Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Sehat Masyarakat dalam Mengkonsumsi Air Hujan (Tinjauan Sosiologis di Desa Kokotajaya Kabupaten Halmahera Utara) Rinaldo Mandiangan; Veronike E.T Salem; Yoseph D.A Santie
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 2 (2024): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5xbswb25

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui perilaku sehat masyarakat dalam mengkonsumsi air hujan (tinjauan sosiologis di Desa Kokotajaya Kabupaten Halmahera Utara). Adapun metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode kualitatif, alasan menggunakan metode kualitatif ini yaitu membantu peneliti dalam mengidetifikasi tujuan penelitian yamg spesifik, membantu peneliti dalam pemahaman yang lebih detail dalam menggali informasi yang lebih dalam secara kualitatif. Metode pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara observasi dan studi dokumentasi dengan teknik reduksi data, reduksi data penelitian, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat Kokotajaya air hujan adalah sebuah kebutuhan yang paling paling mendasar dan untuk menjaga kondisi tubuh tetatap sehat dalam mengkonsumsi air hujan, masyarakat Desa Kokotajaya selalu menjaga kebiasaan-kebiasaan yang sudah terpola sejak awal yang dilakukan oleh orang-orang tua dahulu kala. Dalam menjaga pola hidup sehat agar air hujan bisa di simpan dalam jangka waktu lama masyarakat membuat bak penampung untuk di jaga dan di rawat dengan cara selalu membersihkan bak penampung air hujan, rata-rata masyarakat yang memiliki bak penampung telah membuat penutup bak, guna untuk menghindari debu atau binatang-binatang kecil yang masuk kedalam bak penampung air hujan.
Penerapan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Untuk Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri I Mulia Kabupaten Puncak Jaya Rodi Kiwo; Yoseph D.A Santie; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 2 (2024): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/19qax854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam pembelajaran Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mulia. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Mata Pelajaran IPS belum maksimal melaksanakan tugas mengajar menggunakan metode diskusi disebabkan karena kurangnya pemahaman mangenai metode pembelajaran khususnya metode diskusi. Guru masih kurang melibatkan siswa dalam belajar dan hanya menggunakan metode ceramah saja. Tanggung jawab sebagai guru yang professional dalam mengajar menggunakan metode-metode mengajar yang baik, belum maksimal.
Home Industri Kue Bangket dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga (Studi di Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan) Sintia Kumolontang; Veronike E.T Salem; Hamsah Hamsah
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 2 (2024): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/x6qnwr94

Abstract

Tujuan Untuk mengetahui Bagaimana peranan industry kecil kue bangket dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara serta teknik analaisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka kesimpulan dari penelitin ini adalah perananan home industry yang dilakukan oleh Perempuan yang ada di desa Tokin kecamatan Motoling kabupaten Minahasa Selatan ini sangat membantu perekonomian dari keluarga mereka walapun penghasilan yang mereka peroleh tidaklah banyak. Namun dengan pendapatan per hari 30 ribu paling rendah dan 100-150 per hari di saat ramai sudah sangat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka namun yang menjadi permasalahan atau kendala bagi mereka adalah teknik pemasaran yang masih di titipkan di kios-kios kecil atau mereka sendiri yang berjualan. Ada yang di bantu anggota keluarga dipasarkan melalui online namun sejauh ini kebanyakan dari mereka di bantu warga melalui mulut ke mulut memasarkan kue bangket ini.
Fenomena Putus Sekolah pada Anak Keluarga Petani di Desa Pusian Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow Anjelita Andale; Sangputri Sidik; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5xstm256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Pusian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Studi ini memiliki signifikansi yang tinggi, mengingat pendidikan merupakan kebutuhan fundamental bagi kehidupan manusia, khususnya dalam konteks keluarga petani yang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Penelitian dilaksanakan di Desa Pusian, suatu wilayah yang terletak di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Studi ini mengkaji fenomena putus sekolah yang masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan nasional, dengan mempertimbangkan berbagai program pemerintah, seperti kejar paket dan sekolah terbuka, yang telah diimplementasikan sebagai upaya untuk mengurangi angka putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama yang menjadi penyebab putus sekolah di Desa Pusian. Pertama, rendahnya motivasi orang tua terhadap pendidikan yang berdampak pada penurunan minat anak untuk bersekolah, terutama pada usia di atas 12 tahun atau setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP. Kedua, meskipun terdapat bantuan dana pendidikan, pemanfaatan dana tersebut oleh orang tua belum optimal. Ketiga, faktor lingkungan dan kondisi ekonomi menjadi kendala signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Situasi ini menandakan bahwa permasalahan putus sekolah tidak hanya disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orang tua, namun juga dipengaruhi oleh kompleksitas faktor sosial ekonomi yang ada di lingkungan mereka.
Kepedulian Sosial Generasi Muda dalam Kehidupan Budaya di Desa Motoling Dua Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan Eunice Dwi Evania; Ferdinand Kerebungu; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/f7azqr90

