Claim Missing Document
Check
Articles

Lunturnya Kebudayaan Masamper pada Kalangan Remaja di Kelurahan Paniki Kecamatan Siau Barat Welson Kemba; Veronike E.T Salem; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelestarian kebudayaan Masamper dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Masamper merupakan kesenian tradisional yang memiliki nilai etika, moral, dan agama serta berfungsi sebagai media komunikasi melalui nyanyian, namun mengalami penurunan minat di kalangan remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap masyarakat setempat untuk mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kebudayaan Masamper. Wawancara dilakukan untuk memahami perspektif masyarakat tentang kondisi kebudayaan ini dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya penanaman budaya sejak dini dan pengaruh budaya luar yang lebih modern menjadi faktor utama penurunan minat terhadap Masamper. Untuk pelestarian, penelitian merekomendasikan pemanfaatan media sosial dengan konten menarik, adaptasi lagu populer masa kini menjadi versi Masamper, dan kolaborasi dengan musik modern. Strategi ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda dan memastikan kebudayaan Masamper tetap hidup di tengah globalisasi.
Makna Tradisi Mabarissa Bagi Masyarakat Desa Mala Kec, Melonguane Kab. Kepulauan Talaud (Studi Eksploratif) Seltia Marta Wangkanusa; Veronike E.T Salem; Yoseph DA Santie
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna tradisi Mabarissa “ Bergoyang di jalan Bersama-sama” merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dilakukan di desa Mala Kecamatan Melonguane Timur. Kegiatan yang dilakukan setiap bulan Desember dan acara Tahun Baru ini masih eksis keberadaannya karena dianggap sangat meramaikan suasana yang ada di desa dimana berkumpulnya saudara bersauara untuk memeriahkan natal dan tahun baru khususnya di desa Mala.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Tradisi ini merupakan sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Talaud khususnya masyarakat desa Mala. makna dari Mabarissa ini lebih kepada kesenian dalam kebersamaan.