Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Bisnis Ranusa dengan Pendekatan Business Model Canvas dan Analisis SWOT Muhammad Dylan Rambu Pratama; Budi Prasetiyo
PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 3 (2025): Juli-September, Education, Economic dan Social Studies
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ertmqv87

Abstract

Pertumbuhan industri makanan siap saji didorong oleh gaya hidup modern yang menuntut kepraktisan tanpa mengabaikan cita rasa autentik. Ranusa, sebuah UMKM yang bergerak di bidang makanan kemasan khas Nusantara, menghadapi tantangan persaingan dan dinamika pasar yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pengembangan bisnis Ranusa dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ranusa telah memenuhi sembilan elemen BMC, namun masih perlu penguatan pada aspek value proposition, channel, dan customer relationship. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama pada keaslian rasa dan kemasan praktis, dengan kelemahan pada distribusi dan inovasi produk. Peluang terdapat pada tren makanan instan tradisional, sedangkan ancaman berasal dari kompetitor sejenis. Strategi yang disarankan meliputi peningkatan nilai tambah produk, perluasan distribusi digital, inovasi rasa, dan penguatan hubungan pelanggan. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis Ranusa secara berkelanjutan.
Pengaruh Atribut Kemasan dan Brand Image terhadap Minat Beli pada Produk Ayam Andaliman Ranusa Ihzal Santana Nur Atmaja; Budi Prasetiyo
PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 3 (2025): Juli-September, Education, Economic dan Social Studies
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s2vdcy68

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana atribut kemasan dan citra merek memengaruhi minat beli konsumen terhadap produk Ayam Andaliman Ranusa. Permasalahan yang diangkat adalah ketidaksesuaian antara peningkatan brand awareness di media sosial dengan pencapaian angka penjualan yang belum mencapai target. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui metode survei yang melibatkan 130 responden, dipilih secara purposive. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan studi ini menunjukkan bahwa atribut kemasan bersama dengan citra merek secara simultan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Atribut kemasan dinilai mampu menarik perhatian dan meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk, sedangkan brand image yang kuat mendorong kepercayaan dan persepsi positif. Nilai adjusted R square yang diperoleh sebesar 0,747 mengindikasikan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan sebesar 74,7% dari variasi yang terjadi pada variabel minat beli. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi visual dan emosional dalam meningkatkan minat beli produk makanan kemasan, khususnya di kalangan pelaku UMKM seperti Ranusa.
Pengaruh Social Media Marketing melalui Konten Youtube VCT Pacific terhadap Brand Loyalty Penonton Esports di Indonesia dengan Brand Trust sebagai Variabel Mediasi Muhammad Rizki Akbar; Budi Prasetiyo
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zbasf277

Abstract

Perkembangan industri esports mendorong persaingan dalam menarik dan mempertahankan penonton pada berbagai platform digital. VCT Pacific sebagai kompetisi Valorant regional Asia Pasifik memanfaatkan YouTube sebagai media utama dalam menyebarkan konten pertandingan, highlight, dan informasi kompetisi. Namun, fluktuasi jumlah tayangan pada kanal terkait menunjukkan bahwa loyalitas penonton belum sepenuhnya stabil dan masih bergantung pada momentum event kompetitif. Pengkajian ini dirancang mengkaji relasi Pemasaran Berbasis Media Sosial melalui konten YouTube VCT Pacific terhadap Brand Loyalty penonton esports di Indonesia dengan Brand Trust ditempatkan sebagai unsur mediasi. riset ini berlandaskan pada pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. responden penelitian berjumlah 100, yang ditentukan menerapkan metode purposive sampling, dengan kriteria pernah menonton konten YouTube VCT Pacific, berusia minimal 18 tahun, berdomisili di Indonesia, serta aktif menggunakan media sosial. Data diperoleh melalui kuesioner online berskala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS melalui software SmartPLS. Temuan riset memperlihatkan Social Media Marketing memiliki pengaruh positif dan terbukti secara statistik terhadap Brand Loyalty yang tercermin nilai koefisien 0,638, dan p-value 0,000. Pengaruh positif dan memiliki tingkat keberartian statistik juga ditemukan dari Social Media Marketing terhadap Brand Trust, dengan koefisien 0,757 dan p-value 0,000. Sementara itu, Brand Trust sejalan dan bermakna secara statistik dan signifikan terhadap Brand Loyalty dengan koefisien 0,294 dan p-value 0,000. Pada pengujian mediasi, Brand Trust terbukti memediasi pengaruh Social Media Marketing terhadap Brand Loyalty dengan koefisien 0,222 dan p-value 0,000. Oleh karena itu, seluruh hipotesis penelitian dinyatakan terdukung. Secara keseluruhan, pengkajian ini menyimpulkan bahwa Social Media Marketing melalui YouTube menjadi aspek utama dalam pembentukan Brand Trust dan Brand Loyalty penonton VCT Pacific. Kepercayaan penonton terbukti memperkuat keterkaitan antara aktivitas pemasaran media sosial dan loyalitas penonton. Implikasinya, VCT Pacific perlu meningkatkan kelayakan konten, hubungan timbal balik dengan audiens dengan audiens, serta keakuratan dan kesinambungan informasi untuk memperkuat loyalitas penonton secara berkelanjutan.