Claim Missing Document
Check
Articles

Post-Power Syndrome Anggota PWRI Tinjauan Dukungan Keluarga dan Keterlibatan dalam Organisasi Sosial Safira, Cristin Dwi Ardelia; Utami, Adnani Budi; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9919

Abstract

This study aims to find the relationship between family support and the tendency of post power syndrome and compare individuals involved in the organization with those who are not involved. This research method uses a quantitative approach with purposive sampling technique involving 50 respondents of PWRI branch X members in Mojosongo, Surakarta. The results of data analysis showed a negative correlation between family support and the tendency of post power syndrome, which means the higher the family support, the lower the tendency of post power syndrome. There is no difference between individuals involved in the organization and those not involved in the organization. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara dukungan keluarga dengan kecenderungan post power syndrome dan membandingkan individu yang terlibat dalam organisasi dengan yang tidak terlibat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 50 responden anggota PWRI ranting X di Mojosongo, Surakarta. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif antara dukungan keluarga dan kecenderungan post power syndrome, yang berarti semakin tinggi dukungan keluarga, semakin rendah kecenderungan post power syndrome. Tidak ada perbedaan antara individu yang terlibat dalam organisasi dan yang tidak terlibat dalam organisasi.
Adanya Keterkaitan Antara Perhatian Orangtua Dengan Kemandirian Belajar Anak Andriyani, Silvia; Utami, Adnani Budi; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9929

Abstract

This study aims to determine whether there is a relationship between parental attention and children's learning independence at Ana Maritim Elementary School. The population of this research was 62 students of class IV, V, and VI. Using the subject of students in grades IV, V, and VI to find out whether grades IV, V, and VI have independent learning. Data analysis techniques in this study used IBM Statistics version 25 for windows. The results of the Spearman Rho non-parametric correlation test obtained a correlation coefficient of 0.399 with a significance level of 0.001 (<0.01). From the results of the correlation test in this study, it can be concluded that there is a positive correlation with the level of a strong relationship between the variables of parental attention and children's learning independence. This has the meaning that the higher the parental attention, the higher the child's learning independence and vice versa if the lower the parental attention, the lower the child's learning independence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara perhatian orang tua dengan kemandirian belajar anak Di SD Ana Maritim. Populasi penelitian ini adalah Siswa/i kelas IV, V, dan VI sebanyak 62 orang. Memakai subjek siswa kelas IV, V, dan VI untuk mengetahui apakah pada rentang kelas IV, V, dan VI telah memiliki kemandirian belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM Statistic versi 25 for windows. Hasil uji korelasi teknik non- parametric Spearman Rho dengan diperoleh koefisien korelasi 0,399 dengan taraf signifikansi 0,001 (<0,01). Pada hasil uji korelasi penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwasannya terdapat korelasi yang positif dengan tingkat hubungan yang kuat antara variabel perhatian orangtua dengan kemandirian belajar anak. Hal tersebut memiliki makna bahwasannya semakin tinggi perhatian orangtua maka akan semakin tinggi kemandirian belajar anak begitu juga dengan sebaliknya jika semakin rendah perhatian orangtua maka akan semakin rendah kemandirian belajar anak.
Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Academic Burnout Pada Mahasiswa Yang Mengikuti Organisasi Dyantari, Alci; Utami, Adnani Budi; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9948

