Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP BERBASIS PENDEKATAN METAKOGNITIF DITINJAU DARI REGULASI DIRI SISWA Murtianto, Yanuar Hery; Harun, Lukman
AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengembangan strategi pembelajaran matematika SMP berbasis pendekatan metakognitif ditinjau dari regulasi diri siswa” bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif dan mengetahui pengaruh regulasi diri siswa terhadap hasil belajarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran (mix methods) karena disamping menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan profil metakognitf siswa penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif yaitu: eksperimen semu (quasi experimental research) dengan menggunakan desain factorial 2x3Penelitian ini dilakukan di SMP Muhamadiyah 3 Semarang. Subyek penelitian adalah 22 siswa kelas VII D (sebagai kelas kontrol) dan 30 siswa kelas VII E (sebagai kelas eksperimen).Tahap pelaksanaan penelitian ini meliputi: Pengembangan strategi pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif, mengembangkan angket regulasi diri siswa, melakukan pengujian angket, melakukan tes kemampuan awal siswa dan melakuan tes setelah diterapkanya strategi pembelajaran matematika metakognitif yaitu pada materi bilangan pecahan. Hasil pengembangan strategi pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif memiliki 3 fase utama yaitu: (1) mengembangkan rencana tindakan, (2) memantau rencana tindakan, (3) mengevaluasi rencana tindakan dan dibagi dalam 6 tahapan yang meliputi: (1) Mengidentifikasi "apa yang diketahui" dan "apa yang tidak diketahui siswa dalam belajar matematika (apa yang siswa ketahui tentang bilangan pecahan apa pula yang tidak diketahui oleh mereka), (2) Menceritakan tentang pemikiran (menceritakan apakah siswa sebelumnya pernah mengenali, melihat atau bahkan memahami arti dari bilangan pecahan, (3) membuat catatan apa yang dipikirkannya, (4) merencanakan dan melakukan pengaturan diri berupa daftar pertanyaan terhadap diri siswa sendiri terkait dengan konsep-konsep bilangan pecahan, (5) mengontrol proses berpikir mereka sendiri yaitu dengan mencata setiap tahapan berpikir mereka dalam setiap pengerjaan soal-soal bilangan pecahan, (6) Evaluasi diri yaitu mencermati dan menilai hasil catatan-catatan dan proses belajarnya sendiri dalam rubrik evaluasi diri siswa. Hasil analisis angket menggambarkan bahwa pada kelas eksperimen terdapat 2 siswa dengan regulasi rendah, 16 siswa regulasi sedang dan 4 siswa dengan regulasi tinggi, sedangkan pada kelas kontrol dari 30 siswa terdapat 8 siswa dengan regulasi rendah, 15 regulasi sedang dan 7 siswa dengan regulasi tinggi. Hasil analisis ujicoba pada test of normality diperoleh nilai sig. 0.118 pada kelas kontrol dan 0.200 pada kelas eksperimen dimana kedua-duanya lebih besar dari 0.05 dan disimpulkan data berasal dari distribusi normal. Pada tes Anova dengan variable terikat: nilai akhir kelas eksperimen dan prediktornya adalah regulasi diri siswa diperoleh nilai sig. 0.219 dan F_hit = 1.583menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tes hasil belajar siswa setelah mereka mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan pendekatan metakognitif yang ditinjau dari regulasi diri siswa.Kata kunci: strategi pembelajaran matematika, metakognitif, regulasi diri,
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Happy, Nurina; Murtianto, Yanuar Hery
AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,  Teori Belajar D. Ausubel
Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Prihatiningtyas, Dian; Ariyanto, Lilik; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i2.5771

