Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kompatibilitas pada Persilangan Self Anggrek Dendrobium aphyllum Welsiliana, Welsiliana; Dewi, Ni Putu Yuni Astriani; Makin, Florian M. P. R.; Wiguna, Gede Arya; Jefriyanto, Wilson
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9376

Abstract

Indonesia has a very rich biodiversity, one of which is the genetic diversity of orchid species. Preservation and propagation of orchids are always carried out because they have many benefits and the availability of orchid germplasm is always there. Therefore, this research aims to test the compatibility of the Dendrobium aphyllum orchid through self-crossing. The crossing method used is self-crossing, namely crossing flowers in the same flower arrangement. The cross begins by taking 100 flowers, then each flower takes its pollinia and inserts it into the stigma hole of the other flower. After the crossing is carried out, observations are continued once a week and if fruit is successful then observations are carried out once a month. The results of the research showed that the percentage of flowers that fell off was 81% so the number of fruits that were formed until they were physiologically ripe was 8. In accordance with the research data obtained, the success of the cross shows that the level of self-cross compatibility is relatively low namely 8%, and it can be concluded that the nature of the cross is incompatible (crosses below 30%).
Pengenalan Panel Surya sebagai Sistem Energi Terbarukan untuk Siswa SMAN 6 Palangka Raya Wilson Jefriyanto
Khidmatuna (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022): On Progress
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.795 KB) | DOI: 10.58330/khidmatuna.v1i1.205

Abstract

Pengenalan Panel Surya sebagai Sistem Energi Terbarukan untuk siswa SMA di Kalimantan Tengah. Khususnya Palangka Raya dapat menjadi upaya mendukung terwujudnya program Sustainable Development Goals (SDGs). Tim telah melakukan diskusi secara daring dengan pihak mitra yaitu SMAN 6 Palangka Raya untuk melaksanakan pengenalan Panel surya sebagai sistem energi terbarukan pada siswa di SMAN 6 Palangka Raya. Sekolah ini berlokasi di Jl. Tjilik Riwut KM29, kelurahan Tumbang Tahai, kecamatan Bukit Batu, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tim membuat suatu kegiatan edukasi kepada siswa yaitu demo konversi energi surya menjadi energi listrik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini telah terlaksana dengan baik. Siswa sangat antusias dalam belajar mengenal panel surya dan komponen-komponen elektronika yang digunakan secara langsung.
Identifikasi Prinsip Fisika Pada Rumah Adat Minahasa di Woloan Untuk Pembelajaran Fisika Pawarangan, Ishak; Nusa, Jeilen Gabriela Nikita; Mawuntu, Vicky Julius; Saka, Bergita Gela; Jefriyanto, Wilson
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 4 No. 2: Desember 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPAK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v4i2.7955

Abstract

Rumah adat termasuk rumah adat Minahasa di Woloan adalah bagian dari warisan budaya. Rumah adat ini memiliki perpaduan unik antara kearifan lokal dan penerapan prinsip-prinsip fisika pada struktur bangunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip fisika yang terdapat dalam konstruksi Rumah Adat Minahasa di Woloan sebagai salah satu sumber alternatif pembelajaran fisika. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur dan observasi langsung untuk mengeksplorasi keterkaitan antara konsep fisika dengan konstruksi Rumah Adat Minahasa dengan jenis penelitian yaitu kualitatif deskriktif. Analisis dilakukan terhadap data yang dikumpulkan untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana prinsip-prinsip fisika dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran fisika yang terdapat pada rumah adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat prinsip fisika pada rumah adat di Woloan seperti prinsip gaya, kesetimbangan benda tegar dan kalor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat Minahasa di Woloan dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran fisika yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan materi pembelajaran fisika yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal yang juga merupakan upaya untuk memperkaya pengetahuan dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Kompatibilitas pada Persilangan Self Anggrek Dendrobium aphyllum Welsiliana, Welsiliana; Dewi, Ni Putu Yuni Astriani; Makin, Florian M. P. R.; Wiguna, Gede Arya; Jefriyanto, Wilson
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9376

Abstract

Indonesia has a very rich biodiversity, one of which is the genetic diversity of orchid species. Preservation and propagation of orchids are always carried out because they have many benefits and the availability of orchid germplasm is always there. Therefore, this research aims to test the compatibility of the Dendrobium aphyllum orchid through self-crossing. The crossing method used is self-crossing, namely crossing flowers in the same flower arrangement. The cross begins by taking 100 flowers, then each flower takes its pollinia and inserts it into the stigma hole of the other flower. After the crossing is carried out, observations are continued once a week and if fruit is successful then observations are carried out once a month. The results of the research showed that the percentage of flowers that fell off was 81% so the number of fruits that were formed until they were physiologically ripe was 8. In accordance with the research data obtained, the success of the cross shows that the level of self-cross compatibility is relatively low namely 8%, and it can be concluded that the nature of the cross is incompatible (crosses below 30%).
Penerapan Sistem Monitoring Pergeseran Tanah berbasis Internet of Things (IoT) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, Kota Palangka Raya Jefriyanto, Wilson; Samudra, Agung; Adelia, Kadek Ayu Cintya; Bryan, Kevin; Sukoco, Yoricho Costapierro
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i2.11046

