Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Motivation, Emotion, and Systemic Factors in Second Language Acquisition: A Narrative Review Putri, Cicilia Deandra Maya; HR, Sumarlin Rengko
Lingua : Journal of Linguistics and Language Vol. 3 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/lingua.v3i3.1046

Abstract

This narrative review synthesizes empirical and theoretical insights on how emotions—such as enjoyment and anxiety—shape language learning. Literature was collected from Scopus, PubMed, Google Scholar, and ERIC using keywords related to emotions, motivation, and affective dynamics in SLA. Positive emotions were found to enhance motivation, cognitive engagement, and communicative competence, while negative emotions, particularly anxiety, constrained attention and memory. Motivation emerged as a mediator linking emotions to achievement, and teacher–student interactions and peer support were identified as key drivers of emotional well-being. Cross-cultural evidence shows that systemic and cultural contexts significantly shape emotional experiences, while technology and affect-sensitive tools reduce anxiety and increase engagement. Policies that integrate socio-emotional learning, teacher training, and culturally responsive practices are essential. Future research should adopt longitudinal and mixed-method approaches to capture the dynamic interplay of emotions in SLA.
ADAPTASI BUDAYA MASYARAKAT DI KAWASAN KARST RAMMANG-RAMMANG YANG BER-KEARIFAN SEBAGAI PENGETAHUAN LOKAL PERUBAHAN IKLIM Anawagis, Fian; Rengko, Sumarlin; Rahman, Nurfadilah Fajri; Taufik, Muh.
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v9i1.357

Abstract

Pranata lokal di Kawasan karst Rammang-Rammang Maros mampu mempertahankan mekanisme budaya dalam sistem adaptif berbasis edukasi konservasi dan program kampung iklim terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan permasalahan yang nyata di Kawasan karst Rammang-Rammang, Maros. Penelitian ini mendeskripsikan setiap bagian dari masyarakat dalam pranata lokal Indonesia telah mewariskan pengetahuan dan kearifan tanpa pendidikan formal yang terbukti secara jenius mampu meminimilasir kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas dan jumlah kebutuhan manusia. Namun, kerapkali konlik sumberdaya dan ketidakharmonisan karena pengaruh dari luar membuat pengetahuan dalam adaptasi yang telah terinternalisasi dalam kearifan lokal sebagai mekanisme kadang dikesampingkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Analisis data mencakup beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal masyarakat yang diewajantahkan oleh pranata sosial melalui adaptasi budaya dan ekologis masyarakat mengelola lingkungan alam di ekosistem karst dapat memperkuat jangka panjang equilibrium terhadap perubahan iklim ditingkat mikro. Kapasitas untuk memperkuat equilibrium ini adalah dengan mengintegrasikan sistem pengetahuan konservasi tradisional (non formal), menerapkan mekanisme pelestarian lingkungan dengan berbasis edukasi kampung iklim (informal) dengan pengetahuan berbasis sains (formal) dalam wujud sosial kehidupan sehari-hari, integrasi dukungan saintis, integrasi ilmiah dari luar meningkatkan penjagaan alam sebagai spirit oleh peran serta masyarakat kepada lingkungan lokal bahkan global untuk mereduksi kerentanan yang beresiko tinggi..
Improving Regional Language Comprehension among Eighth-Grade Students at Telkom Junior High School Makassar Abdul Rauuf Muri; Sumarlin Rengko HR; Muhlis Hadrawi; Pammuda; Mutahharah Nemin Kaharuddin; Mirza Kamal Pahlevi; Widya Vitaloka
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.5397

