Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Religiosity as a Moderator in the Relationship between Lifestyle, Digital Promotion, and Impulsive Buying of Generation Z Muslims in Palopo City: A Sharia Economic Perspective Saputri, Jesika; Sudirman; Idris Parakkasi; Syaharuddin; Sumarlin
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8205

Abstract

This study aims to analyze the influence of lifestyle and digital promotions on impulsive buying behavior among Generation Z Muslims in Palopo City, with religiosity as a moderating variable. This study uses a quantitative research type with an explanatory approach. Data were obtained by distributing questionnaires to 115 Generation Z Muslim respondents in Palopo City selected using a purposive sampling technique. Data analysis was conducted using SmartPLS software version 4.11.4 through the Partial Least Square (PLS) method to test validity, reliability, structural model, and research hypotheses. The results showed that each lifestyle and digital promotion variable had a positive and significant effect on impulsive buying. However, religiosity was not proven to moderate the influence of lifestyle or digital promotions on impulsive buying. This finding indicates a gap between the level of understanding of religiosity and consumption practices that still tend to be impulsive. Theoretically, this study strengthens the Stimulus–Organism–Response (SOR) study, while practically emphasizes the importance of financial literacy and digital literacy so that Generation Z can manage consumption behavior in accordance with the principles of simplicity in Islam. Kata Kunci: gaya hidup, promosi digital, impulsive buying, religiusitas, Generasi Z
Kebebasan Ekonomi dalam Perspektif Islam: Integrasi Nilai-Nilai Syariah dengan Pasar Modern Sudarmi, Sudarmi; Idris Parakkasi; Parmitasari , Rika Dwi Ayu; Agus Syam; Muhammad Jufri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7181

Abstract

Kebebasan ekonomi dalam kerangka prinsip-prinsip Islam, dengan fokus pada integrasi nilai-nilai Syariah dengan pasar modern. Tidak seperti sistem ekonomi liberal, yang menekankan kebebasan absolut, kebebasan ekonomi Islam terikat oleh batasan-batasan etika yang dirancang untuk memajukan kebaikan bersama dan memastikan keadilan bagi semua pemangku kepentingan. Kebebasan ekonomi dalam Islam diwujudkan melalu muamalah, transaksi ekonomi yang diizinkan dan tidak bertentangan dengan hukum Islam (Syariah). Penelitian ini mengkaji bagaimana kebebasan ekonomi dalam ekonomi islam, bagaimana prinsip-prinsip kebebasan dalam ekonomi islam serta bagaimana integrase nilai-nilai syariah dalam pasar modern. Dalam hal ini, kebebasan ekonomi bukan hanya tentang individu yang bebas bertransaksi, tetapi lebih pada pencapaian kesejahteraan bersama dalam kerangka moral dan etika Islam. Salah satu aspek utama dari kebebasan ekonomi dalam Islam adalah penerapan prinsip muamalah, yang mencakup interaksi ekonomi yang tidak bertentangan dengan ajaran syariah. Muamalah ini membuka ruang bagi kebebasan beraktivitas dalam ekonomi, namun dengan batasan yang jelas agar tidak menimbulkan kerusakan atau ketidakadilan Lebih jauh, integrasi produk-produk yang sesuai dengan Syariah dalam ekonomi modern memerlukan inovasi berkelanjutan dan kepatuhan terhadap standar-standar etika, yang memastikan bahwa lembaga-lembaga keuangan Islam dapat berkembang pesat di pasar global. penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Syariah ke dalam pasar modern mendorong terciptanya sistem ekonomi yang lebih adil, seimbang, dan berkelanjutan, di mana kebebasan individu selaras dengan kesejahteraan sosial dan tanggung jawab moral. Melalui pendekatan ini, ekonomi Islam menawarkan model yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan nilai-nilai spiritual dan etika, yang mendorong kemakmuran dan keadilan jangka panjang dalam ekonomi global.
Sistem Ekonomi Islam: Prinsip Implementasi dan Tantangannya di Dunia Modern Maulana, Maulana; Idris Parakkasi; Ayu Parmitasari, Rika Dwi; Mukhtar Galib
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7265

