Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

TRAIT ANGER DALAM MEMEDIASI CUSTOMER PRESSURE DENGAN AGGRESSIVE DRIVING PADA OJEK ONLINE MOTOR Ilyas, Ainun Najwa; Ariyanto, Eko April; Rini, Rr Amanda Pasca
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6770

Abstract

Aggressive driving is a form of driving behavior that endangers safety, such as speeding, tailgating, or making rude gestures toward other road users. In the context of online motorcycle taxi drivers, this behavior is influenced by high work pressure and customer expectations, which can trigger stress and negative emotions. This study aims to examine whether trait anger serves as a mediator in the relationship between customer pressure and aggressive driving. The study used a quantitative correlational approach with a total of 217 online motorcycle taxi drivers in the Surabaya area. The research instruments included three Likert-type scales measuring customer pressure, trait anger, and aggressive driving. The analysis results showed that trait anger does not mediate the relationship between customer pressure and aggressive driving due to a negative path coefficient (-0.332), although it was statistically significant (p = 0.000). Customer pressure had a negative effect on aggressive driving (-0.465), indicating that higher customer pressure was associated with lower aggressive driving tendencies. Trait anger had a positive effect on aggressive driving (0.435), suggesting that individuals with higher levels of anger are more prone to aggressive behavior. These findings highlight that internal factors such as trait anger have a stronger influence on aggressive driving than external factors. Therefore, emotional regulation is a critical aspect in preventing aggressive behavior on the road ABSTRAKAggressive driving merupakan perilaku berkendara yang membahayakan keselamatan, seperti mengebut, membuntuti kendaraan lain, hingga melakukan gestur kasar kepada pengguna jalan lainnya. Dalam konteks pengemudi ojek online, perilaku ini dipengaruhi oleh tekanan kerja serta ekspektasi pelanggan yang tinggi, yang dapat memicu stres dan emosi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah trait anger berperan sebagai mediator dalam hubungan antara customer pressure dan aggressive driving. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah partisipan sebanyak 217 pengemudi ojek online motor di wilayah Surabaya. Instrumen penelitian berupa tiga skala Likert yang digunakan untuk mengukur customer pressure, trait anger, dan aggressive driving. Hasil analisis menunjukkan bahwa trait anger tidak memediasi hubungan antara customer pressure dan aggressive driving karena arah hubungan negatif (-0.332), meskipun secara statistik signifikan (p = 0.000). Customer pressure justru memiliki pengaruh negatif terhadap aggressive driving (-0.465), menunjukkan bahwa semakin tinggi tekanan pelanggan, semakin rendah kecenderungan pengemudi bertindak agresif. Trait anger terbukti memiliki pengaruh positif terhadap aggressive driving (0.435), artinya individu dengan kecenderungan marah yang tinggi lebih rentan berperilaku agresif. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal seperti trait anger lebih memengaruhi agresivitas berkendara dibandingkan faktor eksternal. Oleh karena itu, pengelolaan emosi menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan perilaku agresif di jalan raya.
Peran digital lifestyle dan social network terhadap risiko nomophobia pada gen Z Febiola, Marsanda Dwi; Ariyanto, Eko April; Pasca Rini, Amanda
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research conducted by the author aims to determine the relationship between digital lifestyle and social network on nomophobia among Generation Z in Surabaya. This study is motivated by the increasing use of digital technology and social media among young people, which potentially leads to anxiety when individuals are unable to access their smartphones. This research is a type of quantitative study using a correlational method. The population in this study was Generation Z students in Surabaya, and the sampling technique used was purposive sampling, involving 384 respondents selected based on specific criteria. The results of multiple linear regression analysis show that digital lifestyle and social network simultaneously have a significant effect on nomophobia, with an F-value of 15.986 and a significance level of 0.000 (p < 0.01). Partially, digital lifestyle significantly affects nomophobia with a t-value of 3.999 (p = 0.000), and social network also has a significant effect with a t-value of 3.456 (p = 0.001). These findings indicate that digital lifestyle and social network are significant predictors of nomophobia among Generation Z Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara digital lifestyle dan social network pada Generasi Z di Surabaya. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena meningkatnya penggunaan teknologi digital dan media sosial di kalangan generasi muda saat ini, tentunya akan memicu individu tidak dapat jauh dari smartphone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah partisipan 384 responden dengan kriteria khusus yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan digital lifestyle dan social network berpengaruh signifikan terhadap nomophobia dengan nilai F sebesar 15,986 dan signifikansi 0,000 (p < 0,01). Secara parsial, digital lifestyle berpengaruh sangat signifikan terhadap nomophobia dengan nilai t sebesar 3,999 dan signifikansi 0,000, sedangkan social network juga berpengaruh sangat signifikan dengan nilai t sebesar 3,456 dan signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa digital lifestyle dan social network merupakan prediktor signifikan terhadap nomophobia.
Peran Kecemasan Sosial terhadap Kecanduan Sosial Media pada Remaja Awal Prasetyo, Danu Dwi; Saragih, Sahat; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Social anxiety factors are usually experienced in life because of addiction to playing social media. The use of social media continues to increase among early adolescents along with the development of technology, The research design used in this study uses a quantitative method that goes through a cross-sectional approach. This study uses a simple regression analysis with the help of SPSS version 22. This study uses a correlational approach to test the relationship of the variables proposed to the hypothesis. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that there is a significant positive relationship between social anxiety and social media addiction in early adolescence with a correlation/relationship value (R) of 0.711 and a coefficient of determination (R Square) of 0.505 which means that the social anxiety variable can reduce the social media addiction variable in early adolescence by 50.5%. Keywords: Social Media Addiction; Social Anxiety Abstrak Factor kecemasan sosial biasanya yang sering dialami dikehidupan karena kecanduan bermain sosial media. Penggunaan sosial media terus meningkat di kalangan remaja awal seiring perkembangan teknologi, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian ini memakai analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Penelitian ini memakai pendekatan korelasional untuk menguji hubungan variabel yang diajukan pada hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan yaitu terdapat hubungan positif yang signifikasi antara kecemasan sosial dengan kecanduan sosial media pada remaja awal dengan nilai korelasi/hubungan (R) sebesar 0,711 dan koefisien determinasi (R Square) adalah 0,505 yang berarti bahwa variabel kecemasan sosial dapat menurunkan variabel kecanduan sosial media pada remaja awal sebesar 50,5%. Kata kunci: Kecanduan Sosial media; Kecemaan Sosial
Peran Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle dalam Mendorong Impulsive Buying Pengguna E-Commerce Shopee di Surabaya Mutiara, Aprillia Stevani; Puspitasari, Devi; Ariyanto, Eko April
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hedonic shopping motivation dan shopping lifestyle dengan impulsive buying pada dewasa awal pengguna e-commerce Shopee di Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 394 orang pengguna e-commerce Shopee yang berdomisili di Surabaya. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner secara online menggunakan google form dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah yang cukup kuat pada hedonic shopping motivation dan impulsive buying dengan skor korelasi 0,036. Pada variabel shopping lifestyle dan impulsive buying juga menunjukkan adanya korelasi cukup kuat dengan skor korelasi sebesar 0,020. Artinya terdapat hubungan positif yang cukup kuat anatar ketiga varaibel sehingga semakin besar hedonic shopping motivation dan shopping lifestyle yang dimiliki maka semakin besar pula tingkat impulsive buying yang dimiliki oleh individu.
Work Engagement dan Prokrastinasi Akademik dengan Fatigue Sebagai Moderator pada Mahasiswa yang Bekerja Saifudin, Amir; Ariyanto, Eko April; Rini, Amanda Pasca
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3268

