Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERBANDINGAN ADSORBEN DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DAN SERABUT BUAH NIPAH TERHADAP ZAT WARNA METHYLENE BLUE Khairun Nisah Khairun Nisah; Reni Silvia Nasution; Yunda Muddassir
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1938

Abstract

Nipah atau Nypa fruticans merupakan tumbuhan dengan kandungan selulosa yang cukup besar sehingga bisa digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan adsorben daun nipah dan serabut buah nipah terhadap zat warna methylene blue. Proses aktivasi serbuk daun nipah dan serbuk serabut buah nipah dilakukan dengan menggunakan proses maserasi dengan menggunakan pelarut Ethanol p,a. dan HCl 1N. Bahan penyerap yang digunakan pada penelitian ini menggunakan larutan standar methylene blue, sedangkan proses pengukuran panjang gelombang menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil kalibrasi yang diperoleh dari proses perbandingan adsorben daun nipah dan serabut buah nipah terhadap zat warna methylene blue menggunakan panjang gelombang maksimum 660 nm dengan menggunakan konsentrasi 0,2, 0,4, 0,6, dan 0,8 ppm dimana nilai absorbansi untuk daun nipah dan serabut buah nipah yang dihasilkan berbeda, adapun nilai absorbansi untuk daun nipah yaitu 0,198; 0,203; 0,395; dan 0,407 dan nilai absorbansi untuk serabut buah nipah yaitu 0,096; 0,125; 0,205; dan 0,354. Hasil dari proses pengukuran panjang gelombang di atas menggunakan larutan standar methylene blue dengan adsorben serbuk daun nipah maka nilai absorbansi yang didapatkan yaitu 3,00 ppm, adapun nilai konsentrasi yang didapat ialah 30,29 ppm, sedangkan proses pengukuran panjang gelombang menggunakan larutan standar methylene blue dengan serbuk serabut buah nipah maka nilai absorbansi yang didapatkan yaitu 1,96 ppm, adapun nilai konsentrasi yang didapat ialah 22 ppm. Hasil dari proses perbandingan adsorpsi dari adsorben serbuk daun nipah dan serbuk serabut buah nipah adalah sebagai berikut: 30,29 ppm dan 22 ppm.
UJI KUALITAS AIR BOILER PADA PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI PT. X Willa Volara; Reni Silvia Nasution
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1961

Abstract

Boiler adalah suatu bejana yang berisi air dimana secara terus menerus air itu diuapkan dan membentuk steam yang digunakan sebagai tenaga penggerak turbin. Untuk menghindari terbentuknya kerak dan korosi pada pipa yang akan menurunkan efesiensi boiler, maka diperlukan perawatan yang khusus pada air boiler yaitu berupa parameter pH, Silika (SiO2) dan total disolved solids (TDS). Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dimulai dari tanggal 21–27 januari 2022. Metode analisis dilakukan dengan metode spektrofotometri, pH meter dan TDS meter. Hasil yang didapat pada analisis kadar pH yaitu 10,5-10,9, pada silika (SiO2) yaitu 20-40 ppm dan pada total dissolved Solidss (TDS) yaitu 691 – 736 ppm.
ANALISIS KADAR AIR DAN KADAR ABU PADA TEH HITAM YANG DIJUAL DI PASARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI Yuka Ulul Fikriyah; Reni Silvia Nasution
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2000

