Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN KELEKATAN PADA AYAH DENGAN SIKAP ASERTIF REMAJA SMPN 5 BANJARBARU Auliyaningrum, Salma; Fauzia, Rahmi; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2672

Abstract

Masa remaja merupakan masa perkembangan yang mengalami transisi dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa. Pada masa transisi ini  remaja mulai dihadapkan dengan berbagai macam konflik baik secara eksternal maupun internal sehingga diperlukan kelekatan pada orangtua khususnya pada ayah agar remaja dapat memiliki sikap asertif yang baik agar dapat bersikap jujur, mampu bertanggung jawab, percaya diri dan mengungkapkan apa yang dirasakannya tanpa menyakiti orang lain sehingga mampu mengekspresikan perasaannya ke arah yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan pada ayah dengan sikap asertif remaja SMPN 5 Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala sikap asertif dan skala kelekatan ayah. Hasil penelitian menunjukan hubungan kelekatan ayah dengan sikap asertif remaja SMPN 5 Banjarbaru memiliki korelasi 0,493. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kelekatan pada ayah dengan sikap asertif remaja SMPN 5 Banjarbaru. Artinya semakin tinggi kelekatan yang diberikan ayah pada remaja, maka semakin tinggi pula sikap asertif yang ada dalam diri remaja tersebut. Sebaliknya, semakin rendah kelekatan yang diberikan ayah maka semakin rendah sikap asertif yang ada pada remaja di SMPN 5 Banjarbaru. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan kelekatan ayah dengan sikap asertif sebesar 24,3%, sedangkan 75,7% sisanya merupakan sumbangan dari faktor lainnya.
HUBUNGAN PENETAPAN TUJUAN DENGAN ADAPTABILITAS KARIR PADA PESERTA DIDIK SMK TELKOM BANJARBARU Luthfi, Alghifari Athilla; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1638

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  penetapan  tujuan   dengan   adaptabilitas karir   di Smk Telkom Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel  pada  penelitian  ini adalah menggunakan  proportionate  stratified  random  sampling,  yaitu  siswa  kelas  XII  SMK  Telkom  Banjarbaru,  yang   terdiri   dari   135   siswa.   Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala penetapan tujuan dan skala adaptabilitas karir. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara penetapan tujuan dengan adaptabilitas karir di Smk Telkom Banjarbaru memiliki korelasi -0,781 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan yang kuat dan negatif antara kedua variabel, artinya apabila penetapan tujuannya tinggi maka semakin tinggi adaptabilitas karir, sebaliknya semakin  rendah  penetapan tujuan maka semakin rendah adaptabilitas karir. Hubungan penetapan tujuan dengan adaptabilitas karir sebesar 60,9% sedangkan 39,1% sisanya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN ALIENASI TERHADAP NARAPIDANA DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN Selviani, Nur Amalia; Rusli, Rusdi; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1611

Abstract

Penelitiain ini memiliki bertujuan untuk mengetahui hubungnan antara kebutuhan afiliasi dengan alienasi terhadap narapidana di Lembaga permasyarakatan perempuan klas IIA Martapura.nPada penelitian ini digunakan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 64 narapidana  di lembaga  permasyarakatan perempuan klas IIA Martapura. Metode analisis data menggunakani korelasi product moment dari Karl Person. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kebutuhan afiliasi dan skala alienasi. Hasil pada penelitian menunjukan korelasi sebesar 0,474 (p<0,05) artinya ada hubunan signifikan yang sedanag dan positif antara antara kebutuhan afiliasi dengan alienasi terhadap narapidana di Lembaga permasyarakatan perempuan klas IIA Martapura. Nilai korelasi positif dalam penelitian ini menunjukkan semakin tinggi kebutuhan afiliasi maka akan semakin tinggi alienasi, sebaliknya jika semakin rendah kebutuhan afiliasi maka akan semakin rendah alienasi .
Hubungan Kelekatan Pada Ayah Dengan Self Compassion Remaja SMP Negeri 5 Banjarbaru Sari, Lili Nor Indah; Fauzia, Rahmi; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2673

