Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENCEGAH COVID-19 Ersila, Wahyu; Dwi Prafitri, Lia; Budiarto, Eka; Khuzaiyah, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 14, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v14i1.756

Abstract

Model Pendampingan Posyandu Remaja PASHMINA (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah) oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah Khuzaiyah, Siti; Susiatmi, Sandi Ari; Muthoharoh, Ainun; Widiyastuti, Windha
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.7656

Abstract

Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) adalah salah saJu program Nasyiatul Aisyiyah yang menargetkan kelompok remaja sebagai sasarannya. Dalam rangka meningkatkan jumlah layanan PASHMINA di Indonesia, diperlukan adanya pendampingan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan/atau Aisyiyah (PTM/A). Salah satu Pimpinan Daerah  Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) yang semangat menyelenggarakan PASHMINA namun belum dilaksanakan secara optimal adalah PDNA Kab. Pekalongan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi 11 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah, khususnya di Kabupaten Pekalongan agar dapat menyelenggarakan kegiatan PASHMINA secara mandiri dan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian pelatihan kepada kader dan motivator, pendampingan praktik pemberian layanan PASHMINA, evaluasi pasca layanan, pemberian pinjaman alat PASHMINA, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa sebanyak 8 (73%) Cabang Nasyiatul Aisyiyah di Kab. Pekalongan dapat melaksanakan kegiatan PASHMINA secara mandiri. Selain itu, pengetahuan kader dan motivator PASHMINA di Kab Pekalongan tentang kesehatan reproduksi remaja, psikologi remaja, dan tentang PASHMINA menunjukkan juga cukup dan baik. Kegiatan pendampingan seperti ini diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh PTM/A di Indonesia kepada Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah di daerahnya, sehingga akan semakin banyak pusat layanan PASHMINA yang diselenggarakan oleh Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah di Indonesia. Semakin banyak layanan PASHMINA, maka akan semakin banyak remaja yang mendapatkan layanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas remaja di Indonesia.
Peningkatan Keterampilan Ibu dalam Melakukan Pijat Bayi melalui Kelas Pijat Bayi oleh Certified Infant Massage Insstructure (CIMI) Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah anugerah besar bagi orangtua. Setiap orangtuamenginginkan agar anaknya dapat tumbuh berkembang menjadianak yang sehat, kuat dan cerdas. Berbagai upaya dilakukan olehorangtua untuk mewujudkan anak yang sehat. Salah satu upaya yangdapat dilakukan oleh orangtua kepada anaknya semenjak anak lahiradalah dengan melakukan pijat bayi. Pijat bayi adalah sentuhan khasyang dilakukan kepada bayi yang bertujuan merangsangpertumbuhan dan perkembangan bayi. Pijat bayi meurpakankombinasi antara pijat, refkesologi dan yoga. Pijat Bayi yangdilakukan oleh orangtua kepada anaknya memiliki manfaat yangcukup besar. Namun, kondisi Saat ini menunjukkan bahwa pijat bayibelum tersosialisasikan dengan baik dan orangtua belum mampumelakukan pijat bayi secara benar kepada bayinya. Pada kegiatanpengabdian masyarakat ini bidan bersertifikat CIMI (Certified InfantMassage Instructure) dari IAIM (International Ascociation of InfantMassage) melaksanakan kelas pijat pijat bayi untuk para orangtua diKecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Kelas pijat bayidiikuti oleh 10 (sepuluh) ibu yang memiliki bayi usia 1- 12 bulan.Kelas pijat bayi dilaksanakan sebanyak 5 sesi (5x pertemuan). Hasilevaluasi terhadap para orangtua pada akhir sesi menunjukkanbahwa 100% orangtua dapat melakukan pijat bayi dengan benarkepada anaknya. Sebagian besar orangtua mengatakan sennagmengikuti kelas pijat bayi. keramahan dan ketelitian instruktur pijatbayi (CIMI) selama proses kelas pijat bayi akan sangat membantupara orangtua dalam belajar mempraktikkan ilmu pijat bayi.
KARAKTERISTIK IBU NIFAS YANG BERPANTANG MAKANAN Kristiyanti, Rini; Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantang makanan bagi ibu nifas dapat menimbulkan masalah kesehatan, sering ibu-ibu yang menyusui anak-anaknya kelihatan pucat, lesu dan kurus. Hal ini merupakan tanda bahwa makanan yang dikonsumsi tidak cukup yang akan membawa pengaruh buruk kepada ibu dan bayinya. Kebiasaan berpantang tidak hanya terhadapan salah satu makanan tetapi juga pola makan, dimana mulai menjelang malam sampai dengan pagi hari ibu nifas tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan. Kebiasaan berpantang makanan tersebut sulit dirubah karena sudah melekat pada diri masyarakat secara turun- temurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu nifas yang berpantang makanan meliputi usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik untuk menggambarkan usia, pendidikan, pekerjaan, kesulitas memberikan ASI, jenis kelamin anak, paritas dan alasan berpantang ibu ifas yang berpantang makanan dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling di wilayah Puskesmas Kedungwuni I dan II Kabupaten Pekalongan. Hail penelitian menunjukkan sebagian besar responden dalam rentang usia sehat sebesar 76,5%, lebih dari separuh responden berpendidikan SMP (58,8%), hampir separuh responden 47,1% tidak bekerja, lebih dari separuh multipara (64,7%), lebih dari separuh anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki (58,8%), masih ada sebagian kecil yang kesulitan memberikan ASI (29,4%), masih ada sebagian kecil ibu yang tidak yakin terhadap kemampuan ASI memenuhi nutrisi pada 6 bulan pertama (23,5%) dan lebih dari separuh (52,9%) ibu berpantang sudah mengetahui gizi ibu nifas tetapi takut terhadap orangtua. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat melakukan pendekatan secara interpesonal kepada ibu dan khususnya keluarga sehingga dapat menghilangkan kebiasaan berpantang makanan selama masa nifas.
