Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Fostering Religious Character through the Implementation of School Culture in Pancasila Student Profiles Susanti, Atika; Darmansyah, Ady; Muktadir, Abdul
Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jurmia.v4i2.3202

Abstract

Internalization of religious values in education is a crucial aspect of shaping students' character and morals. One effective way to achieve this is through habituation activities integrated into the school culture. This research aims to describe the formation of religious character through the implementation of school culture in Pancasila student profiles. The research method used is qualitative descriptive, conducted at elementary school 44 Bengkulu City. Research subjects include the school principal, teachers, and students. Data collection instruments include observation guidelines, interview sheets, and documents. The data analysis process includes data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the religious dimension in Pancasila student profiles has been effectively implemented through school culture. This is evident in exemplary habituation policies involving both verbal and non-verbal actions such as dressing neatly, displaying politeness, being disciplined in worship, and practicing 6S (Smile, Salute, Greet, Polite, Courteous, and charity). Additionally, there are spontaneous habits such as praying before starting lessons, and the integration of intracurricular learning through subjects in the Merdeka curriculum such as Islamic Religious Education and Pancasila Education. Extracurricular activities like scouting serve as a means to embody religious values. These findings emphasize that a school culture incorporating religious values can positively contribute to the development of students' religious character
Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang pada Era Pendemi Covid 19 Umi Sumiati As; Hadi Hardiansyah; Ady Darmansyah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.122

Abstract

This study was conducted with the aim of analyzing the Learning Strategies carried out by the Al-Kautsar Islamic Elementary School Teacher in Tangerang City during the Covid 19 Pandemic Era. The research the author conducted was a qualitative research type of library research. Library research is research that is carried out by collecting data through books, journals, news, magazines, newspapers and so on, the data is collected through documentation techniques by means of reading, studying, understanding, and recording literacy related to literature. learning carried out at the Al-Kautsar Islamic Elementary School, Tangerang City. Online learning carried out through the WhatsApp Group application is in accordance with the conditions, abilities, and circumstances of students in the Al-Kautsar Islamic Elementary School, Tangerang City. Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis Strategi Pembelajaran yang di lakukan oleh Guru Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang pada Era Pendemi Covid 19. Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif jenis riset Kepustakaan (Library Research). Penelitian Kepustakaan adalah Penelitian yang dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui buku-buku, jurnal, berita, majalah, surat kabar dan lain sebagainya, data tersebut dikumpulkan melalui Teknik dokumentasi dengan jalan yang dilakukan adalah membaca, mengkaji, memahami, serta mencatat literasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang. Pembelajaran secara daring yang dilakukan melalui Aplikasi WhatsApp Group sesuai dengan kondisi, kemampuan, keadaan peserta didik di lingkungan Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang.
Analisis Makna dan Nilai Moral dalam Pantun Tradisi Sekujang: Sesuaikah Menjadi Materi Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar? Atika Susanti; Ady Darmansyah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.143

Abstract

Classroom learning should present material that is closest to students' lives, such as local culture. Meanwhile, local wisdom in the Sekujang tradition is a cultural heritage that must be taught to students. The purpose of this study is to describe the meaning and moral values in the traditional poetry of Sekujang; and the suitability of rhymes in the Sekujang tradition as learning materials for elementary school students. This type of research is descriptive qualitative. The subjects of this study were the traditional head and fifth grade teacher at elementary school 81 Seluma. The research instrument used by the researcher was in the form of interview guide sheets and documentation. The data analysis technique used in this study is the Miles and Huberman model. The results of this study explain that the Sekujang tradition has a rhyme that is rich in meaning and moral values. This Sekujang rhyme is appropriate if it is included in the material in elementary schools because there are basic competencies and Pantun and Character materials in Indonesian language learning and civics education Theme 6 (Cita-citaku), Sub-theme 1 (Aku dan Cita-citaku), Learning 1 Indonesian language and civics education subject. Abstrak Pembelajaran di kelas harus menghadirkan materi yang paling dekat dengan kehidupan siswa, seperti budaya setempat. Sementara itu, kearifan lokal pada tradisi Sekujang merupakan warisan budaya yang harus diajarkan kepada siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna dan nilai moral dalam pantun tradisi Sekujang; dan kesesuaian pantun pada tradisi Sekujang menjadi materi pembelajaran siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah ketua adat dan guru kelas V SDN 81 Seluma. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti berupa lembar pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tradisi Sekujang memiliki pantun yang kaya akan makna dan nilai moral. Pantun Sekujang ini sesuai jika dimasukan ke dalam materi di sekolah dasar karena terdapat Kompetensi Dasar (KD) dan materi Pantun dan Karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan PPKn Tema 6 (Cita-citaku), Subtema 1 (Aku dan Cita-citaku), Pembelajaran 1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan PPKn.
Interactive e-comic based on traditional games as a disaster mitigation educational media for elementary school students Ady Darmansyah; Hadi Hardiansyah; Intan Dewi Kusuma; Khaeru Nasihin; Nady Febri Ariffiando; Atika Susanti
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i3.109238