Abstract

This study has a goal, namely to understand the correlation between self-efficacy and academic burnout for each student as they are participating in an organization. The participants involved were students who were active in organizational activities at the University of 17 August 1945 Surabaya. In addition, researchers took data by using a purposive sampling method. The research subjects totaled 127 students. The data analysis method uses a statistical program (SPSS 22.0 for windows). The analysis technique used is the correlation analysis technique for the product moment. Based on the results, it can be seen that the coefficient on the correlation is -0.718 with a value that is classified as significant, namely 0.000 (p ≤0.05). Thus, the related hypothesis that has a negative correlation between self-efficacy and academic burnout for each student can be accepted. This explains that there is a significant negative correlation between self-efficacy and academic burnout, where the higher the level of self-efficacy, the lower the level of academic burnout for every student who is participating in an organization. on the other hand, if the lower the level of self-efficacy, the greater the level of academic burnout for each active student who participates in an organization. Penelitian ini memiliki tujuan yakni guna memahami korelasi antara self efficacy dan academic burnout terhadap setiap mahasiswa sebagaimana yang sedang mengikuti organisasi. Partisipan yang terlibat yakni mahasiswa yang sedang aktif dalam kegiatan organisasi lingkup Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Selain itu, peneliti mengambil data yakni dengan menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 127 mahasiswa. Metode analisa data menggunakan program statistika (SPSS 22.0 for windows). Adapun teknik analisis yang dikenakan yakni mengenakan teknik analisis korelasi terhadap product moment. Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwasannya dari koefisien terhadap korelasi -0,718 dengan nilai yang tergolong signifikan yakni sejumlah 0,000 (p ≤0,05). Demikian, hipotesis terkait yakni memiliki korelasi negatif antara self efficacy dan academic burnout terhadap setiap mahasiswa dapat diterima. Hal ini sebagaimana menjelaskan bahwasannya adanya korelasi yang tergolong negatif secara signifikan antara self efficacy serta academic burnout, dimana jika makin tinggi tingkatan self efficacy maka makin rendah juga tingkat academic burnournya bagi setiap mahasiswa yang sedang mengikuti organisasi. adapun kebalikannya, jika makin rendah terhadap tingkat self efficacynya dengan begitu makin besar juga tingkat dari academic burnout masing-masing mahasiswa aktif yang mengikuti organisasi.
Dating Violence dan Kecenderungan Self Injury Pasangan Berpacaran Astuti, Dara Nugrahaning; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10443

Abstract

Individuals experiencing violence in romantic relationships are not limited to women alone; men also experience dating violence. This study aims to analyze the relationship between dating violence and the tendency for self-injury in early adults who are dating. This research falls under quantitative research, with 135 respondents included as subjects. The sampling technique used is purposive sampling, and the analysis employs the Pearson Product Moment correlation test. The results of this study indicate a significantly negative relationship between dating violence and self-injury in dating couples. Based on the research findings and discussions conducted, there is a highly significant negative relationship between dating violence and self-injury in dating couples. This means that the lower the dating violence in dating couples, the higher the tendency to engage in self-injury, and vice versa.
Kecemasan memilih pasangan hidup pada dewasa awal : Bagaimana peranan kontrol diri? Nurdianti, Fatimah Nova Dwi; Utami, Adnani Budi; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10548

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-concept and anxiety about choosing a life partner in early adulthood in Kanor sub-district, Bojonegoro district. The hypothesis proposed is that there is a negative relationship between self-concept and anxiety about choosing a life partner in early adulthood in Kanor sub-district, Bojonegoro district. This research uses quantitative correlational methods. The research was conducted on 173 respondents with an age range of 30-40 years who live in Kanor sub-district, Bojonegoro district. The data obtained was then analyzed using the Product Moment technique with the help of SPSS 25 For Windows. The results of the research show that the hypothesis is accepted that there is a negative and significant relationship between self-concept and anxiety about choosing a life partner in early adulthood in Kanor sub-district, Bojonegoro district. The results obtained indicate that self-concept is closely related to anxiety about choosing a life partner. The more positive your self-concept, the lower your anxiety about choosing a life partner in early adulthood, and vice versa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kecemasan memilih pasangan hidup pada usia dewasa awal di kecamatan Kanor kabupaten Bojonegoro. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara konsep diri dengan kecemasan memilih pasangan hidup pada usia dewasa awal di kecamatan Kanor kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan pada 173 responden dengan rentang usia 30-40 tahun yang berdomisili di kecamatan Kanor kabupaten Bojonegoro. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik Product Moment dengan bantuan SPSS 25 For Windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima bahwa ada hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dengan kecemasan memilih pasangan hidup pada usia dewasa awal di kecamatan Kanor kabupaten Bojonegoro. Hasil yang didapat mengidikasikan bahwa konsep diri berkaitan erat dengan kecemasan memilih pasangan hidup. Semakin positif konsep diri maka semakin rendah kecemasan memilih pasangan hidup pada usia dewasa awal, begitupun sebaliknya.
Intensitas bermain judi online meningkat: Bagaimana peranan kontrol diri? Fitrinanda, Ramadani Dwi; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11739

