Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Serta Waktu Proses Fiksasi Ekstrak Kayu Jambal (Pheltophorum pterocarpum) Pewarnaan Batik Ditinjau dari Ketahanan Luntur dan Ketajaman Warna Anggita, Nabila Tria; Haerudin, Agus; Fuadi, Ahmad M
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8163

Abstract

Pewarnaan kain batik yang dilakukan dengan menggunakan pewarna alami serta pewarna sintesis atau buatan. Pada umumnya pewarna sintesis memiliki beberapa keunggulan antara lain: memiliki warna yang beragam, dijamin kecerahan warnanya, stabil, tidak mudah pudar, tahan pada berbagai kondisi lingkungan, memiliki kekuatan warna yang baik, mudah didapatkan, harganya ekonomis. Namun, penggunakan pewarna sintetis dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan dikarenakan sifatnya yang karsinogenik. Dengan demikian, diperlukan upaya untuk menghasilkan pewarna alami yang dapat digunakan untuk menggantikan pewarna sintetis. Kulit kayu jambal berpotensi sebagai pewarna alami karena mengandung senyawa (+)-leucocyanidin-3-O--D-galactopyranoside. Penelitian ini menggunakan kulit kayu jambal dengan pengaruh jenis konsentrasi dan waktu proses fiksasi dengan konsentrasi  20 g/L, 50 g/L, 70 g/L dan 90 g/L. dari hasil penelitian yang dilakukan guna mengetahui kelayakan dari bahan alami Kulit Kayu Jambal (Peltophorum Pterocarpum) dilakukanlah penelitian dengan uji luntur warna kain dan L*a*b* Hasailnya, untuk diuji pencucian menggunakan sabun (kelunturan) mendapatkan nilai 4-5 atau baik
Pengaruh Komposisi Zat Fiksasi (Kapur-Tunjung) dan Waktu Fiksasi Terhadap Kualitas Warna Kain Batik Menggunakan Pewarna Alami dari Kayu Tingi (Ceriops tagal) Fauziah, Maya; Haerudin, Agus; Fuadi, Ahmad M
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i2.8165

Abstract

Pewarnaan kain batik dapat menggunakan pewarna alami dari kayu Tingi karena adanya kandungan kapur pekat jenis proanthocyanidin yang menghasilkan warna coklat kemerahan atau cokelat. Untuk mendapatkan warna kain yang berkualitas diperlukan proses fiksasi untuk mempertajam warna dan menahan agar tidak mudah luntur. Tulisan ini membahas pengaruh kombinasi zat fiksasi terhadap kualitas warna kain batik dengan pewarna alami dari kayu Tingi. Jenis zat fiksasi yang digunakan adalah kapur dan tunjung yang dikombinasikan dengan variasi volum tertentu dan dengan variasi waktu fiksasi 2, 5,10, dan 15 menit. Pengujian yang dilakukan adalah uji arah warna L*,a*,b* dan uji ketahanan luntur warna kain terhadap pencucian sabun. Hasil uji menunjukkan bahwa pada waktu fiksasi 10 menit variasi kombinasi terbaik menghasilkan nilai 4‒5 atau baik
Formulation and Analysis of Handwritten Batik Wax Quality from Recycled Materials Rahmad, Dodi; Herliansyah, Muhammad Kusumawan; Sudiarso, Andi; Haerudin, Agus
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 23, No 1 (2024): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.23.1.83540

Abstract

Used cooking oil can be utilized as an alternative raw material for making batik wax. Recycling batik wax involves using recycled materials such as used wax, used cooking oil, and other substances like paraffin, microwax, colophonium resin, and damar resin. The recycling of used wax and the utilization of used cooking oil are crucial for the batik industry as they reduce production costs and environmental pollution. A combination of Taguchi and Grey Relational Analysis (GRA) method is employed to obtain optimal values for the response characteristics of line width continuity and permeability of wax. Recycled and new wax is applied to mori fabric and compared based on batik quality criteria. The research results indicate that the optimal composition for recycled wax consists of 510 grams of used wax (41.5%), 36 grams of used cooking oil (2.9%), 102 grams of paraffin (9.8%), 84 grams of microwax (6.8%), 300 grams of colophonium resin (24.4%), and 180 grams of damar resin (14.6%). According to batik experts' assessments, the quality of recycled batik wax is equivalent to that of new batik wax. Recycled batik wax has the melting point of 67.9 °C, the viscosity value of 90.15 cP, and the production cost of Rp 30.909,00.