Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN POTENSI PANGAN LOKAL SULAWESI BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI MAN 1 POLEWALI MANDAR Ramlah, Ramlah; D, Nurul Iqraini; Alfiani, St Hijrah; Nursanti, Andi; Haerani, Haerani; Tuada, Rasydah Nur; Pagalla, Devi Bunga; Rahmadani, Aulia
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 2, Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i2.5049

Abstract

Pangan lokal adalah pangan yang diproduksi dalam jarak dekat dari tempat konsumsinya, dan dibudidaya oleh masyarakat setempat. Gerakan pangan lokal bertujuan untuk menghubungkan produsen (petani lokal) dan konsumen pangan yang berada pada wilayah geografis terbatas atau berada pada wilayah yang sama, termasuk pangan lokal yang ada di Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber belajar biologi bagi siswa-siswi MAN 1 Polewali Mandar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggunakan metode edukasi terkait pemanfaatan pangan lokal menjadi pangan potensial. Kegiatan ini dihadiri siswa-siswi kelas XI MAN 1 Polewali Mandar yang berasal dari jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan mengedukasi potensi pangan lokal, manfaatnya bagi kesehatan, dan lingkungan, serta mengenalkan jenis-jenis produk olahan pangan lokal di Sulawesi Barat. Selanjutnya, dengan mengikutsertakan seluruh peserta dalam pemberian contoh produk olahan pangan potensial. Selain itu, produk pangan lokal dapat diolah menjadi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Hasil evaluasi diperoleh bahwa kegiatan PKM memberikan pemahaman baru yang menarik kepada peserta terkait potensi pangan lokal. Sebanyak 81,26% peserta menyatakan sangat setuju terhadap kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Sebanyak 89,7% peserta juga mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian menambah pemahaman peserta terkait manfaat pangan lokal bagi kesehatan, lingkungan, dan masyarakat. Selain itu, sebanyak 83,67% peserta mengungkapkan bahwa kegiatan PKM yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi bagi siswa-siswi yang ada di MAN 1 Polewali Mandar. 
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI SUMBER NUTRISI DALAM PENCEGAHAN STUNTING DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Fatmawati, Fatmawati; Nurhalizah, Nurhalizah; Tuada, Rasydah Nur; Ramlah, Ramlah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i2.5939

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan pangan lokal fungsional kaya nutrisi yang dapat digunakan sebagai makanan pendamping air susu ibu (MPASI), dan menjadi upaya strategis dalam pencegahan stunting. Salah satu sasaran Sustainable Development Goals (SDGs) adalah mencegah dan memutus angka kelaparan. Sekitar 162 juta anak di seluruh dunia mengalami stunting pada masa kanak-kanak, yang merupakan salah satu hambatan paling signifikan terhadap pembangunan manusia. Studi ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi pemanfaatan pangan lokal kelor sebagai sumber nutrisi dalam pencegahan stunting dan implementasinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan studi literature review melalui pengumpulan data yang tersedia dari jurnal nasional dan internasional yang telah dipublikasikan secara online, termasuk Pubmed, Google Cendekia, ResearchGate, dan ScienceDirect (2016-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pangan kelor dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dalam pencegahan stunting. Tanaman ini memiliki kandungan nilai gizi kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin B1, B2, B3, C, E, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, tembaga, besi, dan belerang yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Informasi mengenai nilai gizi pangan lokal kelor dapat diimplementasikan sebagai sumber belajar biologi berupa booklet, desain grafis, maupun video pembelajaran yang berisi konten edukatif. Pemanfaatan dan edukasi pangan lokal kelor penting untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan peningkatan angka stunting di masa kini dan masa mendatang.
Edukasi budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Polewali Mandar Iqraini D., Nurul; Alfiani, St Hijrah; Ramlah, Ramlah
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v1i2.4176

Abstract

This community service aims to educate students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Polewali Mandar about the potential of oyster mushroom cultivation (Pleurotus ostreatus) as an effort to improve vocational understanding and entrepreneurial spirit. This activity is motivated by the high economic potential of oyster mushrooms and the need to diversify students' learning to face future challenges. The implementation method is by presenting educational materials related to oyster mushroom cultivation. This activity took place in March-June 2024, involving 50 grade XI students. The material provided includes an introduction to oyster mushrooms, nutritional content, cultivation techniques, challenges, and opportunities for the economic benefits of oyster mushroom cultivation. 84% of participants gave a positive response (Yes), and 16% gave a negative response (No) to all aspects evaluated. This shows that the oyster mushroom cultivation education activity has succeeded in significantly increasing participants' knowledge, interest, and motivation, as well as providing benefits according to the needs of the participants. The main challenges faced include limited resources. However, effective collaboration with the school helped overcome these obstacles. This activity not only succeeded in transferring knowledge and understanding but also stimulated students' interest in entrepreneurship in agriculture. The program's sustainability is guaranteed through integrating materials into the school curriculum and the development plan for oyster mushroom production units in the madrasah environment. This service concludes that oyster mushroom cultivation education has great potential in preparing madrasah students to face economic opportunities in agribusiness.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI JEWAWUT (Setaria italica L.) INDONESIA Ramlah, Ramlah; Indrastuti, Indrastuti; A. Karim, Harli; Pabendon, Marcia Bunga
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4868

Abstract

Jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman serealia fungsional yang dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Morfologi tumbuhan relevan dengan hampir semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, fisiologi, ekologi, biologi evolusi, dan sistematika tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur morfologi tamanan jewawut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif morfologi berdasarkan International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) untuk Setaria italica. Struktur morfologi tanaman jewawut dimulai dari organ akar, batang, pelepah daun, daun, bunga, dan biji. Morfologi tanaman yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Morfologi tanaman jewawut berperan penting dalam identifikasi dan klasifikasikan tanaman, membantu memahami berbagai aspek ekologi tanaman dalam program pemuliaan tanaman serta adaptasi struktural tanaman jewawut terhadap lingkungannya.