Abstract

Abstract Play intnsity is th level of how often an individual carries out certain activities based on feelings of enjoyment in the activity being carried out. This research aims to find out whthrr there is a relationship between self-control and the intensity of playing online gambling. Correlational quantitative research method with a total of 99 respondent as online gambling players taken using a purposive sampling technique. The research scale based on Averill’s theory (2010) with a cronbach alpha value of 0,98 and a playing intensity scale based on horrigan’s theory (2002) with a cronbach alpha value of 0,73. The data analysis technique uses Pearson product moment correlation analysis. The research results sho that there is a negative relationship between selfcontrol and the intensity of playing online gambling. Through slf-control, online gambing players can sort out the impacts of actions that are detrimental to themselves so that the intensity of paling online gambling can decrease. Abstrak lntensitas bermain merupakan tingkat seberapa sering individu dalam melakukan kegiatan tertentu yang didasari oleh perasaan senang pada kegiatan yang dilakukan. PeneIitian inii bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kontroI diridengan intensitas bermain judi online. Metoode peneIitian kuantitatif koreIasionaI dengan jumlah responden sebanyak 99 orang pemain judi online yang diambil dengan teknik purposive sampling. Skala penelitian menggunakan skala kontrol diri disusun berdasarkan teori Averill (2010) dengan nilai cronbach alpha 0,98 dan skala intensitas bermain yang disusun berdasarkan teori Horrigan (2002) dengan nilai cronbach alpha 0,73. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kontrol diri dengan intensitas bermain judi online. Melalui kontrol diri pemain judi online dapat memilah dampak-dampak perbuatan yang merugikan dirinya sehingga dapat membuat intensitas bermain judi online menurun.
Psychological well-being pada pensiunan: Bagaimana peran gratitude? Pertiwi, Destria Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11744

Abstract

Abstract Retirement is the transition period of an individual from work to a time when productivity will decrease as a result of the termination of work at a fixed age, so that an individual undergoes changes such as roles, desires, and lifestyle changes. Psychological well-being is defined as a condition in which a person is not only free from stress and mental problems, but also has a healthy and well-functioning psychological condition. This research aims to find out the relationship between gratitude and psychological well- being at retirement. The research subjects in this study were pensioners in the Telkom Pensioners Association (P2TEL) of West Surabaya, which numbered 84 people so this study uses a population study method. This research has two instruments namely a scale of gratitude with psychological well-being. This research is a type of quantitative research using the product moment correlation method with the help of SPSS 25 for windows. The result of a correlation coefficient of 0.260 shows that the level of the correlations of this study has a positive relationship with the degree of significance of 0.017 (p<0.05). This means that the higher the rate of gratitude of retirees, the higher will be the level of psychological well-being experienced by pensioners. Abstrak Masa pensiun adalah masa peralihan individu dari bekerja ke masa yang akan berkurangnya produktivitas karena pemberhentian kerja sesuai batas umur yang telah ditentukan, sehingga individu mengalami perubahan-perubahan seperti perubahan peran, keinginan, dan cara pola hidup. Adanya psychological well-being atau kesejahteraan psikologis membuat individu menyadari akan potensi diri yang dimiliki, peningkatan hubungan interpersonal yang positif, dan kejelasan tujuan hidup seseorang. Psychological well-being didefinisikan sebagai keadaan di mana seseorang tidak hanya terbebas dari tekanan dan masalah mental, tetapi juga memiliki kondisi psikologis yang sehat dan berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada pensiunan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah para pensiunan di Persatuan Pensiunan Telkom (P2TEL) Surabaya Barat yang berjumlah 84 orang sehingga penelitian ini menggunakan metode studi populasi. Penelitian ini memiliki dua instrumen yaitu skala gratitude sebagai variabel bebas dan skala psychological well-being variabel terikat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasional product moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,260 hal ini menunjukkan bahwa tingkat koefisien korelasi penelitian ini terdapat hubungan yang positif dengan taraf signifikansi sebesar 0,017 (p<0,05). Artinya semakin tinggi tingkat gratitude pensiunan maka akan semakin tinggi tingkat psychological well-being yang dialami pensiunan. Sebaliknya, apabila semakin rendah tingkat gratitude pensiunan maka akan semakin rendah tingkat psychological well-being yang dialami pensiunan.
Peran pola asuh toxic parents terhadap perilaku bullying pada remaja Pramesti, Nabila Dyah Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11845