Abstract

This study aims to improve students’ understanding of the Makassar local language among eighth-grade students at SMP Telkom Makassar. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental one-group pretest–posttest design. The participants consisted of seven Grade VIII classes involving 183 students. The research instrument was a multiple-choice test administered before and after the instructional intervention. Data were analyzed descriptively and using normalized gain (g) based on Hake’s formula. The results show that the average pre-test scores ranged from 35.58 to 43.27 and increased to 62.24–83.52 in the post-test. The g-Hake analysis indicates that six classes achieved a medium improvement category (g = 0.342–0.557), while one class reached a high category (g = 0.734), with an overall weighted g of 0.513. These findings indicate that Makassar language instruction is effective in improving students’ understanding and has potential to strengthen linguistic competence and preserve local culture in schools.
Peluang dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Bahari di Desa Sawakung Beba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Rengko, Sumarlin; Muri, Abdul Rauuf; Sandarupa, Dirk Rukka
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.43212

Abstract

Pariwisata bahari merupakan salah satu sektor potensial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir seperti Desa Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Desa ini memiliki potensi berupa keindahan alam pesisir dan kekayaan budaya masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan pengembangan wisata bahari serta memperkuat kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaannya secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pendampingan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan wisata bahari di Desa Sawakung Beba didukung oleh berbagai peluang, antara lain adanya kebijakan pemerintah yang mendukung, program swasembada, ketersediaan lembaga pariwisata, serta dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun demikian, kegiatan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya penguasaan teknologi informasi, serta masih minimnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan wisata. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan wisata bahari yang berbasis pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Digitalisasi Profil Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan Odie, Wisjar Maulihadi Ahzan; Rengko, Sumarlin; Anshary N., Ibrah Rahmat; Hikmah, Nur; Asnidar, Asnidar; Pratiwi, Sri Hasma; Nurfanining, Nurfanining; Natasha, Zulaikah
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.43761

Abstract

Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa, yang salah satu wujudnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi instrumen utama dalam realisasi program pengabdian tersebut. Kegiatan KKN gelombang 113 ini dilaksanakan di Desa Kayuloe Barat dalam kurun waktu dua bulan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program meliputi observasi langsung untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar bagi perancangan program kerja utama, yaitu pengadaan website profil desa. Pengembangan website ini merupakan solusi nyata untuk menjawab kebutuhan informasi desa. Website desa diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
FIRST LANGUAGE ACQUISITION OF THE DIGITAL GENERATION Nemin Kaharuddin, Mutahharah; Rismayanti, Rismayanti; Pammuda, Pammuda; Rengko, Sumarlin
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/fwdyv694

Abstract

This study aims to analyze the process of first language acquisition in children of the digital generation through a comprehensive psycholinguistic approach. The method used is qualitative descriptive, with data collected through in-depth interview techniques, systematic listening observation, recording of interactions, and detailed note-taking of a four-year-old child as the research subject. The focus of the analysis is directed at the forms of language acquisition as well as the categories of word classes used by the subject in the context of daily interactions. The research results reveal that the child’s first language acquisition involves two languages, namely Indonesian and English, demonstrating characteristics of early bilingualism developing simultaneously. The vocabulary acquired includes various categories of word classes, such as verbs, nouns, adjectives, and numerals, reflecting the variety and complexity of the language mastered by the child. Intensive exposure to the digital environment, such as the use of interactive digital media and bilingual content, is suspected to play a significant role in fostering the development of bilingual abilities in children from an early age. These findings illustrate that interaction with digital media and bilingual content not only enriches the child’s vocabulary but also accelerates the process of first language acquisition within an increasingly complex and dynamic social context. This study also emphasizes the importance of psycholinguistic studies in understanding the dynamics of language acquisition among generations growing up in the digital era, as well as its implications for the development of adaptive language learning strategies that meet the needs of today’s children. Thus, this study makes a significant contribution to understanding how the digital environment influences first language development and bilingualism in preschool-aged children.
Metafora Konseptual Kejujuran Dalam Teks Pappaseng “La Tenribali”: Analisis Pragmatik Andi Tenri Bali Baso; Dafirah Dafirah; Pammuda Pammuda; Sumarlin Rengko HR
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis metafora konseptual kejujuran dalam teks Pappaseng La Tenribali menggunakan kerangka teori pragmatik Levinson dan metafora konseptual Lakoff dan Johnson. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi konstruksi metafora kejujuran, menginterpretasi makna pragmatisnya, dan mengungkap fungsinya dalam pembentukan identitas budaya Bugis. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana pragmatik digunakan untuk mengkaji lima metafora utama: sipauju madeceng ri allempuretta (saling meluruskan kejujuran), siwéréng anu mallaletta (saling memberi hak), siatepperengngi (saling percaya), tessikarémo kalobengngi (tidak saling menangkap ikan di lubuk), dan tessiala bicara (tidak saling merampas hak bicara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora-metafora tersebut merepresentasikan konsep kejujuran sebagai proses kolektif yang melibatkan dimensi keadilan, amanah, kepercayaan, dan penghormatan hak. Analisis pragmatik mengungkapkan bahwa metafora-metafora ini berfungsi sebagai direktif moral yang mengatur interaksi sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat Bugis. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran metafora dalam transmisi nilai budaya dan konstruksi identitas sosial melalui bahasa
The Role of Missing Lyrics Technique in Developing Listening Skills among Indonesian EFL Students roni itkes; sam hermansyah; Sumarlin Rengko
La Ogi : English Language Journal Vol 12 No 2 (2026): 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, LP3M Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/loj.v12i2.2941

