Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SEMIOTIC ANALYSIS OF THE BEBUANG TRADITIONAL RITUAL OF THE LIPAN ISLAND SEA TRIBE COMMUNITY, PENUBA VILLAGE, SELAYAR DISTRICT, LINGGA REGENCY: Analisis Semiotik Ritual Adat Bebuang Masyarakat Suku Laut Pulau Lipan Desa Penuba Kecamatan Selayar Kabupaten Lingga Rahma Andani; Ahada Wahyusari; Dody Irawan; Abdul Malik; Isnaini Leo Shanty; Tessa Dwi Leoni
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 4 (2026): Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i4.7336

Abstract

This study discusses the Semiotic Analysis of Bebuang Traditional Rituals of The Sea Tribe Community of Lipan Island, Penuba Village in Selayar district, Lingga Regency. This research method is descriptive analysis using a qualitative approach and applying semiotic theory and Charles Sanders Peirce. The data collection techniques used are participant observation, in-depth interviews and documentation. The data analysis technique in this study uses qualitative analysis techniques. The results of the data analysis obtained from the Semiotic Analysis of Bebuang Traditional Rituals of The Sea Tribe Community of Lipan Island, Penuba Village in Selayar district, Lingga Regency show that the Bebuang mantra contains linguistic and symbolic signs that reflect the spiritual, social, and ecological values of the Sea Tribe community. The semiotic meaning in the Bebuang mantra not only plays a role as a means of communication with ancestral spirits, but also as a form of local wisdom that strengthens the cultural identity of the Sea Tribe community.
ANALYSIS OF THE VALUE OF THE TEPUK TEPUNG TAWAR TRADITION IN TRADITIONAL WEDDING CEREMONIES IN LINGGA REGENCY: Analisis Nilai Tradisi Tepuk Tepung Tawar pada Upacara Adat Pernikahan Kabupaten Lingga Julia julia; Dody Irawan; Ahada Wahyusari; Suhardi; Legi elfitra; Abdul Malik
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 4 (2026): Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i4.7337

Abstract

This study aims to analyze the traditional values ​​embodied in the "puking bumbu tawar" traditional ceremony at weddings in Lingga Regency. Data were obtained through observation, in-depth interviews with traditional leaders and cultural figures, and documentation of ceremonial activities. The results show that the "puking bumbu tawar" tradition possesses a deeply meaningful sign system, based on Charles Morris's semiotic theory, which consists of signs, signals, and symbols. This tradition is a form of cultural expression passed down from generation to generation and plays a crucial role in shaping the social, spiritual, and moral order of society. The "puking bumbu tawar" tradition plays a crucial role in maintaining the continuity of Malay cultural values, strengthening social relations, and strengthening regional identity. "puking bumbu tawar" serves not only as a traditional ritual but also as a medium for transmitting cultural values, a means of character education, and strengthening the identity of the Lingga Malay community amidst the tide of modernization.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis CASEL dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Kompetensi Sosial Emosional Siswa pada Mata Pelajaran IPS di SMP Napsiah Napsiah; Encik Abdulhajar; Nevrita Nevrita; Zaitun Zaitun; Tety Kurmalasari; Dody Irawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif model pembelajaran yang berlandaskan pada CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) dalam meningkatkan hasil belajar serta keterampilan sosial emosional siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (ADDIE), mengikuti langkah-langkah dalam model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi) yang dilaksanakan di SMP Islam Nabilah, Kota Batam. Data diambil melalui pretest dan posttest yang dilakukan di kelas kontrol (n=20) dan kelas eksperimen (n=28), serta penilaian dari para ahli terkait validitas dan praktikalitas. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa model pembelajaran berbasis CASEL mencapai tingkat validitas 100% dari para ahli model dan rata-rata 99% dari ahli materi, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Penilaian efektivitas dengan menggunakan N-Gain menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 28% (N-Gain=0,3, dalam kategori sedang) dan peningkatan keterampilan sosial emosional sebesar 64% (N-Gain=0,6, dalam kategori sedang dan cukup efektif) pada kelas eksperimen, yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Tingkat praktikalitas model ini tercatat 100% menurut evaluasi guru dan 98% menurut penilaian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran IPS yang secara sistematis menggabungkan aspek akademik dan sosial emosional, serta menanggapi keterbatasan penelitian sebelumnya yang sering memisahkan kedua elemen tersebut.
Evaluasi Program Kokurikuler Membentuk Dimensi Keimanan dan Ketakwaan Murid di SMP Negeri 11 Tanjungpinang Indra Jaya; Nevrita Nevrita; Dody Irawan; Tety Kurmalasari; Zaitun Zaitun
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4444

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya penguatan karakter religius murid melalui program kokurikuler dimensi keimanan dan ketakwaan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kokurikuler dimensi keimanan dan ketakwaan di SMP Negeri 11 Tanjungpinang menggunakan model evaluasi CIPP yang meliputi context, input, process, dan product. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru, dan murid. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan spiritual murid. Program didukung oleh landasan hukum, perencanaan yang sistematis, keterlibatan guru, dan budaya sekolah religius melalui kegiatan membaca kitab suci, salat duha, dan salat zuhur berjamaah. Program juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran beribadah, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter religius murid. Terdapat kendala pada sarana prasarana, pengaturan waktu, dan konsistensi pendampingan guru. Program kokurikuler ini efektif dalam mendukung pembentukan murid yang beriman dan bertakwa. Penelitian ini merekomendasikan untuk melanjutkan program, meningkatkan sarana ibadah, memperkuat koordinasi dan penyesuaian pengaturan waktu pelaksanaan.