Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DESA (APB DESA) DI DESA WANGUNSARI, KECAMATAN CISOLOK, KABUPATEN SUKABUMI Refina Pramudya Wardana; Silvia Maharani; Nuwun Priyono
GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Akuntansi
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/gemilang.v3i3.624

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengelolaan anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Desa) di desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan cara melakukan observasi, dokumentasi. Data diambil melalui website yang dimiliki desa Wangunsari. Tujuan analisis adalah untu mengetahui pengelolaan apbdesa, dan mengetahui berbagai masalah yang dihadapi, serta mengetahui solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi dalam pengelolaan apbdesa di desa wangunsari di tahun 2022. Hasil dari penelitian ini adalah Desa wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi mengalami defisit belanja di tahun 2022 sebesar Rp 14.255.403,00 dan mengalami banyak masalah dalam pengelolaan ABP Desanya. Akan tetapi Desa Wangunsari terus perupaya untuk meminimalisir adanya masalah tersebut dengan cara pembagunan jalan usaha tani (JUT) yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2022 dalam pembangunan tersebut ada dua kegiatan yaitu Rabat Beton dan Tanggul Penahan Tanah (TPT). Selain itu, dengan cara pengelolaan wisata desa Curuk Cierang yang diupayakan mampu untuk menambah pendapatan desa Wangunsari.
Penerapan PSAK Nomor 65, PSAK Nomor 22, Dan PSAK Nomor 4 Pada Laporan Keuangan Konsolidasi Nila Ayu Pratiwi; Refina Pramudya Wardana; Silvia Maharani; Endang Kartini Panggiarti
GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Akuntansi
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/gemilang.v3i3.633

Abstract

The purpose of preparing these consolidated financial statements is to provide an objective view of the company's financial status and operations. So that interested parties such as investors and auditors understand the condition of subsidiary companies and parent companies. These consolidated financial statements are mandatory when the parent company exercises control over its subsidiary. Methods of data analysis using descriptive qualitative method is a form of descriptive narrative explanation to describe and analyze phenomena, events, social activities, attitudes, beliefs, perceptions, people's thoughts. And for the type of data used in this study using secondary data, namely data taken indirectly. In this study, the secondary data sources were articles, journals on the internet site. The results of this research are that PSAK 22 Revision 2019 regulates consolidated financial statements and provides guidance on presenting consolidated financial statements for parent entities that have subsidiaries, PSAK 65 regulates presentation of consolidated financial statements, and PSAK 4 regulates consolidation.
AUTOMATIC WATERING SYSTEM FOR ANTHURIUM PLANTS POWERED BY A 10 WP SOLAR PANEL Silvia Maharani; Erma Triawati Christina; Ganjar Febriyani Pratiwi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 27 No 2 (2025): TESLA : Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v27i2.35739

Abstract

Anthurium plants are sensitive to soil moisture levels, so a decrease in humidity can disrupt their health and cause the leaves to wilt quickly and die. Manual watering is considered ineffective, especially when the owner is not at home or there is a power outage. Therefore, an independent automatic watering system is needed that utilizes renewable energy using a 10 Wp solar panel. This system consists of a V2.0 soil moisture sensor to detect soil moisture, a DHT22 sensor to detect the temperature around the anthurium plant environment, a relay module as an automatic switch, a DC pump for the plant watering actuator, a buzzer as an audible indicator when the plant is dry, a DFPlayer Mini as a sound module that plays “Anthurium Needs Watering,” and an OLED display that shows soil moisture and temperature information around the anthurium plant, and uses a 12 V 8 Ah battery controlled by SCC. Test results show that the panel is capable of producing a maximum power of 10.21W with an output voltage of 17.9 V and a current of 0.57 A. The charging process for a 12 V 8 Ah battery for 4 hours shows a gradual increase in voltage from 12.73 V to 13.85 V. The automatic watering system activates when soil moisture is < 47%, indicating that the soil is dry. The automatic watering system activates the DC pump to water the plants, accompanied by audio information from the buzzer and mini DFPlayer. When soil moisture is ≥ 47%, indicating that the soil is wet, the water pump, buzzer, and mini DFPlayer automatically stop when the soil moisture is sufficient Abstrak Tanaman anthurium tergolong sensitif terhadap kadar air tanah, sehingga penurunan kelembapan dapat mengganggu kesehatannya dan menyebabkan daun cepat layu hingga mati. Penyiraman secara manual dinilai kurang efektif, terutama saat pemilik tidak berada di tempat atau terjadi pemadaman listrik. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyiraman otomatis yang mandiri dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dengan menggunakan panel surya 10 Wp. Sistem ini terdiri dari sensor kelembapan tanah V2.0 untuk mendeteksi kelembapan tanah, sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu di sekitar lingkungan tanaman anthurium, modul relay sebagai sakelar otomatis, pompa DC untuk aktuator penyiram tanaman, buzzer sebagai indikator bunyi ketika tanaman dalam keadaan kering, DFPlayer Mini sebagai modul pemutar suara berupa “Anthurium Butuh Disiram”, dan OLED display menampilkan informasi kelembapan tanah dan suhu sekitar tanaman anthurium, serta menggunakan baterai 12 V 8 Ah yang dikontrol oleh SCC. Hasil pengujian menunjukkan panel mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 10,21W dengan tegangan output mencapai 17,9 V dan arus 0,57 A. Proses pengisian daya pada aki 12 V 8 Ah selama 4 jam menunjukkan peningkatan tegangan secara bertahap dari 12,73 V hingga mencapai 13,85 V. Sistem penyiram otomatis aktif ketika kelembapan tanah < 47% yang menunjukkan kondisi tanah dalam keadaan kering, sistem penyiraman otomatis mengaktifkan pompa DC untuk menyiram tanaman, disertai informasi suara dari buzzer dan Dfplayer mini. Ketika kelembapan tanah ≥ 47% yang mendeteksi tanah dalam kondisi basah, maka pompa air, buzzer, DFPlayer mini berhenti secara otomatis saat kelembapan tanah tercukupi
Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbantuan Diorama 3D Terhadap Pemahaman Konsep Siklus Air Pada Siswa Sekolah Dasar Salsa Nurfazira; Silvia Maharani; Viona Christina Anatasya; Nur Assyifa Khoirunnisa; Nazwa Safira; Siti Salwa Salsabila; Afridha Laily Alindra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media diorama 3D terhadap pemahaman konsep siklus air pada siswa sekolah dasar. Pemahaman terhadap konsep siklus air yang bersifat abstrak seringkali menjadi tantangan utama dalam pembelajaran IPA di SD, sehingga memerlukan intervensi pembelajaran yang efektif dan visual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa kelas V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test karena salah satu kelompok data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 59,75 (pretest) menjadi 73,89 (posttest). Peningkatan ini didukung oleh uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 (Sig. < 0,05), sehingga hipotesis alternatif H₁ diterima. Selain itu, seluruh siswa (100%) mengalami peningkatan skor tanpa adanya penurunan, mengindikasikan dampak positif yang merata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran PBL berbantuan diorama 3D efektif dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep siklus air pada siswa sekolah dasar.