Abstract

This study investigates the role of the Missing Lyrics technique in developing listening skills among Indonesian English as a Foreign Language (EFL) students. Listening remains one of the most challenging language skills for EFL learners, particularly in regional school contexts where exposure to authentic spoken English is limited. To address this issue, the study employed a quantitative pre-experimental design using a one-group pretest-posttest model. The participants were 19 eighth-grade students of SMP Negeri 2 Baranti, Sidenreng Rappang Regency, Indonesia, selected through purposive sampling. The treatment consisted of six instructional sessions using English songs with missing lyrics activities. Data were collected through listening tests administered before and after the treatment, as well as a questionnaire to examine students’ perceptions. The data were analyzed using descriptive statistics and a paired-sample t-test with IBM SPSS Statistics. The findings revealed a significant improvement in students’ listening performance, with the mean score increasing from 16.84 in the pretest to 73.95 in the posttest. The paired-sample t-test showed a significance value of 0.000, indicating that the improvement was statistically significant. Questionnaire responses also showed that students had positive perceptions of the technique, particularly in terms of motivation, focus, and classroom engagement. These findings suggest that the Missing Lyrics technique is an effective, enjoyable, and practical strategy for improving EFL students’ listening skills. The technique can serve as an alternative instructional method for teachers seeking to integrate authentic and student-centered listening activities into English classrooms.
Improving Regional Language Comprehension among Eighth-Grade Students at Telkom Junior High School Makassar Abdul Rauuf Muri; Sumarlin Rengko HR; Muhlis Hadrawi; Pammuda; Mutahharah Nemin Kaharuddin; Mirza Kamal Pahlevi; Widya Vitaloka
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.5397

Abstract

This study aims to improve students’ understanding of the Makassar local language among eighth-grade students at SMP Telkom Makassar. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental one-group pretest–posttest design. The participants consisted of seven Grade VIII classes involving 183 students. The research instrument was a multiple-choice test administered before and after the instructional intervention. Data were analyzed descriptively and using normalized gain (g) based on Hake’s formula. The results show that the average pre-test scores ranged from 35.58 to 43.27 and increased to 62.24–83.52 in the post-test. The g-Hake analysis indicates that six classes achieved a medium improvement category (g = 0.342–0.557), while one class reached a high category (g = 0.734), with an overall weighted g of 0.513. These findings indicate that Makassar language instruction is effective in improving students’ understanding and has potential to strengthen linguistic competence and preserve local culture in schools.