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi yang sering dihadapkan oleh berbagai masalah. Seorang remaja hendaknya memiliki keterikatan yang kuat dengan kedua orang tuanya, khususnya dari seorang ayah agar memiliki self compassion yang baik dalam menghadapi berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan pada ayah dengan self compassion remaja SMPN 5 Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala self compassion dan skala kelekatan pada ayah. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan kelekatan pada ayah yang dengan self compassion remaja SMPN 5 Banjarbaru memiliki korelasi sebesar 0,411. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kelekatan pada ayah dengan self compassion remaja SMPN 5 Banjarbaru. Semakin tinggi kelekatan yang diberikan ayah pada remaja, maka semakin tinggi pula self compassion yang ada dalam diri remaja tersebut. Sebaliknya, semakin rendah kelekatan yang diberikan oleh seorang ayah maka semakin rendah self compassion yang ada pada remaja siswa di SMPN 5 Banjarbaru. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan kelekatan pada ayah dengan self compassion sebesar 16,9%, sedangkan 83,1% sisanya sumbangan dari faktor lainnya.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM SEKOLAH DENGAN KESADARAN DIRI PESERTA DIDIK KELAS IX DI MTSN 2 BANJAR Aulia, Rizky; Rachmah, Dwi Nur; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1639

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih banyaknya terdapat peserta didik yang kurang sadar terhadap tanggung jawab mereka disekolah. Dampak paling parah yaitu adanya ketidakhadiran peserta didik sampai putus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim sekolah dengan kesadaran diri peserta didik kelas IX di MTsN 2 Banjar. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 134 peserta didik kelas IX di sekolah MTsN 2 Banjar. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala iklim sekolah dan skala kesadaran diri. Hasil penelitian menunjukan korelasi 0,603 (p<0,05) artinya ada hubungan signifikan yang kuat dan positif antara iklim sekolah dengan kesadaran diri peserta didik kelas IX di MTsN 2 Banjar, artinya semakin tinggi iklim sekolah maka akan semakin tinggi kesadaran diri, sebaliknya jika semakin rendah iklim sekolah maka akan semakin rendah kesadaran diri. Dari hasil penelitian juga diketahui sumbangan efektif iklim sekolah dengan kesadaran diri adalah sebesar 36,4% sedangkan 63,6% lainnya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Kandama, Herry; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 4, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i2.2719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh, yaitu menyertakan semua anggota populasi sebagai sampel yang berjumlah 79 orang. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala budaya organisasi dan skala organizational citizenship behavior (OCB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat dan positif antara kedua variabel, artinya semakin tinggi pada variabel budaya organisasi maka semakin tinggi pula pada variabel organizational citizenship behavior (OCB). Begitupun sebaliknya, semakin rendah pada variabel budaya organisasi maka semakin rendah pula pada variabel organizational citizenship behavior (OCB). Kata Kunci: Budaya Organisasi, Organizational Citizenship Behavior (OCB), Badan Eksekutif Mahasiswa
PENGARUH PERSEPSI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) TERHADAP KETERIKATAN KERJA KARYAWAN TEKNIK LAPANGAN DI PT. HALEYORA POWERINDO BANJARMASIN Maula, Ritli Rizqiana; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1612

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi kesehatan dan keselamatan kerja terhadap keterikatan kerja karyawan teknik lapangan di PT Haleyora Powerindo Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan purpossive sampling berjumlah 57 orang karyawan teknik lapangan yang dilaksanakan di PT. Haleyora Powerindo. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Instrumen yang digunakan adalah skala persepsi kesehatan dan keselamatan kerja dan skala keterikatan kerja. Hasil uji regersi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh positifaantara persepsi kesehatan dan keselamatan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan teknik lapangan PT. Haleyora Powerindo. Adapun sumbangan efektif persepsi kesehatan dan keselamatan kerja terhadap keterikatan kerja pada karyawan teknik lapangan PT. Haleyora Powerindo sebesar 15,5% sedangkan 84,5% sisanya merupakan sumbangan dari faktor lain selain persepsi kesehatan dan keselamatan kerja yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN CYBERLOAFING DENGAN PROKRASTINASI KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR X MARABAHAN Zatalina, Nabela; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberloafing dengan prokrastinasi kerja pada pegawai negeri sipil di kantor X Marabahan. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu 32 orang pegawai negeri sipil di kantor X Marabahan. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala cyberloafing dan skala prokrastinasi kerja. Hasil penelitian menunjukan korelasi 0,623 (p<0,05) artinya ada hubungan signifikan yang kuat dan positif antara cyberloafing dengan prokrastinasi kerja pada pegawai negeri sipil di Kantor X Marabahan. Nilai korelasi positif dalam penelitian ini menunjukkan semakin tinggi cyberloafing maka akan semakin tinggi prokrastinasi kerja, sebaliknya jika semakin rendah cyberloafing maka akan semakin rendah prokrastinasi kerja.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN MEMORI ANAK DI TK X BANJARMASIN Yazi, Karima; Zwagery, Rika Vira; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2654