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui apakah model pembelajaran creative problem solvingefektif digunakan untuk kemampuan berpikir kritis matematis siswa; (2) model pembelajaran project based learning efektif digunakan untuk kemampuan berpikir kritis matematis siswa; (3) manakah yang lebih baik antara model creative problem solving dan model project based learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian modelQuasi Experimental Designyang dilakukan di SMP Negeri 1 Kendal.  Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling dari populasi siswa kelas VIII diperoleh kelas VIII E sebagai kelas eksperimen I dan VIII D sebagai kelas eksperimen II. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan : (1) model pembelajaran creative problem solving efektif digunakan untuk kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada indikator mengidentifikasi fakta yang ada; (2) model pembelajaran project based learning efektif digunakan untuk kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada indikator mengidentifikasi fakta yang ada; (3) model pembelajaran project based learninglebih baik dibandingkan model pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jadi kelas yang mendapat model pembelajaran creative problem solving dan model pembelajaran project based learning mencapai ketuntasan secara klasikal dan individual
Profil Berpikir Kreatif Siswa SMP Ditinjau dari Kemampuan Spasial dan Kemampuan Logis Matematis Yuliati, Fari Ani; Murtianto, Yanuar Hery; Nursyahidah, Farida
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 5 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v3i5.7828

Abstract

Berpikir kreatif matematis menjadi sangat penting karena kecerdasaan siswa mempengaruhi kreativitas mereka baik kreativitas dari segi menciptakan banyak gagasan maupun proses dalam memecahkan masalah matematika baik yang berkaitan dengan permasalahan kemampuan visual spasial maupun kemampuan logis-matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpikir kreatif siswa SMP yang ditinjau dari kemampuan spasial dan kemampuan logis matematis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada siswa SNP Negeri 2 Sumowono kelas IX A pada tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan tes kemampuan spasial, tes kemampuan logis matematis, tes kemampuan berpikir kreatif, wawancara serta dokumentasi untuk mengabadikan semua hal-hal penting yang dilakukan saat penelitian. Teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Validasi data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian dianalisis mengacu pada indikator berpikir kreatif yaitu 1) Fluency (berpikir lancar); 2) Flexibility (Berpikir luwes); 3) Originality (Kebaruan). Hasil siswa berpikir kreatif ditinjau dari kemampuan spasial dan kemampuan logis matematis memenuhi indikator 1) Fluency (berpikir lancar); 2) Flexibility (Berpikir luwes); 3) Originality (Kebaruan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek kemampuan spasial mampu memenuhi semua indikator; (2) Subjek kemampuan logis matematis mampu memenuhi semua indikator.
Kesulitan Belajar Siswa pada Penguasaan Konsep Himpunan Berdasarkan Klasifikasi Kecerdasan Emosional Aulia, Nadia Tsara; Ariyanto, Lilik; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 5 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i5.11430