Gambaran Pengetahuan tentang Stunting dan Sikap Ibu dalam Mencegah Stunting Kristiyanti, Rini; Khuzaiyah, Siti; Susiatmi, Sandi Ari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting saat ini menjadi masalah dunia. Angka stunting di dunia pada tahun 2000 sebesar 32,6%. Pada 2017, angka ini turun hingga 22,2% dimana 55% nya berasal dari Asia dan sebanyak 39% tinggal di Afrika. Dari 83,6 juta balita stunting di Asia, proporsi terbanyak berasal dari Asia Selatan sejumlah 58,7% dan proporsi paling sedikit di Asia Tengah sejumlah 0,9%. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan tentang stunting dan sikap ibu dalam mencegah stunting. Penelitin ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana mengambil populasi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pekalongan. Teknik pengambilan sampel dengan simpel random sampling dimana didapatkan sampel sejumlah 50 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan spearman rank. Analisis univariate digunakan untuk mendapatkan distribusi persentase data. Hasil penelitian lebih dari separuh (54%) ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan lebih dari separuh ibu hamil memiliki sikap baik dalam pencegahan stunting (54%). Simpulan penelitian ini lebih dari separuh ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan sikap yang baik dalam mencegah stunting.
Anxiety Of Mothers Who Have Toddlers During The Covid-19 Pandemic Khaqiqi, Kharishma; Chabibah, Nur; Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The threat of COVID-19 is not only for adults but also for children. The COVID-19 pandemic has a psychological effect, a heavy stressor for mothers who have children. The purpose of this study was to look at the anxiety of mothers who have toddlers during the COVID-19 pandemic and the factors that influence it. The method used is descriptive quantitative exploring the anxiety of mothers who have health toddlers. The sample size in this study was 107 mothers who had children from 0 months to 5 years of age. This anxiety questionnaire was prepared by modifying the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Data collection was carried out by distributing google forms via WhatsApp groups to eight-village toddler classes in the Pekalongan Regency area. The results showed that mothers who had toddlers felt very heavy anxiety (51.4%) due to the covid-19 pandemic. This level of anxiety is related to the mother's working status (-0.0153) and the age of the youngest child (0.0326). This study concludes that the anxiety of mothers who have toddlers is very high due to the covid-19 pandemic. The level of anxiety is influenced by the status of working mothers and the age of the youngest child. The smaller the age of the child, the higher the mother's anxiety about the health of the toddler. Therefore, the role of health workers in providing accurate and fast information during a pandemic is very significant in reducing the level of anxiety for mothers who have toddlers. The role of health workers in providing accurate and fast information during a pandemic is very significant in reducing the level of anxiety for mothers who have toddlers.
Hubungan Antara Usia, Tingkat Pendidikan Dan Pekerjaan Wanita Usia Subur Dengan Pengetahuan Perawatan Pada Masa Kehamilan, Nifas dan Bayi Baru Lahir Suparni, S; Zuhana, Nina; Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kematian maupun kesakitan pada ibu dan anak sesungguhnya tidak terlepas dari faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan dalam masyarakat dimana mereka berada. Disadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab-akibat antara makanan dan kondisi sehat-sakit, kebiasaan dan ketidaktahuan, seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan reproduksi ibu dan kesehatan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, tingkat Pendidikan dan pekerjaan wanita usia subur dengan pengetahuan mengenai perawatan selama masa kehamilan, masa nifas dan bayi baru lahir. Penelitian ini bersifat analitik. Populasi penelitian ini adalah Wanita usia subur dengan usia 15-49 tahun. Teknik pengambilan sampel dengan tabel Krejcie dan Morgan didapatkan jumlah 127 wanita usia Subur di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan anatar usia dengan pengetahuan dengan nilai p value 0,001. Ada hubungan anatar tingkat Pendidikan dengan nilai p value 0.002 dan ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan Wanita usia subur dengan nilai p value 0,002. Tenaga Kesehatan hendaknya memberikan saran pada wanita yang hendak hamil untuk meningkatkan pengetahuannya agar dapat menjalani kehamilan sampai persalinannya dengan sehat dan merawat bayinya dengan baik.
The impact of strengthening fiqh learning in the department of islamic education through integrating health sciences Nurkhamidi, Aris; Khuzaiyah, Siti; Widodo, Syukri Fathuddin Ahmad
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v23i1.59185