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara work engagement dan prokrastinasi akademik dengan fatigue sebagai variabel moderator pada mahasiswa yang bekerja, serta untuk melihat secara khusus hubungan antara work engagement dengan prokrastinasi akademik, dan antara work engagement dengan fatigue. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang bekerja, baik secara paruh waktu maupun penuh waktu, dan berdomisili di Surabaya. Jumlah partisipan ditentukan menggunakan aplikasi GPower 3.1 dengan parameter α = 0,01, power = 0,95, dan effect size = 0,15, sehingga diperoleh kebutuhan minimal sebanyak 200 partisipan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatigue berperan signifikan sebagai moderator dalam hubungan antara work engagement dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Meskipun mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan kerja yang tinggi, tingginya tingkat kelelahan dapat memperkuat kecenderungan menunda tugas akademik. Ini berarti bahwa fatigue dapat melemahkan atau bahkan membalikkan efek positif dari keterlibatan kerja terhadap perilaku akademik. Selain itu, fatigue secara langsung juga berkontribusi besar terhadap meningkatnya prokrastinasi, menandakan bahwa kelelahan menjadi faktor penghambat utama dalam manajemen waktu dan penyelesaian tugas akademik.
Peran Altruisme dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Guru PAUD Maharani, Putri; Puspitasari, Devi; Ariyanto, Eko April
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara altruisme dan dukungan sosial dengan resiliensi pada guru PAUD di Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 108 responden. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis, yaitu skala resiliensi, altruisme, dan dukungan sosial yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara altruisme dengan resiliensi, dan antara dukungan sosial dengan resiliensi. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebesar 86,5% terhadap resiliensi guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa altruisme dan dukungan sosial merupakan dua faktor penting yang mendukung ketahanan psikologis guru PAUD dalam menghadapi tekanan kerja. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai altruistik dan dukungan lingkungan sosial menjadi krusial dalam menjaga profesionalisme guru.
Pemicu Impulsive buying di Era Tiktok Shop: Perspektif Shopping enjoyment dan Scarcity message Pada Gen Z Surabaya Cahyani, Wulan; Puspitasari, Devi; Ariyanto, Eko April
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31116

Abstract

Pesatnya pertumbuhan e-commerce di era digital telah mengubah pola konsumsi generasi Z, khususnya melalui platform TikTok Shop. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shopping enjoyment serta juga scarcity message terhadap perilaku impulsive buying pada Gen Z di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 347 responden berusia 20–24 tahun yang aktif berbelanja di TikTok Shop. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih partisipan sesuai kriteria tertentu. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwasanya kedua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying dengan kontribusi sebesar 44,6%. Secara parsial, shopping enjoyment serta juga scarcity message memiliki pengaruh positif serta juga signifikan. Temuan ini memperkuat teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), di mana pengalaman belanja yang menyenangkan serta promosi berbasis kelangkaan mampu memicu keputusan pembelian spontan. Studi ini memberikan wawasan bagi pelaku bisnis dalam menyusun strategi pemasaran yang adaptif terhadap karakteristik generasi Z. Pesatnya pertumbuhan e-commerce di era digital telah mengubah pola konsumsi generasi Z, khususnya melalui platform TikTok Shop. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shopping enjoyment serta juga scarcity message terhadap perilaku impulsive buying pada Gen Z di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 347 responden berusia 20–24 tahun yang aktif berbelanja di TikTok Shop. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih partisipan sesuai kriteria tertentu. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwasanya kedua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying dengan kontribusi sebesar 44,6%. Secara parsial, shopping enjoyment serta juga scarcity message memiliki pengaruh positif serta juga signifikan. Temuan ini memperkuat teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), di mana pengalaman belanja yang menyenangkan serta promosi berbasis kelangkaan mampu memicu keputusan pembelian spontan. Studi ini memberikan wawasan bagi pelaku bisnis dalam menyusun strategi pemasaran yang adaptif terhadap karakteristik generasi Z.