Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Sari Gadung melalui Diversifikasi Produk Olahan Bayam Merah Rahmi Muthia; Helmina Wati; Yustin Ari Prihandini; Untung Santoso; Vina Salviana Darvina Soedarwo; Fatimah Nursandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12744

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu defisiensi gizi kronis yang banyak terjadi pada anak-anak. Salah satu cara mengatasi stunting adalah dengan pemenuhan gizi anak. Bayam merah merupakan sayuran yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk pemenuhan gizi. Bayam merah perlu mengalami diversifikasi produk olahan agar mudah dikonsumsi. Melakukan pembuatan diversifikasi produk olahan dari bayam merah untuk mengatasi stunting. Terdapat beberapa tahapan yaitu perizinan, persiapan alat dan bahan, sosialisasi diversifikasi produk olahan, pembuatan produk dan pendampingan, perencanaan kemasan dan evaluasi.  Terdapat dua produk olahan yaitu cookies dan stik bayam merah. Hasil evaluasi diversifikasi produk menunjukkan kelompok ibu PKK sangat setuju untuk produk dapat diolah secara mandiri (70%), peralatan produksi mudah digunakan (75%), kemasan yang disarankan menarik (85%) dan penggunaan sosial media untuk pemasaran dapat dilakukan mandiri (50%). Produk yang dihasilkan ibu PKK Sari Gadung berupa cookies bayam merah dan stik bayam merah yang dapat diberikan untuk pencegahan stunting. Kata Kunci: Sari Gadung, Produk, Bayam Merah, Stunting ABSTRACT Stunting is one of the chronic nutritional deficiencies that often occurs in toddlers. One way to overcome stunting is to fulfill children's nutrition. Red spinach is a vegetable that can be an alternative for fulfilling nutrition. Red spinach needs to be diversified into processed products so that it is easy to consume. To diversify processed products from red spinach to overcome stunting. There are several stages, namely licensing, preparation of tools and materials, socialization of processed product diversification, product creation and assistance, packaging planning and evaluation. There are two processed products, namely cookies and red spinach sticks. The results of the evaluation of product diversification showed that the PKK women group strongly agrees that products could be processed independently (70%), production equipment was easy to use (75%), the recommended packaging was attractive (85%) and the use of social media for marketing could be done independently (50% ). The products produced by PKK Sari Gadung are red spinach cookies and red spinach sticks which can be given to prevent stunting. Keywords: Sari Gadung, Product, Red Spinach, Stunting
Efektivitas Program Pelayanan Dan Penguatan Literasi Calon Pengantin Dan Pasangan Usia Subur (PUS) Dalam Upaya Cegah Stunting Dari Hulu Yustin Ari Prihandini; Cast Torizellia; Novian Adhipurna; Bio Putri Ayanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6925

Abstract

Masalah gizi di Kalimantan Selatan perlu di berikan perhatian lebih dikarenakan masih terdapat balita (usia 0-59 bulan) yang mengalami masalah gizi kategori sangat kurus berada pada prevalensi 3,9% di atas angka nasional yaitu 3,5% dan kategori kurus 9,2% jauh di atas angka nasional 6,7% dan kategori pendek yaitu 21,1% di atas angka nasional 19,3% dan kategori sangat pendek 12% juga di atas angka nasional 11,5%. Salah satu penyebab stunting yaitu pernikahan dini, pada 2022, data angka perkawinan anak di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ada berada pada 5 besar nasional dengan angka 10,53 %. Kelurahan Guntung Manggis adalah satu di antara kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Memiliki luas wilayah 2.150 hektar. Jumlah penduduk pada 2018 terdata sebanyak 2.568 KK. Angka perkawinan anak di kelurahan Guntung Manggis termasuk tinggi yaitu sebesar 5,6%, Pendekatan perlu dilakukan sejak dini, dari hulu memberi konseling pra nikah mencegah terjadinya stunting memberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi, termasuk persiapan psikologi dan ekonomi. Metode pelatihan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan diskusi kepada calon pengantin dan pasangan usia subur (PUS) Kelurahan Guntung Manggis tentang penyampaian materi dilakukan dengan pemberian edukasi dan penyuluhan langsung kepada calon pengantin dan pasangan usia subur
Penerapan IPTEK dalam Upaya Scale Up Penjualan UMKM Brownies melalui Diversifikasi Produk Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Ahmad Hadi Maulana; Muhammad Miftah Dinor; Yustin Ari Prihandini; Nadia Humairah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9076

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha milik perorangan. Pemanfaatan bunga telang dalam bidang pangan belum banyak dilakukan karena anyak yang belum mengetahui manfaat dari bunga telang. Hasil penjualan produk yang dilakukan oleh tim mengalami peningkatan setiap bulannya, dan dapat dilihat pada grafik berikut bahwa hasil penjualan tim sangat membantu dalam scale up penjualan mitra. Diversifikasi produk berbahan dasar dari bunga telang meningkatkan angka penjualan mitra. Berhubungan dengan meningkatnya perekonomian mitra dari hasil penjualan produk diversifikasi.
Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Ododrata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Siti Jamilah; Yustin Ari Prihandini; Sari Wahyunita
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.11623