Abstract

Landslides occur as a result of a geological process caused by the displacement of rock or soil masses. In general, landslides are caused by shifting soil and excessive water content due to high rainfall. One of the processes that occur in rivers is sedimentation With the entry of sediment into the river flow, it will result in increased river surface flow and deposition which causes siltation of the river. This siltation will greatly affect the capacity of the river when the rainy season arrives, because it can cause floods. For this reason, assistance and training are needed to increase community knowledge about the use of Internet of Things (IoT) based monitoring system tools around the Kahayan river basin. IoT is a technology that allows smart objects, things, and machines to be connected via the internet so that data can be received in real time. The people of Pahandut Village were enthusiastic in participating in the socialization activities provided and felt the benefits of increasing knowledge starting from an understanding of the Internet of Things and the use of monitoring system tools for land shifts. Based on the evaluation results, it is known that participants have increased knowledge and insight into the Internet of things and its application in this case the soil shift monitoring system tool which will later be installed in residential areas around the watershed.
Identifikasi Prinsip Fisika Pada Rumah Adat Minahasa di Woloan Untuk Pembelajaran Fisika Pawarangan, Ishak; Nusa, Jeilen Gabriela Nikita; Mawuntu, Vicky Julius; Saka, Bergita Gela; Jefriyanto, Wilson
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 4 No. 2: Desember 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPAK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v4i2.7955

Abstract

Rumah adat termasuk rumah adat Minahasa di Woloan adalah bagian dari warisan budaya Rumah adat ini memiliki perpaduan unik antara kearifan lokal dan penerapan prinsip prinsip fisika pada struktur bangunannya Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip prinsip fisika yang terdapat dalam konstruksi Rumah Adat Minahasa di Woloan sebagai salah satu sumber alternatif pembelajaran fisika Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur dan observasi langsung untuk mengeksplorasi keterkaitan antara konsep fisika dengan konstruksi Rumah Adat Minahasa dengan jenis penelitian yaitu kualitatif deskriktif Analisis dilakukan terhadap data yang dikumpulkan untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana prinsip prinsip fisika dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran fisika yang terdapat pada rumah adat Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat prinsip fisika pada rumah adat di Woloan seperti prinsip gaya kesetimbangan benda tegar dan kalor Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat Minahasa di Woloan dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran fisika yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan materi pembelajaran fisika yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal yang juga merupakan upaya untuk memperkaya pengetahuan dan melestarikan warisan budaya bangsa < p>
Sistem Monitoring Cerdas Lahan Gambut Berbasis Internet of Things untuk Pemantauan pH, Suhu, dan Kelembapan Tanah Daniel M. Garang; Neny Kurniawati; Wilson Jefriyanto
Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol 12 No 2 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i2.681

Abstract

Lahan gambut merupakan ekosistem yang rentan mengalami perubahan kondisi lingkungan sehingga diperlukan sistem monitoring yang mampu menyediakan informasi secara real time. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring lahan gambut berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Raspberry Pi 4 Model B untuk memantau suhu, kelembapan, dan pH tanah. Sistem dikembangkan menggunakan sensor suhu DS18B20, sensor kelembapan tanah YL-69, sensor pH tanah, modul ADS1115, serta platform Blynk sebagai media monitoring. Kinerja sensor dievaluasi menggunakan analisis regresi linear, koefisien determinasi (R²), Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil kalibrasi menunjukkan nilai R² sensor kelembapan tanah, suhu, dan pH berturut-turut sebesar 0,9796, 0,9686, dan 0,9886 dengan nilai MAE dan RMSE yang relatif kecil. Hasil monitoring selama empat periode pengamatan menunjukkan bahwa suhu, kelembapan, dan pH tanah mengalami fluktuasi sesuai kondisi lingkungan lahan gambut. Sistem mampu melakukan akuisisi, pengolahan, pengiriman, dan visualisasi data secara real time melalui platform Blynk. Meskipun terjadi penurunan kinerja beberapa sensor pada penggunaan jangka panjang akibat karakteristik lahan gambut, sistem tetap mampu menjalankan fungsi monitoring secara berkelanjutan dan berpotensi mendukung pengelolaan lahan gambut berbasis data.
Sistem Monitoring Kelembapan Tanah, Kelembapan Udara, Suhu Udara dan Intensitas Cahaya Pada Terarium Tertutup Khairi Khairi; Reni Agustiani; Wilson Jefriyanto
Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol 12 No 2 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i2.682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) pada terarium tertutup untuk mengamati empat parameter lingkungan utama, yaitu kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu udara, dan intensitas cahaya. Sistem ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pusat pengendali yang menerima data dari sensor Soil Moisture MD0869, DHT11, dan BH1750, kemudian mengirimkannya secara real-time ke platform ThingSpeak untuk visualisasi data. Selain fungsi pemantauan, sistem juga dilengkapi aktuator ultrasonic fogger yang berfungsi untuk menstabilkan kelembapan udara secara otomatis ketika nilai pembacaan sensor berada di bawah ambang batas tertentu. Setiap sensor dikalibrasi menggunakan metode regresi linear untuk meningkatkan akurasi hasil pengukuran terhadap alat referensi pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring bekerja dengan tingkat akurasi tinggi setelah kalibrasi, dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) untuk kelembapan tanah sebesar 3,07%, suhu udara 0,37°C, kelembapan udara 1,35%, dan intensitas cahaya 2,62 Lux. Pengujian presisi menunjukkan rasio simpangan masing-masing sebesar 6,26% untuk kelembapan tanah, 1,80% untuk suhu udara, 2,13% untuk kelembapan udara, dan 0,59% untuk intensitas cahaya. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya sistem pengendalian mikroklimat yang adaptif, efisien, serta berkelanjutan sebagai model penerapan teknologi IoT dalam bidang fisika lingkungan dan instrumentasi