Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Mengembangkan Self-Awareness Anak Usia Dini Melalui Metode Self-Reflection Activities Di TK Islam Nailufar Latifah Nur Rossy; Yon A.E; Lenny Solo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan self-awareness anak usia dini melalui metode Self-Reflection Activities di TK Islam Nailufar. Self-awareness merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak yang menjadi fondasi bagi kemampuan regulasi emosi dan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan partisipan utama dua guru kelas. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi guru meliputi tiga tahap: (1) perencanaan dengan merancang kegiatan reflektif seperti emotional check-in, menggambar perasaan, storytelling reflektif, dan latihan mindfulness; (2) pelaksanaan melalui komunikasi empatik, penggunaan media reflektif (papan emosi, cermin, boneka), serta menciptakan suasana kelas yang aman secara emosional; dan (3) evaluasi serta tindak lanjut yang dilakukan melalui observasi perilaku anak, diskusi reflektif, serta penguatan positif yang berkelanjutan. Guru juga menyesuaikan kegiatan dengan tahap perkembangan dan karakteristik individual anak. Temuan ini menegaskan bahwa Self-Reflection Activities dapat menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan self-awareness anak usia dini bila dilaksanakan secara konsisten, kontekstual, dan didukung guru.
The Use Of Scanning Method To Improve Students’ Reading Comprehension Zainal Arifin; Yon A E; Lenny Solo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3412

Abstract

This study aimed at improving the students’ reading comprehension by using scanning method in the process of reading teaching and learning at tenth grader of SMK Teknikom Bekasi. This research used Classroom Action Research (CAR) which in conducted to solve the student’s problem in English reading. The Classroom Action Research (CAR) was done based on Kemmis and Mc Taggart design. This research consisted of two cycles in which cycle consists of planning, action, observation and reflection. The data were gathered through qualitative and quantitative data. The qualitative data were gained by analyzing the interview and observation result. Then, the quantitative data were obtained from the student’s score of pre-test and post-test. The researcher enhanced the trustworthiness of the data and the subjectivity by using the two forms of triangulation: time and researcher triangulation. The result of two cycles showed that the use of the scanning method could improve the students’ reading ability. The students got improvements ability in find the word quickly. In the class X TKJ C which 33 student all student get score above KKM and get result of the average score of the students is 82,61. Moreover, through the scanning method, the students were motivated to be active in classroom activities. They were actively involved in the process of teaching and learning. This condition stimulated the students to work based on their own actual capability. Thus, the students got more experiences and improved their achievement.
Kegiatan Intensitas Penggunaan Gawai untuk Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Masturoh Masturoh; Supriyadi Supriyadi; Lenny Solo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3920

Abstract

Peningkatan intensitas penggunaan gawai pada anak usia dini, terutama setelah transisi pembelajaran daring, telah menyebabkan perubahan signifikan terhadap pola perkembangan sosial emosional anak. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan pendidik karena dampaknya yang beragam, baik positif maupun negatif, terhadap kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, mengelola emosi, dan beradaptasi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan intensitas penggunaan gawai pada anak usia dini, yang mencakup frekuensi, durasi, serta jenis penggunaan; mendeskripsikan perkembangan sosial emosional anak, meliputi kemampuan berinteraksi, mengelola emosi, menunjukkan empati, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan; dan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan gawai dengan perkembangan sosial emosional anak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah anak usia dini, orang tua, dan pendidik di TK IT Cihanja Kabupaten Garut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai memiliki dampak yang beragam. Anak yang menggunakan gawai dengan pendampingan dan batasan waktu cenderung menunjukkan perkembangan sosial emosional yang lebih positif, seperti disiplin, kemampuan berinteraksi, dan pengendalian emosi. Sebaliknya, penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan menyebabkan ketergantungan, tantrum, kesulitan bersosialisasi, dan gangguan konsentrasi. Faktor keluarga, guru, dan lingkungan sosial terbukti menjadi penentu utama dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak. Penggunaan gawai pada anak usia dini tidak selalu berdampak negatif asalkan dikelola dengan tepat melalui pengawasan orang tua dan dukungan guru. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan agar anak dapat tumbuh dengan perkembangan sosial emosional yang sehat di era digital
Analysis of English Language Learning Strategies for Early Childhood through Music and Movement Approach at Mighty Minds Preschool Habibur Rachman; Yon A.E; Lenny Solo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4090

Abstract

Teaching English to young children plays a crucial role in shaping their language development and laying a solid foundation for future learning. Early mastery of English provides children with long-term advantages that influence both academic success and professional opportunities. Scholars and educational institutions recognize early childhood as a critical period for cognitive and linguistic growth, which makes the selection of effective teaching strategies essential. This study explores the integration of music and movement as strategies for teaching English to preschool learners. The use of rhythm, melody, and physical activity in the classroom is expected to create a multisensory learning environment that caters to diverse learning styles. Previous studies, such as Lestari (2019), have demonstrated that combining songs with movement significantly enhances vocabulary acquisition in preschool-aged children. Additionally, kinesthetic learning activities have been shown to improve comprehension and memory through active engagement. This approach is aligned with the Direktorat PAUD (2015) guidelines, which emphasize a holistic model of early childhood education that integrates cognitive, emotional, and physical development. By examining the role of music and movement in the classroom at Mighty Minds Preschool, this study aims to highlight how these strategies contribute to vocabulary growth, emotional engagement, and classroom interaction. The findings are anticipated to provide valuable insights into innovative pedagogical methods that can enhance English learning in early childhood education
Implementasi Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia 5-6 Tahun Terhadap Pengenalan Calistung di Paud Al-Barokah Soliha, Siti; E, Yon A; Solo, Lenny
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pola asuh orang tua pada anak usia 5–6 tahun terhadap pengenalan calistung (membaca, menulis, berhitung) di PAUD Al-Barokah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari delapan anak usia 5–6 tahun beserta orang tua dan guru mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan calistung anak. Mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis, yang ditandai dengan komunikasi dua arah, pemberian bimbingan yang konsisten, serta dukungan emosional. Anak-anak dengan pola asuh demokratis menunjukkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang diasuh secara otoriter maupun permisif. Sebaliknya, pola asuh otoriter dan permisif cenderung menyebabkan anak kurang fokus, mudah frustrasi, dan mengalami kesulitan dalam belajar. Dengan demikian, pola asuh demokratis terbukti paling efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan calistung anak usia dini di PAUD Al-Barokah.