Abstract

Teh merupakan minuman yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camelia sinensis. Kadar air dan kadar abu merupakan karakteristik yang sangat penting pada bahan pangan, karena dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, cita rasa dan kandungan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah teh hitam yang dijual di pasaran memiliki kadar air dan kadar abu yang memenuhi standar mutu. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh (berdasarkan jumlah terbesar hingga terkecil) jumlah kadar air yaitu untuk sampel TB, TBM, TCP, TCC, TSW, dan TG sebanyak 7,632%, 7,539%, 7,156%, 7,150%, 7,141%, dan 6,213%. Sedangkan jumlah kadar abu yang didapat untuk sampel TBM, TCC, TB, TSW, TG, dan TCP diperoleh sebanyak 5,898%, 5,836%, 5,805%, 5,759%, 5,748%, dan 5,287%. Maka dari data yang diperoleh kadar air dan kadar abu pada teh hitam telah sesuai dengan standar mutu SNI 3753:2014
PENYERAPAN FOSFAT LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN METODE ADSORPSI Andi Via Putra Ultama; Reni Silvia Nasution; Muhammad Ridwan Harahap
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan saat ini yang banyak terjadi salah satunya adalah pencemaran oleh limbah cair yang berasal dari proses pencucian pakaian atau usaha laundry. Dewasa ini laundry menjadi usaha yang menjamur yang berada di setiap daerah kota maupun desa, bahkan pengerjaan cucian pada jasa laundry ini mencapai 75 s/d 80 kg setiap harinya dan limbah laundry yang dihasilkan berkisar 35 s/d 50 L. Dalam kajian kepustakaan (library research) ini, dirangkum tentang bagaimana pengaruh adsorben bahan alam dengan waktu kontak dan massa adsorben terhadap efektivitas adsorpsi kadar fosfat (PO4) limbah cair usaha laundry, dimana proses adsorpsi dengan adsorben bahan alam efektif menurunkan kadar fosfat pada limbah cair laundry. Hal ini dilihat berdasarkan pengaruh adsorben dari bahan alam, tidak semua adsorben mampu menurunkan kadar fosfat dengan baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh massa, waktu kontak dan jenis aktivator. Kemudian pada pengaruh waktu kontak dan massa adsorben, dari hasil yang diperoleh bahwa tidak semuanya waktu kontak tertinggi dan massa tertinggi akan menyerap banyak kadar fosfat yang terserap. Hal ini dipengaruhi oleh jenuhnya adsorben dalam limbah fosfat, sehingga adsorben tersebut mengalami desorpsi atau terjadinya pelepasan kadar fosfat. Penelitian ini bisa dimanfaatkan sebagai informasi untuk penurunan kadar fosfat sehingga lebih mudah dalam menetukan variabel-variabel untuk proses adsorpsi.
Characterization of Carrageenan Edible Film With Natural Antioxidant From Syzygium Cumini Leaf Extract (SCLE) Reni Silvia Nasution
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v8i2.10966