Abstract

Indonesia is a disaster-prone country; however, disaster mitigation education in elementary schools remains limited in innovation and less engaging for students. This study aims to develop an Interactive E-Comic based on traditional games as an educational medium for disaster mitigation for elementary school students. The research employed a Research and Development (R&D) method using an adapted Borg & Gall development model. The research subjects consisted of material experts, media experts, one teacher, and 30 fourth-grade students of SDN Kunciran 4 Tangerang. Data were collected through expert validation, teacher and student response questionnaires, and an effectiveness test on disaster mitigation knowledge. The validation results showed an average score of 15.5 from the material expert (very feasible category) and 11.5 from the media expert (feasible category). The teacher’s response to the media obtained a score of 74 (feasible), while students’ responses reached an average score of 15.15 (very feasible). The operational trial indicated an increase in students’ disaster mitigation knowledge, from an average pretest score of 48.20 to a posttest score of 82.50, with an N-gain of 0.66 (medium category). These findings indicate that the Interactive E-Comic based on traditional games is effective in improving students’ understanding of disaster mitigation and can serve as an engaging and contextual learning medium.
Implementasi Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di SD Plus Islamic Village Tangerang Dio Eriawandi; Ady Darmansyah; Umi Sumiati As
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.717

Abstract

Di sekolah dasar, kesulitan belajar siswa sering muncul dalam bentuk hambatan akademik maupun non-akademik, seperti kurangnya motivasi belajar, masalah konsentrasi, kesulitan memahami materi, hingga persoalan perilaku dan emosi. Kondisi ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya dibutuhkan pada jenjang SMP dan SMA, tetapi juga penting diterapkan di SD untuk membantu perkembangan dan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dasar, pelaksanaan layanan bimbingan konseling yang dijalankan oleh guru BK, serta upaya yang ditempuh guru BK dalam menangani kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian meliputi guru BK, guru kelas, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data ditempuh melalui serangkaian tahapan yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran guru BK dalam implementasinya telah membuktikan bahwa kesulitan belajar siswa tidak semata-mata dapat diatasi melalui intervensi guru BK secara langsung. Peran tersebut terwujud dalam berbagai fungsi, di antaranya sebagai fasilitator yang memanfaatkan sarana dan prasarana BK untuk mengarahkan, membimbing, serta menangani permasalahan akademik maupun non-akademik siswa, sekaligus hadir sebagai pendengar yang empatik dan responsif. Pelaksanaan bimbingan konseling hampir selaras dengan pedoman penyelenggaraan bimbingan konseling yang dapat diimplementasikan bagi sekolah dasar meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Upaya guru yang BK lakukan dapat membantu para guru kelas mengatasi kesulitan belajar dengan mendiagnosis yang mengalami kesulitan belajar, mendalami faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan belajar, mencari akar masalah dan juga mencari solusinya. Penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai inovasi atau gagasan ide bagi seluruh satuan pendidikan khususnya sekolah dasar bahwa tidak hanya tingkat SMP dan SMA yang membutuhkan kompetensi guru BK, tetapi di sekolah dasar pula sangat dibutuhkan.
The development of comic media based on Sekujang culture for elementary school students Atika Susanti; Abdul Muktadir; Ady Darmansyah
Journal of Research in Instructional Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Research in Instructional
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v5i2.642

Abstract

Elementary students' cognitive learning outcomes remain a challenge, particularly in understanding, remembering, and applying taught concepts. Low cognitive achievement is often caused by a lack of student engagement, unappealing teaching methods, and minimal use of interactive and contextual learning media. This study aims to develop and assess the feasibility of Sekujang culture-based comic media and determine its effectiveness in enhancing students' cognitive learning outcomes in Bahasa Indonesia learning. Using the R&D method with the ADDIE model, this study found that the comic media met the "very feasible" criteria based on expert assessments. The material validation scores increased from 37 and 39 in stage 1 to 55 and 58 in stage 2, while the design validation scores improved from 35 to 53 and 55. The effectiveness test using a paired t-test yielded a significance value of 0.000, indicating a significant improvement in students' cognitive learning outcomes. The experimental class achieved a gain score of 0.3756 (moderate), while the control class only reached 0.1686 (low). These findings suggest that the Sekujang culture-based comic media is an effective and engaging learning tool for Bahasa Indonesia instruction in elementary schools.
Eksplorasi Etnomatematika pada Kearifan Lokal Kerajinan Bokoa Iben Masyarakat Lebong Sebagai Sumber Belajar Literasi Numerasi di Sekolah Dasar Atika Susanti; Abdul Muktadir; Nurdin Kamil; Ady Darmansyah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.7158