Abstract

Masa usia dini merupakan masa dimana anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, semua yang anak dengar dan lihat terserap dalam pikirannya. Anak lebih mudah mengingat sesuatu yang dipelajari dari objek yang mereka lihat dan praktikkan sehingga dapat diterima dalam memori. Salah satu yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak adalah intensitas penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan memori pada anak di TK X Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di TK X Banjarmasin yang berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 74 anak dengan kriteria yaitu anak berusia 5 tahun, anak yang menggunakan gadget dan bukan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur yaitu skala intensitas penggunaan gadget, Children’s Memory Questionnaire-Revised (CMQ-R) yang diadaptasi dari Hedges, Drysdale dan Levick (2015), serta Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (MCSDS) yang dikembangkan oleh Crowne dan Marlowe (1960)  yang telah diadaptasi oleh Widhiarso (2011). Analisis data menggunakan nonparametrik korelasi parsial spearman’s rho dengan bantuan SPSS versi 24. Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial didapatkan hubungan positif antara intensitas penggunaan gadget dengan memori dengan nilai r = 0,373. Hal ini berarti semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin kurang baik memori pada anak, sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan gadget maka semakin baik memori pada anak. Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif intensitas penggunaan gadget dengan memori sebesar 13,9% sedangkan 86,1% sisanya adalah sumbangan dari fakor-faktor lain.
Hubungan Kepribadian Tangguh dengan Resiliensi terhadap Isu Pemutusan Hubungan Kerja pada Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar Amada, Muhammad Rizky; Rachmah, Dwi Nur; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 4, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i2.3211

Abstract

Pegawai tidak tetap rentan mendapat pemutusan hubungan kerja karena keadaan kontrak kerja mereka yang berbeda dengan pegawai negeri sipil. Isu terhadap pemutusan hubungan kerja menimbulkan tekanan yang berat bagi pegawai atau karyawan. Dalam menghadapi tekanan dalam pekerjaan tersebut, pegawai  memerlukan kemampuan resiliensi yang kuat dalam menyesuaikan pada perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Kepribadian tangguh sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi resiliensi membantu seseorang dalam berkomitmen bahwa apapun kegiatan yang dilakukan dan dalam menjadikan situasi yang sulit menjadi sebuah peluang untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian tangguh dengan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan kepribadian tangguh dengan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan subjek penelitian adalah pegawai tidak tetap yang bekerja di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Analisis penelitian menggunakan analisis Pearson product moment correlation dengan instrumen penelitian yaitu skala kepribadian tangguh dan skala resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi r= 0,317 dengan taraf signifikansi 0,021. Kemudian dengan sumbangan efektif keperibadian Tangguh terhadap resiliensi adalah sebesar 10,1% sedangkan sumbangan lainnya adalah sebesar 89,9% dan dipengaruhi oleh variable lain seperti harga diri, dukungan social, spiritualitas, dan emosi positif. Hasil dalam penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepribadian tangguh dan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar dengan arah kedua hubungan variabel yang positif, dimana ketika terjadi peningkatan kepribadian tangguh subjek maka resiliensi yang dimilikinya juga akan mengalami peningkatan dan begitu juga dengan sebaliknya.