Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Empowerment of PKK Members in Utilizing Fragrant Lemongrass Oil as a Floor Cleaner Production Material in Sukasari Village, Seluma Regency, Bengkulu Province, 2023 Krisyanella; Meinisasti, Resva; Khasanah, Heti Rais; Pudiarifanti, Nadia; Susilo, Avrilya Iqoranny; Muslim, Zamharira; Baharyati , Delta; Irnameria, Dira
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v2i2.212

Abstract

The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of PKK members in Sukasari village in developing products from lemongrass oil. This can increase the selling value of lemongrass oil that has been produced, so that it can increase community income. The methods used were socialization, demonstration and self-assistance in making cleaners, packaging and labeling fragrant lemongrass floor cleaner products. At the socialization stage, participants received material and there was a discussion session. Participants were given a questionnaire to see their level of understanding of the material provided. After the participants were given counseling and demonstrations of product making, it was seen that there was an increase in the knowledge and skills of the participants in making these products independently. Also, it was seen that participants were interested in developing this product into a commercial product. The conclusion of this activity is that participants are able to produce this product independently. This product will be used for personal household needs and developed by the local BUMDes to become a commercial preparation.
Formulasi Sediaan Pomade Dari Ekstrak Etanol Kemiri (Aleurites moluccana (L) Willd) Krisyanella, Krisyanella; Atipah Charunisa; Resva Meinisasti
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.757 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.305

Abstract

Salah satu yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat pomade adalah  kemiri (Aleurites moluccana  (L.)  Willd).  Kemiri memiliki  kandungan  zat  bermanfaat  seperti  saponin,  flavonoid, pelifenol dan fitosteron  berkhasiat untuk menyuburkan rambut, menghitamkan rambut secara alami. Berdasarkan hal diatas, maka peneliti tertarik untuk memformulasikan ekstrak etanol kemiri sebagai sediaan pomade. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakteristik formulasi sediaan pomade dengan variasi kosentrasi ekstrak etanol kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd). Metode yang digunakan penelitian bersifat eksperimental untuk meneliti karakteristik sediaan   pomade dengan konsentrasi ekstrak kemiri 5%, 7,5% dan 10% dengan parameter uji organoleptis, homogenitas,daya sebar, pH, kadar abu, freeze-thaw, iritasi dan kesukaan. Hasil uji karakteristik sediaan pomade pada formula I, formula II dan formula III telah memenuhi Karakteristik uji organoleptis, homogenitas, pH, freez-thaw iritasi dan kesukaan. pada hasil uji daya sebar terdapat pada FIII yang memenuhi daya sebar yang baik sedangkan untuk FI, F0, dan FII tidak memenuhi syarat dan kadar abu semua formula diketahui  tidak  memenuhi  syarat.  dari  hasil  penelitian  sediaan  Pomade  Formula  III (kosentrasi 10 %) merupakan karakteristik paling baik. untuk peneliti selanjutnya disaran Melakukan penelitian membuat formulasi Sediaan pomade dengan variasi Basis lain.
FORMULASI HAND BODY LOTION TABIR SURYA DARI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH ( Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma ) DAN UJI NILAI SPF Lanas, Azziyadatul Fadilah; Baharyati, Delta; Meinisasti, Resva
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i1.480

Abstract

Rimpang tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tanaman efektif yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tabir surya. Senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan menjadi tabir surya diantaranya adalah flavonoid dan tannin. Tanin merupakan polifenol yang mempunyai aktivitas antioksidan kuat yang bisa melindungi kerusakan terhadap radikal bebas yang disebabkan karena paparan sinar UV, untuk senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid juga mempunyai potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor yang mampu menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Sun Protecting Factor (SPF) pada hand body lotion dari ekstrak etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) dengan kosentrasi 1%, 2%, dan 3%. Metode yang digunakan adalah  metode eksperimental, dimana bertujuan untuk menguji pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain.  Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada masing-masing formula sediaan lotion ekstrak etanol jahe merah yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji PH, uji daya sebar, uji iritasi, uji viskositas, uji sentrifugasi, uji tipe sediaan, uji kesukaan dan penentuan nilai SPF memenuhi kriteria sebagai sediaan lotion tabir surya.lotion tabir surya ekstrak etanol jahe merah dapat disimpulkan bahwa sediaan memenuhi standar lotion yang baik. Nilai SPF pada formulasi FI sebesar (22,03). Formula FII sebesar (25,62) dan pada formula FIII sebesar (25,89). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan, formula yang memiliki nilai SPF paling tinggi yaitu pada formula FIII dengan nilai SPF sebesar (25,89) dengan proteksi perlindungan ultra. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak pada formula maka semakin meningkatkan nilai SPF.  
Uji SPF formulasi krim ekstrak etanol dari biji kopi lanang robusta (Coffea Canephora) Meinisasti, Resva; Krisyanella, Krisyanella; Utami, Mardhah Sastri
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1221