Abstract

Abstract Teenagers are expected to be able to complete their developmental tasks well, overcome personal problems and behave according to the values ​​and rules of their surrounding environment. However, adolescence is often a challenging time with significant physical and psychological changes, which can affect their attitudes and behavior. One of the negative behaviors that often occurs among teenagers is bullying. This research aims to determine the relationship between toxic parenting patterns and bullying behavior in junior high school teenagers. This research was conducted at SMP "X" on students in grades VII, VII, and IX who lived with their parents. The data collection technique in this research used the Accidental Sampling technique where participants were taken by chance. Because the population size is unknown, 105 respondents were found when distributing the data. Based on the results of the validity test of this research, valid results were obtained, however, for the normality test, this research did not have a normal distribution. Therefore, this study uses the Spearman Rho data analysis technique to determine whether there is a relationship in this study. After conducting research, the results showed that there was a relationship between toxic parenting patterns and bullying behavior in teenagers. Abstrak Remaja diharapkan menjalani tugas perkembangan mereka dengan baik untuk mengatasi masalah pribadi dan berperilaku sesuai nilai serta aturan lingkungan sekitar. Namun, masa remaja sering kali menjadi periode penuh tantangan dengan perubahan fisik dan psikologis yang signifikan, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Bullying menjadi perilaku berbahaya yang sangat umum terjadi di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perilaku bullying pada siswa sekolah menengah pertama berhubungan dengan pola asuh orang tua yang tidak sehat.. Penelitian ini dilakukan di SMP “X” pada siswa kelas VII,VII, dan IX yang tinggal bersama dengan orang tua. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dimana partisipan diambil secara kebetulan. Dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui, maka didapati 105 responden selama penyebaran data. Berdasarkan hasil uji validitas dalam penelitian ini didapatkan hasil yang valid namun untuk uji normalitas penelitian ini tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan teknik analisis data Spearman Rho’s untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan dalam penelitian ini. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan hasil adanya hubungan antara pola asuh toxic dengan perilaku bullying pada remaja.
Loneliness di Perantauan: Bagaimana Peran Parental Attachment dan Self-Esteem pada Mahasiswa Baru? Razelasyah, Razelasyah; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness, parental attachment, dan self-esteem pada mahasiswa baru perantauan di Kota Surabaya. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 233 mahasiswa di kota Surabaya yang dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala parental attachment (α=0,927), skala self-esteem (α=0,953), dan skala loneliness (α=0,948). yang dikembangkan oleh peneliti. Data dianalisis dengan regresi linear, dan hasilnya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketiga variabel. parental attachment dan self-esteem terhadap loneliness. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara parental attachment dan loneliness. Artinya, semakin tinggi parental attachment, maka loneliness mahasiswa akan semakin rendah. Selain itu, ada hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dan loneliness. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem, semakin rendah pula tingkat loneliness yang dirasakan oleh mahasiswa. Disarankan agar mahasiswa baru memperkuat hubungan dengan keluarga dan meningkatkan self-esteem untuk mengurangi loneliness.
Resiliensi dan Dukungan Sosial: Strategi Mengurangi Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Aprillia, Sherlyta Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12704

Abstract

Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus tentunya dihadapkan dengan tantangan pengasuhan yang lebih rumit dibandingkan ibu dengan anak normal, sehingga mudah sekali memicu timbulnya parenting stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial dengan parenting stress pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah subjek 53 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan mengaplikasikan skala parenting stress, skala resiliensi dan skala dukungan sosial. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial memiliki hubungan simultan dengan parenting stress. Uji parsial menunjukkan bahwa variabel resiliensi maupun dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan parenting stress Tingkat resiliensi dan sukungan sosial yang tinggi maka tingkat parenting stress ibu akan rendah. Sebaliknya jika tingkat resiliensi dan dukungan sosial rendah, maka tingkat parenting stress pada ibu cenderung tinggi.