Claim Missing Document
Check
Articles

Psychological Well-Being pada Masa Quarter Life Crisis, Bagaimana Peran Resiliensi? Pratiwi, Anastasia Puji; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Everyone undergoes the cycle of life and passes through various stages of development throughout their journey, including the early adulthood period (20-30 years), which is vulnerable to feelings of confusion, uncertainty, and pressure in determining life direction, referred as quarter life crisis. This study aims to identify the positive correlation between resilience and psychological well-being in individuals experiencing a quarter-life crisis. The population consists of 147 individuals, analyzed using Pearson Product Moment (r = 0.842), indicating a positive correlation between resilience and psychological well-being. Resilience accounts for 70.9% of psychological well-being. Keywords: Resilience, Psychological Well-being, Quarter Life Crisis Abstrak Setiap orang akan menjalani siklus kehidupan dan melintasi berbagai tahap perkembangan sepanjang perjalanan hidupnya, termasuk menghadapi periode dewasa awal (20-30 tahun) yang rentan merasa kebingungan, ketidakpastian, dan tekanan dalam menentukan arah hidup, dikenal sebagai quarter life crisis. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi positif antara resiliensi dengan psychological well-being pada individu yang mengalami quarter life crisis. Populasinya ialah 147, dan dianalis melalui Pearson Product Moment (r= 0,842), sehingga resiliensi dengan psychological well-being berkorelasi secara positif, Sumbangan efektif resiliensi sebesar 70,9% kepada psychological well-being.Kata kunci: Resiliensi, Psychological Well-being, Quarter Life Crisis
Understanding University Students’ Learning Engagement in AI-Supported Learning Environments: An Empirical Study Putranto, Teguh Dwi; Sofiah, Diah; Ramadhani, Hetti Sari
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i1.18960

Abstract

This study aims to explore university students’ lived experiences in using ChatGPT as a medium for learning engagement. A phenomenological method was employed to capture the essence of students’ experiences. The participants consisted of first-year undergraduate students from the Communication Science program at the State University of Surabaya, selected due to their transitional learning phase from secondary to higher education. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs). Data analysis followed a phenomenological procedure that involved transcript reading, meaning identification, thematic clustering, the development of textual and structural descriptions, and the synthesis of the essence of the phenomenon. The findings reveal that students utilize ChatGPT to answer questions, explain concepts, support writing and text editing, stimulate creativity and content production, and assist with analysis and problem-solving tasks. These findings indicate that artificial intelligence has become an integral component of the higher education learning ecosystem, necessitating a reconsideration of how student learning processes are understood. The results further suggest a shift in learning patterns—from exploratory to instant learning, from process-oriented to outcome-oriented approaches, and from independent learning to AI-assisted dependence. Excessive and uncritical use of AI may lead to a decline in students’ critical thinking, writing, analytical, and problem-solving skills. Therefore, this study recommends the cultivation of wise and reflective AI use among university students to ensure that AI serves as a supportive tool rather than a substitute for essential cognitive and metacognitive learning processes.
Hubungan Kecenderungan Gaya Pengasuhan Permisif dengan Resiliensi Remaja pada Keluarga Single Parent Maharani, Diva Cipta Safira; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan gaya pengasuhan permisif dengan resiliensi remaja pada keluarga single parent. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah keluarga single parent akibat perceraian yang berdampak pada perkembangan psikologi remaja, khususnya dalam kemampuan beradaptasi terhadap permasalahan yang terjadi dalam hidupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 165 remaja dengan rentan usia 18 sampai dengan 24 tahun dan sedang tinggal bersama salah satu orang tua di wilayah Kabupaten Gresik Selatan, Jawa Timur. Instrumen yang digunakan meliputi skala resiliensi yang disusun berdasarkan aspek Reivich & Shatte (2014) dan skala gaya pengasuhan permisif berdasarkan aspek Baumrind (1971). Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik Korelasi Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 27. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan untuk skala gaya pengasuhan permisif dengan resiliensi diperoleh skor korelasi sebesar 0,317 dengan skor signifikansi p = 0,000 <0,05. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya pengasuhan permisif dengan resiliensi remaja pada keluarga single parent.
