Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EVALUASI SENSORI WHEY DENGAN SUPLEMENTASI KOMBUCHA LIANG TEH PONTIANAK Darmaniva, Marentina; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Sholahuddin, Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104222

Abstract

Whey merupakan hasil samping pengolahan keju yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat karakteristik sensori yang kurang disukai, terutama munculnya aroma dan rasa tidak diinginkan (off-flavor). Salah satu pendekatan untuk memperbaiki karakteristik sensori whey adalah melalui fermentasi menggunakan kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik sensori whey dengan suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak sebagai inovasi pemanfaatan bahan herbal lokal. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak dengan enam taraf perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) dan empat ulangan. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan skala 1–5 terhadap atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan 30 panelis. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut sensori whey. Perlakuan terbaik diperoleh pada suplementasi 20%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombucha Liang Teh Pontianak berpotensi digunakan untuk memperbaiki karakteristik sensori whey dan meningkatkan penerimaan produk.
EVALUASI SENSORI ES KRIM YANG DISUPLEMENTASI KOMBUCHA LIANG TEH PONTIANAK DENGAN SARI JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa Bunge) Wei, A; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Sholahuddin, Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.106523

Abstract

Es krim merupakan makanan penutup beku yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Seiring meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat, konsumen cenderung memilih produk pangan yang tidak hanya lezat dan menarik, tetapi juga memiliki manfaat fungsional bagi kesehatan. Penambahan bahan alami kaya antioksidan seperti kombucha liang teh Pontianak sari jeruk sambal berpotensi meningkatkan nilai fungsional es krim. Oleh karena itu, evaluasi sensori es krim suplementasi kombucha liang teh Pontianak sari jeruk sambal perlu dilakukan sebagai dasar pengembangan es krim fungsional yang tetap memenuhi preferensi sensori konsumen. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak sari jeruk sambal dengan enam taraf perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) dan empat ulangan. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan skala 1–5 terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan menggunakan 30 panelis. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kombucha liang teh Pontianak sari jeruk sambal meningkatkan intensitas warna kekuninggan, lebih beraroma kombucha, rasa lebih asam, namun menurunkan tekstru es krim menjadi agak kasar. Es krim suplementasi 15% paling disukai. Penelitian ini menukkan bahwa kombucha liang teh Pontianak sari jeruk sambal masih dapat diterima oleh konsumen.  
THE KIAI AS A COMMUNITY RELATIONS AGENT IN SUSTAINING THE EXISTENCE OF ISLAMIC BOARDING SCHOOLS: A CASE STUDY AT PONDOK PESANTREN BURHANUL ABRAR BESUKI, SITUBONDO Rifa’i, Moh.; Sholahuddin, Sholahuddin
Jurnal Al-Ijtimaiyyah Vol. 12 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v12i2.35785

Abstract

This study examines the role of the kiai (Islamic boarding school leader) as an agent of community relations (hubungan masyarakat) in sustaining the institutional existence of Pondok Pesantren Burhanul Abrar, Besuki, Situbondo, East Java, Indonesia. Situated within the framework of Islamic community development and institutional communication, the study analyzes the strategies, patterns, and social dynamics through which the kiai builds and maintains relationships with surrounding communities, alumni networks, government actors, and the broader public. A qualitative research design with a case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with pesantren administrators, student guardians (wali santri), alumni, and community figures selected through purposive sampling, complemented by participatory observation of da'wah activities, social services, and community interactions, as well as institutional documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña comprising data condensation, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source, method, and time triangulation. The findings reveal that the kiai occupies a strategically central position in the pesantren's community relations system, functioning simultaneously as a charismatic leader, moral communicator, social capital builder, and cultural da'wah actor. The kiai's community relations strategies encompass personal communication, cultural engagement through local Islamic traditions, moral exemplarity, external da'wah activities across multiple regions, and alumni network strengthening through the IKSABA organization. These strategies have yielded measurable outcomes, including a growth in student enrollment from 220 santri in 2023 to 255 in 2024 and 290 in 2025, reflecting increasing public trust and the deepening social legitimacy of the institution. The study concludes that the kiai's role as a cultural public relations agent is the most dominant factor in sustaining the pesantren's existence, and contributes a replicable model of community-based Islamic institutional communication applicable to other pesantren in contemporary Indonesia.
PENGARUH PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA LAHAN ALUVIAL Purwanto, Dedi; Anggorowati, Dini; Sholahuddin, Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di lahan aluvial. Penelitian dilakukan di Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Pontianak dengan jenis tanah aluvial. dimulai 5 September 2013 sampai 12 Desember 2013. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu dosis pupuk kandang kotoran ayam, dengan 6 taraf perlakuan terdiri dari 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), berat perbuah (g), hasil perpetak (g), berat buah pertanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada lahan aluvial. Kata kunci: Pupuk Kandang Ayam, Tomat, Tanah Aluvial
Karakteristik Minyak Kasar Biji Kepayang (Pangium Edule) dengan Metode Ekstraksi Menggunakan Pelarut PRASTILI, ERLINTRI SEPTI; PURWAYANTIE, SULVI; SHOLAHUDDIN, SHOLAHUDDIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45610

Abstract

Buah kepayang merupakan salah satu bahan baku yang telah dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati edible. Penelitian pembuatan minyak biji kepayang telah banyak dilakukan, akan tetapi dalam pengambilan minyak hanya menggunakan cara fisik (pengempaan) dan pelarut petroleum eter (PE). Pelarut non polar lain yang dapat digunakan adalah heksan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik minyak biji kepayang kasar terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan PE. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%. jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ), Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan membandingkan nilai pada setiap perlakuan melalui uji Indeks Efektifitas yang memuat hasil analisis fisik kimia dari masing-masing perlakuan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 25:75 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak yang dihasilkan yaitu kadar rendemen sebesar 26,95%, angka asam 7,00 mgKOH/g, berat jenis 0,9682 g/ml, bilangan iodin 32,37 mg/g, dan aktivitas antioksidan 20,7917%. Kata Kunci: ekstraksi, heksan, karakteristik, minyak biji pangi, PE
KAJIAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PADA TEH HERBAL KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) Dewi, Theresia Oktavia Triprastika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Sholahuddin, Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46227

Abstract

Teh herbal adalah produk minuman yang dapat dibuat dengan infusi air dari akar, daun, bunga, kulit dan bagian komponen lain dari berbagai spesies tanaman yang sangat beragam. Saat ini, kulit buah nanas merupakan limbah yang berpotensi dikembangkan menjadi teh herbal. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan suhu pengeringan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan orgnalopetik teh herbal kulit buah nanas terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, suhu pengeringan sebagai perlakuan yang terdiri dari 3 taraf suhu yaitu 50, 60 dan 70 °C. Data dianalisis dengan ANOVA, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman. Penentuan hasil terbaik melalui uji Indeks Efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan suhu pengeringan 60 °C merupakan suhu pengeringan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik teh herbal kulit buah nanas terbaik. Karakteristik fisikokimia yang dihasilkan yaitu rendemen 20,84%, kadar air 5,00%, kadar abu 2,83%, total fenol 53,77 mg GAE/g ekstrak, aktivitas antioksidan 82,33%, karakteristik organoleptik yaitu warna 2,80 (tidak suka), aroma 3,27 (agak suka) dan rasa 3,00 (agak suka).