Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERAN PERCEIVED SOCIAL SUPPORT DAN SEXUAL QUALITY OF LIFE TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA WANITA PRE-MENOPAUSE Dwi Indah Fitriana Sari; Amanda Pasca Rini; Eko April Ariyanto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v6i1.5553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perceived social support dan sexual quality of life dengan psychological well being pada wanita pre menopause di kecamatan Kenjeran kota Surabaya. Penelitian inimenggunakan penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 350 wanita dengan rentan usia 45 - 55tahun yang tinggal di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, yang dipilih melalui teknik acidental sampling. Hasil penelitian pada uji simultan memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,131 (p>0,05). Artinya bahwa perceived social support dan sexual quality of life tidak berpengaruh terhadap psychological well being. Secara uji parsial, perceived social support dengan psychological well being memperoleh nilai signifikansi sebesar 1,023 (p>0,05) dansexual quality of life dengan psychological well being memperoleh nilai signifikansi sebesar -1,787 (p>0,05). Artinya tidak ada hubungan, perceived social support dengan psychological well being serta tidak adanya hubungan sexualquality of life dengan psychological well being.
PERAN DARK TRIAD PERSONALITY DENGAN CYBER AGGRESSION PADA REMAJA AWAL Rayshantica Putri Kharisma; Sahat Saragih; Eko April Ariyanto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v6i1.5554

Abstract

Penelitian ini bertujuan Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dark triad personality pada penggunamedia sosial. Kepribadian gelap atau dark triad personality merupakan kepribadian yang didominasi padatingkah laku negatif. Mayoritas remaja memiliki tipe impulsive-aversive aggression. Hal ini berarti bahwa remaja melakukan cyber-aggression secara spontan dengan tujuan ingin mengurangi perasaan negatif yang dirasakan. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 282 responden dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia antara 15-17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki tipe impulsive-aversive aggression. Hal ini berarti bahwa remaja melakukan cyber-aggression secara spontan dengan tujuan ingin mengurangi perasaan negatif yang dirasakan. Berdasarkan pengujian diperoleh nilai koefisien hubungan rxysebesar 0,678 dengan kepentingan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positifyang sangat signifikan antara Dark Triad Personality dan Cyber Aggression
Resiliensi pada pekerja di kota Surabaya: Bagaiamana peran dukungan keluarga dan regulasi emosi ? Faizha, Noer; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.10379

Abstract

Pekerja yang tangguh terhadap tekanan dan permasalahan dapat dikatakan memiliki resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara dukungan keluarga dan regulasi emosi dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya. Subjek penelitian ini adalah pekerja kota di Surabaya. Jumlah responden dalam penelitian nini adalah 314 responden. Data penelitian ini diperoleh dengan memberikan kuesioner melalui gform. Metode penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdaoat hubungan antara dukungan keluarga dan regulasi emosi dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya. Namun tidak ada koerelasi antara dukungan keluarga dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya, terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya.
Peran mediasi intensitas penggunaan media sosial dalam hubungan self-acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada konten kreator di surabaya Anandian, Mirza Sabbihisma; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12406

Abstract

Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder merupakan kondisi dimana individu selalu merasa memiliki “cacat” pada tubuhnya yang kecacatan tersebut mungkin bagi orang tidak signifikan, Salah satu penyebab individu dengan kecenderungan BDD yaitu adanya Self Acceptance yang rendah sehingga individu kerapkali mebandingkan dirinya dengan orang lain dalam hal penampilan. Terlebih saat ini individu lebih mudah dalam membandingkan diri di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self Acceptance dan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder dengan di mediasi oleh Intensitas Penggunaan Media Sosial. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 333 individu konten kreator dengan menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis kuantitatif menggunakan analisis jalur dengan bantuan Smart PLS versi 4.1.0.9. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah hubungan negatif antara Self Acceptance dan Kecenderungan BDD dengan di mediasi oleh Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan nilai P = 0,015 (P<0.05) dan total indirect effects sebesar -0,051. artinya semakin tinggi self acceptance maka akan semakin rendah kecenderungan BDD dan Intensitas Penggunaan Media Sosial, begitu pula sebaliknya semakin rendah Self Acceptance maka akan semakin tinggi Kecenderungan BDD dan Intensitas Penggunaan Media Sosial. Individu diharapkan memahami bahwa setiap manusia memiliki ciri khas masing – masing sehingga tidak perlu untuk membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Kata Kunci : Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder, Self Acceptance, Media Sosial, Konten Kreator
Self regulation dan kecenderungan adiksi media sosial pada santri: bagaimana peran fear of missing out sebagai mediator? Putri, Reina Salsabilla Amalia; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12411

