Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Latihan Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Bhayangkara M.Hasan Palembang Lutfiany, Melly Triska; Dedi Pahrul; Setiawan; Asih Fatriansari; Putinah; Apriani
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i2.416

Abstract

Penderita Tuberkulosis Paru pada umumnya mengeluhkan sulit untuk bernafas akibat banyaknya sputum di saluran pernafasan yang berlebihan dan ketidaknyamanan saat akan mengeluarkan sputum. Batuk merupakan gejala paling sering ditemukan pada pasien tuberkulosis paru. Batuk efektif dapat membantu pasien mengoptimalisasi pengeluaran sputum. Tujuan penelitian ini pengaruh latihan efektif terhadap pengeluaran sputum pada penderita tuberkulosis paru. Metode penelitian ini menggunakan metode pre – eksperimental dengan pendekatan one group pre test – post test, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Hasil analisa univariat didapatkan rerata pengeluaran sputum sebelum dilakukan latihan batuk efektif adalah 2,06 ml dengan standar deviasi 0,73, kemudian rerata sesudah latihan batuk efektif adalah 3,12 ml dengan standar deviasi 0,70. Pada analisa bivariat digunakan uji parametik yaitu Paired Samples T-Test dengan hasil p-value = 0,000 < 0,05. Simpulan dari hasil penelitian ini ada pengaruh latihan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada penderita tuberkulosis paru di Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Kota Palembang. Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tersebut terhadap penderita Tuberkulosis Paru sudah baik, diharapkan kedepannya lebih ditingkatkan lagi pelayanan terutama dalam pelaksanaan latihan batuk efektif.
Analisis Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Pre Sectio Caesarea Di Rsi Siti Khadijah Palembang , Cindy Putri Aurel; Putinah; Asih Fatriansari; Latifah; Abdul Syafei
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i1.449

Abstract

Latar belakang : Di Indonesia angka kejadian sectio caesarea telah melewati batas tertinggi WHO yaitu 15,3% dari sampel 20.591 ibu yang bersalin dalam 5 tahun terakhir yang disurvei dari 33 provinsi. Sectio caesarea  yang merupakan salah satu bentuk intervensi medis terencana yang biasanya memerlukan waktu cukup lama, sehingga sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa seseorang dan dapat menyebabkan pasien mengalami kecemasan. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre sectio caesarea. Metode Penelitian : Menggunakan desain pra experimental dengan rancangan penelitian One-group pre and post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling. Jumlah responden pasien pre sectio caesarea sebanyak 12 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil Penelitian: Menunjukkan pasien pre sectio caesarea sebelum diberi teknik relaksasi genggam jari  didapatkan nilai rata-rata  yaitu 20,50 dan setelah diberi teknik relaksasi mengalami penurunan nilai rata-rata menjadi 12,58. Hasil uji statistik menunjukkan nilai P-Value adalah sebesar 0,000  ≤ α 0,05. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat ada perbedaan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre sectio caesarea di RSI Siti Khadijah Palembang.
ANALISIS KEJADIAN PRURITUS VULVAE BERDASARKAN PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI PADA MAHASISWI Putinah, Putinah; Setiawan, Setiawan
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.650

Abstract

Latar belakang: Vulvae merupakan daerah yang sensitif dan mudah terinfeksi saat menstruasi karena kuman mudah masuk dan menimbulkan penyakit saluran reproduksi. Salah satu faktor resikonya akibat hygiene menstruasi yang buruk. Kebersihan daerah genetalia terutama pada saat menstruasi sering diabaikan oleh remaja. Pengabaian tersebut dapat menimbulkan infeksi seperti priritus vulvae. Tujuan: Mengetahui hubungan personal hygiene menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada mahasiswi. Metode: Desain dalam penelitian cross sectional. Sampel adalah mahasiswi STIK Siti Khadijah dengan teknik total sampling, instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Penelitian dilaksanakan tanggal 19-26 Oktober 2020 dengan jumlah 82 responden. Uji statistik digunakan chi square. Hasil: Terdapat 40 orang (48,8%) personal hygiene mentruasi kurang dan mengalami pruritus vulvae 47 orang (57,3%). Uji statistik ada hubungan bermakna personal hygiene mentruasi dengan kejadian pruritus vulvae nilai p value=0,000 (α<0,05). Saran: Diharapkan STIK Siti Khadijah memberikan edukasi pada mahasiswi pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi saat mentruasi dalam bentuk pemberian leaflet dan pemasangan poster disekitar kampus serta kegiatan seminar kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Personal Hygiene, Pruritus Vulvae
PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Putinah; Abdul Syafei; Helsy Desvitasari; M. Ramadhani Firmansyah; Asih Fatriansari; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.389

