Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKSUAL DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL Anggia Suci W; Tori Rihiantoro; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.508 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.257

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia baik di Negara maju maupun di Negara  berkembang (Kemenkes RI, 2013 :1). STBP tahun 2011 sifilis pada waria (25%) sedangkan pada WPS (10%), gonorrhea pada WPS (38%) LSL (21%) waria (29%), klamidia pada WPS (41%) waria (28%) dan LSL (21%). Hasil laporan triwulan I tahun 2013 dari Dinas Kesehatan Provinsi melaporkan jumlah komulatif kasus HIV dan AIDS serta infeksi menular seksual (IMS) di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2013 menunjukan Kota Bandar Lampung memiliki angka kejadian tertinggi untuk jumlah komulatif IMS HIV/AIDS sepanjang tahun 2013 sebanyak 426 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Wanita Pekerja Seksual dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual di Klinik Mentari Puskesmas Panjang Tahun 2014.Metode dan desain dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Popilasi dalam penelitian ini adalah WPS yang berkunjung ke klinik mentari Puskesmas Panjang pada bulan Juni 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan caraaccidental sebanyak 67 orang WPS. Teknik pengumpulan datanya menggunakan instrument test dan lembar observasi cecklist.Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang tentang IMS yaitu sebanyak 36 orang (53,7%), mayoritas responden di diagnosa positif menderita IMS yaitu sebanyak 51 orang (76,1%). Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa hipotesa (Ha) di terima yaitu ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian infeksi menular seksual di Klinik Mentari Puskesmas Panjang tahun 2014 dengan p Value = 0,000 < 0,05.Hasil penelitian ini menyarankan agar puskesmas panjang melakukan promosi kesehatan tentang infeksi menular seksual. Selain dilakukan penyuluhan tentang IMS ke WPS sebaiknya juga diberikan penyuluhan tentang IMS kepada pelanggan dengan dibagikan leaflet yang berisi informasi tentang IMS.
Khitan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan di LKSA Sholawatul Fallah Bandar Lampung “Peduli Anak Sehat dan Warga Masyarakat Lebih Kuat” Anita; Tori Rihiantoro; Gustop Amatiria; Kodri; Ririn Sri Handayani; Titi Astuti; Sunarsih; Yuni Astini; Efa Trisna; Dedek Saiful K; Sary Febriaty; Sugiarti; Al Murhan; Purwati; Dwi Novita; Yesi Anggraini; Andika Sandi; Habib Budiansyah; Mulyono; M. Bahrun; Fiktor Yusman A; Angga Yudandi; Ferriyal Sefriza FH; Ramelan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 6 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i6.1171

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan anak dan warga panti beserta masyarakat sekitar dengan dilaksanakannya khitan massal dan pemeriksaan kesehatan. Metode yang dilakukan adalah intervensi khitan dengan elektrocauter untuk anak, pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi, dan pendidikan kesehatan secara individual ke warga yang sakit dan keluarganya. Hasil yang diperoleh 44 anak usia 5-13 tahun, telah dilakukan khitan, dan sejumlah 56 warga dewasa dan lansia telah diperiksa kesehatannya dan telah diberikan terapi sesuai diagnosis penyakit yang ditemukan. Upaya yang telah dilakukan memerlukan keberlanjutan terutama kegiatan khitan untuk dilakukan pada anak lebih muda (usia di bawah 5 tahun) sehingga kebersihan genital dapat lebih mudah dilakukan, serta pemeriksaan kesehatan warga terutama lansia untuk terus dilakukan agar diperoleh “Anak Sehat dan Warga Kuat”.
Perancangan Aplikasi Resusitasi Jantung Paru (RJP) Berbasis Android Bagi Bystander Gustop Amatiria; Ririn Sri Handayani; Tori Rihiantoro
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.143 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1641