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mampu mengendalikan emosi, yang muncul dari diri sendiri maupun berdasarkan stimulus dari orang lain. Sedangkan kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana siswa sulit menerima materi pelajaran yang diajarkan sehingga menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada penguasaan konsep himpunan berdasarkan klasifikasi kecerdasan emosional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 23 siswa kelas VIII A selanjutnya dipilih 3 siswa berdasarkan klasifikasi kecerdasan emosional tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu penyebaran angket kecerdasan emosional, tes tertulis kesulitan belajar, dan wawancara. Teknis analisis data dilakukan dengan 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil tes kesulitan belajar siswa dalam penguasaan konsep himpunan dengan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis, diketahui subjek dengan kecerdasan emosional tinggi di dalam tiga kategori hanya mengalami kesulitan pada pemahamn konsep yang terdapat pada soal yang berbentuk visualisasi diagram, subjek dengan kecerdasan sedang sedikit mengalami kesulitan yaitu kesulitan dalam pemahaman konsep pada soal yang berbentuk visualisasi diagram dan kesulitan pemahaman konsep, pemahaman prinsip serta pemahaman verbal pada soal yang berbentuk cerita, dan subjek dengan kecerdasan emosional rendah di dalam tiga kategori mengalami banyak kesulitan dan hanya pada kategori pemahaman konsep soal yang berbentuk visualisasi diagram yang tidak mengalami kesulitan.
Pengembangan Media Pembelajaran Android Berbantuan Adobe Flash Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dewi, Nisrina Nofia; Kusumaningsih, Widya; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i1.13082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran android berbantuan adobe flash berbasis Discovery Learning dan mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran matematika dengan menggunakan program aplikasi Adobe Flash, untuk mengetahui kemenarikan respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran matematika dengan menggunakan adobe flash pada materi  bentuk aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (RD) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 langkah-langkah, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Berdasarkan hasil validasi terhadap pengembangan media pembelajaran matematika dengan menggunakan program aplikasi adobe flash  validasi ahli media dengan presentase kelayakan 83,33% dan validasi ahli materi dengan presentase kelayakan 88,6% media tersebut dinyatakan layak. Media yang dikembangkan di uji cobakan kepada 30 peserta didik. Hasil penelitian ini yaitu media pembelajaran android menggunakan aplikasi adobe flash layak digunakan sebagai media pembelajaran. Keefektifan media terhadap hasil belajar diperoleh rata-rata nilai posttest hasil belajar peserta didik kelas eksperimen dengan rata-rata nilai sebesar 79,45% lebih baik daripada rata-rata nilai posttest hasil belajar kelas control dengan rata-rata nilai sebesar 70,29%.  Jika dilihat dari peningkatannya, hasil perhitungan 𝑁 − 𝐺𝑎𝑖𝑛 pada kelas eksperimen diperoleh 𝑁 − 𝐺𝑎𝑖𝑛 = 0,711, sehingga terdapat peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang. Disimpulkan bahwa media pembelajaran android berbantuan Adobe Flash CS6 efektif terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 24 Semarang pada materi bentuk aljabar.
Profil Kecerdasan Emosional Siswa saat Belajar Matematika pada Masa Pandemi Covid-19 Damayanti, Eva Kurnia; Prasetyowati, Dina; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 5 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i5.16594

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potret kecerdasan emosional siswa saat belajar matematika dengan pembelajaran daring. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 22 siswa kelas VIII.5 selanjutnya dipilih 4 siswa berdasarkan klasifikasi perangkat belajar yang digunakan yaitu menggunakan perangkat belajar handphone, handphone dan laptop, handphone dan komputer, dan menggunakan perangkat belajar ketiganya. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu penyebaran angket perangkat belajar, angket kecerdasan emosional, dan wawancara. Teknik analasis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil angket kecerdasan emosional dengan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa 1) siswa yang kecerdasan emosionalnya tinggi yaitu siswa yang menggunakan perangkat belajar handphone laptop dan menggunakan perangkat belajar ketiganya, karena siswa mampu mengenali emosi dirinya, mampu mengelola emosi diri, dapat memotivasi diri, dapat mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan baik dengan orang lain. 2) siswa yang kecerdasan emosionalnya sedang yaitu siswa yang menggunakan perangkat belajar handphone saja, karena saat mengikuti pembelajaran daring siswa kurang mampu mengelola emosinya dengan baik. 3) siswa yang kecerdasan emosionalnya rendah yaitu siswa yang menggunakan perangkat belajar handphone komputer, karena saat mengikuti pembelajaran siswa tidak mampu mengelola emosinya dengan baik dan rendahnya motivasi siswa dalam belajar.
Analisis Profil Kemampuan Representasi Matematika Siswa SMA pada Pemecahan Masalah Ditinjau dari Tahapan Polya Ratnasari, Dede Febriani; Nizaruddin, Nizaruddin; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i5.6671

