Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Amina

ANALISIS LOGAM TIMBAL DAN TEMBAGA TERHADAP DAYA SERAP RUMPUT LAUT Gracilaria sp. SEBAGAI BIOSORBEN Harahap, Muhammad Ridwan; Muammar Yulian; Akhi Nurul Agusti
AMINA Vol 1 No 2 (2019): August 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.011 KB) | DOI: 10.22373/amina.v1i2.40

Abstract

Seaweed Gracilaria sp. is a water plant which is included into the red algae group (Rhodophyceae) which can potentially reduce the grade of metals Pb and Cu concentration. This research is aimed to know the heavy level of Pb and Cu metals which is adsorbed in seaweed Gracilaria sp. and the effect on the adsorption power of Pb and Cu metals based on variations in time of contamination. This research was done destructed by refluks destruction with resolvent HNO3: HClO4 (2:1) 15 mL. Thetime variations were 1, 2 and 3 weeks. The solvent of destruction obtained was measured by AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The results are the grade of Pb metal on seaweed in the initial status concentration is obtained 1,2344 mg/L, 1,2820 mg/L in the first week, 1,2642 mg/L in the second week and 2,3149 mg/L in the third week. Based on the findings, it can be concluded that the grade levels of Pb Metal in seaweed Gracilaria sp. has already passed the BPOM No. 23 of 2017 standards setting is 0,20 mg/L. In the other hand, the grade levels of Cu metal on seaweed in the initial status concentration is obtained 0,0001 mg/L, 0,1579 mg/L in the first week, 0,5120 mg/L in the second week and 0.7946 mg/L in the third week. Based on the findings, it can be concluded that the grade level of Cu metal on seaweed Gracilaria sp. has already passed the limit which is conditioned by BPOM No. 03275/B/SK/VII/1989 is 0,1 mg/L.
IDENTIFIKASI KLORAMFENIKOL PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Juliana, Maulida; Yulian, Muammar
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.493

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan identifikasi kloramfenikol pada udang vaname (litopenaeus vannamei) menggunakan high performance liquid chromatography (HPLC).Dari penelitian ini diperoleh Hasil pengujian udang vaname dari hasil budidaya tambak di Krueng Raya didapatkan senyawa kloramfenikol ditandai dengan waktu retensi sampel yaitu 0,106 menit berdekatan dengan waktu retensi standar kloramfenikol yaitu 0,110 menit. Kadar residu kloramfenikol pada udang vaname dari hasil budidaya tambak di Krueng Raya adalah sebesar 0,168 ppb dan masih berada di bawah batas deteksi yang diperbolehkan
PERBANDINGAN KADAR SELULOSA DARI RUMPUT LAUT MERAH (RHODOPHYTA) Alaydin, Syahrul; Bhernama, Bhayu Gita; Yulian, Muammar
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.639

Abstract

Seaweed was one of the marine resources. The cellulose potential of seaweed has no much research. Literature Review said summarized potential cellulose of red seaweed which analyzed. This review shows the greatest cellulose content was Gracilaria sp.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI BERBAGAI MINYAK ATSIRI TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Violantika, Nadia; Yulian, Muammar; Nuzlia, Cut
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.689

Abstract

Essential oil is a type of oil that is produced from various parts of the plant, is a thick liquid at room temperature, and evaporates easily, giving it a distinctive aroma. One of the essential oils is used as an antibacterial compound. This study aims to measure the variation in the deposition of various types of essential oils as an inhibitor of the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This research method is a Literature Review by examining the use of various concentrations of various types of essential oils to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The best inhibition of growth of Staphylococcus aureus bacteria was obtained in the essential oil of basil leaves at a concentration of 4% with inhibition of 40.35 mm. Meanwhile, the lowest inhibition of growth of the Staphylococcus aureus bacteria for black fungus isolates was obtained at a concentration of 0.5% with an average inhibition zone of 1.16 mm.
INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA MATERI IKATAN KIMIA Yulian, Muammar
AMINA Vol 2 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i2.790

