Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Karakterisasi Komposit Polimer dengan Matriks Polistirena dan Bahan Pengisi dari Berbagai Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hidayani, Tengku Rachmi; Hutajulu, Poltak Evencus; Marbun, New Vita Mey Destty; Pardede, Erwin; Paramitha, Ratih; Nasution, Reni Silvia
REACTOR: Journal of Research on Chemistry and Engineering Vol 5, No 1 (2024): Published in June 2024
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/reactor.v5i1.115

Abstract

The first stage of this research was to make polystyrene grafted with maleic anhydride for making the couping agent with other filling compound. In the second stage, the polystyrene matrix grafted with maleic anhydride was combined with filler material derived from palm oil mill waste using the dry mixing method with an internal mixer. Among several variables tested, the optimum composition of the polymer composite was found to be Polystyrene grafted with maleic anhydride: sludge: boiler ash in a ratio of 60:25:15. This composition exhibited a Young's modulus of 856.752 MPa, a tensile strength of 6.057 MPa, and an elongation at break of 0.775%. Differential Scanning Calorimetry (DSC) testing revealed a glass transition temperature of 403.22°C, a crystallization temperature of 426.39°C, and a cross-linking indication temperature of 478.64°C. Scanning Electron Microscopy (SEM) tests showed an even distribution of the material. Fourier-transform infrared (FT-IR) spectroscopy indicated a decrease in absorption peaks at 3024.94 cm⁻¹ and 3025.15 cm⁻¹, while the polystyrene characteristics at the wave number 1600.57 cm⁻¹ appeared sharper. The sound absorption test results met the ISO 11654:1997 standard for the rating level of sound absorption coefficient in materials, achieving Class D and C sound absorption with an αₙₓ value ranging from 0.328 to 0.793.
IDENTIFICATION OF ESSENTIAL OIL COMPONENTS FROM THE PEELS OF LIME (Citrus aurantifolia) AND KAFFIR LIME (Citrus hystrix) BASED ON GROWING ALTITUDE USING GC-MS Yodi Ari Stiawan; Nasution, Reni Silvia; Bhayu Gita Bhernama
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v1i2.4150

Abstract

Essential oils are oils whose components are generally volatile and are obtained from various types of plants and are the largest demand commodity in marketing circles. One of the essential oil-producing plants, namely lime (C. aurantifolia) and kaffir lime (C. hystrix) so that they are widely used by industry as raw materials for making medicines, cosmetics, and perfumes because they contain various components in them. However, the community only uses the fruit as a spice for cooking and drinks, while the skin is thrown away so that it becomes waste. This study aims to determine the effect of the height of the growing location on the essential oil components of the fruit peels of C. aurantifolia and C. hystrix as measured using GC-MS. The sampling method was carried out by simple random sampling, which was taken from several trees randomly at an altitude range of 0-100, 400-500, and 1,200-1,300 masl. The extraction method used is steam-water distillation at 100°C for 6 hours. The results of GC-MS identification showed that the essential oil from the skin of C. aurantifolia fruit contains 3 main components, namely dl-Limonene, 2-β-Pinene, and γ-Terpinene and the highest component is obtained at an altitude range of 400-500 masl. Meanwhile, C. hystrix contains 5 main components in the form of 2-β-Pinene, Sabinene, dl-Limonene, Citronella, and β-Citronellol and the highest component is obtained at an altitude range of 0-100 masl. GC-MS analysis showed that the volatile oil components of the fruit peels of C. auratifolia and C. hystrix were affected by the altitude of the growing location including temperature and humidity.
Effect of Acetobacter aceti Concentration and Fermentation Time on Acetic Acid Content Produced From Seaweed Gracilaria sp. Harahap, Muhammad Ridwan; Nasution, Reni Silvia; Nadhifa, Husniah; Khairani, Ana
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v9i1.26631

