Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Polewali Mandar Iqraini D., Nurul; Alfiani, St Hijrah; Ramlah, Ramlah
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v1i2.4176

Abstract

This community service aims to educate students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Polewali Mandar about the potential of oyster mushroom cultivation (Pleurotus ostreatus) as an effort to improve vocational understanding and entrepreneurial spirit. This activity is motivated by the high economic potential of oyster mushrooms and the need to diversify students' learning to face future challenges. The implementation method is by presenting educational materials related to oyster mushroom cultivation. This activity took place in March-June 2024, involving 50 grade XI students. The material provided includes an introduction to oyster mushrooms, nutritional content, cultivation techniques, challenges, and opportunities for the economic benefits of oyster mushroom cultivation. 84% of participants gave a positive response (Yes), and 16% gave a negative response (No) to all aspects evaluated. This shows that the oyster mushroom cultivation education activity has succeeded in significantly increasing participants' knowledge, interest, and motivation, as well as providing benefits according to the needs of the participants. The main challenges faced include limited resources. However, effective collaboration with the school helped overcome these obstacles. This activity not only succeeded in transferring knowledge and understanding but also stimulated students' interest in entrepreneurship in agriculture. The program's sustainability is guaranteed through integrating materials into the school curriculum and the development plan for oyster mushroom production units in the madrasah environment. This service concludes that oyster mushroom cultivation education has great potential in preparing madrasah students to face economic opportunities in agribusiness.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI JEWAWUT (Setaria italica L.) INDONESIA Ramlah, Ramlah; Indrastuti, Indrastuti; A. Karim, Harli; Pabendon, Marcia Bunga
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4868

Abstract

Jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman serealia fungsional yang dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Morfologi tumbuhan relevan dengan hampir semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, fisiologi, ekologi, biologi evolusi, dan sistematika tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur morfologi tamanan jewawut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif morfologi berdasarkan International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) untuk Setaria italica. Struktur morfologi tanaman jewawut dimulai dari organ akar, batang, pelepah daun, daun, bunga, dan biji. Morfologi tanaman yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Morfologi tanaman jewawut berperan penting dalam identifikasi dan klasifikasikan tanaman, membantu memahami berbagai aspek ekologi tanaman dalam program pemuliaan tanaman serta adaptasi struktural tanaman jewawut terhadap lingkungannya.
Penguatan Peran Masyarakat dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati melalui Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa Sufyan Hakim; Ramlah Ramlah; Nursyamsi SY; Nurman Nurman
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v3i2.4905

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat Desa Tondok Bakaru Mamasa dalam konservasi keanekaragaman hayati melalui pendekatan berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif antara Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sulawesi Barat dan masyarakat desa untuk melestarikan lingkungan lokal sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan akademik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 s.d. Februari 2025 dan melibatkan 29 peserta masyarakat secara langsung, dengan fokus pada pelatihan berbasis partisipasi. Judul program ini adalah “Pelatihan dan Pendampingan Konservasi Keanekaragaman Hayati Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tondok Bakaru”. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian ekosistem lokal. Peserta juga mengapresiasi metode pelatihan yang interaktif dan pendampingan yang intensif sebagai langkah penting menuju pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sulawesi Barat Melalui Optimalisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera dalam Pengembangan Dodol Jewawut Berbasis Kearifan Lokal Ramlah Ramlah; Yusrianto Nasir; Nurman Nurman; Syamsiara Nur; Musriani Musriani; Rahmawati Rahmawati; Nurfiana Abdullah; Rifca Farih Azizah; Rasydah Nur Tuada
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5577

Abstract

Sulawesi Barat yang ditetapkan sebagai daerah otonom pada tahun 2004 menyimpan kekayaan sumber daya alam yang beraneka ragam dengan karakteristik geografis yang unik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Sulawesi Barat melalui optimalisasi peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera dalam pengembangan produk dodol jewawut berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2025. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR) dengan lima tahap: (1) identifikasi dan analisis situasi awal melalui survei dan focus group discussion (FGD), (2) pelaksanaan pelatihan pembuatan dodol jewawut, (3) pendampingan intensif dalam produksi dan pemasaran, (4) monitoring dan evaluasi, dan (5) keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dengan melibatkan 26 anggota KWT Sejahtera. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam pengolahan jewawut menjadi dodol, peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 95%, dan terciptanya 3 varian produk dodol jewawut yaitu original, pandan, dan buah naga dengan kemasan menarik. Program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelompok KWT dan melestarikan tanaman pangan lokal jewawut sebagai warisan budaya.
Keragaman Genetik Aksesi Jewawut (Setaria italica L.) Indonesia Berdasarkan Penanda Mikrosatelit Ramlah Ramlah; Astina Astina
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6781

