Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Kesiapan Guru dalam Implementasi Asesmen Autentik Pembelajaran Biologi pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri se-Kabupaten Kebumen Ipah Budi Minarti; Rivanna Citraning Rachmawati; Winda Aulia
Journal on Education Vol 4 No 4 (2022): Journal on Education: Volume 4 Nomor 4 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v4i4.3135

Abstract

The teacher is someone who has an important role in implementing authentic assessments and teacher readiness is one of the success factors in implementing authentic assessments. This study aims to determine teacher readiness in implementing authentic Biology learning assessments in the independent curriculum at public high schools in Kebumen Regency, as well as knowing the supporting and inhibiting factors in its implementation. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews and documentation. The sampling technique used is simple random sampling. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study obtained an average percentage of teacher readiness in implementing authentic Biology learning assessments in the independent curriculum at public high schools in Kebumen Regency based on PAP II, namely 82% in the "very high" category. Viewed from the aspect of cognitive readiness, attitudes and emotions, and behavior or implementation obtained from the interview results, it has a percentage of 89% in the "very high" category. This is also evidenced by the percentage of completeness of authentic assessment tools used by teachers, namely 74% in the "high" category. Supporting factors include socialization and training related to authentic assessment of the independent curriculum, supporting facilities and infrastructure, collaboration between teachers, and teacher understanding and mastery of authentic assessment of the independent curriculum. Inhibiting factors include the lack of socialization and training related to authentic assessment in the independent curriculum, the large number of students with different abilities and limited time, and the lack of teachers' ability to master IT. The readiness of teachers in implementing authentic assessments of Biology learning in the independent
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas XI SMA N 2 Semarang Asiska Fera Anisa; Maria Ulfah; Rivanna Citraning Rachmawati; Moch Ansori
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas XI MIPA 10 SMA N 2 Semarang dalam proses pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada materi sistem imunitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada kelas XI MIPA 10 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui lembar observasi, wawancara, dokumen portofolio PPL 1 dan dokumentasi saat proses pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 74,65% dalam kategori baik dan pada siklus 2 mencapai 86,60% dalam kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas XI MIPA 10 SMA N 2 Semarang
Implementasi Pembelajaran Praktikum Biologi Scientific Approach Terhadap Literasi Sains Peserta Didik MAN 2 Kota Semarang Nailil Mona; Rivanna Citraning Rachmawati; Eko Retno Mulyaningrum; Samsul Rifangi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang masih muncul di era abad 21 adalah peserta didik yang masih rendah akan salah satu keterampilan abad 21 yaitu rendahnya literasi sains. Peserta didik memiliki motivasi dan minat belajar yang rendah, pembelajaran teacher center yang membuat mereka kurang aktif dan masih kurang dalam penguasaan konsep biologi sehingga perlu adanya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas literasi sains peserta didik di MAN 2 Kota Semarang dimensi konten, proses, konteks, serta sikap ilmiah melalui pembelajaran praktikum biologi berbasis scientific Approach. Metode penelitian: kuantitatif pre-experimental one shot case study. Teknik pengumpulan data: observasi langsung, instrument penilaian ranah afektif, presentasi dan hasil produk peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai literasi sains (4 dimensi) yang didapatkan peserta didik sebesar 82,75% kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran praktikum biologi berbasis saintific approach dapat mendorong literasi sains peserta didik di MAN 2 Kota Semarang.
Proyeksi Skala Usaha Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis L.) dengan Penerapan Variasi Media Tanam Faridatul Zuhriyah; Praptining Rahayu; Rivanna Citraning Rachmawati
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.247

Abstract

Anggrek bulan yang secara ilmiah dikenal dengan nama Phalaenopsis amabilis L. merupakan tanaman hias yang banyak digemari di Indonesia. Saat melakukan budidaya anggrek, penting untuk mempertimbangkan beberapa biaya, termasuk harga bahan tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan komersial Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis L.) dengan menyelidiki dampak dari substrat tanam yang berbeda. Penelitian ini berkaitan dengan properti yang dimiliki oleh CV. Anggrek Candi di Kota Semarang, dan dilakukan pada bulan Mei dan Juli tahun 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh tiga perlakuan media tanam yang berbeda: akar kadaka (M1), arang (M2), dan sphagnum moss (M3). Setiap terapi diulang sebanyak enam kali. Kriteria penelitian ini meliputi kuantifikasi jumlah akar, panjang akar, jumlah daun, panjang daun, dan rentang daun. Data penelitian dilakukan analisis varians (ANOVA), dengan tingkat signifikansi 5%. Sebuah studi keuangan dilakukan untuk memastikan biaya yang terkait dengan produksi anggrek. Data ini menunjukkan bahwa setiap perlakuan media memiliki pengaruh yang sama terhadap semua parameter yang diteliti. Sphagnum moss dianggap sebagai media tanam yang optimal untuk mendorong perkembangan vegetatif pada bibit Phalaenopsis amabilis L.. Apabila angka R/C Ratio bernilai 1 maka menunjukkan bahwa perusahaan budidaya anggrek telah mencapai titik impas. Hal ini menandakan bahwa petani budidaya anggrek tidak memperoleh keuntungan dan tidak pula mengalami kerugian.
Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan Alat Peraga Edukatif Lingkaran terhadap Hasil Belajar Kognitif Matematika di Sekolah Dasar Rustrianingsih, Dina Septi; Pramasdyahsari, Agnita SIska; Mardliyah, Siti; Rachmawati, Rivanna Citraning
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8391