Kecenderungan stres akademik pada mahasiswa rantau di Surabaya: Bagaimana peran self-efficacy dan dukungan social? Anggraeny, WD. Putri; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and social support and academic stress tendency among out-of-town students in Surabaya. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 110 out-of-town students who were currently enrolled in higher education institutions in Surabaya and were selected using a purposive sampling technique. The instruments used in this study were the academic stress tendency scale, the self-efficacy scale, and the social support scale. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results indicated that self-efficacy and social support simultaneously had a significant effect on academic stress tendency, with an obtained value of R = 0.783; F = 84.586 with a significance level of 0.000 (p < 0.01). Partially, self-efficacy showed a significant negative relationship with academic stress tendency, whereas social support did not show a significant relationship with academic stress tendency. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan sosial dengan kecenderungan stres akademik pada mahasiswa rantau di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 110 mahasiswa rantau yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Surabaya dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecenderungan stres akademik, skala self-efficacy, dan skala dukungan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan self-efficacy dan dukungan sosial memiliki pengaruh secara simultan terhadap kecenderungan stres akademik dengan diperoleh nilai R=0,783; F=84,586 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Secara parsial, self-efficacy memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kecenderungan stres akademik, sedangkan dukungan sosial tidak memiliki hubungan signifikan dengan kecenderungan stres akademik.
Emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir : Bagaimana peran kecemasan dan regulasi emosi? Safira, Ayu; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aimed to examine the relationship between anxiety and emotion regulation with emotional eating among final-year students. A quantitative correlational design was employed with a sample of 111 final-year students from one public and one private university in Surabaya, selected using purposive sampling, with the sample size determined through an a priori analysis using G*Power. The instruments used were the Anxiety Scale, the modified Emotion Regulation Questionnaire, and the modified Dutch Eating Behaviour Questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that anxiety and emotion regulation were simultaneously significantly associated with emotional eating (F = 28.868; R² = 0.348). Partially, anxiety was positively associated (t = 2.365; p = 0.010), whereas emotion regulation was negatively associated with emotional eating (t = −3.067; p = 0.003). These findings highlight the importance of anxiety management and strengthening emotion regulation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dan regulasi emosi dengan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 111 mahasiswa tingkat akhir dari satu universitas negeri dan satu universitas swasta di Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan melalui analisis a priori menggunakan program G*Power. Instrumen penelitian meliputi Skala Kecemasan, Emotion Regulation Questionnaire, dan Dutch Eating Behaviour Questionnaire yang telah dimodifikasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan regulasi emosi secara simultan berhubungan signifikan dengan emotional eating (F = 28,868; R² = 0,348). Secara parsial, kecemasan berhubungan positif dengan emotional eating (t = 2,365; p = 0,010) dan regulasi emosi berhubungan negatif dengan emotional eating (t = −3,067; p = 0,003). Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kecemasan dan regulasi emosi.
Phubbing di Kalangan Mahasiswa: Peran Kontrol Diri sebagai Faktor Internal Fadil, Moh Ivan; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine the relationship between self-control and phubbing behavior among university students. The issue of phubbing is increasingly prevalent alongside the growing use of smartphones among students, which can disrupt the quality of social interactions. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 265 active students from the Faculty of Psychology at the University of 17 August 1945 Surabaya, selected using purposive sampling. The instruments used were a self-control scale and a phubbing behavior scale. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique. The results showed a significant negative relationship between self-control and phubbing behavior. Individuals with higher levels of self-control tend to exhibit lower tendencies to engage in phubbing. These findings indicate that self-control plays an important role in preventing phubbing behavior and in supporting healthy social interactions among students.Keywords: Self-control, Phubbing, Students, Smartphone.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku phubbing pada mahasiswa. Fenomena phubbing semakin marak seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan mahasiswa, yang dapat mengganggu kualitas interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 265 mahasiswa aktif dari Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri dan skala perilaku phubbing. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dan perilaku phubbing. Individu dengan tingkat kontrol diri yang lebih tinggi cenderung memiliki kecenderungan phubbing yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki peran penting dalam mencegah perilaku phubbing serta mendukung interaksi sosial yang sehat di kalangan mahasiswa.Kata kunci: Kontrol Diri, Phubbing, Mahasiswa, Smartphone.