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is the first cause of death, accounting for 36% of all deaths worldwide. Fewer than 40% of adult individuals receive CPR administered by a layperson, and less than 12% apply an automated external defibrillator before the arrival of emergency help. CPR action gives the best results if performed less than 5 minutes after the attack, otherwise the victim may not be saved. Increasing the knowledge, attitudes, and skills of ordinary people in performing CPR has an impact on increasing participation in immediate cardiac arrest assistance outside the hospital. Gradually decreasing knowledge and skills of CPR bystanders after training have an impact on the quality of help and a decrease in the survival rate. For this reason, a more effective and efficient application is needed as a medium for guidance. The purpose of this study was to design a CPR procedure guide in the form of an android application to assist bystanders when assisting OHCA victims so that the quality of CPR performed consistently meets procedural standards and ultimately has an impact on the success of saving cardiac arrest victims. This research method is a combination of research and development and qualitative methods. Participants in this study were cardiopulmonary resuscitation experts, experts in the field of information technology and laypeople. The study results were in the form of an Android-based application design that had been tested and validated qualitatively by 6 participants. The test results in state that all application features are valid and currently installed on the Google Play Store. However, the results of this study will only be tested for effectiveness in phase 2 of the study so that they cannot be used directly for cardiac arrest victims. Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian pertama sebesar 36% dari seluruh kematian di dunia. Kurang dari 40% individu dewasa menerima CPR yang diberikan oleh awam, dan kurang dari 12% yang menerapkan automated external defibrillator sebelum kedatangan pertolongan emergency. Tindakan RJP memberikan hasil terbaik jika dilakukan kurang dari 5 menit setelah serangan, bila tidak maka kemungkinan korban tidak dapat tertolong.  Peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat awam dalam melakukan RJP berdampak terhadap peningkatan partisipasi dalam pertolongan segera cardiac arrest di luar rumah sakit. Penurunan pengetahuan dan keterampilan bystander RJP secara berangsur-angsur setelah pelatihan berdampak terhadap kualitas pertolongan dan  menurunnya survival rate untuk itu dibutuhkan aplikasi yang lebih efektif dan efisien sebagai media untuk memandu. Tujuan penelitian ini adalah merancang procedure guide RJP berbentuk aplikasi android untuk membantu bystander ketika melakukan pertolongan pada korban OHCA sehingga kualitas RJP yang dilakukan konsisten memenuhi standar prosedur dan pada akhirnya berdampak pada keberhasilan menyelamatkan korban cardiac arrest. Metode penelitian ini adalah gabungan metode research and development dan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah ahli resusitasi jantung paru, ahli dalam bidang teknologi informasi dan orang awam. Hasil penelitian berupa rancangan aplikasi berbasis android yang telah dilakukan uji coba dan validasi secara kualitatif oleh 6 orang partisipan. Hasil pengujian menyatakan seluruh fitur aplikasi valid dan saat ini telah di install ke Google Play Store. Namun demikian, hasil penelitian baru akan di lakukan uji efektifitas pada penelitian tahap 2 sehingga belum bisa digunakan kepada korban henti jantung secara langsung.
Peningkatan Kemampuan dan Kemandirian Public Area Service dalam Pertolongan Pertama melalui Pelatihan First Aid, CPR dan AED Kota Bandar Lampung Tori Rihiantoro; Ririn Sri Handayani; Musiana Musiana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i2.166

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan masyarakat awam di Kota Bandar Lampung tentang pertolongan RJP masih sangat rendah. Sebagian besar fasilitas pelayanan umum mengatakan bahwa belum tersedia sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dalam melakukan FIRST AID secara baik dan sesuai standar. Berdasarkan wawancara dengan kepala bagian SDM mitra pengabmas diperoleh informasi bahwa telah tersedia fasilitas pertolongan pertama (First Aid) dan Automated External Defibrilator (AED), namun belum pernah dilakukan pelatihan, sehingga pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pertolongan pertama masih kurang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian karyawan mitra pengabmas dalam pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan dan henti jantung mendadak (HJM). Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pelatihan first aid, cardiopulmonary resusitation (CPR) dan automatic external defibrilation (AED). Metode kegiatan meliputi pre-test dan post-test, pemberian materi, simulasi, dan skill driliing. Hasil pelatihan pada 57 peserta diperoleh hasil sebelum pelatihan nilai rata-rata pengetahuan peserta yaitu 35,58 dan setelah pelatihan menjadi 75,43. Data kemudian dianalisis lebih lanjut dan diperoleh nilai p= 0,000. Dengan demikian ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. Artinya pelatihan yang dilakukan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan karyawan mitra pengabmas tentang first aid, CPR dan AED
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PELAYANAN GAWAT DARURAT BAGI KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Rihiantoro, Tori; Handayani, Ririn Sri; Musiana, Musiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v16i2.3096