Abstract

Kurangnya pada pemakaian model pembelajaran serta media pembelajaran yang monoton ketika tahapan belajar mengajar dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dalam meninjau hasil belajar peserta didik atas penggunanan model pembelajaran PBL dengan bantuan alat peraga edukatif lingkaran. Penelitian ini dilaksanakn di kelas 5 SDN Jatingaleh 01 Semarang dengan jumlah subjek 25 peserta didik. Penelitian ini memakai penelitian kuantitatif dengan pre-experimental design atas pretest dan posttest. Teknik analisis data dikerjakan memakai uji paired sample t-test. Sebelum itu , hendak dikerjakan uji normalitas untuk mengetahui apakah data normal atau tidak. Hasil uji normalitas memperlihatkan kalau nilai pretest dengan nilai 0,056 dan nilai posttest atas nilai 0,023 yang maknanya >0,05 yang memperlihatkan kalau data mempunyai distribusi normal. Namun hasil uji t memperlihatkan kalau rata-rata nilai pretest sebanyak 51,00% namun rata-rata nilai posttest sebanyak 82,98% serta hasil uji paired sample t-test didapatkan nilai signifikansi sebasar 0,000 yang mana nilai ini < 0,005. Sehingga, berdasarkan hasil dari kedua uji tersebut dapat diartikan kalau ada perbedaan hasil belajar kognitif matematika sebelum serta setelah penerapan model pembelajaran  PBL atas bantuan alat peraga edukatif. Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran Problem Based Leraning atas bantuan alat peraga edukatif lingkaran mempunyai pengaruh pada hasil belajar matematika peserta didik.
Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan Puzzle Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas 2 SDN Jatingaleh 01 Pada Materi Bhinneka Tunggal Ika Nandiriyanti, Gema Nurul; Pramasdyahsari, Agnita Siska; Pudjiati, Sri; Rachmawati, Rivanna Citraning
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.2442

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan media puzzle terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas 2 SD Negeri Jatingaleh 01 Semarang dengan jumlah 27 peserta didik. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimen design dengan one group pretest-posttest. Data yang diperoleh diujikan menggunakan uji normalitas, uji N-Gain, dan uji t paired sample T-Test. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh rata-rata pretest (61) dan posttest (82). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis melalui uji t paired sample t-test bahwa nilai Sig maka Ha diterima dan H0 ditolak pada taraf signifikan α = 0.05 dengan nilai signifikan 0.000 < 0.005 artinya media puzzle mata Pelajaran PPKn efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik kelas 2. Kriteria N-gain mendapat nilai > 0.7 yang menunjukkan bahwa media puzzle memiliki kriteria tinggi. Berdasarkan penelitian ini adalah media puzzle dapat dijadikan salah satu media untuk membantu proses pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Zat Aditif Rahayu, Rizki Kusumaning; Rachmawati, Rivanna Citraning; Hayat, Muhammad Syaipul; Astuti, Yustina Tri
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v17i2.15626

Abstract

Two Stay Two Stray is a type of cooperative learning that can support active students by providing opportunities to share results and information with other group members. The background problem of this research is the finding that there is still a lack of activeness among students in their learning and group activities. This study aims to determine the level of student activity during learning, as well as the impact of their learning outcomes. The research was conducted at SMP N 36 Semarang in November 2022, with the subjects being students in class VIII F for the academic year 2022/2023. The research method used was descriptive qualitative, and the data collection techniques used included observation, tests, interviews, and documentation. The results of applying the Two Stay Two Stray cooperative learning type in the class of VIII F at SMP N 36 Semarang showed that students exhibited a 85.93% activity level during learning, and their learning outcome completeness reached 81.25%. Based on these percentages, it can be concluded that the Two Stay Two Stray cooperative learning is effective in increasing student activity during learning, which in turn leads to improved learning outcomes.
Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan Alat Peraga Edukatif Lingkaran terhadap Hasil Belajar Kognitif Matematika di Sekolah Dasar Rustrianingsih, Dina Septi; Pramasdyahsari, Agnita SIska; Mardliyah, Siti; Rachmawati, Rivanna Citraning
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8391