Abstract

Media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi remaja. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecenderungan adiksi media sosial, yang sering kali mengganggu interaksi sosial langsung dan mengabaikan tanggung jawab. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya self-regulation dan Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-regulation dan kecenderungan adiksi media sosial dengan FoMO sebagai variabel mediator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 246 remaja santri berusia 18-21 tahun sebagai subjek, dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang meliputi skala kecenderungan adiksi media sosial, skala self-regulation, dan skala FoMO. Analisis data dilakukan menggunakan analisis mediasi. Hasil menunjukkan korelasi negatif dan signifikan antara self-regulation dengan kecenderungan adiksi media sosial melalui FoMO (indirect effects = -0,225; p = 0,000). Selain itu, terdapat efek langsung self-regulation terhadap kecenderungan adiksi media sosial yang lebih besar (direct effects = -0,379; p = 0,000). Kesimpulannya, self-regulation memiliki peran penting dalam mengurangi kecenderungan adiksi media sosial, baik secara langsung maupun melalui pengurangan FoMO. Kata Kunci: adiksi media sosial, self regulation, FoMO, remaja santri
Kecemasan sosial dan social media addiction pada mahasiswa fakultas psikologi untag surabaya: Bagaimana peran self esteem ? Lesmono, Vio Ramadhan Putra; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12446

Abstract

Media sosial terus menjadi wadah yang digemari berbagai kalangan, terutama pelajar modern. Karena interaksi online jauh lebih mudah daripada interaksi tatap muka, media sosial dapat memberikan dampak yang signifikan, seperti menurunkan tingkat keterampilan interaksi tatap muka, yang dapat menyebabkan kecanduan dan Siswa dapat mengabaikan tugas sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas hubungan antara kecemasan sosial dan kecanduan media sosial dengan menggunakan harga diri sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 669 siswa dan sampel sebanyak 236 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tidak langsung yang positif antara kecemasan sosial dan social media addiction dengan self-esteem sebagai variabel mediator (mediasi parsial) dengan nilai specific indirect effects 3,940 (T Statistic > 1,96) dan nilai p value= 0,000 (p<0,05).
Social support, Quality of life, and Death Anxiety among Soldiers in Papua Xavier, Selyo Febrio; Rini, Rr. Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p1-9

Abstract

Background: Soldiers in conflict areas face heightened death anxiety due to physical challenges, armed conflict, and harsh conditions. Social support and quality of life are vital for their psychological well-being.  Objective: To examine the role of quality of life as a mediator between social support and death anxiety among Indonesian National Armed Forces in Papua. Method: Correlational quantitative research involving 165 samples using the accidental sampling technique. Measurement using scales of death anxiety, social support, and quality of life. Path analysis was used to analyze the data. Results: The findings indicate a significant negative relationship between social support and death anxiety (r = -0.421, p < 0.001), as well as a significant positive relationship between social support and quality of life (r = 0.536, p < 0.001). There is a significant negative relationship between quality of life and death anxiety (r = -0.478, p < 0.001), which also acts as a mediator. Conclusion: Social support can improve the quality of life and reduce death anxiety among Indonesian National Armed Forces in Papua. This study suggests psychosocial interventions to improve soldiers' psychological well-being through enhancing social support and quality of life.   Keywords: Death anxiety; military personnel; Papua; quality of life; social support.   Abstrak Latar Belakang: Tugas prajurit di daerah konflik meningkatkan kecemasan terhadap kematian akibat tantangan fisik, konflik bersenjata, dan kondisi geografis yang sulit. Dukungan sosial serta kualitas hidup prajurit berperan penting dalam kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan: Untuk menguji peran kualitas hidup sebagai mediator antara dukungan sosial dan kecemasan kematian pada prajurit TNI di Papua. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 165 sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran dengan skala kecemasan terhadap kematian, dukungan sosial, dan kualitas hidup. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Temuan menunjukkan hubungan negatif signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan kematian (r = -0,421, p < 0,001), serta hubungan positif signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (r = 0,536, p < 0,001). Hubungan negatif signifikan antara kualitas hidup dengan kecemasan kematian (r = -0,478, p < 0,001), sekaligus berperan sebagai mediator. Simpulan: Dukungan sosial yang kuat dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kecemasan terhadap kematian pada prajurit TNI di Papua. Penelitian ini menyarankan intervensi psikososial untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis prajurit melalui penguatan dukungan sosial dan kualitas hidup.   Kata Kunci: Dukungan sosial; kualitas hidup; kecemasan kematian; Papua, prajurit militer.
Loneliness Dan Konformitas Dengan Kecenderungan Agresi Verbal Pada Pengguna Media Sosial Twitter Anggraheni, Dyah Ayu Niken Ari; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9834