Abstract

Siswa cenderung masih kesulitan merepresentasikan mata pelajaran matematika kedalam bentuk grafik, gambar, ataupun diagram. Salah satu kemampuan berpikir yang mendukung siswa dalam memecahkan masalah pada pembelajaran matematika adalah kemampuan representasi. Representasi diperlukan pada pemecahan masalah untuk mengkomunikasikan ide pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana profil kemampuan representasi matematika siswa berdasarkan pemecahan masalah ditinjau dari tahapan polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas XI MIPA 2 SMA N 1 Gebog, terbagi atas siswa dengan kemampuan memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana serta memeriksa kembali dengan kategori tinggi dan rendah. Teknik pengumpulan data berupa tes tertulis, observasi, dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode.Hasil penelitian ini adalah a) Siswayang mampu memahami masalahdengan kategori tinggi memiliki kemampuan representasi: model matematika dan teks tertulis. Sedangkansiswadengan kategori rendah hanya memiliki kemampuan representasi model matematika. b) Siswa yang mampu menyusun rencanadengan kategori tinggi memiliki kemampuan representasi matematika: gambar, model matematika dan teks tertulis. Sedangkansiswa dengankategori rendah tidak memiliki satupun kemampuan representasi matematika. c) Siswa yang mampumelaksanakan rencana dengan kategori tinggi memilikikemampuan representasi matematika: gambar, model matematika dan teks tertulis. Sedangkansiswadengan kategori rendah tidak memiliki satupun kemampuan representasi matematika. d) Siswa yang mampumemeriksa kembalidengan kategori tinggi memilikikemampuan representasi matematika: gambar, model matematika dan teks tertulis. Sedangkansiswadengan kategori rendah tidak memiliki kemampuan representasi matematika.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematis Materi Perbandingan pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Mojosongo Rahayu, Sofiatun Dwi; Ariyanto, Lilik; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v5i3.15153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan analisis kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika materi perbandingan dilihat dari aspek memahami masalah, merencanakan, melaksanakan dan mengecek kembali. Jenis penelitian adalah pendekatan kualitatif. Waktu penelitian pada semester genap 2021/ 2022. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Mojosongo. Teknik pengumpulan data tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menyatakan (1) Kesulitan aspek memahami masalah, yaitu siswa tidak biasa mengerjakan soal cerita dengan langkah pemecahan masalah Polya, siswa masih kurang lengkap dalam menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal, belum memahami konsep, dan siswa tidak dapat mengatur proses pengerjaan dengan baik; (2) Kesulitan aspek merencanakan penyelesaian yaitu siswa belum bisa membuat model matematika dan kemampuan siswa yang rendah dalam memahami masalah, serta kurangnya latihan soal cerita; (3) Kesulitan aspek melaksanakan yaitu kebiasaan siswa kurang teliti dalam perhitungan, langkah-langkah yang terlalu panjang, dan salah dalam membuat model matematika; (4) Kesulitan aspek mengecek kembali yaitu siswa tidak tahu cara mengecek kembali yang benar, siswa tidak dapat mengatur waktu pengerjaan dengan baik, dan sikap malas siswa untuk mengecek kembali jawaban.
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Mahasiswa UPGRIS Calon Guru Matematika Ditinjau dari Multiple Intelligences Alwi, Ahmad Alfanio Raga; Muhtarom, Muhtarom; Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 4 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i4.9913

Abstract

Berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir matematis yang meliputi aspek kelancaran, kelenturan, keaslian dan keterperincian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa calon guru matematika ditinjau dari multiple intelligences. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil adalah 2 mahasiswa pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang semester 6 tahun ajaran 2020/2021 yang mempunyai multiple intelligences. Jenis kecerdasan dalam penelitian ini adalah kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan verbal-linguistik. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan secara online yaitu dengan tes tertulis dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis dengan tes wawancara. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif matematis dengan memperhatikan multiple intelligences yang dimiliki oleh subjek. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Subjek dengan kecerdasan logis-matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan diantaranya fluency, flexibility, originality dan elaboration; (2) Subjek dengan kecerdasan verbal-linguistik tinggi tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan yaitu pada aspek originality.