Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Indah Luthfiana; Dini Rakhmawati; Padmi Dhyah Yulianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3460

Abstract

Penelitian hubungan religiusitas dengan perilaku menyontek pada siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang ini dilator belakangi oleh fenomena bahwa siswa ternyata tidak lepas dari perilaku menyontek. Hasil Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik menunjukkan rendahnya tingkat religiusitas siswa dan tingginya tingkat perilaku menyontek. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan metode survey. Populasi data penelitian sejumlah 96 siswa, meliputi kelas X MIPA 1, X MIPA 2, X IPS 1 dan X IPS 2. Sampel penelitian ini sejumlah 77 siswa yang diambil dengan teknik simple random samping. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala perilaku menyontek. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku menyontek siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang. Artinya semakin tinggi tingkat religiusitas siswa semakin rendah tingkat perilaku menyontek siswa. Kata Kunci : Religiusitas, Perilaku Menyontek
Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas X SMK Palebon Semarang Dwi Pebrianti; Suhendri -; Padmi Dhyah Yulianti
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 5 No 2 (2022): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v5i2.951

Abstract

Penelitian Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas X SMK Palebon Semarang di latar belakangi oleh rendahnya kedisplinan belajar siswa, hal ini ditandai dengan siswa yang belum optimal dalam melaksanakan pembelajaran. Adanya bentuk perilaku rendahnya kedisiplinan belajar siswa yang rendah ialah siswa tidak bisa mengatur waktu dengan baik, menyontek pada saat ujian, sering telat datang saat sekolah, dan menunda-nunda dalam mengerjakan tugas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian ini sejumlah 128 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki oleh populasi tersebut yaitu menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki oleh populasi tersebut yaitu sample dalam penelitian ini kelas X MM 1,X MM 2, dan X OTKP yang berjumlah 98 siswa. Nilai kedisiplinan belajar diperoleh dari nilai penyebaran skala penelitian yang telah dianalisis Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan , maka dapat disimpulkan terdapat tingginya tingkat kedisiplinan siswa kelas X SMK Palebon Semarang. Hasil analisis diketahui bahwa jumlah skor terendah adalah 21% atau 19 siswa. Adapun tabel distribusi frekuensi kedisiplinan belajar siswa kelas X SMK Palebon adalah sebagai berikut : 10 siswa dengan kategori sangat tinggi dengan presentase 3% , 25 siswa pada kategori tinggi dengan presentase 24%, 44 siswa dengan kategori rendah dengan presentase 52%, dan 19 siswa dengan presentase 19%. Maka artinya terdapat tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas X SMK Palebon Semarang yang cukup tinggi. Saran yang dapat peneliti sampaikan mengharapkan agar para siswa SMK Palebon Semarang untuk terus meningkatkan kedisiplinan belajarnya
TINGKAT PENYESUAIAN DIRI SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN MADINNATUNAJAH Annisa; Suhendri; Padmi Dhyah Yulianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i01.4366

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat penyesuaian diri santri putri dipondok pesantren Madinnatunajah kalimukti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel teknik Simple Random Sampling sebanyak 104 santri. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket penyesuaian diri. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri dengan kategori penyesuaian diri rendah sebanyak 0% atau tidak ada`. Subjek dengan kategori penyesuaian diri cukup sebanyak 1,923% atau 2 santri. Subjek dengan kategori penyesuaian diri tinggi sebanyak 83,654% atau 87 santri. Dan subjek dengan kategori penyesuaian diri sangat tinggi sebanyak 14,423% atau 15 santri. Tingkat penyesuaian diri yang tinggi ditandai dengan tidak mudah tersinggung dengan perbedaan pendapat atau kesalahan yang diperbuat oleh orang lain, menyesuaikan dirinya harus mampu mengambil keputusan sesuai dengan keadaan dirinya, kesedian tolong menolong, menyesuaikan diri harus mampu bertanggung jawab dalam setiap perbuatan yang dirinya lakukan. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: Perlu adanya kerja sama yang baik semua personil pesantren dalam menjalankan tugas sehingga pelaksanaan bimbingan dapat berjalan dengan baik dan dapat tercapai apa yang menjadi tujuan dari kegiatan bimbingan tersebut.
MEMBINA KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENERAPAN 8 FUNGSI KELUARGA Arri Handayani; Padmi Dhyah Yulianti; Sukma Nur Ardini
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.245 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.162