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan sistem ekonomi Islam di dunia modern, dengan fokus pada perbankan syariah, zakat, dan tantangan dalam mengintegrasikan ekonomi Islam dengan sistem ekonomi global. Ekonomi Islam menekankan prinsip keadilan sosial dan redistribusi kekayaan, yang bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat. Prinsip dasar ekonomi Islam adalah menghindari praktik-praktik seperti riba, perjudian (maisir), dan ketidakpastian (gharar) dalam transaksi ekonomi, yang membedakannya dari sistem ekonomi kapitalis yang mengandalkan bunga dan keuntungan maksimum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan analisis isi untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam penerapan ekonomi Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan ekonomi Islam adalah mengintegrasikan sistem perbankan syariah dan instrumen keuangan berbasis syariah ke dalam pasar global, yang didominasi oleh kapitalisme. Fintech atau teknologi keuangan dipandang sebagai solusi untuk mempercepat penerapan ekonomi Islam dengan menyediakan layanan keuangan yang lebih inklusif yang dapat diakses oleh masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani oleh perbankan tradisional. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya kerja sama internasional dan kebijakan yang mendukung penerapan ekonomi Islam dalam sistem ekonomi global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, meskipun banyak tantangan, ekonomi Islam memiliki potensi yang signifikan untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan
Pengaruh Reksa Dana Syariah, Saham Syariah dan Sukuk terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderasi Safitri, Inchi; Mustakim Muchlis; Idris Parakkasi; Kamaruddin, Kamaruddin
Al-Buhuts Vol. 20 No. 2 (2024): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ab.v20i2.5306

Abstract

This study aims to determine the effect of Islamic mutual funds, Islamic stocks and sukuk on economic growth in Indonesia with inflation as a moderating variable. This research uses a quantitative approach. The data source in this research is secondary data. The data analysis technique used in this research is Structural Equation Model (SEM) with Partial Least Square (PLS) approach. The findings in this study indicate that Islamic mutual funds have a positive and insignificant effect on economic growth. Islamic stocks have a significant positive effect on economic growth. Sukuk has a negative and insignificant effect on economic growth. Inflation strengthens the relationship between Islamic mutual funds and economic growth and has a significant effect. Inflation weakens the relationship between Islamic stocks and economic growth and has a significant effect. Inflation weakens the relationship between sukuk to economic growth and has a significant effect. Inflation has a positive and significant effect on economic growth.
The Relevance of Ibn Tufail's Economic Theory to Modern Economic Thought: A Critical Analysis of the Concept of Rationality and Its Implications for Islamic Economic Development Muhammad Widinur Caronge; Siradjuddin; Idris Parakkasi
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8638

Abstract

The purpose of this study is to analyze the relevance of Ibn Tufail's theory of rationality in Hayy ibn Yaqzan to modern economic thought and its implications for Islamic economic development. This study uses a qualitative method based on a philosophical literature review. This study highlights two main aspects the epistemology of rationality, which emphasizes the independence of reason and empirical experience, and the spiritual ethics of economics, which balances the material and moral dimensions. The results of the study indicate that Ibn Tufail's rationality differs from the purely utility oriented homo economicus. Ibn Tufail offers an integrative rationality that unites reason, ethics, and spirituality, positioning humans as socially and divinely responsible caliphs. The implications of this study can be the basis for formulating Islamic economic policies that are just, sustainable, and oriented towards maqasid al-shariah. This study also recommends further research to develop a model of Islamic rationality in public policy and contemporary economic practice.
Rekonstruksi Epistemologis dan Genealogi Pemikiran Ekonomi Syariah di Kerajaan Islam Nusantara: Analisis Manuskrip, Institusi Ekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Perdagangan dalam Evolusi Peradaban Ekonomi Islam Pramodern Muhammad Widinur Caronge; S. Muhammad Nurcholis Assagaf; Idris Parakkasi; Siradjuddin
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i1.4634