Abstract

Abstract: This study evaluates the conversion of Gracilaria sp. seaweed into acetic acid using the bacterium Acetobacter aceti. Acid hydrolysis breaks down the carbohydrates in Gracilaria sp. into glucose, which is then fermented by Acetobacter aceti to produce acetic acid. Assessed the impact of varying concentrations of Acetobacter aceti and different fermentation durations on acetic acid yield. Results indicated that Gracilaria sp. produced bioethanol at approximately 7.108% using bread yeast and 1.572% with tapai yeast. The bioethanol from bread yeast was used for fermentation. FTIR analysis revealed specific absorption peaks for hydroxyl (OH) at 3248 cm⁻¹, carbonyl (C=O) at 1635.64 cm⁻¹, and carbon-oxygen (C-O) at 1249 cm⁻¹. Acetic acid concentrations were influenced by the concentration of Acetobacter aceti (5%, 10%, 15%) and fermentation time (7, 10, 13 days), with the highest concentration of 0.380% achieved after 10 days at 10% Acetobacter aceti.Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi perubahan rumput laut Gracilaria sp. menjadi asam asetat menggunakan bakteri Acetobacter aceti. Hidrolisis asam memecah karbohidrat dalam Gracilaria sp. menjadi glukosa, yang kemudian difermentasi menggunakan Acetobacter aceti untuk menghasilkan asam asetat. Pengaruh dari berbagai konsentrasi Acetobacter aceti dan durasi fermentasi yang berbeda pada hasil asam asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioetanol Gracilaria sp. diproduksi sekitar 7,108% menggunakan ragi roti dan 1,572% dengan ragi tapai. Bioetanol dari ragi roti digunakan untuk fermentasi. Analisis FTIR mengungkapkan puncak serapan spesifik untuk hidroksil (OH) pada 3248 cm⁻¹, karbonil (C=O) pada 1635,64 cm⁻¹, dan karbon-oksigen (C-O) pada 1249 cm⁻¹. Konsentrasi asam asetat dipengaruhi oleh konsentrasi Acetobacter aceti (5%, 10%, 15%) dan lama fermentasi (7, 10, 13 hari), dengan konsentrasi tertinggi sebesar 0,380% dicapai setelah 10 hari pada 10% Acetobacter aceti.
PEMBUATAN FASE DIAM KLT (KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS) NANOSILIKA UNTUK PENENTUAN NILAI Rf DARI EKSTRAK ETANOL BIJI KUWALOT (Brucea javanica L. Merr) Amaliyah, Marsya; Arfi, Febrina; Bhernama, Bhayu Gita; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 6 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i3.6119

Abstract

Plat KLT umumnya berupa lembaran kaca atau logam yang dilapisi dengan adsorben padat seperti silika atau alumina. Ukuran pada adsorben sangat mempengaruhi keefektifitasan dan kecepatan pada fase gerak yang diserap oleh adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk membuat adsorben ukuran nano dari silika dan mengetahui nilai Rf yang dihasilkan dari pemisahan pada ekstrak biji kuwalot (Brucea javanica L. Merr) dengan variasi eluen. Pembuatan plat KLT nano silika dilakukan dengan penggilingan silika murni ukuran 18,654 mikrometer menggunakan ball mill secara bertahap selama 8 jam, dengan penggilingan pertama selama 4 jam dengan kecepatan 300 rpm, penggilingan kedua selama 1 jam dengan kecepatan 300 rpm dan penggilingan terakhir selama 3 jam dengan kecepatan 500 rpm didapat hasil akhirnya 81,58 nm. Persentase nilai Rf yg dihasilkan dari perhitungan plat KLT nanosilika dengan eluen n-heksana (C8H14) dan etil asetat (C4H8O2)  campuran menghasilkan noda pertama dengan nilai Rf 0,12, kedua dengan nilai Rf 0,3, ketiga dengan nilai Rf 0,36 dan keempat  0,8 Persentase nilai Rf yg dihasilkan dari perhitungan plat KLT nanosilika dengan eluen n-heksana menghasilkan nilai Rf 0,14. Persentase nilai Rf yg dihasilkan dari perhitungan plat KLT nano silika dengan eluen etil asetat menghasilkan nilai Rf 0,1 pada noda pertama, noda kedua dengan nilai Rf 0,44, ketiga dengan nilai Rf 0,66 dan noda terakhir dengan nilai Rf 0,86. Berdasarkan nilai Rf yang dihasilkan, plat nano silika terbukti dapat memisahkan senyawa berdasarkan kepolarannya, dimana hasil dari nilai Rf yang dihasilkan terbanyak menujukan senyawa yang bersifat semi polar. Banyaknya noda yang dihasilkan pada eluen campuran dan eluen etil asetat dibandingkan dengan eluen n-heksana, menunjukkan ekstrak etanol biji kuwalot (Brucea javanica L. Merr) memiliki tingkat kepolaran yang relatif tinggi.
ANALISIS KANDUNGAN AGAR, PROKSIMAT DAN PIGMEN RUMPUT LAUT Gracilaria sp. PADA PERAIRAN ULEE LHEUE KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Haikal, Muhammad; Nasution, Reni Silvia; Yulian, Muammar; Hayatillah, Raudhah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v4i2.5525