Abstract

Maraknya kekerasan seksual pada anak masa kini merupakan issue penting yang harus diperhatikan dan diantisipasi. Upaya dalam mencegah kekerasan seksual pada adalah salah satunya melalui pemberian edukasi seks anak usia dini. Tujuan dari kegaitan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi terkait pandangan orang tua terkait Pendidikan seks usia dini serta cara pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 November 2022 pukul 09.00 WIB s/d selesai di PAUD Mutiara Hati. Kegiatan ini dihadiri para Orang tua/wali siswa PAUD sebanyak 30 orang. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi yaitu adanya peningkatan pemahaman terkait seks usia dini serta cara pencegahan kekerasan seksual dengan hasil sebelum diberikan edukasi tingkat pemahaman orang tua/wali pada kategori cukup baik sebanyak 19 (63%), sedangkan setelah diberikan edukasi tingkat pemahaman orang tua/wali meningkat pada kategori baik sebesar 24 (80%). Kegiatan ini hendaknya terus digalakkan dengan berkolaborasi antar orang tua dalam megamati dan mengawasi kegiatan anak sehari-hari.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG STATUS GIZI DALAM UPAYA PENINGKATAN PERKEMBANGAN BALITA Asih Fatriansari; Rahmalia Apriyani; Putinah; Abdul Syafei
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.428

Abstract

Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah asupan zat gizi anak dari makanan yang diberikan oleh orang tuanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi dari hasil penelitian yang didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak prasekolah usia 5 tahun. Kegiatan ini dilakukan di RT 21 Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus pada tanggal 16 November Tahun 2023 diikuti oleh 24 orang peserta. Hasil yang didapat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan peserta. Sebelum mendapat edukasi tentang status gizi rerata skor pengetahuan peserta adalah 5.90±1.136 dengan skor terendah adalah 4 dan skor tertinggi adalah 8. Setelah mendapat edukasi Kesehatan rerata skor pengetahuan peserta menjadi 7.62±0.921 dengan skor terendah adalah 6 dan tertinggi adalah 9. Perlu dilakukan peningkatan koordinasi dengan pihak kader dan puskesmas gandus dalam rangka penyelenggaraan edukasi seacra berkala minimal satu kali dalam satu bulan serta membuat poster dan bener cara pemantauan status gizi dalam upaya peningkatan perkembangan anak usia prasekolah.
EDUKASI KESEHATAN PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK Apriani; Asih Fatriansari; Putinah; Rahmalia Afriyani; Abdul Syafei; Helsy Desvitasari; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.456

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, dalam beberapa menit saja akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak. Penanganan pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada anak tersedak adalah Back blow, heimlich manuver, dan chest trust. Akan tetapi tidak semua ibu atau orang tua mampu melakukan pertolongan pertama dalam penanganan tersedak. Perlu adanya edukasi kesehatan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengimplementasian hasil penelitian untuk meningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 6 November 2023 dengan melibatkan 35 peserta penyuluhan. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalam penanganan tersedak pada anak, sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan kurang sebanyak 21 (60%) orang, baik sebanyak 14 (40%) orang. Setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan baik sebanyak 26 (74%) orang peserta dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 (27%) orang peserta. Disarankan kepada seluruh ibu khususnya ibu di Taman Kanak-Kanak Jayanti Palembang untuk selalu mengawasi dan memantau anak-anak mereka, dan dapat mengaplikasikan penanganan tersedak yang telah diajarkan, jika terdapat kasus tersedak di sekitar mereka.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN IBU DALAM MENGHADAPI KEGAWATDARURATAN KERACUNAN MAKANAN Apriani; Asih Fatriansari; Putinah; Rahmalia Afriyani; Helsy Desvitasari; Abdul Syafei; Dedi Pahrul
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.476