Abstract

Kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satunya karena pembelajaran matematika umumnya belum dikaitkan dengan konteks budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika yang terkandung dalam kearifan lokal kerajinan Bokoa Iben masyarakat Lebong Suku Rejang serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar literasi numerasi di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengrajin lokal, dokumentasi proses pembuatan Bokoa Iben, serta kajian pustaka terkait nilai-nilai matematis dalam budaya tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan Bokoa Iben terdapat konsep-konsep matematika seperti pola berulang, simetri lipat, pengukuran, dan bangun datar dan bangun ruang yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran literasi numerasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas budaya masyarakat Lebong tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki potensi edukatif yang relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep literasi numerasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kerajinan Bokoa Iben dapat dijadikan sumber belajar yang memperkuat literasi numerasi sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian kearifan lokal.
Pengembangan LKPD Interaktif dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Hadi Hardiansyah; Umi Sumiati Asmawi; Ady Darmansyah
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78584

Abstract

Konsep LKPD konvensional yang saat ini marak digunakan disekolah dasar, nyata nya tidak banyak memberikan dampak positif terhadap hasil belajar IPA dikelas. Terlebih jika digunakan dalam pembelajaran berdifrensiasi yang menggunakan lebih dari satu metode pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti bertujuan mengembangkan LKPD Digital Interaktif berbasis Liveworksheet yang bisa digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi secara digital melalui PC maupun Smartphone. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian dan pengembangan dengan model yang dipopulerkan oleh Dick and Carey. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan tes. Hasil dari penelitian ini adalah LKPD Interaktif pada pembelajaran IPA berbasis Liveworksheet. Berdasarkan hasil analisis pre-test dan post-test, peneliti mendapati perbedaan hasil belajar yang cukup signifikan antara tahapan pre-test dan post-test dengan hasil akhir yang memuaskan. Maka dapat disimpulkan bahwa LKPD Interaktif berbasis Liveworksheet mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. 
Fostering Creativity through the Implementation of Pancasila Student Profiles in Elementary Schools Atika Susanti; Ady Darmansyah; Hadi Hardiansyah; Afar Azis Rahman
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78873

Abstract

Kreativitas menjadi keterampilan kunci dalam menghadapi tuntutan zaman yang terus berkembang. Di dunia yang terus berubah, kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif menjadi esensial bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan kreativitas melalui implementasi profil pelajar Pancasila di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data dari kepala sekolah, 1 guru wali kelas IVA, 28 siswa kelas IVA, dan 2 petugas kebersihan SDN 1 Kota Bengkulu. Data yang terkumpul dianalisis melalui proses pengumpulan data, pemadatan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini meliputi uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekolah melaksanakan kegiatan seperti (1) pembuatan eco brick dari limbah plastik yang dikeringkan, (2) pembuatan eco enzyme dari limbah organik, dan (3) kerajinan dari limbah plastik dan koran bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi profil pelajar Pancasila yang fokus pada kreativitas memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan kreatif siswa dan keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan kreatif. Temuan penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik, pengelola sekolah, dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi dan kebijakan yang efektif dalam mendorong kreativitas siswa melalui implementasi profil pelajar Pancasila.   
Analysis of Moral Repressive Actions through the Implementation of Local Customary Norms: 'Cuci Kampung' in Bengkulu City Atika Susanti; Ady Darmansyah
Heritage Vol. 5 No. 2 (2024): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v5i2.123

Abstract

This study aims to describe the moral repressive actions occurring through the implementation of Local Customary Norms and Traditions, particularly in the practice of 'Cuci Kampung' in Bengkulu City. The research seeks to comprehend how customary norms and local traditions lead to moral repressive actions within the local community. Employing a qualitative descriptive research method involving data collection through in-depth interviews with relevant parties, participatory observations, and documentation analysis of narratives depicting the execution of 'Cuci Kampung' and its impact on individuals and communities. Subsequently, the data was cross-checked to ensure accuracy. Data sources included local customary leaders and religious figures in the Pondok Besi neighborhood. Analysis was conducted using the Miles and Huberman approach, involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings highlight the complexity of the relationship between local traditions, the customary norms of 'cuci kampung,' and moral repressive actions. The study discovered that the implementation of Local Customary Norms and Traditions, such as in the practice of 'Cuci Kampung,' could become a powerful mechanism for social control. However, it often imposes moral pressure on individuals not entirely in line with the existing norms, resulting in internal and external conflicts. This study provides deep insights into how customary norms and local traditions can influence moral repressive actions within a community. The implications of these findings underline the necessity for a balance between preserving local traditions, individual rights, and safeguarding the plurality of moral values within a society.