Ibu Mariani dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam perhitungan dan penyusunan laporan harga pokok produksi serta pelaku UMKM berkomitmen untuk menjalankan usahanya sesuai dengan konsep yang telah diajarkan guna meningkatkan penjualan serta mengoptimalkan laba.
Apakah Whoosh Merupakan Aset Publik? Literatur Review Pencatatan, Pengakuan, dan Pelaporannya Umam, Khaerul; Lalu Andika Noviawan; Feryansyah
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v13i2.633

Abstract

Proyek Kereta Cepat Whoosh merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional dengan struktur pembiayaan kompleks yang melibatkan BUMN, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan pinjaman luar negeri. Kompleksitas ini memunculkan perdebatan mengenai statusnya sebagai aset publik dalam perspektif akuntansi sektor publik. Penelitian ini bertujuan menelaah apakah Whoosh dapat dikategorikan sebagai aset publik dengan menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap regulasi akuntansi pemerintahan, standar pelaporan BUMN, teori publicness (Bozeman), serta literatur mengenai hybrid public assets. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Whoosh menjalankan fungsi pelayanan publik dan berada dalam pengawasan regulatif pemerintah, proyek ini tidak memenuhi kriteria aset publik menurut Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) karena tidak dibiayai langsung oleh APBN, tidak tercatat sebagai BMN, dan dikelola oleh korporasi (PT KCIC) yang menerapkan PSAK. Selain itu, keterbatasan akses publik akibat struktur tarif dan ketiadaan skema Public Service Obligation (PSO) menunjukkan bahwa fungsi publiknya belum bersifat universal. Dengan demikian, posisi Whoosh lebih tepat diklasifikasikan sebagai quasi-public asset atau public-oriented commercial asset, yaitu aset komersial yang mengandung elemen layanan publik namun tidak memenuhi karakteristik aset publik tradisional. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan kebijakan pelaporan aset hibrida dan perumusan kerangka tarif yang lebih inklusif untuk memperkuat akuntabilitas fiskal dan fungsi publik proyek sejenis di Indonesia.
The Relevance of Thematic Hadith Studies on Al-Rahbāniyyah to The Contemporary Issue of Singlehood Umam, Khaerul; Fudhaili, Ahmad
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 5 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.54737

Abstract

The phenomenon of singlehood has sparked debate among Muslims regarding its compatibility with religious teachings. This study uses a descriptive qualitative method by exploring thematic hadith studies based on the term al-rahbāniyyah (singlehood). Meanwhile, the approach used in this study is a theological approach (maqashid al-sunnah) elaborated with a sociological approach. The results show that even though al-rahbāniyyah is historically associated with monastic practices that are criticized in the Qur’an (57:27), thematic hadith studies offer more nuanced insights into balancing spiritual devotion and social responsibility. By analyzing hadith thematically through the keyword al-rahbāniyyah, this study successfully demonstrates how Islamic tradition navigates individual autonomy, marital obligations, and communal ethics, while also providing a critical lens for addressing the issue of celibacy in the modern era. The results of this study conclude that the thematic insights of al-rahbāniyyah encourage inclusive dialogue about celibacy, promoting flexibility in Islamic law while maintaining core ethical principles.
National Cyber Defense: Analysis of Incident Severity Factors Using a Decision Tree Fakhreja, Reyhan; Umam, Khaerul; Zahra, Kamila; Nurjiah, Imat Siti
Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v11i1.19798

Abstract

Cybersecurity became Indonesia’s national defense priority after the April 2024 ransomware attack on critical infrastructure exposed systemic vulnerabilities. Despite BSSN’s establishment, inter-agency coordination remains fragmented, and response delays persist. This study aims to identify the key determinants of cyber-incident severity and propose data-driven policy recommendations. A descriptive quantitative approach was applied to all 77 incidents recorded by BSSN from January to September 2024 a period chosen because it follows new regulatory measures introduced at the start of 2024 and includes multiple high-profile events. BSSN data were cross-referenced with Kominfo and Id-SIRTII logs (revealing an 8 percent discrepancy) to enhance validity. Preprocessing involved removing non-contributory fields, grouping by attack type, sector, and severity, converting categorical variables (Incident Type, Sector, Origin, Mitigation Measures, Response Time, Status) into factors, and stratified splitting into 80 percent training and 20 percent testing subsets. A decision tree model in RStudio (pruned with cp = 0.05) yielded 93.75 percent accuracy, validated by 10-fold cross-validation (mean accuracy 92.5 percent, SD 2.1 percent). Results show Incident Type as the strongest predictor of severity, followed by Mitigation Measures and Response Time. Attacks responded to within 24 hours seldom exceed medium severity, whereas delays over 48 hours, especially for exploits, Trojans, and malware, almost always result in critical outcomes. Additionally, incidents from the United States and Singapore disproportionately target underdeveloped infrastructure and governance sectors, increasing severity. To bolster Indonesia’s cybersecurity resilience, recommendations include: expanding secure, evenly distributed digital infrastructure; establishing and reinforcing provincial CSIRTs; enforcing uniform audit and certification standards; and integrating digital literacy into education. Ultimately, deepening ASEAN CERT integration through synchronized incident classification and real-time threat attribution will bridge national and regional defense gaps, thereby enhancing cross-border response capabilities