Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Smart Keperawatan

Hubungan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Antara Ibu Bekerja Dan Tidak Bekerja Di PAUD Hj. Siti Anisah Semarang Boediarsih Boediarsih; Hendri Dwi Kurniawan; Indah Wulaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i2.382

Abstract

Perkembangan anak pada usia prasekolah  sebagai golden age merupakan perkembangan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga anak menjadi dewasa yang dipengaruhi faktor internal (faktor ras, keluarga, umur, jenis kelamin, genetic dan kelainan kromosom) dan faktor ekternal (keluarga, gizi, budaya dan teman bermain). Gangguan tumbuh kembang akan menghambat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sebagai penentu masa depan pembangunan bangsa dan negara. Konsekuensi ibu bekerja merupakan perubahan hidup dalam keluarga juga mengakibatkan pengasuhan dan perawatan anak beralih pada pengasuh baik itu keluarga sendiri atau babysitter..Tujuan untuk mengetahui hubungan perkembangan anak usia prasekolah antara ibu bekerja dan tidak bekerja. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yaitu semua ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun di PAUD HJ Siti Anisah Semarang sejumlah 36 anak. Metode sampling purposive sampling dengan sampel sejumlah 33 anak. Hasil penelitian setelah dilakukan uji statistik uji statistik Chi square menunjukkan nilai p value 0,019. Kesimpulan : ada hubungan perkembangan anak prasekolah antara ibu bekerja dan tidak bekerja  di Paud HJ. Siti Anisah Semarang. Kata kunci :  perkembangan anak; ibu bekerja; ibu tidak bekerjaPRE-SCHOOL-AGE CHILDREN’S DEVELOPMENT RELATIONSHIP BETWEEN WORKING MOTHER AND NON-WORKING MOTHER AT HJ. SITI ANISAH PRE-SCHOOL OF SEMARANG ABSTRACT The development of children at preschool age as the golden age is a development that greatly influences the development of the next period until the child becomes an adult which is influenced by internal factors (factors of race, family, age, gender, genetic and chromosomal disorders) and external factors (family, nutrition, culture). and playmates). Disorders of growth and development will hinder the creation of quality human resources as determinants of the future development of the nation and state. The consequence of working mothers is a change in life in the family as well as resulting in child care and care switching to caregivers, either their own families or babysitters. The aim of the study was to determine the relationship between the development of preschool aged children between working and non-working mothers. Quantitative research method was used with cross sectional design. The population was all mothers who have children aged 3-5 years in PAUD HJ Siti Anisah Pre-school of Semarang with a total of 36 children. The sampling method was purposive sampling with a sample of 33 children. The results of the research after statistical tests were carried out by the Chi square test showed a p value of 0.019. There is a relationship between the development of preschool children between working and non-working mothers at HJ. Siti Anisah Pre-school of Semarang. Key words: child development; working mother; non-working mother
Studi Fenomenologi Perilaku Homoseksual Di Kota Semarang Sri Puji Lestari; Indah Wulaningsih; Lailatul Fitriyah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.545 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.213

Abstract

Homoseksual merupakan masalah global dan modern sekarang ini, gaya hidup atau lifestyle merupakan hal yang sangat penting dan kerap menjadi ajang untuk menunjukkan identitas diri. Saat ini cukup banyak komunitas dan organisasi homoseksual baik formal maupun informal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fenomena perilaku homoseksual di Kota Semarang.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian fenomenologi kualitatif. Partispisan dalam penelitian ini adalah 4 orang homoseksual yang berada dalam sebuah komunitas homoseksual di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan partisipan berteman baik dengan siapapapun, partisipan melakukan hubungan seksual dengan berbagai  cara, baik oral , bodycontact dan anal. Diharapkan untuk para homoseksual agar dapat berperilaku secara baik dalam perilaku sesksual maupaun perilaku secara umum sesuai kaidah di masyarakat agar kehadirannya dapat diterima dalam lingkungan.Kata Kunci:  homoseksual; perilaku
Pengaruh Bladder Training Terhadap Kemampuan Ibu Postpartum Sectio Caesarea Dalam Berkemih Di Rsud Kajen Kabupaten Pekalongan Indah Wulaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.3 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.93

Abstract

Persalinan  sectio  caesaria  menggunakan  anestesi  spinal  yang  menimbulkan  efek  samping  seperti  gangguan eleminasi  uriene  yang dapat menyebabkan  retensi urine. Salah satu asuhan keperawatan  yang dapat diberikan adalah bladder training. Tujuan penelitian   ini untuk mengetahui  pengaruh bladder training terhadap kemampuan  ibu postpartum  section caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Metode  atau  desain  penelitian  menggunakan   quasy  experiment  dengan  pendekatan  two  group  pretest  and posttest design.  Sampel penelitian  adalah ibu postpartum  sectio caesarea  sebanyak  38 orang untuk kelompok kontrol dan 38 orang kelompok  perlakuan.  Pengambilan  sampel menggunakan  purposive  sampling.  Instrumen penelitian adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Independent T test. Hasil penelitian  ini  rata-rata kemampuan  berkemih (pretest) kelompok  kontrol pre test sebesar 530,08 ml dan post  test  sebesar  596,63  ml.  Rata-rata  kemampuan  berkemih  (pretest)  kelompok  perlakuan  pre  test  sebesar 632,26 ml dan post test sebesar 836,71 ml.  Hasil independent T test diperoleh ρ value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan    penelitian  ada pengaruh  bladder  training  terhadap  kemampuan  ibu postpartum  sectio  caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Saran  untuk  perawat  perlu  informasi  tentang  bladder  training  dan memberikan  motivasi  kepada  pasien  postoperasi  agar  bersedia  melakukan  bladder  training  untuk  meningkatkan  kemampuan  berkemih  dan mencegah kejadian retensi urine pada pasien.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua tentang ISPA dengan Kejadian ISPA pada Balita di Desa Dawungsari Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Indah Wulaningsih; Witri Hastuti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.664 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i1.25

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) menurut World Health Organization (WHO) merupakan  salah satu  penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Tingginya angka penyakit ISPA pada balita, selain sering disebabkan karena kondisi kesehatan anak secara kongenital dan faktor lingkungan yang tidak sehat serta kurangnya pengetahuan mengenai ISPA.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang ISPA dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Dawungsari Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Metode penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif korelatif dengan desain  cross-secctional. Sampel pada penelitian ini adalah 72 orang tua yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Desa Dawung Sari dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang kemudian dilakukan uji validitas dan  reliabilitas. Analisis data penelitian menggunakan  uji chi square,  diperoleh nilai ρ value 0,031 (<0,05). Sehingga ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang ISPA dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Dawungsari Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Kata Kunci          : Balita; ISPA; Pengetahuan