Abstract

ABSTRACTProsperous family is the desire for every individual, but many influential factors to achieve the condition. One is how to implement 8 family functions. Many citizens who do not understand and do not even know about the 8 functions of the family itself. This is evidenced by the many problems that people complain about family problems. Whereas if the community can implement these functions, the existence of family problems can be minimized. This condition is known when the devotees conduct the counseling process in the "Pojok Konseling". Therefore, in community service activities conducted by the Team KKN PPM Kampung KB University of PGRI Semarang in the district Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang given counseling about the family function in an effort to foster a prosperous family. This activity was attended by 31 participants of the resident Muktiharjo Kidul Semarang through lecture and discussion methods. The results of the analysis through observation and feedback from the participants showed that the participants pleasured to gain knowledge and understanding to achieve prosperous family through the implementation of 8 family functions.Keywords: prosperous family, 8 family functions.ABSTRAKKeluarga sejahtera adalah dambaan bagi setiap individu, akan tetapi banyak faktor yang berpengaruh untuk dapat mencapai kondisi tersebut. Salah satunya adalah bagaimana menerapkan 8 fungsi keluarga. Banyak warga masyarakat yang belum memahami dan bahkan belum mengetahui tentang 8 fungsi keluarga tersebut. Hal ini terbukti dengan banyaknya masalah yang dikeluhkan masyarakat berkaitan dengan permasalahan keluarga. Padahal jika masyarakat dapat menerapkan fungsi-fungsi tersebut, adanya permasalahan keluarga dapat diminimalkan. Kondisi ini diketahui ketika pengabdi melakukan proses konseling di “Pojok Konseling”. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim KKN PPM Kampung KB Universitas PGRI Semarang di Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Semarang diberikan penyuluhan tentang fungsi keluarga dalam upaya membina keluarga sejahtera. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta warga Muktiharjo Kidul Semarang melalui metode ceramah dan diskusi. Hasil analisis melalui observasi dan umpan balik dari peserta, menunjukkan bahwa peserta menunjukan rasa senang mendapatkan pengetahuan dan pemahaman untuk mencapai keluarga sejahtera melalui penerapan 8 fungsi keluarga.Kata kunci: keluarga sejahtera, 8 fungsi keluarga.
The Coping Stress Differences among Work from Home and Work from Office Individuals Arri Handayani; Desi Maulia; Padmi Dhyah Yulianti; Primaningrum Dian
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v8i1.8742

Abstract

Abstract. Working from home and working permanently in the office (work from office) have their problems. These differences indeed lead to different responses in coping with stress. This research aims to analyze the differences in coping with stress in individuals who experience work-from-home and work-from-office periods, as well as analyze coping strategies during the work-from-home period. This research uses a quantitative method, using a t-test. The sampling technique uses purposive random sampling, with the characteristics of the population being married and having children, working in agencies either from home or the office. Data collection techniques used a stress coping scale and an open questionnaire regarding identifying feelings and problems that arise, expressed via Google Forms. Quantitative analysis is carried out using t-tests and descriptive analysis. Based on the Mann-Whitney test, the Mean Rank or average group ranking was obtained, namely for work from home, it was 95,15, and work from office was 94.54 with a significance value of  (0.947) > 0.05. The quantitative research results show no difference in coping with stress between individuals who experience the work-from-home period and during the work-from-office period. Meanwhile, the results of the descriptive analysis show that the most dominant feeling during the work-from-home period is anxiety, anxiety, or worry (40.74%), while the problem most frequently experienced by respondents is difficulty dividing their time between office work and homework (26.45 %). In general, coping strategies overcome feelings of worry by conveying hobbies (23.28%), while coping strategies overcome problems during the work-from-home period by interacting online (26.45%) and doing good time management (17.98%).Keywords: Coping Stress; Work from Home; Work from Office
Pelatihan Keterampilan Diri Siswa MTs. Al. Hasyimiyah Ungaran Yulianti, Padmi Dhyah; Arri Handayani; Yovitha Juliejantiningsih; MA. Primaningrum Dian M
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 3 No. 4 (2024): ABDIMAS PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v3i4.1425

