Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MEDIA KREATIF WALISONGO DALAM MENYEMAI SIKAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI JAWA Fadli, Failasuf
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v10i2.5062

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah menemukan rumusan teoritik mengenai media kreatif melalui kajian karya-karya kreatif Walisongo yang berupa media seni budaya tradisional wayang, dokumen hasil karya budaya dalam bidang arsitektur dan dokumen sejarah Walisongo dalam kontek toleransi. tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menemukan model penanaman toleransi Walisongo terhadap masyarakat di Jawa. Mengingat di Pulau Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya, corak masyarakatnya yang majemuk, baik dari sisi bahasa, budaya, agama, dll. Sehingga rawan terjadi konflik yang terjadi pada masyarakat beragama,  karena adanya kesalahpahaman atau kurangnya kesadaran beragama sehingga menyebabkan banyak terjadi konflik antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode analisis kritis terhadap naskah naskah dan objek kajian tentang karya Walisongo. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat Jawa pada zaman Walisongo dengan media wayang dan masjid dapat hidup rukun antara satu suku dengan yang lainnya, dapat hidup damai antara satu gama dengan agama lainnya, saling menghormati dan tidak membuat sakit hati kepada sesama makhluk Tuhan.
KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN DINASTI ABBASIYAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ABAD KE-21 Zidan, Alaika Akmal; Subhi, Muhamad Rifa’i; Haryati, Tri Astutik; Anekasari, Rahmi; Fadli, Failasuf
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan Dinasti Abbasiyah dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) abad ke-21. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa pada masa Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat, tidak hanya dalam aspek keagamaan (naqliyah), tetapi juga ilmu pengetahuan rasional (aqliyah), seperti matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Sistem pendidikan yang komprehensif dan inklusif tersebut mendukung pengembangan intelektual dan spiritual, yang memungkinkan ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Farabi untuk memberikan kontribusi besar dalam bidang sains dan keagamaan sehingga masih sangat perlu untuk dikontekstualisasikan pada pembelajaran PAI abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam penelitian kepustakaan (library resreach). Sumber data yang digunakan berasal dari artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Abbasiyah, seperti keterbukaan terhadap ilmu luar, toleransi, rasionalitas, moderasi, serta integrasi ilmu agama dan sains, sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Islam abad ke-21. Pendekatan ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, moderasi beragama, dan akhlak mulia dalam kalangan siswa. Oleh karena itu, kontekstualisasi pendidikan Abbasiyah menjadi langkah strategis untuk merancang kurikulum dan metode pembelajaran PAI yang lebih adaptif dan solutif terhadap kebutuhan zaman dan tantangan global.
PENDEKATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG SISWA DI ERA DIGITAL: STUDI KONTEKSTUAL DI PONDOK TAHFIDZ AL-FATAH KURIPAN LOR: Islamic Religious Education Approach Towards Deviant Behavior Of Students In The Digital Era: A Contextual Study At The Al-Fatah Tahfidz Boarding School, Kuripan Lor Widiyanto, Urip; Fadli, Failasuf
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2025): edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/17ec8p90

Abstract

The digital era has a significant impact on the behavioral development of adolescents, including students in Islamic educational institutions. Unlimited access to information technology often triggers deviant behavior such as gadget addiction, a decline in manners, and the erosion of Islamic values. This study aims to examine relevant Islamic Religious Education approaches to addressing student deviant behavior in the digital era, with a contextual focus on the Al-Fatah Islamic Boarding School in Kuripan Lor. Using a library study method, data was obtained from various relevant scientific literature. The study results indicate that exemplary behavior, habituation of pious deeds, and a psychological-religious approach are highly effective in fostering student character in the digital era. The implementation of these approaches at Al-Fatah Islamic Boarding School has proven effective in strengthening students' spiritual values and minimizing the negative influence of digital media. This study supports the important role of Islamic Religious Education teachers as spiritual guides and moral role models in facing the challenges of the times.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Bagian-Bagian Daun dan Fungsinya Mariani, Mariani; Rahadian Dyah Kusumawati, Putri; Abdullah, Zuhair; Kamal, Rahmat; Fadli, Failasuf
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/g9axvj18

Abstract

Rendahnya hasil belajar salah satunya bisa disebabkan oleh rendahnya keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) keaktifan peserta didik diharapkan dapat meningkat sehingga hasil belajar juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui proses penerapan model PBL dalam meningkatkan pemahaman bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya bagi peserta didik; 2. Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya melalui model pembelajaran PBL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Langkah-langkah dalam penelitian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang menjadi sebuah siklus kegiatan penelitian. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV yang berjumlah 18 orang. Hasil penelitian ini yaitu terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus II. Data hasil belajar pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 86 yang masuk pada kategori baik. Sebanyak 94% peserta didik dinyatakan tuntas dan 6% tidak tuntas berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Kontekstualisasi Konsep Pendidikan Pada Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pendidikan Modern Ayu Amalia Insani; Mochammad Iskarim; Failasuf fadli
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.201

Abstract

Konsep pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin dan pendidikan modern dapat dikontekstualisasikan dengan mempertimbangkan perbedaan sistem, metode, dan filosofi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkontekstualisasikan konsep pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin dengan pendidikan modern melalui pentingnya pendidikan ajaran Islam, pembentukan karakter, dan keterlibatan masyarakat. Selain itu pendidikan modern juga dapat mengambil manfaat dari memasukkan ajaran dan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum pendidikan yang ada. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Validitas data yang digunakan dengan meninjau sumber-sumber relevan, termasuk jurnal terakreditasi, artikel ilmiah dan buku-buku terkait. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin sangat penting dan berimplikasi pada pendidikan modern. Hal ini dibuktikan dengan kurikulum merdeka pada konsep pendidikan modern di adopsi dari konsep pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk mengadopsi konsep pendidikan yang ada. Karena kontekstualisasi konsep pendidikan tersebut dapat memberikan wawasan berharga bagi pendidikan modern dengan menekankan ajaran dan nilai-nilai Islam, mengedepankan pembelajaran berbasis masyarakat serta dapat menjawab tantangan dunia pendidikan pada era modern ini.
Urgensi Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Fenomena Intoleransi Antar Umat Beragama Karimah, Abidatul; Fadli, Failasuf
Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : LP3M STAI Ibnurusyd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the implementation of tolerance by people who live amongdiversity in a country. Tolerance is the most appropriate attitude in dealing with various kinds ofdifferences that exist, this attitude will also create peace and harmony among people. Indonesia is alarge country rich in diversity of religions, ethnicities, cultures and regional languages. However, withthese differences, the attitude of its citizens is even wrong. Communities that used to prioritizetogetherness and harmony, now tolerance has turned into individualism and the loss of mutual respectfor fellow citizens. Of course, this trait is very detrimental and contradicts our motto, namely the mottoBhinneka Tunggal Ika, which means that although we are different, we are still one. This differenceshould create a spirit of unity that we have and need to protect and be able to make the nationstronger because it is able to live side by side with all the diversity and differences in it. The importantrole of Islamic Religious Education is in realizing and fostering the spirit of unity and unity of theIndonesian nation by providing an understanding of togetherness that we must protect as people ofGod Almighty and as the duty of Indonesian citizens.