Perkembangan industri esports mendorong persaingan dalam menarik dan mempertahankan penonton pada berbagai platform digital. VCT Pacific sebagai kompetisi Valorant regional Asia Pasifik memanfaatkan YouTube sebagai media utama dalam menyebarkan konten pertandingan, highlight, dan informasi kompetisi. Namun, fluktuasi jumlah tayangan pada kanal terkait menunjukkan bahwa loyalitas penonton belum sepenuhnya stabil dan masih bergantung pada momentum event kompetitif. Pengkajian ini dirancang mengkaji relasi Pemasaran Berbasis Media Sosial melalui konten YouTube VCT Pacific terhadap Brand Loyalty penonton esports di Indonesia dengan Brand Trust ditempatkan sebagai unsur mediasi. riset ini berlandaskan pada pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. responden penelitian berjumlah 100, yang ditentukan menerapkan metode purposive sampling, dengan kriteria pernah menonton konten YouTube VCT Pacific, berusia minimal 18 tahun, berdomisili di Indonesia, serta aktif menggunakan media sosial. Data diperoleh melalui kuesioner online berskala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS melalui software SmartPLS. Temuan riset memperlihatkan Social Media Marketing memiliki pengaruh positif dan terbukti secara statistik terhadap Brand Loyalty yang tercermin nilai koefisien 0,638, dan p-value 0,000. Pengaruh positif dan memiliki tingkat keberartian statistik juga ditemukan dari Social Media Marketing terhadap Brand Trust, dengan koefisien 0,757 dan p-value 0,000. Sementara itu, Brand Trust sejalan dan bermakna secara statistik dan signifikan terhadap Brand Loyalty dengan koefisien 0,294 dan p-value 0,000. Pada pengujian mediasi, Brand Trust terbukti memediasi pengaruh Social Media Marketing terhadap Brand Loyalty dengan koefisien 0,222 dan p-value 0,000. Oleh karena itu, seluruh hipotesis penelitian dinyatakan terdukung. Secara keseluruhan, pengkajian ini menyimpulkan bahwa Social Media Marketing melalui YouTube menjadi aspek utama dalam pembentukan Brand Trust dan Brand Loyalty penonton VCT Pacific. Kepercayaan penonton terbukti memperkuat keterkaitan antara aktivitas pemasaran media sosial dan loyalitas penonton. Implikasinya, VCT Pacific perlu meningkatkan kelayakan konten, hubungan timbal balik dengan audiens dengan audiens, serta keakuratan dan kesinambungan informasi untuk memperkuat loyalitas penonton secara berkelanjutan.