Dukungan Sosial terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa dari Keluarga Bercerai Setyoningsih, Sri; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Students from divorced families are a vulnerable group prone to a decline in psychological well-being due to emotional and social instability within the family. This study aims to investigate the relationship between social support and psychological well-being among students from divorced families. A quantitative approach using a correlational method was chosen for this study. The sample consisted of 335 students from the University of 17 August 1945 Surabaya aged 18–25 years, selected using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire that had undergone a series of validity and reliability checks. Data were analyzed using Pearson's correlation test. The results showed a positive and significant relationship between social support and psychological well-being (r = 0.870; p < 0.05). The findings indicate that the higher the level of social support received by students, the higher their psychological well-being. This study emphasizes the importance of social support as a protective factor in maintaining the psychological balance of students from divorced families, and serves as a basis for developing contextual interventions in higher education settings. Keywords: Social Support; Psychological Well-Being Abstrak Mahasiswa dari keluarga bercerai merupakan kelompok rentan terhadap penurunan psychological well-being akibat ketidakstabilan emosional dan sosial dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dipilih pada penelitian ini. Sampel sejumlah 335 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berusia 18–25 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner yang telah melalui serangkaian alur validitas serta reliabilitas dengan baik. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan psychological well-being (r = 0,870; p < 0,05). Temuan menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat psychological well-being yang dimiliki. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial sebagai faktor pelindung dalam menjaga keseimbangan psikologis mahasiswa dari keluarga bercerai, serta menjadi dasar pengembangan intervensi yang kontekstual di lingkungan pendidikan tinggi. Kata kunci: Dukungan Sosial; Psychological Well-Being
Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa ditinjau dari Status Pekerjaaan dan Status Pernikahan Setiawan Putra, Destin Agung; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study employs a quantitative comparative method. The study aims to reveal whether differences in academic procrastination exist among students based on their employment and marital statuses. The 237 respondents were seventh-semester students from the Faculty of Law and Psychology at the University of 17 August 1945 in Surabaya. They were selected using snowball sampling. The study employed a psychological scale measurement tool developed by the researcher based on Ferrari's (1995) indicators of academic procrastination. Data analysis using the Mann-Whitney U test showed no significant difference in the level of academic procrastination based on employment or marital status. The study also revealed that employment and marital status do not serve as reasons to explain students' procrastination behavior. Keywords: Academic Procrastination, Employment Status, Marital Status, Mann-Whitney U Test, Comparative Research. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap ada atau tidak perbedaan prokrastinasi akademik pada mahasiswa ditinjau dari status pekerjaan dan status pernikahan. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebanyak 237 partisipan yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala psikologi dengan instrumen yang disusun peneliti berdasarkan indikator prokrastinasi akademik dari Ferrari (1995). Hasil penelitian menggunakan analisis data uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya tidak adanya perbedaan signifikan dalam tingkat prokrastinasi akademik berdasarkan status pekerjaan dan status pernikahan. Penelitian ini juga mengungkapkan mahasiswa status pekerjaan maupun status pernikahan tidak menjadi alasan untuk mendukung perilaku prokrastinasi mahasiswa. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Status Pekerjaan, Status Pernikahan, Uji Mann-Whitney-U,Penelitian Komparatif. Abstract This study employs a quantitative comparative method. The study aims to reveal whether differences in academic procrastination exist among students based on their employment and marital statuses. The 237 respondents were seventh-semester students from the Faculty of Law and Psychology at the University of 17 August 1945 in Surabaya. They were selected using snowball sampling. The study employed a psychological scale measurement tool developed by the researcher based on Ferrari's (1995) indicators of academic procrastination. Data analysis using the Mann-Whitney U test showed no significant difference in the level of academic procrastination based on employment or marital status. The study also revealed that employment and marital status do not serve as reasons to explain students' procrastination behavior. Keywords: Academic Procrastination, Employment Status, Marital Status, Mann-Whitney U Test, Comparative Research. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap ada atau tidak perbedaan prokrastinasi akademik pada mahasiswa ditinjau dari status pekerjaan dan status pernikahan. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebanyak 237 partisipan yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala psikologi dengan instrumen yang disusun peneliti berdasarkan indikator prokrastinasi akademik dari Ferrari (1995). Hasil penelitian menggunakan analisis data uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya tidak adanya perbedaan signifikan dalam tingkat prokrastinasi akademik berdasarkan status pekerjaan dan status pernikahan. Penelitian ini juga mengungkapkan mahasiswa status pekerjaan maupun status pernikahan tidak menjadi alasan untuk mendukung perilaku prokrastinasi mahasiswa. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Status Pekerjaan, Status Pernikahan, Uji Mann-Whitney-U,Penelitian Komparatif.