Abstract

ABSTRAK Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dapat dimanfaatkan untuk pengobatan secara tradisional sebagai penyembuhan luka, penyakit infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari daun kirinyuh serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Uji skrining fitokimia meliputi flavonoid, alkaloid, fenol, saponin, steroid dan tanin. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan menggunakan 5 seri konsentrasi yaitu 15%, 30%, 45%, 60% dan 100% dan kontrol positif klindamisin 2µg/disk, dan kontrol negatif menggunakan Na-CMC 0,5%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.)  positif mengandung flavonoid, fenol, alkaloid, steroid, saponin, dan tanin. Hasil uji menunjukan bahwa konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60% dan 100% ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) termasuk dalam kategori zona hambat sedang dengan rata-rata zona hambat yaitu 6,41 mm; 6,86 mm; 7,16 mm; 7,97 mm; dan 9,35mm. Analisis data uji Mann Witney memiliki adanya perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dengan konsentrasi 15%, 60% dan 100% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan kategori sedang. Kata Kunci: S. epidermidis, Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.), Ekstak Metanol, Antibakteri.  ABSTRACT Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) can be used for traditional medicine as wound healing, infectious diseases and antibacterial. The purpose of this study was to determine the chemical compound content of kirinyuh leaves and to determine the antibacterial activity of methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) against Staphylococcus epidermidis bacteria. Phytochemical screening tests include flavonoids, alkaloids, phenols, saponins, steroids and tannins. Antibacterial activity testing was carried out using the well-diffusion method using 5 series of concentrations namely 15%, 30%, 45%, 60% and 100% and the positive control was clindamycin 2µg/disk, and the negative control was using 0.5% Na-CMC. The results of the phytochemical screening showed that the methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) positively contained flavonoids, phenols, alkaloids, steroids, saponins and tannins. The test results showed that the concentrations of 15%, 30%, 45%, 60% and 100% of the methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) were included in the medium inhibition zone category with an average inhibition zone of 6.41 mm; 6.86mm; 7.16mm; 7.97mm; and 9.35mm. Analysis of Mann Witney test data showed differences in antibacterial activity of methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) with concentrations of 15%, 60% and 100% against Staphylococcus epidermidis bacteria in the medium category. Keywords:  S.epidermidis, Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.), Methanol Extract, Antibacterial.
Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Rahmat Hidayat; Yustin Ari Prihandini; Nafila Nafila; Aulia Ramadhani; Adies Riyana; Dicky Septiannoor Khaira; Bandawati Bandawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.18719

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a serious global health issue caused by Mycobacterium tuberculosis. In South Kalimantan, the province ranks seventh in the number of cases, with Puskesmas Martapura 1 recording 1,364 cases of pulmonary TB in 2022. Evaluating the TB program at this health center is essential for identifying the strengths and weaknesses of program implementation. The study was conducted at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District in 2023. A qualitative research method was employed to assess the evaluation of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1. The input components of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 were found to be suboptimal. There were limitations in the examination facilities, as TCM testing could not be performed at this health center. The process components of the pulmonary TB program were also not optimal, with record-keeping and reporting, as well as cross-checking, often not conducted timely. In terms of output, while the case detection rate met the target, the conversion and cure rates did not meet the targets set by the Banjar District Health Office. The error rate at Puskesmas Martapura 1 was 1.8%. To improve the success of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District, several improvements are necessary. A weekly checklist cross-checking schedule should be established to prevent the accumulation of documents that can occur when checks are conducted quarterly. Daily record-keeping and reporting should also be implemented after patients complete their treatment to avoid report backlogs. Additionally, planning for patients who miss their treatments is essential to ensure they do not default on their medication and complete their treatment courses. Keywords: Tuberculosis, Evaluation of TB Program, TCM, Community Health Center  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global serius yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Di Kalimantan Selatan, provinsi ini menempati posisi ketujuh dalam jumlah kasus. Puskesmas Martapura 1 mencatat 1.364 kasus TB Paru pada 2022. Evaluasi program TB di Puskesmas ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif karena untuk mengetahui Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023.  Penelitian dari komponen input dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Terdapat keterbatasan fasilitas pemeriksaan TCM tidak dapat dilakukan di Puskesmas Martapura 1. Hasil dari komponen proses dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Pencatatan dan pelaporan serta Cross check sering kali tidak tepat waktu sesuai jadwal. Sedangkan output dalam program TB di Puskesmas Martapura 1 dalam angka penemuan kasus sudah mencapai target sedangkan angka konversi dan angka kesembuhan belum mencapai target yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Error rate di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar sebesar 1,8 persen. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar maka diperlukan perbaikan yaitu dengan dibuat jadwal checklist cross check setiap minggunya agar tidak terjadi penumpukan berkas jika dilakukan pertiga bulan sekali. Juga diperlukan perbaikan dengan melakukan pencatatan dan pelaporan setiap harinya setelah pasien selesai pengobatan agar tidak terjadi penumpukan laporan. Dan diperlukan pula perencanaan terhadap pasien yang mangkir dalam pengobatan agar pasien tersebut tidak mangkir dari pengobatan dan menyelesaikan pengobatannya. Kata Kunci: Tuberkulosis, Evaluasi Program TB, TCM, Puskesmas