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepedulian sosial generasi muda dalam konteks kehidupan budaya di Desa Motoling Dua, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan. Fokus penelitian adalah menganalisis dan mendeskripsikan manifestasi kepedulian sosial generasi muda, khususnya dalam praktik gotong royong atau kerja bakti yang merupakan bagian integral dari kehidupan budaya setempat. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif, studi ini berupaya memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena sosial tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kepedulian sosial masih terpelihara dengan baik di kalangan generasi muda Desa Motoling Dua, terutama dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong. Keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan gotong royong tidak hanya mencerminkan keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menunjukkan tingkat kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Hal ini membuktikan bahwa meskipun berada di era modern, generasi muda di Desa Motoling Dua masih memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan kolektif yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus melestarikan tradisi budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 2 Tondano Fransiska Mangar; Yoseph D.A. Santie; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/3y6czn58

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kualitas kehidupan bangsa sangat di tentukan oleh faktor pendidikam,peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas ,damai,terbuka,dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Hal utama yang peneliti lakukan di SMA Negeri 2 Tondano adalah mengetahi seberapa baik peserta didik memahami materi yang sudah di jelaskan pada materi sosiologi saat di kelas. Setelah beberapa pertanyaan peneliti lontarkan bagi peserta didik hanya sebagian pertanyaan yang mereka bisa menjawab dan sebagiannya lagi mereka tidak bisa menjawab.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui meningkatnya motivasi belajar siswa kelas X yang berjumlah 29 orang dalam pelajaran sosiologi dengan menggunakan penerapan model pembelajaran inkuiri metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian ini adalah perbandingan siklus I dan siklus II,hasil siklus I yaitu 44,8% dan hasil siklus II yaitu 89,6%.
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Bolaang Hana Indriani Burmias; Veronike E.T Salem; Yoseph D.A. Santie
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/rax2bp85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Bolaang. Fokus utama adalah pada strategi yang diterapkan guru dalam memotivasi siswa, serta kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami fenomena secara holistik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk memastikan validitasnya. Subjek penelitian meliputi siswa Sosiologi dan guru terkait di SMA Negeri 1 Bolaang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan multifaset, seperti bertindak sebagai motivator, teladan, dan pengelola kelas yang efektif. Guru menggunakan metode pembelajaran inovatif, seperti pengelompokan siswa dan pemanfaatan alat bantu belajar, untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung. Strategi ini berhasil meningkatkan antusiasme siswa terhadap pembelajaran Sosiologi. Namun, kendala seperti variasi kemampuan siswa dan kurangnya dukungan lingkungan rumah menjadi tantangan dalam mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa interaksi positif antara guru dan siswa, didukung oleh metode pembelajaran yang menarik dan relevan, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan memahami kebutuhan dan karakteristik siswa, guru mampu menciptakan kondisi belajar yang kondusif, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar secara mandiri dan efektif. Studi ini memberikan wawasan tentang pentingnya peran guru dalam mendukung keberhasilan pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Sosiologi.
Implementasi Tata Tertib Sekolah dalam Meningkatkan Disiplin Siswa di SMK Negeri 1 Likupang Barat Triana W. Kaempe; Yoseph D.A. Santie; Veronike E.T Salem
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2024): (APRIL) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/2wqj3y76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi tata tertib sekolah dalam meningkatkan disiplin siswa di SMK Negeri 1 Likupang Barat. Pendekatan penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi proses pengumpulan data, wawancara, dan observasi lapangan. Berdasarkan temuan penelitian, disiplin siswa di SMK Negeri 1 Likupang Barat dikatakan masih kurang karena disiplin siswa masih 95%. Contohnya seperti, datang terlambat, bolos, cara berpakaian tidak rapi, masih ada yang saling membully dan juga sering sekali mendengar siswa berbicara dan melontarkan kata-kata kotor/makian, bahkan ada siswa laki-laki yang merokok dibelakang sekolah. Hambatan yang ditemui dalam implementasi tata tertib sekolah yaitu karena kurangnya kesadaran siswa tersebut untuk patuh terhadap tata tertib yang telah dibuat pihak sekolah, karena masih terbawa kebiasaan buruk dari rumah, pergaulan bebas, dan juga faktor kesengajaan siswa tersebut yang ingin mencari perhatian. Upaya pembentukan disiplin siswa melalui implementasi tata tertib sekolah yang dilakukan guru yaitu sanksi berjenjang dimulai dengan teguran langsung dan pembinaan jika ada yang melakukan pelanggaran, kemudian sanksi tahap 1, 2 dan 3 dengan menggunakan surat panggilan orangtua.
Pola Tindakan Sosial Anak Putus Sekolah di Kelurahan Pangolombian, Kota Tomohon Shergia Giovani Sarese; Veronike E.T Salem; Yoseph D.A. Santie
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2024): (APRIL) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/53en7h03