Abstract

Gracilaria sp. adalah salah satu spesies rumput laut yang memiliki kandungan agar, proksimat dan pigmen. Ketiga kandungan tersebut banyak digunakan dalam bidang industri, bioteknologi dan sebagai makanan yang baik dan sehat.Penelitian ini menggali potensi budidaya Gracilaria sp. di sepanjang pesisir Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, berdasarkan kandungan agar, proksimat dan pigmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk analisis Agar adalah gravimetri dan dikarakterisasi menggunakan FTIR, untuk analisis proksimat mengacu pada metode standar Associationof Official Analytical Chemists (AOAC). Pengujian pigmen menggunakan metode maserasi tunggal serta dikarakterisasi menggunakan UV-Vis. Hasil yang diperoleh bahwa kadar agar rumput laut Gracilaria sp. sebesar 17,1%. Untuk kadar proksimat yaitu kadar abu 12,46 %, kadar air 11,04 %, kadar lemak 1.63 %, kadar protein 13.32%, dan kadar karbohidrat 61,55 %. Kadar pigmen rumput laut Gracilaria sp. diperoleh sebesar 5,28 %, kadar klorofil a 3,43 μg⁄g dan kadar karotenoid 1,6 μg⁄g.
KARAKTERISASI DAN MODIFIKASI MEMBRAN KITOSAN DENGAN EKSTRAK ETANOL MAMAN UNGU (Cleome rutidospermae) Rizkina, Putri; Arfi, Febrina; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3104

Abstract

Kitosan merupakan polimer alami yang memiliki sifat non-toksik, hidrofil dan biokompatibel yang dapat digunakan dalam pembuatan membran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuatan membran kitosan dengan penambahan ekstrak etanol maman ungu dan mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik dari membran tersebut menggunakan metode inversi fasa. Hasil karakterisasi membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL ekstrak etanol maman ungu didapatkan pori yang lebih kecil dari pada penambahan 0,6 mL permukaan membran tampak lebih kasar dibandingkan dari membran lainnya. Karakterisasi gugus fungsi FTIR membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL dan 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan membran kitosan. Uji SEM menunjukkan membran kitosan memiliki permukaan yang sedikit kasar sedangkan membran kitosan dengan 0,3 mL permukaan cukup halus, sedangkan ekstrak 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu terdapat penggumpalan cukup kasar dan pori-porinya. Berdasarkan hasil kesimpulan terjadi penurunan nilai kuat tarik pada penambahan ekstrak etanol maman ungu.
AKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Nasution, Reni Silvia; Muslem, Muslem; Nasution, Salmah
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3212

Abstract

Gel antijerawat merupakan sediaan farmasi yang digunakan untuk mengobati jerawat dengan menurunkan komedo dan membantu pengelupasan sel kulit mati. Daun salam memiliki aktivitas antibakteri yang dapat dibuat dalam bentuk sediaan farmasi gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel antijerawat dari konsentrasi paling efektif ekstrak etanol daun salam terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis melalui metode difusi. Gel antijerawat dipreparasi dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun salam yaitu 0%; 1,5%; 2%; 2,5% dan 3%. Gel yang dihasilkan dilakukan beberapa pengujian seperti uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar dan antibakteri. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dihasilkan dari formula yang mengandung 3% ekstrak etanol daun salam. Daya hambat formula kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,5 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa sediaan farmasi gel yang mengandung 3% ekstrak etanol daun salam berpotensi untuk dijadikan gel antijerawat.
FORMULASI PEMBUATAN SPRAY MINYAK ATSIRI DAUN RUKURUKU (Ocimum tenuiflorum L.) DAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) SEBAGAI REPELLENT Mursyida, Waliyam; Nasution, Reni Silvia; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4151