Abstract

Kecelakaan merupakan penyebab kematian kelima di dunia dan kedua di Indonesia. Hasil survei awal pelayanan gawat darurat di sepanjang jalan trans sumatera di Kabupeten Lampung Selatan sebagian besar belum memenuhi standar. Rancangan penelitian adalah penelitain deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek yang dijadikan informan adalah petugas kesehatan, petugas nonkesehatan dan pimpinan puskesmas di daerah rawan kecelakaan Kabupaten Lampung Selatan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Selanjutnya data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi data reduction, data display, dan conclusion or verification. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jumlah dan kualifikasi pendidikan petugas kesehatan sebagian besar sudah sesuai dengan standar. Sedangkan dari segi kompetensi dalam melakukan pertolongan kegawatdaruratan sebagian masih kurang, dimana masih banyak petugas kesehatan di puskesmas belum mendapatkan pelatihan dasar kegawatdaruratan seperti BTCLS. Hasi penelitian di atas merekomendasikan untuk dilakukan evaluasi terhadap kompetensi petugas kesehatan dalam penanganan korban trauma khususnya kecelakaan lalu lintas secara berkala sekurang-kurangnya setiap 2 tahun. Selain itu perlunya update pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan melalui pelatihan.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PEER-ASSISTED LEARNING (PAL) TERHADAP PENGETAHUAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS Syafrinanda, Virginia; Rihiantoro, Tori; Fatonah, Siti
Jurnal Keperawatan Malang Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Malang (As You Go)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v10i1.324

Abstract

Background: One of the basic skills possessed by nursing students is the act of inserting an IV. The act of inserting an IV is one of the basic skills that prospective nurses need to know in meeting patient needs. Efforts to improve student knowledge through the peer assisted learning method which is a method of learning between peers and helping each other to learn. Purpose: to assess the level of student knowledge in the act of inserting an IV through the PAL method Methods: This study uses a pre-experimental research design in the form of a "pretest-posttest with one group design" design by assessing the level of knowledge of inserting an IV before and after the implementation of PAL. before starting the practicum, the lecturer first gives a pre-test then the lecturer demonstrates the practicum to all students. After that the lecturer will determine who will be the peer tutor. after being selected as a peer tutor, they will immediately practice it with their group members. After that the lecturer will give a post-test. Measurement of knowledge with good and poor categories. The population of the study was 98 Level-1 nursing students. The sample of respondents was 46 people. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis using the Wilcoxon statistical test, significance α < 0.05 Result: The level of knowledge of the pre- and post-implementation of PAL infusion installation practical actions obtained good knowledge of 5 people (10.9%) to 36 people (78.3%) and poor knowledge of 41 people (89.1%) to 10 people (21.7%). The results of the Wilcoxon statistical test showed a value of ρ value = 0.002 (ρ value < 0.05) Implication: The application of PAL is very helpful in developing student skills as evidenced by an increase in student knowledge in independent practicum learning
Pengaruh edukasi mobilisasi dini dengan media audiovisual dalam dukungan keluarga pada pasien post operasi Maula, Inayah; Sunarsih, Sunarsih; Rihiantoro, Tori
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i5.1168

