Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMAN 1 MRANGGEN DEMAK : - Minarti, Ipah Budi; Nurwahyunani, Atip; Rachmawati, Rivanna Citraning; Kaswinarni, Fibria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42660

Abstract

Pada era modern saat ini perkembangan teknologi berkembang dengan sangat pesat salah satunya sistem AI atau Artificial Intelligence. Artificial Intelligence mulai mengambil peran dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Akan tetapi, hal ini tidak sejalan dengan fakta di lapangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala SMA N 1 Mranggen diketahui bahwa guru mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran dan belum memanfaatkan potensi AI dalam menunjang proses pembelajaran maupun asesmen. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim PKM melakukan pelatihan AI untuk meningkatkan kompetensi guru SMAN 1 Mranggen. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni : a) Penjelasan materi tentang AI meliputi pemanfaatan AI dalam menyusun media dan asesmen pembelajaran, serta b) Praktik dan pendampingan pembuatan media dan asesmen berbasis AI. Beberapa materi yang disampaikan antara lain penjelasan tentang potensi AI dalam pembelajaran, penjelasan dan praktik pembuatan media presentasi menggunakan aplikasi Magicschool, Wepik, Canva, Gamma AI serta praktik pembuatan asesmen berbasis AI menggunakan aplikasi Conker AI dan Liveworksheet. Kegiatan pelatihan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta pelatihan. Hal ini tampak dari antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan baik saat penjelasan materi maupun saat praktik. Selain itu, berdasarkan angket yang diisi oleh peserta pelatihan di akhir sesi, diketahui bahwa pelatihan AI ini juga telah meningkatkan ketrampilan peserta pelatihan dalam mengoperasikan AI dalam menyusun perangkat pembelajaran (modul ajar) sebesar 96,7%, bahan ajar sebesar 100%, media pembelajaran sebesar 93,3%, LKPD sebesar 93,3%, dan asesmen sebesar 96,6%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan AI ini telah mampu 1) meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan teknologi AI, 2) meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang melibatkan penggunaan AI untuk meningkatkan efektivitas dan interaktivitas kelas, 3) meningkatkan kemampuan menyusun mekanisme penilaian kinerja guru dalam menerapkan teknologi AI dalam pengajaran, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan profesional lebih lanjut.
Inclusive Health and First-Aid Education Assistance through Traditional Games as an Implementation of Local Wisdom for Children with Special Needs Mulyaningrum, Eko Retno; Rachmawati, Rivanna Citraning; Wijayanto, Wijayanto; Wibisono, Arif
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jpm.v5i1.681

Abstract

Children with special needs are more vulnerable to minor injuries due to limited motor coordination and low awareness of environmental risks, emphasizing the need for accessible first-aid education. This community service program aimed to improve inclusive health literacy and basic first-aid skills by integrating traditional games, Bola Bekel and Ular Naga, as culturally based learning media. A Participatory Action Research (PAR) approach was applied in collaboration with teachers and students at Widya Bhakti Special Needs School, Semarang, through planning, implementation, and evaluation stages. The adapted games introduced essential first-aid concepts, including recognizing common injuries, selecting appropriate first-aid equipment, and practicing simple response procedures through guided simulations. The program results showed increased student understanding of first-aid tools, greater confidence in performing basic first-aid actions, improved motor coordination, and enhanced social interaction. In addition, the activity strengthened partner empowerment by improving teachers’ capacity to independently implement game-based first-aid learning and integrate it into school activities, supporting program sustainability. This program contributes to the development of culturally relevant, inclusive, and sustainable first-aid education models for children with diverse abilities.