Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentera

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Klinik Bumi Sehat Gampong Cot Kecamatam Samatiga Kabupaten Aceh Barat Nanda Norisa; Diah Fitriyanti
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 2 (2021): Lentera, Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya anemia yang menimpa ibu hamil memberikan dampak negative terhadap janin yang di kandung dari ibu dalam kehamilan, persalinan maupun nifas yang di antaranya akan lahir janin dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), partus premature, abortus, pendarahan post partum, partus lama dan syok. Hal ini tersebut berkaitan dengan banyak faktor antara lain; status gizi, umur, pendidikan, dan pekerjaan. Seperti orang normal, ibu hamil perlu menu seimbang yaitu menu yang lengkap dan sesuai dengan tubuh butuhkan, Bedanya porsi makanan ditambah dari biasanya, agar dapat memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan anak yang dikandungnya. Gizi yang baik selama kehamilan akan membantu anda untuk tetap sehat. Kebutuhan akan nutrisi tertentu seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat pada masa kehamilan ini, namun hanya perlu sedikit tambahan energi (kilojoules). Wanita harus didorong untuk makan makanan yang bergizi dan mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal. Penelitian ini dilakukan di Klinik Bumi Sehat Gampong Cot Kecamatan Samatiga kabupaten Aceh Barat, dari 34 responden, yang tidak mengalami anemia sebanyak 18 (32%) responden, anemia ringan sebanyak 16 (68%) responden dan tidak ada responden yang mengalami anemia berat. Anemia pada ibu hamil merupakan suatu keadaan terjadinya kekurangan zat besi dalam tubuh ibu hamil di mana kadar Hb kurang dari 11 gram %. Berdasarkan hasil penelitian sebagai besar responden mengalami anemia ringan (Hb 8-11 gram %)
LITERATURE REVIEW: TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA MASA KEHAMILAN Zuraidah; Nanda Norisa; Anita
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 3 (2022): LENTERA, MEI 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual dan muntah terjadi pada 50-90% dari kehamilan pada trimester I, biasa terjadi pada pagi hari, malam hari bahkan setiap saat. Berdasarkan hasil penelitian mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Mual dan muntah memiliki dampak yang signifikan bagi tubuh dimana ibu menjadi sangat lemah, muka pucat dan frekuensi buang air kecil menurun drastis sehingga caira tubuh semakin berkurang dan darah menjadi lebih kental (hemokonsentrasi). Mual dan muntah dapat ditangani secara non farmakologi atau terapi komplementer yang mempunyai kelebihan lebih murah dan tidak mempunyai efek farmakologi. Untuk melakukan review pada beberapa literature terkait pengaruh terapi komplementer untuk mengurangi mual muntah pada masa kehamilan trimester pertama. Desain penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka. Artikel diperoleh dari penelusuran artikel penelitian ilmiah mulai tahun 2015 dengan menggunakan data base google scholar, Pubmed, Proquest dan Science Direct. Diperoleh artikel sebanyak 61 artikel kemudian dilakukan identifikasi dan screening sehingga didapatkan 20 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian inhalasi aromaterapi lemon dengan dosis 1 ml dan minuman jahe dosis 1.000-1.500 mg/hari ((±1/4 ruas ibu jari orang dewasa) untuk mengurangi mual muntah pada kehamilan trimester pertama.