Abstract

Pendidikan merupakan proses yang berkelanjutan dan tidak semata bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi pada aspek pengetahuan namun juga memiliki kompetensi sosial serta berkarakter dalam menghadapi tantangan masa depan yang serba kompleks. Pembentukan karakter tersebut diantaranya dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai Islam pada materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai Islam yang dapat diinternalisasikan pada materi ikatan kimia, sehingga berperan dalam membentuk karakter yang mulia sebagai pribadi yang paripurna. Konsep unsur-unsur saling berikatan untuk memenuhi kaidah oktet atau duplet dalam mencapai kestabilan merupakan isyarat ilmiah akan kebenaran firman Allah dalam surat Az-Dzariat ayat 49. Konsep ikatan kimia ini juga mengandung pesan jika kestabilan atau ketenteraman dalam hidup ini akan lebih mudah kita peroleh dengan menjalin ikatan silaturrahim dengan sesama. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi tentang keutamaan menjalin silaturrahim yang akan memperoleh kelapangan rezeki dan memperpanjang usia. Ikatan ion yang terbentuk akibat adanya gaya tarik menarik antara ion positif dan ion negatif memberikan isyarat bagi kita agar dapat menghargai perbedaan serta dapat menyatukan dan mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing menjadi sebuah potensi yang lebih baik. Adapun pemakaian pasangan elektron secara bersama baik pada ikatan kovalen maupun kovalen koordinasi mengajarkan kepada kita untuk bersikap dermawan.
LITERATURE REVIEW: ANALISIS FITOKIMIA DAN MANFAAT EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) Saputra, Alwi; Arfi, Febrina; Yulian, Muammar
AMINA Vol 2 No 3 (2020): December 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i3.1220

Abstract

Daun kelor merupakan daun yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena diyakini dapat memberikan banyak manfaat. Daun kelor bermanfaat di berbagai bidang antara lain: bidang pengawetan pangan, kesehatan, makanan, kosmetika dan kecantikan, farmasi, dan pertanian. Tujuan dari literatur ini adalah untuk menganalisis kandungan senyawa fitokimia yang terdapat pada daun kelor serta pemanfaatannya pada berbagai bidang. Penelitian ini menggunakan metode review jurnal berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan secara inklusi dan ekslusi yang didapatkan dari mesin pencarian data google scholarship baik itu jurnal nasional, textbook serta artikel ilmiah yang dipublikasikan diatas tahun 2015. Hasil review yang didapat adalah senyawa fitokimia yang terdapat pada daun kelor antara lain: alkaloid, terpenoid, triterpenoid, steroid, saponin, quinon, fenol, flavonoid, dan tannin. Sehingga daun kelor dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang antara lain: Kesehatan, farmasi, pengawetan, pangan, kecantikan, pertanian, dan lain-lain.
PENGARUH KOAGULAN CANGKANG UDANG VANAME TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DI DESA ALUE OEN KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Muammar Yulian; Febrina Arfi; Rahma Maulidha Hilda
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1964

