Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BULAT (IBU BALITA) INOVASI KELOR UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN BALITA Patemah Patemah; Ervin Rufaindah
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.68

Abstract

Masalah kesehatan gizi pada balita menjadi issue dan perhatian bagi pemerintah indonesia. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. prevalensi stunting di tahun 2021 sebesar 24,4 persen sehingga untuk mencapai target tersebut diperlukan penurunan 2,7 persen di setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhi terpenuhinya zat gizi makro dan mikro pada ibu hamil atau balita, seperti faktor, ekonimi, pendidikan dan Pengetahuan. Tujuan dari kegitan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara mengolah makanan dari bahan kelor yang akan menjadi makanan balita dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat BULAT (Ibu Balita) melalui Implementasi Inovasi olahan kelor untuk meningkatkan nafsu makan balita”. Metode pelaksanaan dilakukan dengen kegiatan pretest dan kemudian pemberian penyuluhan dan pelatihan. Setelah itu dilakukan penilaian dengan posttest. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan. Pengetahuan dari peserta sebelum pemberian mater dan pelatihan dengan kategori pengetahuan cukup baik yaitu 70 % dan kategori baik 10%, kurang baik 20% dan setelah pelatihan pengetahuan dengan kategori pengetahuan baik yaitu 73.% dan yang cukup baik 27%. Peserta juga bisa mendemonstrasikan ulang cara mengolah kue kering dengan semua benar. Kesimpulan adalah terjadinya perubahan perilaku dengan terjadinya piningkatan pengetahuan baik setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Diharapkan ibu balita dapat membuat produksi kue kelor
FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA DITINJAU DARI ASPEK POLA MAKAN Octovina Soumokil; Griselda Fortunata Susilo Putri; Dorce Sisfiani Sarimin; Patemah Patemah
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 10 (2026): Vol. 5 No. 10 Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i10.3991

Abstract

To date, the incidence of anemia in Indonesia remains one of the public health issues that requires serious and sustained attention. Adolescence is a period of rapid growth, during which iron requirements increase to support tissue growth, an increase in blood volume, and the development of reproductive organs. The purpose of this study was to identify the factors contributing to the incidence of anemia among adolescents from the perspective of dietary patterns. A cross-sectional study design was used in this research. The study was conducted at a high school in Banjarmasin. The sample consisted of 85 female students. Simple random sampling was used. A questionnaire was employed as the research instrument. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods. The results showed an association between dietary patterns (p-value: 0.037) and sleep duration (p-value: 0.002) with the incidence of anemia in adolescent girls. It is recommended that school officials and local health workers conduct educational and awareness campaigns about anemia in adolescents, as well as provide regular health checkups and iron supplements.Keywords: Anemia, Sleep Duration, Eating Habits, Adolescents
EFEKTIFITAS PELATIHAN STIMULASI PADA ANAK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU patemah
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 1 No. 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v1i1.8

Abstract

Pendahuluan. Stimulasi adalah suatu aktifitas yang dilakukan untuk memberikan rangsangan akan kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak untuk mencapai pertumbuhan dan paerkembangannya secara optimal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan bulan Desembaer 2022 di ATMA HOME CARE di desa Karanganyar Kec. Poncokusumo Kab. Malang dengan cara wawancara pada 4 ibu yang mempunyai anak didapatkan hasil 25% mengetahui dengan benar tentang cara stimulasi bayi dan 75% tidak mengetahui cara stimulasi pada anak. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi anak. Metode penelitian dengan menggunakan desain penelitian diskriptif yaitu menggambarkan pengetahuan ibu tentang stimulasi pada anak. Subyek pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 1 bulan sampai 60 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel penelitian adalah 20 orang. Intrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan menggunakan tabel distribusi dengan bentuk persentase. Hasil. Hasil penelitian setelah pelatihan didapatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi pada tingkat tahu didapatkan baik 80%, pada tingkat paham didapatkan baik 70%, dan pada tingkat aplikasi didapatkan baik 70%. Kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang stimulasi pada anak dan diharapkan memberikan KIE tentang stimulasi pada anak pada ibu saat kunjungan nifas dan memberikan penyuluhan pada saat kegiatan Posyandu.
EFFECTIVENESS OF COUNSELING IN INCREASING MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT STIMULATION LI.15 (JIANYU) TO OVERCOME MOTOR DISORDERS IN CHILDREN AT ATMA HOME CARE: EFEKTIFITAS PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI LI.15 (JIANYU) UNTUK MENGATASI GANGGUAN MOTORIK PADA ANAK DI ATMA HOME CARE Patemah
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v2i1.10