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju masa dewasa. Menghadapi masa remaja, banyak tantangan dan tekanan yang dihadapai. Tekanan dan tantangan yang dialami remaja dapat bersifat akademik maupun non akademik. Namun, tidak semua remaja yang masih berstatus sebagai siswa, siap dan mampu menghadapi beragam tekanan dan tantangan yang muncul. Menghadapi tantangan di era globalisasi, memerlukan peningkatan keterampilan diri untuk menghadapi perubahan dan mendukung perkembangan pribadi remaja. Melalui Pelatihan keterampilan diri yang bersifat holistik, diharapkan dapat membantu remaja meraih potensi optimal dan menjadi bekal dalam mengatasi tantangan di masa depan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada remaja/ siswa di MTs. Hasyimiyah Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat pada tanggal 1 Maret 2024. Terdapat 101 orang siswa yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Aula sekolah. Pelatihan terbagi menjadi beberapa sesi yaitu pretest, pelatihan dan post test. Pelatihan menggunakan metode seperti ceramah, refleksi diri, games dan tanya jawab. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilakukan, terdapat peningkatan skor pretest dan post test. Dalam tindak lanjut, perlunya menggunakan metode permainan yang dilakukan di out door.
Self-Efficacy, Competence in Technology Information and Computers, and Burnout: What is the Profile for Teachers? Handayanto, Agung; Miyono, Noor; Yulianti, Padmi Dhyah
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2024): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v9i1.5169

Abstract

Burnout in teachers will affect the teacher's mental health condition. Teacher burnout is rarely researched because it affects teacher credibility. Thus, burnout experienced by teachers must be anticipated because it will be detrimental to the teacher himself, the organization, and the students. Teachers’ self-efficacy and ICT competency are thought to influence teacher burnout. Teachers with low self-efficacy and ICT Competence will tend to be susceptible to burnout. The problem formulation in this research is “Do self-efficacy and ICT Competence have a relationship with teacher burnout?”. This research examines the relationship between self-efficacy and ICT Competence and burnout in teachers. The research uses a quantitative design with SPSS-assisted multiple linear regression. The research results showed an influence of self-efficacy on burnout, an influence of information and computer technology competence on burnout, and an influence of self-efficacy and information and computer technology competence on burnout. Researchers discussed and provided in-depth suggestions for this research.
Peningkatan Keterampilan Pengasuhan melalui Mindful Parenting: Studi pada Orang Tua Anak Usia Dini Handayani, Arri; Yulianti, Padmi Dhyah; Setiawan, Agus
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6251