Abstract

: Air sumur merupakan sumber air yang ada di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Air sumur di kawasan Desa Alue Oen mempunyai kualitas yang kurang baik yaitu air berwarna kuning kecoklatan, keruh, dan berbau. Melihat air tersebut maka dilakukan upaya untuk memperbaiki keadaan air tersebut dengan koagulan cangkang udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh koagulan cangkang udang pada air sumur di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat dan presentase efektivitas koagulan cangkang udang dalam penjernihan air sumur di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode probability sampling pada dua sumur penduduk di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Penjernihan air sumur dilakukan dengan 200 mL pada masing-masing air sumur dengan penambahan koagulan 5 g dan 10 g menggunakan metode koagulasi-flokulasi. Hasil penelitian penambahan 5 g koagulan menurunkan kekeruhan 95,9% pada sumur I dan 96,5% pada sumur II. Penambahan 10 g koagulan menurunkan kekeruhan 87,2% pada sumur I dan 90,9% pada sumur II. Penambahan koagulan 5 g menurunkan nilai TDS pada sumur I 48,3% dan sumur II 42,9%. Penambahan koagulan 10 g menurunkan nilai TDS 40,7% pada sumur I dan 38,09% pada sumur II. Penambahan 5 g koagulan menurunkan kadar besi 97,1% pada sumur I dan 97,01% pada sumur II. Penambahan 10 g koagulan menurunkan kadar besi 96,06% pada sumur I dan 95,05% pada sumur II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan koagulan 5 g pada 200 mL air sumur lebih baik dari pada koagulan 10 g pada 200 mL air sumur untuk penjernihan air.
PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Muammar Yulian; Bhayu Gita Bhernama
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.
ANALISIS KUALITAS SEDIAAN BALSAM STIK DARI Na-ALGINAT Sargassum plagiophyllum DENGAN VARIASI JENIS ESSENTIAL OIL Muhammad Ridwan Harahap; Muammar Yulian; Firda Novita
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balsam merupakan salah satu obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebagai obat luar yang dapat meredakan nyeri sendi, flu, pembengkakan dan gatal-gatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas balsam stik alginat dengan variasi penambahan jenis essential oil dari minyak gandapura dan peppermint oil. Pembuatan balsam stik menggunakan bahan dasar Na-alginat yang berfungsi mengurangi penggunaan lemak, dan menggunakan variasi essential oil untuk memberikan aroma, analgesik dan sensasi panas pada balsam stik. Hasil uji organoleptik pada balsam dengan tekstur padat, hal ini menandakan penggunaan Na-alginat mampu menghasilkan tekstur yang baik dalam pembuatan balsam stik. Hasil uji pH pada sampel balsam stik dengan penambahan minyak gandapura adalah 5,49 dan penambahan peppermint oil 5,07. Untuk uji iritasi pada kedua sampel balsam stik tidak adanya gejala iritasi yang ditimbulkan terhadap 30 panelis. Uji cemaran mikroba pada sampel balsam stik variasi minyak gandapura mendapatkan hasil Angka Lempeng Total (ALT) 18 x 102, Angka Kapang Khamir (AKK) <10, dan negatif pertumbuhan bakteri S.aureus, sedangkan hasil uji cemaran mikroba pada balsam stik variasi peppermint oil untuk angka lempeng total (ALT) 3,6 x 103, angka kapang khamir (AKK) <1 x 103 dan negatif pertumbuhan bakteri S.aureus. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas balsam stik yang dihasilkan dari penambahan bahan na-alginat dapat memiliki tekstur yang baik dan sangat cocok untuk dijadikan sediaan balsam stik.
EKSTRAKSI GELATIN SISIK IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI KABUPATEN ACEH TAMIANG MENGGUNAKAN ASAM SITRAT Yulian, Muammar; Zulfahmi, Ilham; Afdhaly, Luthvia
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4126

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang paling banyak mendapatkan perhatian dalam kehalalannya di Indonesia. Gelatin dapat diperoleh dari limbah ikan berupa kulit, tulang, sisik dan sisa lainnya. Sisik ikan betok memiliki nilai proporsi dan nilai proksimat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tulang ikan betok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gelatin yang dihasilkan sisik ikan betok (Anabas testudineus) berdasarkan parameter rendemen, organoleptik, nilai pH, viskositas dan kandungan mikroba sesuai dengan standar mutu SNI dan GMIA. Gelatin dihidrolisis menggunakan variasi konsentrasi asam sitrat (3%, 6% dan 9%) dan variasi lama perendaman selama (36 jam, 48 jam dan 60 jam). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan analisis data secara deskriptif. Hasil optimum ekstraksi gelatin dari sisik ikan betok adalah menggunakan konsentrasi asam sitrat 6% dengan lama perendaman 60 jam, dimana menghasilkan karakteristik gelatin dengan rendemen 18,90%, organoleptik berupa lembaran berwarna sedikit kekuningan dan tidak berbau, nilai pH 4,80, viskositas 6,00 cP serta kandungan mikroba 7,0 x 10-2 cfu/g. Hasil karakteristik gelatin yang diperoleh telah memenuhi standar mutu gelatin berdasarkan SNI 01-3735:1995, SNI 8622:2018 dan GMIA 2019.