Abstract

Introduction. Knowledge is the process of turning things you don't know into knowing, from not getting to getting it. Stimulation is an activity to provide stimulation to children to optimize their motoric growth and development. From the results of a preliminary study carried out in August 2023 at Atma Home Care in Karanganyar village, Kec. Poncokusumo District. Malang, through interviews with 5 mothers who have 3 year old children, found that 20% only knew about LI.15 (Jianyu) stimulation and 70% had never known about LI.15 (Jianyu) stimulation. Objective. The aim of this research was to determine the mother's level of knowledge about LI.15 (Jianyu) stimulation. The research method uses a descriptive research design, namely only describing the mother's level of knowledge about LI.15 (Jianyu) stimulation in children. The research subjects were mothers of toddlers with children aged 2 years to 6 years who met the inclusion and exclusion criteria. The research sample size was 25 people. The research instrument is using a questionnaire. Data analysis uses distribution tables in the form of percentages. Results. The results of the research after the counseling activity were that the mother's knowledge about LI.15 (Jianyu) stimulation was at a good level of 72%, at an understanding level with good results was 64%, and the application level was found to be good at 56%. Conclusion. The conclusion of the research is that there is an increase in mothers' knowledge about LI.15 (Jianyu) stimulation in children with the hope that mothers will actively provide stimulation independently and attend Atma Home Care to take part in counseling activities.
The Relationship Between Family Support and Early Mobilization in Post-Cesarean Section (CS) Patients. Inge Sintyadri Wahyu Sari; Patemah Patemah; Waifti Amalia
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v4i1.31

Abstract

Caesarean section (CS) is a delivery process that involves making an incision in the uterus through the abdominal wall with the aim of minimising risks to the mother and foetus during the delivery process. Complications after surgery can prolong the length of hospitalisation and recovery. One factor affecting wound healing in post-C-section patients is early mobilisation. Early mobilisation is expected to improve blood supply, thereby affecting the speed of wound healing in mothers. The pain from the scar makes mothers reluctant to mobilise early. Family support is needed to encourage mothers to mobilise early after a caesarean section. The purpose of this study was to analyse the relationship between family support and early mobilisation in post-caesarean section patients at IRNA III RSUD dr. Saiful Anwar, East Java. The purpose of this study was to analyse the relationship between family support and early mobilisation in post-C-section patients. The methods used were interviews and questionnaires with a cross-sectional approach using questionnaires administered to 52 post-C-section mothers at IRNA III RSUD Dr. Saiful Anwar in East Java Province, where the level of support was high and early mobilisation was high. The results from 52 respondents showed that there was a significant relationship between family support and early mobilisation with a p-value of 0.039 and a correlation coefficient of 0.287. Thus, it can be concluded that the higher the family support, the higher the mobilisation.
Efektivitas Brain Gym Terhadap Peningkatan Daya Ingat Jangka Pendek Anak Sekolah Dasar Di MI KH. Hasyim Asy'ari Kota Malang Ratih Permatasari; Rizqiana Dita Ekasari; Patemah Patemah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61126