Abstract

Departing from the limited number of studies that position Islamic economics as a contextual historical product. This research aims to reconstruct the epistemology and trace the genealogy of Islamic economic thought in the pre-modern Islamic kingdoms of the Nusantara by highlighting the role of manuscripts, economic institutions, fiscal policies, and trade practices in shaping the early Islamic economic system of Indonesia. This study employs a qualitative approach using historical discourse analysis, philological examination of Malay Arabic manuscripts, and genealogical mapping of ideas. The findings reveal that the epistemology of Islamic economics in the Nusantara represents a hybrid construction integrating Islamic principles sharia, local customs ‘urf, and maritime trade networks. Institutions such as the baitulmal, hisbah, and syahbandar played crucial roles in establishing equitable fiscal systems and market supervision. The intellectual genealogy demonstrates continuity between royal scholars’ fatwas, state economic policies, and coastal community practices, which later became the conceptual foundation for the development of modern Islamic economics in Indonesia. This study underscores the importance of interpreting Islamic economics through historical, contextual, and epistemological perspectives to uncover its intellectual roots within the Nusantara tradition.
Analisis Penggunaan E-Payment QRIS Terhadap Peningkatan Penjualan Umkm Dalam Perspektif Keuangan Syariah Pada Umkm Kabupaten Gowa Mila; Idris Parakkasi; Nurfiah Anwar
AT TAWAZUN: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan e-payment terhadap peningkatan penjualan UMKM di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dalam perspektif keuangan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuanlitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-payment secara signifikan meningkatkan penjualan UMKM. Temuan ini juga menunjukkan bahwa implementasi e-payment memberikan dampak positif terhadap efisiensi transaksi dan kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dalam mendukung transformasi digital di sektor UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip keuangan syariah.
ANALISIS PENGELOLAAN ZAKAT COMMUNITY DEVELOPMENT (ZCD) DALAM PEMBERDAYAAN UMAT PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BULUKUMBA Reski nugraha maulana; Idris Parakkasi; Mukhtar Luthfi
AT TAWAZUN: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat, termasuk di negara dengan sumber daya alam yang melimpah dan mayoritas penduduk beragama Islam. Salah satu instrumen penting dalam Islam untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah zakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan zakat melalui program Zakat Community Development (ZCD) oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Permasalahan utama yang dikaji adalah sejauh mana ZCD mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara induktif untuk memahami tahapan pengelolaan zakat, mulai dari seleksi lokasi, pendekatan kepada masyarakat, hingga perintisan wilayah program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ZCD berperan penting dalam memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, akses sumber daya, serta penguatan kelembagaan lokal. Faktor pendukung program mencakup adanya dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan zakat produktif. Kesimpulannya, program ZCD yang dijalankan BAZNAS Bulukumba telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan peningkatan dalam aspek manajemen, promosi program, serta pendampingan berkelanjutan bagi penerima manfaat.
ANALISIS EFEKTIVITAS METODE FUNDRAISING DAN CROWDFUNDING DALAM MENINGKATKAN PENGHIMPUNAN DANA ZIS DI WIZ MAKASSAR Fatirrahman; Idris Parakkasi; Nurfiah Anwar
AT TAWAZUN: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi fundraising dan crowdfunding dalam meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama mekanisme strategi fundraising dan crowdfunding di Wahdah Inspirasi Zakat diterapkan secara terpadu melalui pendekatan offline dan online. Serta Tantangan yang dihadapi WIZ meliputi keterbatasan sumber daya manusia dalam bidang digital marketing, belum meratanya pemanfaatan crowdfunding di seluruh cabang dan Efektivitas strategi fundraising dan crowdfunding terbukti cukup tinggi dalam meningkatkan penghimpunan dana ZIS. Ada bukti bahwa metode yang digunakan Wahdah Inspirasi Zakat untuk mengumpulkan dana ZIS, yang menggabungkan metode penggalangan dana online dan offline, lebih efektif daripada metode crowdfunding. Kata kunci: Efektivitas, Fundraising, Crowdfunding, Zakat
Faktor-Faktor Penghambat Sertifikasi Halal Pada Cafe Wirskopi Di Kota Makassar Muhammad Akhyar Iqbal; Idris Parakkasi; Fathurrahman
AT TAWAZUN: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang menghambat pemilik usaha Cafe Wirskopi dalam mematuhi kewajiban sertifikasi halal serta solusi yang dapat dilakukan untuk mematuhi kewajiban sertifikasi halal. Jenis riset ini adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pendekatannya ialah fenomenologi melalui pengamatan perilaku subjek baik dalam tindakan maupun dalam ucapan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari sumber aslinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, faktor internal yang menghambat sertifikasi halal adalah pemahaman yang belum utuh terkait sertifikasi halal dan kesadaran konsumen yang masih minim. Kedua, faktor eksternalnya adalah lembaga yang berwenang belum pernah melakukan sosialisasi serta anggapan biayanya yang mahal. Ketiga, solusinya adalah kolaborasi lintas instansi untuk sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Implikasinya adalah dapat meningkatkan daya saing sebagai bidang bisnis yang berkecimpung di dunia kuliner. Kemudian, sertifikasi halal dapat dijadikan bekal perlindungan serta jaminan dengan adanya informasi kehalalan produk sebagai bentuk kepatuhan pada prinsip syariah.