Abstract

Abstract: Edible film have received considerable attention because of their advantages including their use as edible packaging material over synthetic films. This study aimed to characterize an edible film based on carrageenan and Syzygium cumini leaf extract (SCLE) as a natural antioxidant. The addition of SCLE was carried out with various concentrations of 0, 5, 10 and 15%. Characterization was carried out by measuring the physical properties, mechanical properties and antioxidant activities. The result showed that the presence of SCLE gave an increase in thickness and a decrease in solubility and water content compared to the edible film without the addition of SCLE. The addition of 5% SCLE resulted in a slight increase in tensile strength and a reduction in elongation at break. The edible films also showed an increase in antioxidant activity with the addition of SCLE where the highest antioxidant activity was at the addition of 15% SCLE. The incorporation of natural antioxidants in edible films can be a potential strategy to produce promising active packaging to extend product shelf life in the food packaging industry.Abstrak: Edible film telah mendapat banyak perhatian karena keuntungannya sebagai kemasan yang dapat dimakan  dibandingkan film sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi edible film berbasis karaginan dan ekstrak daun Syzygium cumini (SCLE) sebagai antioksidan alami. Penambahan SCLE dilakukan dengan variasi konsentrasi 0, 5, 10 dan 15%. Karakterisasi dilakukan dengan mengukur sifat fisika, sifat mekanik dan aktivitas antioksidannya. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan SCLE memberikan peningkatan pada ketebalan dan penurunan pada kelarutan dan kadar air dibandingkan edibe film tanpa penambahan SCLE. Penambahan SCLE sebanyak 5% menghasilkan sedikit peningkatan pada kuat tarik dan pengurangan pada perpanjangan putus. Edible film juga menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan dengan penambahan SCLE dimana aktivitas antioksidan tertinggi pada penambahan 15% SCLE. Penggabungan antioksidan alami pada edible film dapat menjadi strategi potensial untuk menghasilkan kemasan aktif yang menjanjikan untuk memperpanjang umur simpan produk pada industri kemasan makanan.
ANALISIS POTENSI MEMBRAN DARI KARAGENAN PADA DESALINASI AIR SUMUR DENGAN METODE REVERSE OSMOSIS Khairun Nisah; Reni Silvia Nasution; Saniatissurra
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desalinasi merupakan proses menghilangkan kandungan garam dari air sehingga dapat memperoleh air yang dapat dikonsumsi oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Membran berupa lembaran tipis yang bertindak sebagai penghalang selektif antara dua fase cair, gas dan uap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja membran dari karagenan pada desalinasi air sumur menggunakan metode reverse osmosis. Penurunan kadar garam dalam air sumur diuji dengan menggunakan refraktometer. Pengolahan air sumur dengan menggunakan metode reverse osmosis dengan variasi waktu pengolahan air sumur 20, 40, 60, 80 dan 100 menit. Air sumur yang sudah di olah di uji kualitasnya dengan beberapa parameter yaitu, pH, TSS, TDS, COD, bau, rasa dan warna. Hasil pengolahan air sumur didapatkan penurunan kadar garam dari 1,3326 ke 1,3313. Didapatkan pH sebelum pengolahan dan sesudah yaitu 7,24 dan 7,63. Penurunan kadar COD dari 121 mg/L menjadi 8 mg/L. Nilai TSS yang diturunkan 133 mg/L menjadi 23 mg/L. Pengujian TDS didapatkan nilai yang sama yaitu 1 ppm. Untuk parameter warna dan bau pada air sumur sesudah pengolahan dan sebelum pengolahan tidak memiliki warna dan bau. Pada air sumur sebelum pengolahan dan sesudah pengolahan 20, 40 dan 60 menit air sumur masih memiliki rasa asin sedangkan pada waktu pengolahan 80 dan 100 menit tidak memiliki rasa asin. Hasil diatas didapatkan kesimpulan bahwa membran karagenan dapat menurunkan kadar garam dengan desalinasi menggunakan metode reverse osmosis.
UJI FISIKOKIMIA PADA SEDIAAN LIP BALM DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) Bhayu Gita Bhernama; Reni Silvia Nasution; Rizqiena Alfajriah Nst
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang uji fisikokimia sediaan lip balm dari minyak pala telah dilakukan untuk melembabkan bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari pengujian fisikokimia pada sediaan lip balm dari minyak pala (Myristica fragrans Houtt) sesuai dengan standar BPOM NO. 12 Tahun 2019. Metode pada penelitian ini dilakukan dengan eksperimental. Sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi minyak pala yaitu 10%, 15%, 20%, blanko digunakan formula dasar dalam pembuatan sediaan lip balm tanpa minyak pala. Pembuatan lip balm dilakukan dengan menimbang semua bahan kemudian dilakukan uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, iritasi, dan cemaran mikroba. Hasil uji organoleptis pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% didapat tekstur yang padat, berwarna putih dan memiliki bau khas pala, dan blanko memiliki bau coklat. Lip balm memiliki tekstur yang homogen. Hasil pengujian pH pada blanko adalah 6,1, pH lip balm dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% berturut-turut adalah 6,3; 6,4; 6,6. Hasil uji cemaran mikroba dengan variasi konsentrasi minyak pala sudah sesuai dengan standar BPOM No. 12 tahun 2019 kecuali pada sediaan lip balm tanpa penambahan minyak pala terdapat pertumbuhan bakteri S.aureus 2.0x101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji fisikokimia (uji organoleptis, homogenitas, pH dan titik lebur dan cemaran mikroba) pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% sesuai dengan standar BPOM NO. 12 tahun 2019. Lip balm dengan konsentrasi 10% memiliki hasil yang lebih optimal dibandingkan pada konsentrasi 15% dan 20%.
KARAKTERISASI DAN MODIFIKASI MEMBRAN KITOSAN DENGAN EKSTRAK ETANOL MAMAN UNGU (Cleome rutidospermae) Putri Rizkina; Febrina Arfi; Reni Silvia Nasution
AMINA Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan polimer alami yang memiliki sifat non-toksik, hidrofil dan biokompatibel yang dapat digunakan dalam pembuatan membran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuatan membran kitosan dengan penambahan ekstrak etanol maman ungu dan mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik dari membran tersebut menggunakan metode inversi fasa. Hasil karakterisasi membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL ekstrak etanol maman ungu didapatkan pori yang lebih kecil dari pada penambahan 0,6 mL permukaan membran tampak lebih kasar dibandingkan dari membran lainnya. Karakterisasi gugus fungsi FTIR membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL dan 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan membran kitosan. Uji SEM menunjukkan membran kitosan memiliki permukaan yang sedikit kasar sedangkan membran kitosan dengan 0,3 mL permukaan cukup halus, sedangkan ekstrak 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu terdapat penggumpalan cukup kasar dan pori-porinya. Berdasarkan hasil kesimpulan terjadi penurunan nilai kuat tarik pada penambahan ekstrak etanol maman ungu.
AKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Reni Silvia Nasution; Muslem Muslem; Salmah Nasution
AMINA Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel antijerawat merupakan sediaan farmasi yang digunakan untuk mengobati jerawat dengan menurunkan komedo dan membantu pengelupasan sel kulit mati. Daun salam memiliki aktivitas antibakteri yang dapat dibuat dalam bentuk sediaan farmasi gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel antijerawat dari konsentrasi paling efektif ekstrak etanol daun salam terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis melalui metode difusi. Gel antijerawat dipreparasi dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun salam yaitu 0%; 1,5%; 2%; 2,5% dan 3%. Gel yang dihasilkan dilakukan beberapa pengujian seperti uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar dan antibakteri. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dihasilkan dari formula yang mengandung 3% ekstrak etanol daun salam. Daya hambat formula kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,5 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa sediaan farmasi gel yang mengandung 3% ekstrak etanol daun salam berpotensi untuk dijadikan gel antijerawat.
THE USE OF CHITOSAN AS A WATER CLEARANT FOR DUG WELLS IN GAMPONG JAVA BANDA ACEH Nasution, Reni Silvia; Arfi, Febrina; Alhafiz, Alfan Ferdiansyah; Nisah, Khairun
Lingkar: Journal of Environmental Engineering Vol. 5 No. 1 (2024): LINGKAR : Journal of Environmental Engineering
Publisher : Department of Environmental Engineering (Prodi Teknik Lingkungan), Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pollution of dug well water in Gampong Jawa Banda Aceh is caused by an imbalance in the ecosystem of organic and inorganic pollutants. The purpose of this study was to determine the effect of chitosan biocoagulant as a dug-well water purifier. The stages of this research were making chitosan from shrimp shells, making chitosan biocoagulant with the addition of 1% CH3COOH, and coagulation and flocculation with various biocoagulants (0.1%, 0.2%, and 0.5%) using the jar test method with fast stirring at 150 rpm and slow stirring at 50 rpm. The results of FTIR research on chitosan were characterized by the loss of the C=O group in the deacetylation process to change the acetyl amino group in chitin to amino, with a degree of deacetylation of 93.27%. The optimum performance of biocoagulants at a concentration of 0.5% can reduce pH from 7.1 to 6.9, the turbidity level to 99.99% (NTU), and E. coli to 0 jml/mL. The conclusion from this study is that chitosan biocoagulants are able to reduce turbidity levels (NTU), pH, and Escherichia coli bacteria.