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and conformity with a Tendency to verbal aggression behavior on Twitter social media users, to determine the relationship between loneliness and verbal aggression behavior on Twitter social media users, to determine the relationship between conformity and tendency verbal aggression behavior on media users. The research design used is a quantitative approach with a correlational type of research to determine the relationship between the independent variables and the dependent variable. Subjects who participated in this study were 154 respondents who were in Surabaya. Sampling using non-probability sampling by accidental sampling. The data collection method uses the Loneliness, Conformity a tendency to Verbal Aggression scales. Data analysis in this study using Multiple regression analysis correlation with the help of the SPSS version 24.0 program obtained correlation results of 0.00 <0.05 and F count 21,424 > F table 3.06. This means that there is a very significant and positive relationship between loneliness conformity and tendency verbal aggression behavior, there is a very significant relationship between loneliness conformity and tendency verbal aggression behavior, and there is no relationship between conformity and tendency verbal aggression. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan konformitas dengan kecenderungan perilaku agresi verbal pada pengguna media sosial twitter, untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan kecenderungan agresi verbal pada pengguna media sosial twitter, untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan kecenderungan agresi verbal pada pengguna media sosial twitter. Desain penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Subjek yang berartisipasi dalam penelitian ini sejumlah 154 responden yang berada di Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling secara accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Loneliness, Konformitas dan kecenderungan Agresi Verbal. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan korelasi Analisis regresi ganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0 diperoleh hasil korelasi sebesar 0,00<0,05 dan F hitung 21.424 > F table 3.06. Artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan dan bersifat positif antara loneliness konformitas dengan kecenderungan agresi verbal, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara loneliness konformitas dengan kecenderungan agresi verbal, dan tidak ada hubungan antara konformitas dengan kecenderungan agresi verbal.
Self-Efficacy dan Dukungan Sosial dengan Quarter Life Crisis pada Karyawan Sari, Sintikhe Kurnia; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9920

Abstract

Each individual will be faced with personal questions such as jobs, salaries, positions and so on. Situations like these can affect individuals. Comparing other people's achievements, worrying about the future and feeling worried. If this happens at the age of 20-30 years it is called a quarter life crisis. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and social support with quarter life crisis among employees at PT.X. This research is a quantitative study with a population of 277 employees using simple random sampling techniques so that this study involved 164 employees aged 20-30 years. Data collection uses 3 scales, namely the self-efficacy scale, social support scale and quarter life crisis scale. The data were analyzed using SPSS version 16.0 for windows with multiple regression analysis techniques. The results of the analysis show that the value of self-efficacy has a negative correlation of -0.668 with sig. 0.000 (<0.05) and the value of social support has a negative correlation of -0.469 with sig. 0.000 (<0.05). This shows that the higher the value of self-efficacy and social support, the lower the value of quarter life crisis, and vice versa. Setiap individu akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan pribadi seperti pekerjaan, gaji, jabatan dan sebagainya. Keadaan seperti ini dapat mempengaruhi individu. Membandingkan pencapaian orang lain, cemas terhadap masa depan serta perasaan khawatir. Hal ini jika terjadi pada usia 20-30 tahun disebut dengan quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dan dukungan sosial dengan quarter life crisis pada kalangan karyawan di PT.X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dengan populasi penelitian sebanyak 277 karyawan dengan teknik pengambilan simple random sampling sehingga penelitian ini melibatkan 164 karyawan dengan usia 20-30 tahun. Pengambilan data menggunakan 3 skala yaitu skala self-efficacy, skala dukungan sosial dan skala quarter life crisis. Data tersebut dianalisis menggunakan SPSS version 16.0 for windows dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukan nilai self-efficacy memiliki korelasi negatif sebesar -0.668 dengan sig. 0.000 (<0.05) dan nilai dukungan sosial memiliki korelasi negatif sebesar -0.469 dengan sig. 0.000 (<0.05). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai self-efficacy dan dukungan sosial maka semakin rendah nilai quarter life crisis, dan juga sebaliknya.
Konformitas Dengan Kohesivitas Pada Anggota Komunitas Motor City Bike Hanafi, Nur; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9926

Abstract

Group cohesiveness is the degree to which a group wants to always survive and retain its members, or it can be interpreted as a measure of how attractive the group is to individuals, as a sense of responsibility and pleasure with its members in the group. One of the factors that can affect group cohesiveness is conformity. This research was conducted with the aim of knowing whether there is a relationship between conformity and group cohesiveness among members of the CB motorbike community at Pesanggrahan. The method used in this research is a correlational quantitative research method. The subjects used in this study were 150 members of the Motor City Bike Community in Pasanggrahan. Measuring tools used are conformity scale and group cohesiveness scale. The research data were analyzed using the product moment correlation test with the help of the IBS SPSS 24.0 for window computer program. The results of data analysis calculations show a correlation coefficient of 0.696 with a significant value of 0.00 (p <0.05), which means that there is a very significant positive correlation between conformity and cohesiveness in members of the motor city bike community. Kohesivitas kelompok merupakan tingkat sejauh mana kelompok ingin selalu bertahan dan mempertahankan anggotanya atau bisa diartikan ukuran seberapa menarik kelompok bagi individu, sebagai rasa tanggungjawab dan rasa senang dengan para anggotanya dalam kelompok. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kohesivitas kelompok adalah konformitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah ada hubungan antara konformitas dengan kohesivitas kelompok pada anggota komunitas motor CB di pesanggrahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Motor City Bike di Pasanggrahan yang berjumlah 150 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu skala konformitas dan skala kohesivitas kelompok. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan program komputer IBM SPSS 24.0 for window. Hasil perhitungan analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,696 dengan nilai signifikan 0,00 (p < 0,05) yang artinya terdapat korelasi positif yang sangat signifikan antara konformitas dengan kohesivitas pada anggota komunitas motor city bike.