Abstract

Abstrak Daya ingat jangka pendek merupakan kemampuan kognitif yang berperan penting dalam membantu anak menyimpan dan mengolah informasi selama proses pembelajaran. Gangguan pada daya ingat jangka pendek dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami materi dan mengingat informasi yang baru dipelajari. Brain Gym merupakan salah satu metode stimulasi otak yang berpotensi meningkatkan daya ingat jangka pendek pada anak sekolah dasar. Tujuan: Menganalisis efektivitas Brain Gym terhadap peningkatan daya ingat jangka pendek pada anak kelas III MI KH. Hasyim Asy’ari Kota Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan latihan Brain Gym selama 1 minggu dengan 4 kali pertemuan yang meliputi gerakan The Owl, The Grounder, dan The Active Arm. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok intervensi, dengan skor rata-rata meningkat dari 35,41 sebelum perlakuan menjadi 38,59 setelah perlakuan (p<0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna secara statistik (p=0,273). Kesimpulan: Brain Gym efektif meningkatkan daya ingat jangka pendek pada anak kelas III MI KH. Hasyim Asy’ari Kota Malang dan dapat dijadikan salah satu intervensi sederhana untuk mendukung fungsi kognitif anak selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Daya ingat jangka pendek, fungsi kognitif, anak sekolah dasar, brain gym. Abstract Background: Short-term memory is a cognitive ability that plays an important role in helping children store and process information during the learning process. Impairment of short-term memory may lead to the loss of acquired information. Brain Gym is a brain stimulation method that has the potential to improve short-term memory in elementary school children. Objective: To analyze the effectiveness of Brain Gym in improving short-term memory among third-grade students at MI KH. Hasyim Asy’ari, Malang City. Methods: This study employed a quasi-experimental pretest-posttest with a control group design. The study included 58 respondents who were divided into an intervention group and a control group. The intervention group participated in Brain Gym exercises for one week, consisting of four sessions that included The Owl, The Grounder, and The Active Arm movements. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann-Whitney U Test. Results: A significant improvement was observed in the intervention group, with the mean short-term memory score increasing from 35.41 before the intervention to 38.59 after the intervention (p<0.0001). In contrast, the control group did not show a statistically significant change (p=0.273). Conclusion: Brain Gym is effective in improving short-term memory among third-grade students at MI KH. Hasyim Asy’ari, Malang City, and can be considered a simple intervention to support children’s cognitive function during the learning process.
Implementasi Komplementer Stimulasi Titik Perikardium (PC5) dalam Meningkatkan Kemampuan Kader untuk Meningkatkan Nafsu Makan Balita. Patemah Patemah; Ervin Rufaindah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61826

Abstract

Abstrak Bayi yang sudah genap berusia 1 tahun akan menjadi balita. Pada fase balita ini memerlukan makanan tambahan yang mengalami peralihan kemakanan orang dewasa. Makanan ini akan digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangnya. Untuk meningkatkan pola makan balita maka dapat dilakukan stimulasi akupresur pada titik perikardium (PC5). Tujuan: penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan kader untuk stimulasi titik perikardium (PC5) dalam meningkatkan nafsu makan balita. Desain Menggunakan Kuantitatif dengan metode quasi eksperimen one group pretest and posttest design. Hasil: yang didapatkan sesudah pemberian materi adanya peningkatan pengetahuan kader pada tingkat tahu mayoritas berpengetahuan baik 21 responden (70%), pada tingkat paham mayoritas berpengetahuan baik 20 responden (67%), pada tingkat aplikasi sesudah pemberian materi mayoritas berpengetahuan baik 20 responden (67%), yang sebelumnya tidak ada yang baik. Kesimpulannya: adanya perubahan peningkatan Pengetahuan dari tingkat tahu, paham dan aplikasi menjadi baik. Sarannya adalah agar semua kader dapat memberikan implementasi stimulasi pericardium kepada balita dan kegiatan bisa juga dilakukan di posyandu balita. Kata Kunci: Stimulasi, Perikardium, Balita.