Abstract

makanan yang telah terkontaminasi baik oleh pathogen maupun non pathogen. Menurut World Health Organization, keracunan makanan memiliki resiko tiga kali lipat terjadi pada anak usia 1-5 tahun, maka peran seorang ibu sangat berpengaruh pada permasalahan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kegawatdaruratan keracunan makanan. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan pre and post test. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu wali murid di Taman Kanak-Kanak X Palembang dengan menggunakan total sampling sebanyak 38 orang, penelitian ini dilakukan pada 24 – 27 Juni 2024 dengan menggunakan alat penelitian berupa lembar kuesioner. Kemudian data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil didapatkan p value = 0,000 (p< 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi keracunan makanan. Diharapkan kepada Kepala Sekolah untuk dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas dalam hal pemberian pendidikan kesehatan secara terjadwal minimal 1 kali dalam satu bulan terkait masalah keracunan makanan maupun kasus kegawatdaruratan lainnya.
The Relationship Of Mobilization To Episiotomy Wound Healing In Post Partum Mothers At Palembang Ar-Rasyid Hospital Rosdiana, Meta; Putinah, Putinah
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 2 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i2.212

Abstract

Early mobilization as a prominent factor in accelerated the recovery of postoperative maternal body functions and to prevent post-surgical complications. This study aims to determine the relationship of mobilization to episiotomy wound healing in post partum mothers. This research is a quantitative descriptive study with cross sectional approach. The samples were 30 respondents with all post partum mothers treated at Ar-Rasyid Hospital Palembang. The results of the analysis found of respondents mobilized were 17 people (56.7%) and respondents experienced rapid episiotomy wound healing were 22 people (73.3%). There is a relationship between mobilization and episiotomy wound healing in post partum mothers at the Ar-Rasyid Hospital in Palembang in 2019 (ρ = 0.011).
EDUKASI PERILAKU PENCEGAHAN BALITA STUNTING DALAM PERSPEKTIF ISLAM afriyani, Rahmalia; Putinah, Putinah; Fatriansari, Asih; Apriani, Apriani; Desvitasari, Helsy; Desliyanah, Sherly; Syafei, Abdul; Pahrul, Dedi
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i1.474

Abstract

Children with stunting have low intellectual abilities, learning delays, and tend not to graduate from school on time normally. Stunting in childhood has a long-term nature that causes economic levels in the future. Stunting prevention education is important to do. The purpose of this activity was to implement research results to increase public knowledge about stunting prevention behavior in toddlers from an Islamic perspective. This activity was attended by 19 participants and was carried out on November 9, 2023. The results obtained from the educational activities were an increase in the score of stunting prevention behavior before being given education, namely 5.47 ± 1.073, while after receiving education the score of stunting prevention behavior became 8.00 ± 1.491. It was recommended that local officials improve coordination with health workers and health cadres to monitor the health behavior of residents
PELAKSANAAN KEPERAWATAN METODE TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP Helsy Desvitasari; Asih Fatriansari; Putinah; Rahmalia Afriyani; Apriani; M. Ramadhani Firmansyah; Dedi Pahrul; Abdul Syafei
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.450

Abstract

Kepuasan kerja perawat menjadi elemen penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kontribusi dan peran serta perawat dalam pelayanan sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan keperawatan berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga pasien. Tercapainya semua kebutuhan asuhan yang diperlukan tidak terlepas dari metode pelayanan yang diberikan salah satunya melalui pendekatan metode tim. Metode tim yang diterapkan dapat menciptakan sinergi antar perawat dam peningkatkan keterampilan antar tim dalam penyelesaian masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan keperawatan metode tim terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Ruang Rawat Inap. Sampel diambil dengan cara non probability dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah 64 responden. Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pelaksanaan keperawatan metode tim terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Siti Khadijah dengan nilai p value = 0,016. Diharapkan pihak RS dapat melakukan evaluasi kinerja perawat khususnya di ruang rawat inap dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama dalam aplikatif metode tim.