Abstract

Background: Based on interviews with postoperative patients in the digestive surgery room at General Ahmad Yani Regional Hospital, many are reluctant to undergo early mobilization due to a lack of family support. This lack of family knowledge regarding postoperative patient care, particularly regarding early mobilization, leads to a lack of family support for early mobilization, which can increase the risk of postoperative complications. Purpose: To determine the effectiveness and influence of education using audiovisual media on early mobilization in postoperative patients. Method: This activity was conducted at General Ahmad Yani Regional Hospital, Metro, Lampung Province, from April 15 to May 15, 2025. This activity was a quasi-experimental study using a non-equivalent control group design with a posttest only approach. The population in this study were postoperative patients undergoing general anesthesia at General Ahmad Yani Regional Hospital, Metro, Lampung Province. Using a non-probability sampling technique, 30 respondents were selected as the control group and 30 respondents as the experimental group. The experimental group received an intervention in the form of education using audiovisual media to implement early mobilization. Results: Data showed that the majority of control group respondents (18 (60.0%) received good family support, while the majority of experimental group respondents (26 (86.7%) received good family support. The p-value was 0.041 with an OR of 4.333. The p-value was 0.041 (p<0.05) and the odds ratio (OR) was 4.333, indicating that families of patients who received audiovisual education were 4.33 times more likely to provide good support. Conclusion: The audiovisual-based educational approach not only increased knowledge but also influenced family attitudes and behaviors in responding to postoperative patient needs, thus providing better motivation for early mobilization. Suggestion: It is hoped that future activities can create more engaging educational videos so that this audiovisual education method can have a more significant effect. Keywords: Audiovisual; Early mobilization; Family support; Postoperative patients Pendahuluan: Berdasarkan wawancara pasien pasca operasi di ruang bedah digestif RSUD Jend. Ahmad Yani banyak yang enggan untuk melakukan mobilisasi dini karena kurangnya dukungan dari keluarga. Minimnya pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien pasca operasi terutama tentang mobilisasi dini pasien post operasi menyebabkan kurangnya dukungan keluarga terhadap anggota keluarga dalam pelaksanaan mobilisasi dini pasca operasi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pasca operasi. Tujuan: Untuk memgetahui efektifitas dan pengaruh edukasi dengan media audiovisual dalam pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD. Jend. Ahmad Yani Metro Provinsi Lampung pada 15 April – 15 Mei 2025. Kegiatan ini adalah quasy eksperiment (ekperimen semu) dengan pendekatan non-equivalent control group design with posttest only. Populasi pada penelitian ini adalah pasien post operasi dengan general anestesi RSUD. Jend. Ahmad Yani Metro Provinsi Lampung. Dengan menggunakan teknik non-probability sampling, mendapatkan 30 responden sebagai kelompok kontrol dan 30 responden sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberikan intervensi berupa edukasi dengan menggunakan media audiovisual dalam menerapkan mobilisasi dini. Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar responden kelompok kontrol yang mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik sebanyak 18 (60.0%), sebagian besar juga untuk responden yang mendapat dukungan keluarga kelompok eksperimen dalam kategori baik sebanyak 26 (86.7%), dan mendapatkan pValue=0.041 dengan nilai OR=4.333. Dengan mendapatkannya nilai p=0.041 (p<0.05) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 4.333, yang berarti keluarga dari pasien yang menerima edukasi dengan media audiovisual memiliki kemungkinan 4.33 kali lebih besar untuk memberikan dukungan yang baik. Simpulan: Pendekatan edukatif berbasis audiovisual tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memengaruhi sikap dan perilaku keluarga dalam merespons kebutuhan pasien pasca operasi sehingga memberikan motivasi yang lebih baik pada tindakan mobilisasi dini. Saran: Diharapkan untuk kegiatan selanjutnya dapat mengkreasikan video edukasi menjadi lebih menarik lagi sehingga metode edukasi dengan media audiovisual berupa video ini dapat memberikan efek yang lebih signifikan.
Peningkatan Kadar Albumin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Hardono, H; Arinta, Arinta; Rihiantoro, Tori
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.893 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.9

Abstract

Abstrak: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah merupakan penurunan fungsi ginjal secara progresif sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan homeostasis.Terapi yang digunakan saat ini salah satunya adalah haemodialisis. Komplikasi dari GGK salah satunya adalah turunnya kadar albumin. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan lama menderita gagal ginjal kronik dengan kadar albumin pada pasien hemodialisis di  RSUD Pringsewu .Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji statistikuji T independent. Penelitian dilakukan di unit haemodialisa RSUD Pringsewu. Populasi   pada   penelitian   ini  adalah  seluruh penderita GGK di RSUD Pringsewu tahun 2013 yang  berjumlah 36  penderita. Hasil penelitian didapatkan responden yang mengalami gagal ginjal kronik dengan haemodialisa lebih dari 1 tahun ada27 orang (75,0%). Rata-rata kadar albumin responden adalah 35,6 g/dl (95% CI: 3,43-3,68) dan median 3,70, dengan standar deviasi 0,37 g/dl. Kadar albumin terendah adalah 2,50g/dl dan tertinggi adalah 4,00 g/dl.Hasil analisis menemukan ada hubungan yang signifikan antara lama menderita gagal ginjal kronik dengan kadar albumin ( p vallue : 0,004). Dalam penelitian ini peneliti memberikan saran agar petugas haemodialisa  melaksanakan reuse harus sesuai dengan standar operasional prosedur, perawat dapat memberikan dorongan untuk pasien menjalani diit yang tepat dan waktu menjalani haemodialisa yang cukup.Kata Kunci: Albumin, Gagal ginjal kronik, haemodialisisINCREASED LEVELS OF ALBUMIN IN PATIENTS WITH CHRONIC RENAL FAILURE UNDERGOING HEMODIALYSISAbstract: Chronic renal failure (CRF) is a progressive decline in renal function so that the body can not maintain homeostasis. Therapy used  are hemodialysis. Complications of CRF one of which is the reduction in albumin levels. This research was known renal failure with albumin levels in hemodialysis patients in hospitals Pringsewu. This research is a quantitative research with cross sectional approach using independent T test statistical test. The population in this study were all patients with CRF in hospitals Pringsewu in 2013 totaling 36 patients. The results, respondents who experienced chronic renal failure with Haemodialisa more than 1 year there were 27 people (75.0%). The average levels of albumin respondents was 35.6 g / dL (95% CI: 3.43 to 3.68) and a median of 3.70, with a standard deviation of 0.37 g / dl. Low albumin level was 2,50g / dl, and the highest was 4.00 g / dl. The analysis finds significant  renal failure with albumin levels (p vallue: 0,004). In this study, researchers gave suggestions for implementing reuse Haemodialisa officers must comply with the standard operating procedures, the nurse may provide a boost for patients undergoing proper diet and sufficient time to undergo Haemodialisa. Keywords: Albumin, chronic renal failure, hemodialysis
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP SEHAT DAN PENCEGAHAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN MELALUI PELATIHAN KADER DAN REMAJA SERTA PERBAIKAN SARANA SANITASI Ahyanti, Mei; Ujiani, Sri; khoiriyah, yustin nur; handayani, ririn sri; Ayu Mirah Widhisastri, I Gusti; Rihiantoro, Tori
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.180