Abstract

Kurangnya pada pemakaian model pembelajaran serta media pembelajaran yang monoton ketika tahapan belajar mengajar dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dalam meninjau hasil belajar peserta didik atas penggunanan model pembelajaran PBL dengan bantuan alat peraga edukatif lingkaran. Penelitian ini dilaksanakn di kelas 5 SDN Jatingaleh 01 Semarang dengan jumlah subjek 25 peserta didik. Penelitian ini memakai penelitian kuantitatif dengan pre-experimental design atas pretest dan posttest. Teknik analisis data dikerjakan memakai uji paired sample t-test. Sebelum itu , hendak dikerjakan uji normalitas untuk mengetahui apakah data normal atau tidak. Hasil uji normalitas memperlihatkan kalau nilai pretest dengan nilai 0,056 dan nilai posttest atas nilai 0,023 yang maknanya >0,05 yang memperlihatkan kalau data mempunyai distribusi normal. Namun hasil uji t memperlihatkan kalau rata-rata nilai pretest sebanyak 51,00% namun rata-rata nilai posttest sebanyak 82,98% serta hasil uji paired sample t-test didapatkan nilai signifikansi sebasar 0,000 yang mana nilai ini < 0,005. Sehingga, berdasarkan hasil dari kedua uji tersebut dapat diartikan kalau ada perbedaan hasil belajar kognitif matematika sebelum serta setelah penerapan model pembelajaran  PBL atas bantuan alat peraga edukatif. Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran Problem Based Leraning atas bantuan alat peraga edukatif lingkaran mempunyai pengaruh pada hasil belajar matematika peserta didik.
Implementasi Ice Breaking Berbantuan Lagu ”Di Sini Teman di Sana Teman” untuk Meningkatkan Minat Belajar bagi Siswa Kelas 2 SDN Jatingaleh 01 Kusumawardani, Erika Dwi; Rasiman, Rasiman; Supiyah, Supiyah; Rachmawati, Rivanna Citraning
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.2459

Abstract

This research focuses on the implementation of ice breaking aided by the song "Disini Teman Disana Teman" to enhance learning interest among 2nd-grade students at SDN Jatingaleh 01. This study was conducted with the aim of implementing ice breaking using the song "Disini Teman Disana Teman" to enhance the learning interest of second-grade students at SD Negeri Jatingaleh 01. The research aimed to explore the implementation of ice breaking supported by the song "Disini Teman Disana Teman" to boost learning interest among second-grade students at SDN Jatingaleh 01. This qualitative research was carried out at one elementary school in Semarang, namely SD Negeri Jatingaleh 01. The subjects were second-grade students at SD Negeri Jatingaleh 01. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The researcher analyzed the data using descriptive data analysis. The results indicate that the implementation of ice breaking has been conducted at SD Negeri Jatingaleh 01. Based on the research findings, it is evident that ice breaking has had a positive impact on children in their learning process. This is observed through several aspects: 1) Ice breaking helps build self-confidence, strengthens relationships among students, reduces awkwardness, and fosters a positive environment for further learning or collaboration. 2) Ice breaking alleviates boredom. 3) It engages the interest of second-grade students at SD Negeri Jatingaleh 01. 4) It enhances the effectiveness of learning. Ice breaking, facilitated by the song "Disini Teman Disana Teman," is conducted at the beginning of lessons to create an enjoyable learning atmosphere and foster camaraderie among students. The implementation of ice breaking has been perceived positively by the students.
Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Terhadap Pemahaman Proses Penanaman Edamame pada Siswa SMK Rianto, Muhammad Fajar; Rachmawati, Rivanna Citraning; Wardani, Susilo
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v19i1.22116

Abstract

Edamame cultivation requires a strong technical understanding, such as the arrangement of planting distances, hole depth, and seed treatment, to achieve optimal results. Learning tools, such as student worksheets, are designed to help students systematically understand these technical steps. This study aims to evaluate the effectiveness of student worksheet in improving students' understanding of the edamame planting process at vocational high schools. The study was conducted in November 2024 at SMK Negeri 1 Bawen, class X ATP B. The research employed a descriptive quantitative method with an evaluative approach. Data were collected from the analysis of worksheets completed by 13 student groups, questionnaires completed by 6 students, and field observations. The findings showed that the average worksheet score was 70.8, with 5 groups achieving the "very good" category. The questionnaire data supported these findings, with 5 out of 6 students giving the highest scores to statements indicating that the worksheets helped them independently follow each step of the practical activities. However, some challenges were identified, such as technical difficulties in measuring planting distances and discrepancies between the worksheet instructions and field practices.