Abstract

Students majoring in Islamic Education at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training are expected to be competent in understanding and teaching Islamic Religious Education subjects in schools. Among the Islamic Religious Education materials in schools is the Fiqh of worship. Based on field studies, religious fiqh lectures are carried out with a pure fiqh approach. Fiqh lectures have not been integrated with other relevant sciences and disciplines, such as health sciences. This research and development (R&D) aimed to examine the impact of integrated learning between Fiqh and health science on the students. This study was research and development combining the concept of religious fiqh lectures with the health sciences aspect. The respondents were students in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training.  The results showed that integrating Fiqh and Health sciences has positive impacts, namely: (1) increasing student motivation and attention in lectures, (2) increasing mastery of fiqh material from the point of view of health sciences, and (3) improving the readiness of students in pursuing the profession of Islamic religious educators in schools. Three methods that could possibly implement the design of strengthening Fiqh learning with health sciences were (1) Lectures with a single lecturer, (2) lectures with team teaching lecturers, and (3) lectures with additional classes specifically for health sciences (Special session). Integrating fiqh subjects with health sciences could be taken into account, as it might benefit the student's competence in mastering fiqh science on a broader view.
The Influence of Socioeconomic Factors on Maternal Health Promotion Strategies in Rural Pekalongan District, Central Java Suparni, Suparni; Ersila, Wahyu; Isyti’aroh, Isyti’aroh; Aisyah, Risqi Dewi; Khuzaiyah, Siti; Andrianirina, Rhino
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.91-98

Abstract

Background: In 2020, Indonesia’s maternal mortality rate (MMR) was 189 per 100,000 live births, well above the SDGs target of 70. High-risk pregnancies significantly contribute to maternal deaths, especially in rural areas with socioeconomic challenges. Disparities in education, income, and healthcare access influence pregnant women’s health-seeking behaviors. ObjectiveThis study aimed to examine the relationship between socioeconomic determinants and pregnancy risk and to develop an evidence-based, community-focused health promotion model that addresses these socioeconomic factors in rural settings. Methods: A cross-sectional study involved 130 pregnant women in the Puskesmas Tirto 1 area, Pekalongan Regency, Central Java. Data collection used structured questionnaires, analyzed via binary logistic regression. A theoretical framework guided community-based health promotion recommendations. Results:  The analysis revealed that age, parity, education, and income collectively affected pregnancy risk (p=0.033). Individually, only income had a significant effect (p=0.039; Exp(B)=0.380; 95% CI: 0.150–0.962), indicating higher income reduces high-risk pregnancy likelihood. Age, parity, and education were not significant predictors. Conclusion: Economic factors are the strongest predictors of pregnancy risk among the variables studied. Maternal health programs in rural areas should incorporate socioeconomic-based strategies through community empowerment, improved healthcare access, and targeted health education.
Pertama Mendengar, Terakhir Dilatih: Analisis Jalur Peran Bidan dalam Kesehatan Mental Perinatal di Indonesia Maulina, Rufidah; Khuzaiyah, Siti; Setyaningrum, Agustina Catur; Sari, Atriany Nilam; Novika, Revi Gama Hatta; Wahidah, Nurul Jannatul; Nurhidayati, Siti; Maulida, Luluk Fajria; Tursina, Elsa
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i2.1330

Abstract

Background: Perinatal mental health disorders significantly contribute to maternal and neonatal morbidity, particularly in low- and middle-income countries (LMICs) such as Indonesia. Midwives, as frontline maternal healthcare providers, are uniquely positioned to screen for and support women experiencing mental health disorders. However, their involvement remains limited due to systemic, educational, and institutional barriers. Purpose: This study aims to understand the factors influencing midwives' knowledge and utilization of perinatal mental health screening services in Indonesia. Methods: A secondary analysis was conducted using cross-sectional data from an online survey of 300 midwives across Indonesia between June-August 2024. Variables included demographic characteristics, training experience, access to mental health resources, screening knowledge, and utilization behavior. Descriptive statistics and path analysis were used to examine direct and indirect influences on screening utilization. Results: Despite an average of 15 years of clinical experience, only 9.7% of midwives had used mental health screening tools. Just 8.7% had received formal mental health training, and only one-third had access to relevant guidelines. Screening knowledge was significantly predicted by access to structured information sources (β = 1.42; p < 0.001) and directly influenced screening utilization (β = 3.05; p < 0.001). Indirect factors, such as duration of service or interest in training, had no significant effect. Public health outreach and structured training improved access to learning materials. Conclusion: Despite strong interest among midwives, gaps in training, resources, and institutional support hinder effective mental health screening. Strengthening structured training programs and improving access to information are essential steps toward empowering midwives in perinatal mental health care. However, as most participants were from Western Indonesia, these findings should be interpreted with caution, and future studies should include broader geographic representation to better capture the national context