Abstract

Dalam sejarah pendidikan, masalah pengabaian sekolah bukanlah hal baru. Banyak putus sekolah diamati di kota Tomohon, khususnya di kota Pangolombian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan dampak tindakan sosial anak putus sekolah di kelurahan Pangolombian Kota Tomohon. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan subyek penelitian yaitu anak putus sekolah dan orang tua dari anak putus sekolah yang tinggal di Kelurahan Pangolombian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pangolombian, Kota Tomohon. Hasil kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: pola tindakan sosial yang di lakukan oleh anak putus sekolah ada yang berdampak positif dan negatif. Dampak positif yang dilakukan adalah ketika anak memutuskan untuk berhenti sekolah dan melakukan kegiatan tindakan sosial seperti mencari pekerjaan dan akan mendapatkan hasil yang menguntungkan berupa uang ataupun anak yang putus sekolah akan membantu keluarga dirumahnya. Adapun dampak negatif yang akan terjadi apabila anak putus sekolah adalah ketika anak sudah tidak memiliki pekerjaan lagi anak itu sudah menjadi pengangguran dan tentunya berdampak bagi kehidupan keluarga mereka, tak hanya itu ketika anak putus sekolah dan mencari kesibukan lain seperti meminum-miniman keras atau miras hingga akhirnya anak itu mabuk, anak itu akan mencari keributan yang akan berdampak bagi kehidupan orang yang sekitar.
Faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Gemaf, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah Sanci Yosofina Banggala; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2024): (APRIL) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/qv2k3t03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Gemaf. Penelitian saya mengunakan metode pendekatan Kualitatif, yang mengunakan cara-cara pengumpulan informasi melalui cara observasi, dan cara wawancara. Hasil penelitian sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi individua tau minat pendidikan masyarakat Desa Gemaf masuk kategori rendah. Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi penyebab rendahnya tingkat pendidikan masyarakat tetapi tidak keseluruhan masyarakat, Kelengahan orang tua dalam mengontrol anak juga menjadi penyebab anak tidak melanjutkan penidikan kejenjang yang lebih tinggi. Faktor lingkungan pergaulan bebas dan hadirnya perusahaan pertambangan besar yang membuka lapangan pekerjaan dengan tidak memandang tinggi rendahnya pendidikan juga menjadi faktor penyebab terbesar masyarakat di Desa Gemaf menabaikan pendidikan yang lebih tinggi. Dan faktor-faktor lainnya seperti jauh dekatnya jarak untuk menempuh sekolah yang belum tersedia di Desa Gemaf.