Abstract

Kelekatan orang tua-anak yang terbangun pada usia dini menjadi fondasi perkembangan selanjutnya. Dengan demikian penting bagi para orang tua untuk memahami dan mengambil tindakan  secara sadar dalam mengasuh anak sejalan dengan konsep mindful parenting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketrampilan pengasuhan anak usia dini sebelum dan sesudah pelatihan mindful parenting.  Variabel penelitian adalah pelatihan mindful parenting dan ketrampilan pengasuhan. Metode penelitian  Pre-Experimental Design, dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ibu-ibu PKK di Kota Semarang yang berjumlah 50 orang. Teknik sampling dengan purposive sampling. Instrumen penelitian  menggunakan Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) scale (31 items, α = .953). Durasi waktu pelatihan mindful parenting adalah 2 hari dengan berpedoman pada panduan modul mindful parenting yang dibuat peneliti.  Hasil penelitian membuktikan  ada perbedaan ketrampilan pengasuhan anak usia dini sebelum dan sesudah pelatihan mindful parenting (p= .000,  p<0.05). Hal ini ditunjukkan dengan responden penelitian yang semakin memahami pentingnya mendengarkan dan berbicara, tidak menghakimi anak, memahami pentingnya mengelola emosi, bijaksana dalam pengasuhan serta welas asih kepada anak.
Mental Health Knowledge, Self-Efficacy and Intention to Seek Help in Undergraduate students. How does it Influence? Yulianti, Padmi Dhyah; Rakhmawati, Dini; Suyati, Tri; Hidayati, Richma; Kusmanto, Agung Slamat
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 6 No. 1 (2024): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202406798000

Abstract

Mental health in the younger generation is essential to have. However, guidance and counseling undergraduate students who face mental health problems are not all willing to seek help. The low intention to seek help among guidance and counseling undergraduate students is thought to be influenced by a lack of knowledge about mental health and low self-efficacy. The condition of not seeking help results in losses for oneself, the community and the nation's future. The research aims to determine the influence of mental health knowledge and self-efficacy on intentions to seek help. The research used a quantitative design and data analysis using linear regression assisted by SPSS 26. The population of this research is guidance and counseling students. Researchers used purposive sampling and obtained 194 respondents willing to participate in the research. Researchers used three instruments. On the Mental Health Knowledge Schedule scale, the validity level moves from .391 - .870 with a reliability of .896. The general self-efficacy scale with the validity value moves from .450 - .731 and a reliability of .868. The intention to seek help scale with scores ranging from .668 - .845 and a reliability of .887. The research results are: (1) there is an influence between mental health knowledge and intention to seek help, (2) there is no influence between self-efficacy and intention to seek help, (3) there is a correlation between mental health knowledge and self-efficacy, (4) there is no influence between mental health knowledge and self-efficacy on intention to seek help. Suggestions for further research need to reduce the stigma of mental health problems, expand access to mental health assistance and increase undergraduate students' trust in the professional competence of mental health professionals in the educational environment so that undergraduate students are willing to take advantage of access to assistance.
Pelatihan Keterampilan Diri Siswa MTs. Al. Hasyimiyah Ungaran Yulianti, Padmi Dhyah; Arri Handayani; Yovitha Juliejantiningsih; MA. Primaningrum Dian M
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v3i4.1425

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju masa dewasa. Menghadapi masa remaja, banyak tantangan dan tekanan yang dihadapai. Tekanan dan tantangan yang dialami remaja dapat bersifat akademik maupun non akademik. Namun, tidak semua remaja yang masih berstatus sebagai siswa, siap dan mampu menghadapi beragam tekanan dan tantangan yang muncul. Menghadapi tantangan di era globalisasi, memerlukan peningkatan keterampilan diri untuk menghadapi perubahan dan mendukung perkembangan pribadi remaja. Melalui Pelatihan keterampilan diri yang bersifat holistik, diharapkan dapat membantu remaja meraih potensi optimal dan menjadi bekal dalam mengatasi tantangan di masa depan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada remaja/ siswa di MTs. Hasyimiyah Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat pada tanggal 1 Maret 2024. Terdapat 101 orang siswa yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Aula sekolah. Pelatihan terbagi menjadi beberapa sesi yaitu pretest, pelatihan dan post test. Pelatihan menggunakan metode seperti ceramah, refleksi diri, games dan tanya jawab. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilakukan, terdapat peningkatan skor pretest dan post test. Dalam tindak lanjut, perlunya menggunakan metode permainan yang dilakukan di out door.