Abstract

Repellent merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai repellent yaitu minyak atsiri ruku-ruku (Ocimum Tenuiflorum L.) dengan kandungan senyawa eugenol, champene, alpha pinene dan minyak atsiri nilam (Pogostemon Cablin Benth.) dengan kandungan senyawa patchouli alkohol yang dapat berfungsi sebagai zat fiksatif yang dapat mengikat aroma repellent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan formulasi spray dari kombinasi minyak atsiri daun ruku-ruku dan nilam sebagai repellent. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Sediaan spray repellent mengandung kombinasi konsentrasi minyak atsiri ruku-ruku dan nilam yang digunakan yaitu FI (10% : 0), FII (0 :10%), FIII (4% : 6%), FIV (5% : 5%) dan FV (6% : 4%). Sediaan yang diperoleh dilakukan pengujian seperti uji homogenitas, iritasi, pH, organoleptik dan efektivitas sediaan. Hasil sediaan repellent pada semua formulasi memiliki homogenitas yang baik, tidak adanya iritasi, pH 4,62-5,65, memiliki bentuk cair dan sediaan berwarna kuning. Pada FI, FIV dan FV sediaan beraroma khas ruku-ruku serta pada FII dan FIII beraroma khas nilam Nilai daya tolak nyamuk secara berurutan yaitu FI (60%), FII (50%), FIII (70%), FIV (90%) dan FV (80%).
FORMULASI PEMBUATAN SEDIAAN PELEMBAB BIBIR (LIP BALM) MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr.) Ramadhan, Yeni Dita; Arfi, Febrina; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4156

Abstract

Kulit nanas (Ananas comosus L.Merr) mengandung vitamin C, flavonoid, fenolik dan karetenoid yang merupakan pelindung bibir dari kering dan pecah-pecah akibat paparan sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan lip balm dari ekstrak etanol kulit nanas (Ananas comosus L.Merr) serta untuk mengetahui hasil dari uji mutu secara fisik dan kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi formulasi lip balm yaitu 3,6 dan 9 g dengan pengujian lip balm meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji titik lebur, uji iritasi, uji daya oles, uji cemaran mikroba, uji vitamin C dan uji antioksidan. Hasil uji mutu fisik yang didapatkan adalah sediaan lip balm memiliki warna kuning, homogen, pH 4,53 – 6,68, titik lebur 54 – 61°C, tidak menimbulkan iritasi dan cemaran mikroba memiliki hasil terbaik pada F2 yaitu <10. Hasil kadar vitamin C yang didapat secara berturut pada formulasi F0 sampai F3 adalah 0,029 mg/100mL, 2,63 mg/100mL, 3,89 mg/100mL, dan 3,73 mg/100mL. Kemudian hasil DPPH yang di uji pada F2 adalah 96,34 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit dapat dapat diformulasikan sebagai lip balm dan efektif melembabkan bibir pada formulasi F2 dengan massa 6 gram.
ANALISIS KADAR AIR DAN KADAR LEMAK PADA DAGING BUAH DURIAN (Durio zibhetinus Murr) Sirait, Alviona Dwintarika; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4349

Abstract

Durian adalah buah tropis yang kaya akan nutrisi dan memiliki nilai komersial tinggi. Daging durian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku suatu produk pangan seperti bolu durian, dodol durian, sambal durian, keripik durian, es krim durian dan masih banyak lainnya. Pada bahan baku daging durian perlu pengujian kadar air dan kadar lemak merupakan hal yang penting untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi produk olahan durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persentase kadar air dan kadar lemak pada daging buah durian. Kandungan air dan lemak dalam durian memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan nilai gizi buah ini. Metode kadar air dianalisis menggunakan metode pengeringan gravimetri, sementara kadar lemak dianalisis dengan metode hidrolisis Weibull. Hasil analisis menunjukkan kadar air pada daging durian itu didapatkan A=67,87%, B= 67,39% dengan rata-rata 67,63% dan kadar lemak A= 3,34%, B= 3,30% dengan rata-rata 3,32%.