Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Digital Art Untuk Merancang Koleksi UMKM Fashion di Kota Malang Ahsan, Rizka Sarah Heydarina Fathima; Hidayati, Nurul; Maulana, Jibril; Kusuma, Ajeng Atma; Prastika, Juwita Hevi; Mulyawan, Nindiera Rizhia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7686

Abstract

UMKM sektor fashion di Kota Malang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam menciptakan desain yang menarik dan mengikuti perkembangan tren. Kendala utama adalah keterbatasan kemampuan menggunakan aplikasi digital untuk mendukung proses perancangan koleksi agar lebih cepat. Melalui program pengabdian ini, pelatihan keterampilan digital art aplikasi Ibis Paint, Canva, dan AI. Pelatihan mencakup pembuatan moodboard, sketsa desain, hingga menyusun koleksi digital secara mandiri. Metode yang diterapkan berupa pembelajaran praktik, pendampingan langsung dan evaluasi karya. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu meningkatkan kreativitas visual secara digital, yang didukung oleh hasil evaluasi Kegiatan, dimana sebanyak 53% peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan desain digital, dan sisanya menilai kegiatan ini bermanfaat, terutama dalam hal eksplorasi ide visual dan penerapannya secara digital, sehingga pelaku usaha UMKM Fashion di kota malang memiliki pengetahuan baru untuk melakukan desain secara digital. Koleksi yang dihasilkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai portofolio usaha dan dapat menjadi promosi usaha. Kegiatan ini membuktikan bahwa dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat dapat membuka peluang baru bagi UMKM fashion untuk berkembang lebih kompetitif di era digital.
OPTIMASI PARAMETER DRY MACHINING PADA PROSES PEMBUBUTAN CNC MATERIAL BAKELITE UNTUK MENDUKUNG MANUFAKTUR BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Riyanto, Obaja Eden Sentosa; Muhammad Ilman Nur Sasongko; Saifuddin Karim; Jibril Maulana; Dewi Izzatus Tsamroh; Sis Nanda Kus Andrianto
RING ME Vol 5 No 1 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i1.23600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses pemesinan kering (dry machining) pada material Bakelite menggunakan metode Taguchi, dengan fokus pada minimisasi kekasaran permukaan (Ra). Tiga parameter utama yang diuji adalah kecepatan spindle (700, 800, 900 rpm), feed rate (0,18; 0,23; 0,28 mm/rev), dan depth of cut (0,3; 0,4; 0,5 mm), yang dikombinasikan dalam desain eksperimen orthogonal array L9 (3³). Pengujian dilakukan pada mesin CNC turning LEADWELL menggunakan pahat karbida tanpa pendingin. Pengukuran nilai kekasaran permukaan dilakukan dengan surface roughness tester Mitutoyo SJ-210, dan hasil dievaluasi menggunakan rasio signal-to-noise (S/N). Hasil menunjukkan bahwa feed rate merupakan faktor paling dominan terhadap kualitas permukaan. Nilai feed rate 0,23 mm/rev menghasilkan kekasaran tertinggi, sementara kombinasi parameter optimal yaitu kecepatan spindle 800 rpm, feed rate 0,18 mm/rev, dan depth of cut 0,3 mm memberikan kekasaran permukaan terendah. Selain itu, ditemukan bahwa peningkatan kecepatan spindle cenderung meningkatkan kekasaran akibat efek termal, sedangkan depth of cut 0,4 mm menghasilkan performa terburuk dibandingkan 0,3 mm dan 0,5 mm. Metode Taguchi terbukti efektif dalam mengidentifikasi parameter optimal dengan efisiensi eksperimen tinggi, mendukung penerapan strategi pemesinan presisi berbasis prinsip manufaktur berkelanjutan tanpa pendingin.
QUANTITATIVE MACRO DEFECT ANALYSIS IN SAND CASTING: 3D SIMULATION AND POROSITY ASSESSMENT IN ASHTRAY PATTERNS Maulana, Jibril; Adjie P.W, Muhammad; M.H, Rachmanda; Aliyudin F, Rifan; Maulana, Yusuf; Lubis, Didin Zakariya
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v9i2.77486

Abstract

Simulation analysis and quantitative approaches have become very important in the foundry industry to improve product quality and minimize defects. This study aims to analyze macro defects, particularly porosity, in ashtray patterns produced through sand casting. A quantitative approach was used to identify and evaluate macro defects in the castings by utilizing 3D simulation techniques. This process involves taking macro images of the molded samples and then processing them to determine the porosity level. The porosity evaluation was carried out by comparing the simulation results with experimental data, thus enabling a more in-depth understanding of the factors affecting casting quality. The results of this study show the porosity formed by 3-dimensional simulation and the porosity percentage derived from statistical interpretation of macro photographs of sand casting materials. The findings are expected to make a meaningful contribution to the foundry industry, particularly in the effort to improve product quality through process optimization. This study also highlights the importance of quantitative and simulation approaches in analyzing and predicting casting defects, which can ultimately reduce production costs and improve product yield.
Simple Engineering-Based Cardboard Game Media to Support Contextual Learning at Al-Ya'lu Elementary School, Malang. Maulana, Jibril; Riyanto, Obaja Eden Sentosa; Sasongko, Muhammad Ilman Nur; Andrianto, Sis Nanda Kus; Lubis, Didin Zakariya
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.264

Abstract

Educational games have been widely recognized as effective instructional tools that enhance students’ motivation and engagement in learning. This community engagement program aims to strengthen contextual learning for fourth- and fifth-grade students at SD Unggulan Al-Ya’lu through the development and implementation of simple engineering-based cardboard game media. The initiative addresses the school’s demand for practical and engaging teaching aids that connect abstract scientific concepts—such as force, motion, and simple mechanisms—with real-world phenomena. A problem-solving approach was employed, consisting of four key phases: preparation, program socialization, counseling, and hands-on training. During the implementation, students were guided to design and construct low-cost educational games made from recycled cardboard, including hydraulic claw machines and simple vending machines. The impact of the program was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure students’ conceptual understanding. The results indicated a significant improvement in comprehension scores, increasing from an average of 64.36 to 87.05. This outcome reflects enhanced cognitive skills and a deeper understanding of basic mechanical concepts. Furthermore, the activity fostered collaboration, creativity, and active participation. These findings demonstrate that simple, low-cost engineering projects can serve as effective contextual learning media and provide sustainable pedagogical strategies for elementary education. Permainan edukatif telah terbukti dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pembelajaran kontekstual bagi siswa kelas IV dan V di SD Unggulan Al-Ya’lu melalui pengembangan dan penerapan media permainan kardus berbasis rekayasa sederhana. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah terhadap media pembelajaran yang praktis dan menarik guna menjembatani konsep-konsep sains dasar—seperti gaya, gerak, dan mekanisme sederhana—dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar. Pendekatan pemecahan masalah digunakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, sosialisasi program, penyuluhan, dan pelatihan praktik. Dalam pelaksanaannya, siswa dilatih untuk merancang dan membuat permainan edukatif berbiaya rendah dari kardus bekas, seperti mesin capit hidrolik dan mesin penjual sederhana. Dampak kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari skor rata-rata 64,36 menjadi 87,05, yang mencerminkan peningkatan kemampuan kognitif dan pemahaman terhadap konsep mekanika dasar. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi, kreativitas, serta partisipasi aktif siswa. Temuan ini menegaskan bahwa proyek rekayasa sederhana berbiaya rendah dapat menjadi media pembelajaran kontekstual yang efektif serta mendukung strategi pedagogis berkelanjutan di pendidikan dasar.