Abstract

Permasalahan kesehatan di masyarakat semakin kompleks. Permasalahan penyakit menular belum terselesaikan, sudah makin marak penyakit tidak menular. Permekes RI No. 36 tahun 2016 pasal 1 menyebutkan bahwa Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Desa II Sukasari Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah dengan permasalahan komplek. Dengan permasalahan kesehatan yang ada dimasyarakat dibutuhkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian terhadap kejadian penyakit agar tidak semakin berat. Dalam mencapai tujuan tersebut, memerlukan peranan dari berbagai tenaga kesehatan secara terintegrasi dari berbagai disiplin ilmu berbeda yang memiliki kompetensi dan bekerja secara team work. Pelaksanaan pengabdian masyarakat Masyarakat di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran diawali dengan penyamaan persepsi, pelatihan kader dan pendampingan dalam pembuatan sarana sanitasi. Terjadi perbedaan hasil pengukuran pengetahuan dan sikap antara sebelum dan setelah kegiatan pelatihan menunjukkan keberhasilan kegiatan pelatihan dan terbangun satu buah jamban keluarga sederhana sehat sebagai percontohan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PERTOLONGAN HENTI JANTUNG MENDADAK (HJM) DI LUAR RUMAH SAKIT Ririn Sri Handayani, Tori Rihiantoro, Purbianto,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.209

Abstract

Abstrak Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi tertinggi (1,5%) di Indonesia. PJK adalah penyebab kematian terbanyak kedua (12,9%) di Indonesia. PJK bersesiko mengalami henti jantung mendadak (HJM). Kelangsungan hidup korban HJM sangat tergantungkecepatan pertolongan orang didekatnya. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan masyarakat awam di Kota Bandar Lampung tentang RJP dan HJM masih sangat rendah. Kegiatan ini menggunakan pendekatan perlakuan (eksperimen) berupa sosialisasi HJM dan pelatihan RJP bagi karyawan dan siswa(perhotelan, restoran, tempat hiburan dan tempat wisata di Kota Bandar Lampung dengan jumlah subyek sebanyak 98orang. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Hasil analisis terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah sosialisasi dan pelatihan terjadi perubahan rata-rata tingkat pengetahuan dari 41,06 menjadi 88,96. Berdasarkan analisis statistik dengan uji t dependent, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan (p value= 0,000). Disimpulkan juga bahwa adanya minat dan kepedulian yang tinggi dari stake holder terkait untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan, serta ersedianya bystander (penoplong awam) bagi korban HJM pada area perhotelan, restoran, tempat wisata dan tempat hiburan di Kota Bandar Lampung. Berdasarkan hal tersebut disarankan bahwa perlunya keterlibatan pemerintah dan masyarakat (pendidikan, organisasi massa, profesi, LSM, dll) dalam memperbanyak bystander dan ketersediaan AED di area pelayanan publik.