Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGETAHUAN TENTANG PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK PRASEKOLAH Putinah, Putinah; Afriyani, Rahmalia; Fatriansari, Asih; Desvitasari, Helsy; Pahrul, Dedi; Firmansyah, M. Ramadhani; Syafei, Abdul; Apriani, Apriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28766

Abstract

Pendidikan seks merupakan bagian penting dalam mendidik anak, saat ini tidak lagi dipandang tabu memberikan informasi mengenai pendidikan seks. Namun tidak semua orangtua merasa nyaman untuk menyampaikan informasi atau menjawab pertanyaan anak mengenai pendidikan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orangtua tentang Pendidikan seks anak usia dini dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan pendekatan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh orangtua/wali anak prasekolah yang menjadi siswa di PAUD Al-Hidayah Palembang berjumlah 32 orang responden. Tehnik pengambilan sampel dengan teknik Total sampling. Analisa data dilakukan secara analisa univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pendidikan seks usia dini yang baik yaitu 22(68.8%) responden dan upaya pencegahan kekerasan seksual yang baik 21( 65,5%) lebih lanjut uji bivariat menunjukan hasil bahwa nilai p-value 0.008 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Pendidikan seks usia dini dengan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di PAUD AL-hidayah PAlembang. Disarankan kepada PAUD Al-hidayah untuk dapat menyelenggarakan kegiatn promosi kesehatan dalam bentuk edukasi tentang Pendidikan seks usia dini dalam pencegahan kekerasan seks pada anak secara terjadwal satu kali dalam satu bulan.
EDUKASI KESEHATAN PENTINGNYA SELF EFFICACY DALAM PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS Apriani; Putinah; Helsy Desvitasari; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.367

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang menjadi masalah di seluruh dunia. Pertolongan yang diberikan di lokasi kejadian merupakan bagian dari pre-hospital care yang diberikan kepada korban sebelum korban kecelakaan lalu lintas sampai di rumah sakit. Tingginya angka kematian pada korban kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan karena pemberian pertolongan pertama yang kurang tepat pada korban. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy siswa dalam pertolongan pertama kecelakaaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2022 dengan melibatkan 26 peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan self efficacy dalam pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. Kesimpulan semakin baik tingkat pengetahuan siswa, semakin baik pula self efficacy dalam melakukan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas.
EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT HIPERTENSI Abdul Syafei; Fatriansari, Asih; Putinah, Putinah; Afriyani, Rahmalia; Apriani, Apriani; Desvitasari, Helsy; Pahrul, Dedi
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i2.532

Abstract

Hipertensi merupakan jenis penyakit jangka panjang pada sistem kardiovaskuler yang merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, gagal jantung penyakit koroner, dimana peranannya diperkirakan lebih besar dibandingkan pada orang yang lebih muda. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Pentingnya edukasi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan pencegahan serta pengendaliannya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah melakukan edukasi untuk memberikan informasi tentang pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi pada masyarakat di RT 21 Kelurahan Pulokerto Gandus. Kegiatan edukasi ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab pada 19 orang peserta, hasil yang didapat dari edukasi adanya peningkatan tingkat pemahaman dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan kurang sebanyak 13 (68%) orang peserta dan setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 (79%) orang peserta. Adanya peningkatan pengetahuan pada masyarakat setelah dilakukan edukasi kesehatan tentang pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Diharapkan masyarakat terutama warga RT 21 kelurahan pulokerto dapat mengubah gaya hidup sehari-hari agar dapat mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Viyasni, Vivian Dwi; Sari, Sri Mulia; Arindari, Dewi Rury; Afriyani, Rahmalia; Putinah, Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30832

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak dikendalikan. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mudah dan aman, salah satunya terapi tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gandus. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 17 lansia dengan hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Desember 2025. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 155,53 mmHg menjadi 145,24 mmHg dan diastolik menurun dari 95,59 mmHg menjadi 80,47 mmHg dan diperoleh p-value 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan bagi puskesmas dan posyandu agar terapi tertawa dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis sebagai pendukung dalam kegiatan posyandu lansia dalam upaya promotif dan preventif.Kata kunci: Terapi tertawa, Tekanan darah, Lansia, Hipertensi. ABSTRACTHypertension was a common health problem among older adults and had the potential to cause complications if not properly controlled. In addition to pharmacological therapy, safe and simple non-pharmacological interventions were needed, one of which was laughter therapy. This study aimed to determine the effect of laughter therapy on blood pressure in older adults with hypertension in the working area of Gandus Public Health Center. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 17 older adults with hypertension who were selected using purposive sampling. The study was conducted from December 19 to 21, 2025. Blood pressure was measured before and after the intervention. Data analysis was performed using the paired sample t-test. The results showed that the mean systolic blood pressure decreased from 155.53 mmHg to 145.24 mmHg, and the mean diastolic blood pressure decreased from 95.59 mmHg to 80.47 mmHg, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it was concluded that laughter therapy had a significant effect on reducing blood pressure in older adults with hypertension. It was recommended that public health centers and integrated health posts for older adults consider laughter therapy as a supportive non-pharmacological intervention to enhance promotive and preventive health efforts.Keywords: Blood pressure, Elderly, Hypertension, Laughter therapy.   
Hubungan Supervisi dengan Penerapan Patient Safety dalam Pengurangan Risiko Jatuh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Palembang Lestari, Pia Indah; Desvitasari, Helsy; Sari, Sri Mulia; Setiawan, Setiawan; Putinah, Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30833

Abstract

ABSTRAK   Risiko jatuh merupakan masalah keselamatan pasien yang masih sering terjadi di ruang rawat inap dan berpotensi menimbulkan cedera serius, sehingga memerlukan penerapan patient safety yang optimal dengan dukungan supervisi keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Palembang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 68 perawat pelaksana melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner supervisi dan lembar observasi penerapan patient safety, dengan analisis uji Chi-Square. Hasil menunjukkan p-value = 0,004 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara supervisi dan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh. Supervisi yang baik berkontribusi terhadap konsistensi pengkajian risiko jatuh, pengamanan lingkungan, dan edukasi pasien serta keluarga. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan mengoptimalkan fasilitas keselamatan, menerapkan sistem reward zero-fall incident, dan melakukan safety briefing sebelum setiap shift untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.Kata Kunci: Supervisi, Patient Safety, Risiko Jatuh Abstract  Fall risk remains a common patient safety problem in inpatient wards and has the potential to cause serious injuries, therefore requiring optimal implementation of patient safety supported by effective nursing supervision. This study aimed to determine the relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk in the inpatient ward of Hospital X Palembang. This study used a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach, involving 68 staff nurses selected through total sampling. The research instruments consisted of a supervision questionnaire and an observation sheet for the implementation of patient safety, with data analyzed using the Chi-Square test. The results showed a p-value of 0.004 (< 0.05), indicating a significant relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk. Good supervision contributes to consistent fall risk assessment, environmental safety management, and education for patients and their families. Therefore, hospitals are recommended to optimize safety facilities, implement a zero-fall incident reward system, and conduct safety briefings before each shift to continuously improve patient safety.Keywords: Supervision, Patient Safety, Risk of Falls