Abstract

Jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv.) merupakan tanaman serealia minor dengan potensi strategis untuk ketahanan pangan dan diversifikasi nutrisi di era perubahan iklim. Meskipun Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki plasma nutfah jewawut yang beragam, keragaman genetik aksesi lokal masih belum terdokumentasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman genetik 11 aksesi jewawut Indonesia menggunakan 18 penanda mikrosatelit (SSR) yang tersebar pada 9 kromosom. DNA diekstraksi dari daun muda, diamplifikasi dengan PCR, dan dianalisis menggunakan elektroforesis poliakrilamida 8%. Kandungan informasi polimorfik (PIC) dihitung menggunakan formula Nei, analisis klaster dilakukan dengan metode UPGMA (NTSYS-pc 2.1), dan analisis kofenetik menggunakan Winboot. Hasil penelitian menunjukkan tingkat polimorfisme yang sangat tinggi dengan nilai PIC rata-rata 0,79 (berkisar 0,67–0,99), dengan 83,3% penanda sangat informatif (PIC > 0,5). Koefisien kesamaan genetik berkisar 0,54–0,74, menghasilkan dua klaster utama: Klaster I (4 aksesi) dan Klaster II (7 aksesi). Jarak genetik antaraksesi berkisar 0,26–0,55, dengan pasangan terdekat TRSLB-WKNTK (0,26) dan terjauh TRBLW-TRSLB (0,55). Pola pengelompokan tidak sepenuhnya mengikuti asal geografis, mengindikasikan bahwa seleksi petani lokal dan adaptasi lingkungan lebih dominan membentuk struktur genetik. Aksesi TRSLB menunjukkan keunikan genetik tinggi sebagai sumber gen potensial. Keragaman genetik yang tinggi ini menyediakan peluang signifikan untuk pembentukan hibrida lokal adaptif, konservasi plasma nutfah berkelanjutan, dan program pemuliaan terarah yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional.
EDUKASI PEMANFAATAN POTENSI PANGAN LOKAL SULAWESI BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI MAN 1 POLEWALI MANDAR Ramlah Ramlah; Nurul Iqraini D; St Hijrah Alfiani; Andi Nursanti; Haerani Haerani; Rasydah Nur Tuada; Devi Bunga Pagalla; Aulia Rahmadani
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 2, Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i2.5049

Abstract

Pangan lokal adalah pangan yang diproduksi dalam jarak dekat dari tempat konsumsinya, dan dibudidaya oleh masyarakat setempat. Gerakan pangan lokal bertujuan untuk menghubungkan produsen (petani lokal) dan konsumen pangan yang berada pada wilayah geografis terbatas atau berada pada wilayah yang sama, termasuk pangan lokal yang ada di Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber belajar biologi bagi siswa-siswi MAN 1 Polewali Mandar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggunakan metode edukasi terkait pemanfaatan pangan lokal menjadi pangan potensial. Kegiatan ini dihadiri siswa-siswi kelas XI MAN 1 Polewali Mandar yang berasal dari jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan mengedukasi potensi pangan lokal, manfaatnya bagi kesehatan, dan lingkungan, serta mengenalkan jenis-jenis produk olahan pangan lokal di Sulawesi Barat. Selanjutnya, dengan mengikutsertakan seluruh peserta dalam pemberian contoh produk olahan pangan potensial. Selain itu, produk pangan lokal dapat diolah menjadi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Hasil evaluasi diperoleh bahwa kegiatan PKM memberikan pemahaman baru yang menarik kepada peserta terkait potensi pangan lokal. Sebanyak 81,26% peserta menyatakan sangat setuju terhadap kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Sebanyak 89,7% peserta juga mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian menambah pemahaman peserta terkait manfaat pangan lokal bagi kesehatan, lingkungan, dan masyarakat. Selain itu, sebanyak 83,67% peserta mengungkapkan bahwa kegiatan PKM yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi bagi siswa-siswi yang ada di MAN 1 Polewali Mandar.