Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimalisasi Website Desa Sebagai Sarana Pelayanan Informasi Publik di Desa Mojopuro, Wuryantoro, Wonogiri Zaky Faiz, Achmad; Resmito Sari, Rina; Dwi Wahyuni, Ruslina
Jurnal Al Basirah Vol. 5 No. 2 (2025): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v5i2.440

Abstract

Masyarakat kelurahan mojopuro merupakan masyarakat yang memiliki semangat cukup tinggi dalam menuntut ilmu agama. Hal ini dibuktikan dengan adanya TPQ dan pengajian majelis taklim. Namun, tidak semua masyarakat di wilayah kelurahan mojopuro mendapatkan kesempatan untuk belajar ilmu agama terlebih kalangan orang tua. Banyak warga disana yang sudah menginjak lansia tidak mampu untuk membaca al qur’an. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah mengadakan belajar bersama bagi warga mulai dari anak-anak hingga lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran Al-Qur'an di Kelurahan Mojopuro melalui pendampingan metode Iqro' pada anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan jamaah majelis taklim. Metode penelitian yang digunakan adalah penerapan metode Iqro' secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak TPQ secara signifikan. Pendampingan guru TPQ dan pengurus majelis taklim juga berperan penting dalam keberhasilan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Iqro', jika diterapkan dengan tepat dan didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif, dapat menjadi salah satu pendekatan efektif dalam pembelajaran Al-Qur'an bagi anak-anak dan dewasa.
MERAWAT AKAR, MENUMBUHKAN RASA: GELAR BUDAYA SEBAGAI WAHANA MENJAGA WARISAN LELUHUR Wahyuni, Ruslina Dwi; Nuranto; Windari
Inisiasi Volume 14, Edisi 2, Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59344/inisiasi.vi.333

Abstract

This community service activity aims to foster awareness and participation of the community in preserving local cultural heritage through the organization of the Gambirmanis Village Cultural Festival in Pracimantoro District. The program is implemented using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, focused on the strengths, potential, and assets that the community already possesses. The implementation stages include Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny, involving traditional leaders, local artists, youth groups, MSME actors, and the village government. The results of the activities indicate that the ABCD approach can encourage the community to recognize and optimize the socio-cultural assets they possess. Cultural Festivals have become an effective platform to strengthen local identity, foster pride in ancestral heritage, and strengthen social ties across generations. Based on the implementation and evaluation results, it is recommended that Cultural Festivals be established as an annual routine agenda in the village, cultural groups be formed as drivers of traditional arts preservation, and digital documentation be developed to maintain the continuity of intangible heritage. Collaboration among the community, village government, and universities also needs to be continuously strengthened to support the sustainable development of local cultural potential. Thus, Gambirmanis Village can become a model of an independent, characterful, and competitive cultural village through the preservation of ancestral heritage.
Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Anak dalam Kebijakan Daerah Kabupaten Wonogiri Ditinjau dari Perspektif Hukum Tata Negara Windari Windari; Ruslina Dwi Wahyuni
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 2 (2025): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v6i2.469

Abstract

Gender mainstreaming and child protection are fundamental principles in the implementation of regional governance based on the constitution and laws and regulations. Wonogiri Regency, as part of the regional government system, has a constitutional obligation to integrate gender perspectives and the best interests of children into every regional policy. This article aims to analyze the implementation of gender mainstreaming and child protection in Wonogiri Regency regional policies from the perspective of Constitutional Law, and to identify their conformity with the principles of the rule of law, regional autonomy, and the protection of human rights. The research method used is normative legal research with a legislative approach and a conceptual approach. Data were obtained through a literature review of relevant laws and regulations, legal doctrines, and regional policies. The results of the study indicate that gender mainstreaming and child protection in Wonogiri Regency have normatively obtained an adequate legal basis, both at the national and regional levels, but in practice still face various obstacles, including weak coordination between regional agencies, budget constraints, and the suboptimal integration of gender and child protection principles in policy formulation and implementation. Therefore, it is necessary to strengthen the commitment of regional governments, harmonize regional regulations, and effective constitutional oversight so that gender mainstreaming and child protection can be implemented optimally in accordance with the principles of Constitutional Law and sustainable development goals.
PENGUATAN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM WAWASAN KEBANGSAAN BERBASIS KOLABORASI LINTAS SEKTOR Ruslina Dwi Wahyuni; Amir Mukminin
AL HAZIQ: Journal of Community Service Vol. 04, No. 2 Desember 2025
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/haziq.1064

Abstract

This community service program aims to socialize national insight and strengthen the Pancasila Student Profile character among new students at SMPN 1 Wuryantoro, Wonogiri Regency. The background of this activity is the increasing ideological challenges, weakening nationalism values among adolescents, and the need for character reinforcement at the beginning of school education. The partner’s problems include low understanding of Pancasila values, lack of civic responsibility awareness, and limited collaboration between schools and state institutions. The method applied was an educative-participatory approach through interactive lectures, group discussions, value simulations, and character reflections, involving lecturers from STAIMAS Wonogiri and the Wuryantoro Police Sector. The results indicate a significant improvement in students’ understanding of national values, nationalism attitudes, and legal awareness. This activity also strengthened collaboration among universities, schools, and police institutions in shaping a generation with strong Pancasila character.
Edukasi Konservasi pada Praktik Wisata Penyu Berkelanjutan: Program Pengabdian kepada Wisatawan dan Pengemudi perahu di Pulau Redang, Malaysia Devina Melinawati; Ruslina Dwi Wahyuni; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.582

Abstract

Pariwisata laut dengan mengamati penyu di habitat aslinya secara langsung dapat mendatangkan manfaat ekonomi kepada warga setempat sekaligus berdampak pada tekanan ekologis terhadap ekosistem apabila interaksi antara wisatawan dengan penyu tidak diperhatikan. Oleh karena itu, pariwisata ini harus diatur agar sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi demi memperkuat pariwisata penyu yang berkelanjutan. Para pengemudi perahu diberdayakan sebagai duta konservasi di Pulau Redang, Malaysia, demi menumbuhkan kepedulian wisatawan terhadap penyu. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif insidental. Tim pengabdian terlibat langsung dalam aktivitas wisata sekaligus menyampaikan edukasi konservasi melalui tiga upaya yaitu sosialisasi dengan pengemudi perahu, penyuluhan kepada wisatawan, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Pengabdian ini menunjukkan hasil yaitu pemahaman para wisatawan dan pengemudi perahu. Hal ini dibuktikan dari wisatawan yang tidak menyentuh penyu laut meskipun ini menjadi menjadi aturan yang tidak tertulis. Pengemudi perahu yang awalnya cenderung pasif kini turut aktif dalam memberi edukasi karena mereka adalah orang yang dianggap memiliki otoritas di daerah tersebut. kegiatan ini tetap memberikan dampak positif yaitu edukasi secara insidental tidak memerlukan biaya yang besar karena hanya melibatkan partisipasi warga lokal tapi dapat mendorong pariwisata penyu yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 14:Life Below Water) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).