Abstract

Paparan sinar UV dalam kondisi yang berlebihan pada kulit akan menyebabkan kerusakaan kulit, kulit terbakar, peradangan, penuaan dini, hiperpigmentasi hingga pembentukan melanoma. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV adalah dengan penggunaan tabir surya dengan SPF. Bahan alam dapat dimanfaatkan karena mengandung senyawa antioksidan (flavonoid, dan fenolik), senyawa ini dapat meningkatkan nilai SPF dan menyerap panjang gelombang maksimum sinar UV. Biji kopi robusta (Coffea canephora) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya. Biji kopi lanang merupakan kopi dengan biji bulat utuh atau buah berbiji tunggal. Krim adalah salah satu sediaan yang dapat di gunakan sebagai tabir surya karena memiliki keuntungan lebih mudah diaplikasikan, dan lebih nyaman digunakan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF pada sediaan krim dari ekstrak etanol biji kopi lanang robusta (Coffea canephora) dengan konsentrasi ekstrak 1%, 2% dan 3%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada masing-masing formula di dapatkan hasil yaitu sediaan krim ekstrak etanol dari biji kopi lanang robusta memenuhi kriteria pengujian tetapi pada formula II memiliki homogenitas yang kurang baik karena masih adanya butiran pada saat pengujian. Nilai SPF pada formula I sebesar 6,049, formula II sebesar 6,164, dan pada formula III sebesar 6,791. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan formula yang memiliki nilai SPF paling tinggi yaitu pada formula III dengan konsentrasi ekstrak 3% dan nilai SPF sebesar 6,791 yang memberikan perlindungan terhadap sinar matahari dengan proteksi ekstra.
FORMULASI GEL MOISTURIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Krisyanella, Krisyanella; Iskandar, Fadhillah; Meinisasti, Resva; Utami, Mardhah Sastri
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v10i2.108

Abstract

Abstrak Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antioksidan yang berasal dari alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid. Dengan kandungan tersebut, daun pepaya berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produk kosmetik, namun diperlukan formulasi yang tepat agar efektivitasnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula gel moisturizer yang memiliki karakteristik terbaik dengan variasi kandungan ekstrak etanol daun papaya (C.papaya L.) 0,5%, 1%, dan 1,5%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar SNI 16-4954-1998, stabil secara organoleptik dan homogenitas, memiliki daya sebar 5,4– 5,6 cm, pH 7 dan tidak menyebabkan iritasi. Terdapat perbedaan warna antar formula akibat oleh perbedaan konsentrasi ekstrak. Selain itu, semakin tinggi penggunaan ekstrak maka sediaan gel moisturizer akan semakin cair. Formula dengan konsentrasi 0,5% ekstrak etanol daun pepaya terpilih sebagai yang terbaik berdasarkan berbagai evaluasi sediaan serta preferensi warna, aroma, dan bentuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap karakteristik sediaan gel moisturizer, terutama pada warna yang dihasilkan oleh sediaan tersebut dan peningkatan konsentrasi ekstrak diketahui berbanding terbalik dengan konsistensi sediaan, dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, maka konsistensi sediaan menjadi lebih cair. Formula yang paling optimal terdapat pada konsentrasi ekstrak 0,5% karena FI (0,5%) menunjukkan persentase tertinggi dalam indikator uji hedonik.
KARAKTERISTIK SIMPLISIA STANDAR DAUN TEH (Camellia sinensis L.) DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER Meinisasti, Resva; Krisyanella, Krisyanella; Sagita, Pittri Andriani; Utami, Mardhah Sastri
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v10i2.109

Abstract

Abstrak Salah satu program pemerintah dalam bidang farmasi adalah penyediaan bahan baku obat melalui pengembangan sumber daya mandiri. Teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku karena kandungan komponen bioaktifnya. Untuk memastikan mutu dan kestabilan produk, diperlukan proses standarisasi bahan baku melalui pemeriksaan parameter spesifik dan non spesifik pada simplisia daun teh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik simplisia daun teh (Camellia sinensis L.) berdasarkan evaluasi kedua parameter tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, serta penetapan parameter spesifik dan non spesifik. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan bahwa serbuk simplisia daun teh memiliki sifat organoleptik berupa serbuk halus berwarna coklat kehitaman, bertekstur agak kasar, memiliki rasa sepat, dan beraroma khas. Pengamatan mikroskopik menunjukkan keberadaan rambut penutup serta jaringan kolenkim sebagai fragmen pengenal. Nilai kadar sari larut etanol diperoleh sebesar 12,08% dan kadar sari larut air sebesar 13,74%. Hasil uji parameter non spesifik menunjukkan kadar air sebesar 9,69%, susut pengeringan 9,9%, kadar abu tidak larut asam 0,33%, dan kadar abu total 6,35%. Uji kandungan metabolit sekunder mengindikasikan bahwa simplisia daun teh positif mengandung saponin dan tanin, serta negatif terhadap alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid/steroid. Temuan ini dapat menjadi dasar standarisasi awal simplisia daun teh sebagai bahan baku obat.
Profile of neonatal Thyroid Stimulating Hormone (TSH) levels in a Congenital Hypothyroidism Screening Program Mardhah Sastri Utami; Resva Meinisasti
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2028

Abstract

Congenital hypothyroidism is an endocrine disorder in newborns characterized by thyroid hormone deficiency, which can lead to impaired growth and permanent neurological developmental disorders if not detected and treated early. Congenital hypothyroidism screening through the measurement of neonatal Thyroid Stimulating Hormone (TSH) levels is an important strategy for early detection to prevent these long-term consequences. This study aimed to describe the profile of neonatal TSH levels in the implementation of a congenital hypothyroidism screening program at a private hospital. This study employed a descriptive design with a retrospective approach. The data used were secondary data in the form of neonatal TSH examination results obtained from laboratory records during the period of April–July 2024. The sampling technique used was total sampling, including all data that met the inclusion criteria, with a total sample of 175 newborns. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe the distribution of neonatal TSH levels based on the reference values for congenital hypothyroidism screening. The results showed that all neonatal TSH levels were within the normal reference range, with values ranging from 2 to 12 µIU/mL. No neonatal TSH levels ≥20 µIU/mL were found that would indicate suspicion of congenital hypothyroidism. These findings indicate that there were no signs of thyroid dysfunction among the newborns screened during the study period. The implications of this study confirm that the congenital hypothyroidism screening program has been implemented effectively as an early detection effort. Therefore, routine neonatal TSH screening should be maintained to prevent delayed diagnosis and to support optimal growth and development in infants.